Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Permainan Mustahil

Permainan Mustahil

Cairan merah pekat mengalir lambat dari leher hingga membasahi kemeja putihku, menempel ketat pada lekuk tubuh yang bergetar. Rasa gugup bercampur ketegangan aneh menyelimuti sanubari saat rona merah itu merembes di pakaianku. Ini adalah langkah nekat pertamaku, sebuah upaya sadar untuk memikat pria asing yang bukan suamiku. Dalam kisah penuh intrik ini, setiap detik dipenuhi keraguan dan gairah berbahaya yang siap menguji batas kesetiaan serta pernikahan kami.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Aku isi daya ponsel dulu ya, kalian makan duluan," ucapku sambil bangkit dan melangkah masuk ke kamar.

Begitu pintu tertutup, jantungku berdebar makin kencang.

Pertama-tama, aku membuka kancing bajuku, kemudian membuka bra juga. Sepasang tonjolan bulat di dadaku terbebaskan dan bergetar sedikit.

Aku sangat percaya diri dengan tubuhku yang menari. Biasanya saat berjalan-jalan di luar, seringkali aku sadar banyak mata yang melirikku.

Kuraih kemeja putih yang sedikit longgar lalu kupakai tanpa dalaman, dengan dua kancing atas sengaja tidak kukaitkan. Kulit putihku terlihat jelas di baliknya, termasuk celah dada yang dalam.

Untuk bawahannya, aku hanya memakai rok bermotif bunga yang panjangnya hingga lutut. Setelah melepas celana dalam, entah mengapa, aku tiba-tiba merasa girang.

Aku berdiri di depan cermin besar, lalu mengangkat pinggulku sedikit. Bokongku yang putih dan sedikit menonjol tampak sangat bulat. Bayangan di bawah rok tampak samar dan menggoda.

Sementara tonjolan dadaku yang berisi itu, tampak sangat penuh di balik kemeja dan hampir tumpah.

Wajahku memerah. Wanita di dalam cermin itu tampak seksi dan menawan, bahkan sedikit liar.

Berbeda sekali dengan aku yang biasanya berpakaian tertutup.

Setelah ragu untuk waktu yang lama, aku menarik napas dalam-dalam, lalu memberanikan diri untuk membuka pintu dan berjalan keluar.

Rinto awalnya belum sadar, dia masih asyik mengobrol dengan Evan. Mereka tertawa dan bersulang.

Hingga akhirnya aku duduk di seberangnya, menuangkan anggur ke dalam gelas, lalu mengangkatnya sambil tersenyum kecil.

Saat itulah pandangan Rinto tertuju padaku. Dia terdiam sesaat. Sorot matanya yang awalnya biasa saja, kini mulai berubah.

Aku gugup sekali. Untuk bersulang dengannya, aku harus berdiri dan mencondongkan tubuhku.

Posisi itu membuat pakaianku yang terbuka terlihat olehnya. Aku sendiri bisa merasakan kedua tonjolan dadaku yang berisi itu seakan-akan hampir tumpah.

Rinto di depanku tentu saja melihatnya.

"Rinto?" panggilku dengan suara lembut.

Rinto terpaku setelah itu. Aku merasa malu, lalu mencoba mengalihkan pandangannya.

Dia tersentak pelan, lalu tertawa canggung, "Ah, maaf, Kak. Kalian sudah membuat makan malam untukku, seharusnya aku yang bersulang dulu, bukan malah dilayani begini."

Rinto akhirnya sadar kembali dan buru-buru berdiri untuk bersulang denganku.

Evan mengamati kami dengan penuh perhatian, bahkan sempat melemparkan tatapan penuh isyarat padaku saat aku meminum anggur.

Aku tahu betul apa maksudnya. Aku menguatkan niatku, lalu mengangkat gelasku dan meminum anggur dengan cepat sambil menegakkan badanku. Kali ini, dengan sengaja kubiarkan sedikit anggur menetes dari sudut bibirku.

Setelah Rinto minum dan hendak kembali duduk, tiba-tiba tubuhnya kaku dan dia tercengang oleh gerakanku.

Aku merasa malu sekali. Aku bisa dengan jelas merasakan anggur merah itu mengalir turun perlahan menyusuri leherku, lalu menyentuh dadaku yang putih dan berisi.

Cairan merah itu membasahi kedua tonjolan bulat, melewati celah di antaranya, lalu membasahi kemeja putihku.

Kini kemejaku pun menempel di tubuhku.

Bahkan tanpa menunduk, aku tahu kemejaku sudah hampir transparan. Kedua tonjolan bulat di dadaku pasti tampak samar bagi mereka.

Tubuhku mulai bergidik karena gugup, tetapi anehnya, aku juga merasakan sensasi yang menyenangkan.

Ini pertama kalinya aku menggoda pria lain selain Evan, dan melakukannya di depan Evan.

Rinto terus menatapku, tubuhku mulai terasa panas. Sepasang buah dadaku juga mulai terasa penuh, membuat kemejaku makin sempit.

Setelah aku 'meminum' anggur hingga habis, lebih tepatnya menuang anggur hingga habis. Aku menenangkan diriku, meletakkan gelas, lalu melirik Rinto.

Napas Rinto tampak mulai tidak teratur. Sebab dia sedang berdiri, area selangkangan celananya tampak jelas mulai membesar.

Biarpun ditutupi oleh celana, aku bisa menilai bahwa yang Rinto miliki jauh lebih besar dari Evan.

Jantungku berdebar kencang, dadaku mulai naik turun dengan cepat. Aku melirik Evan tipis.

Dia tampak lebih bersemangat daripada aku, bahkan tanpa sadar menjilat bibirnya sendiri.

Dia benar-benar gila!

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Hot Secret On The Rooftop
8.5
Angela mulai curiga dengan keganjilan di kantor tantenya, terutama skandal rooftop dan hubungan gelap antara Tristan si bos galak dengan sekretarisnya, Tike. Di tengah tekanan tugas tak biasa dan gangguan Mark yang licik, Angela harus menjaga reputasi Yoke dari musuh-musuhnya. Tantangan semakin rumit saat ia harus memilih antara sumpah menghindari rekan kerja atau menerima perlindungan tulus dari Tom. Mampukah ia mengungkap rahasia rooftop dan bertahan di lingkungan penuh intrik ini?
Sampul Novel Istri Bayaran
9.5
Demi biaya kuliah dan pengobatan sang ayah, seorang gadis muda terpaksa bekerja sebagai teman kencan bayaran. Takdir membawanya bertemu seorang pria kaya berwajah dingin yang merupakan kakak dari kliennya. Terpikat sejak awal, sang tuan muda menawarkan pernikahan kontrak sebagai solusi finansialnya. Meski awalnya terpaksa, hubungan mereka penuh liku akibat campur tangan keluarga dan rahasia masa lalu. Akankah cinta sejati tumbuh sebelum masa kontrak mereka berakhir?
Sampul Novel Kasih Sayang Yang Datang Terlambat
8.8
Murka karena anak dari wanita dambatannya pingsan akibat dehidrasi, seorang ayah tega menghukum putri kandungnya sendiri. Gadis itu diikat dan disekap di dalam bagasi mobil yang terparkir di garasi. Meski memohon ampun, sang ayah memberi perintah dingin agar tidak ada yang melepaskannya. Jeritannya tak pernah terdengar siapa pun. Saat sang ayah kembali setelah tujuh hari untuk membebaskannya, dia tidak menyadari bahwa putrinya telah tewas dalam kesunyian.
Sampul Novel Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!
8.9
Dicampakkan di hari pendaftaran nikah setelah lima tahun menjalin hubungan, Nayla yang murka memutuskan menikahi Simon, kakak kandung mantan pacarnya. Simon adalah pewaris takhta Keluarga Jatmiko sekaligus raksasa keuangan global yang disegani. Meski awalnya asing dan dingin, Simon justru sangat memanjakan Nayla sebagai istrinya. Saat mantan kekasihnya menghina Nayla, Simon tidak tinggal diam dan membelanya dengan keras. Bertahun-tahun kemudian, barulah terungkap bahwa Simon sebenarnya telah menyimpan rasa cinta rahasia kepada Nayla selama sepuluh tahun.
Sampul Novel Kepingan Hati
9.5
Rafa Dwindra Athaya harus menghadapi kenyataan sulit saat jatuh hati pada gurunya sendiri, Khafa Aseanda Zayn. Meski Khafa terus menolak karena perbedaan usia dan status sosial, takdir justru menyatukan mereka dalam ikatan pernikahan yang tak terduga. Kini, Rafa berjuang keras memenangkan hati sang istri yang masih menutup diri. Baginya, mencintai Khafa adalah pilihan hidup, namun membangun masa depan bersama perempuan itu adalah tujuan akhirnya yang paling utama.
Sampul Novel Mertua Awal Pembawa Petaka
9.3
Kanaya terbiasa hidup mandiri setelah kepergian orang tuanya yang dulu menikah tanpa restu. Meski sukses menjadi asisten CEO dan memiliki suami tampan bernama Lukman, duka menyelimuti tahun keempat pernikahan mereka karena belum hadirnya buah hati. Kepercayaan Kanaya hancur saat mengetahui Lukman ternyata telah berpoligami. Kepedihan kian mendalam karena ibu mertuanya justru merestui pengkhianatan tersebut. Mampukah Kanaya bertahan di tengah badai ini?