Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Perjalanan Waktu: Cintaku dari Keluarga Kerajaan

Perjalanan Waktu: Cintaku dari Keluarga Kerajaan

Seorang ahli forensik masa kini terjerat konspirasi organisasi kriminal setelah menemukan bukti vital saat otopsi. Demi keselamatan, Harper Chu melarikan diri ke masa lalu dan menyamar sebagai putri pejabat di Dinasti Cerah. Di tengah kesendirian tanpa sekutu, ia harus menghadapi seorang pangeran yang mulai curiga akan keahlian uniknya. Mampukah Harper menuntaskan misi balas dendam dan melindungi identitas aslinya dari ancaman kerajaan yang mengintai?
Bab
Bagikan

Bab 3

Ada keraguan di wajah Maxwell. Ia merasa bahwa Harper tidak berbohong. Tetapi apakah Jade benar-benar tidak hamil? Apakah itu benar-benar hanya tipuan? Dengan pemikiran itu, apakah berarti ia tidak bisa punya anak?

"Jenderal, saya dilahirkan tanpa apa-apa dan saya akan mati tanpa apa-apa. Saya yakin bahwa Anda adalah pria dengan semangat yang gigih. Saya tidak akan membiarkan siapa pun menipu Anda seperti ini. Bahkan jika saya harus mempertaruhkan nyawa saya, saya tidak akan membiarkan Anda dipermainkan." Melihat keraguan Maxwell, Harper sangat yakin hingga bahkan Matthew hampir memercayainya.

"Jenderal, dia pasti takut mati, jadi dia berbicara omong kosong. Bagaimana dia bisa begitu kejam pada anakku telah yang meninggal dengan menyedihkan? Aku tidak ingin hidup lagi. Tolong hukum mati saja aku agar aku bisa menemani anakku yang malang!" Jade menangis tersedu-sedu. Melepaskan diri dari pelukan Maxwell, ia berlari untuk membenturkan kepalanya ke pilar. Tetapi, dengan refleksnya yang cepat, Maxwell bisa menghentikan wanita itu tepat pada waktunya.

Meskipun Maxwell masih memiliki keraguan di hatinya, ia merasa malu melihat selir kesayangannya bertingkah seperti ini.

"Nyonya Jade, apa kamu takut kebohonganmu akan terbongkar?" sela Matthew.

"Pangeran, apa yang pernah saya lakukan sehingga pantas menerima tuduhan itu? Bagaimana Anda bisa memperlakukan saya seperti ini?" balas Jade sambil terisak.

"Aku hanya penasaran. Seperti yang kita semua tahu, Harper adalah seorang tabib kekaisaran yang terkenal. Jika kamu mengalami persalinan yang sulit, aku yakin dia akan berpikir untuk mengeluarkan bayi itu dalam keadaan hidup. Karena bayi itu sangat berharga bagi Jenderal Maxwell, dia tidak akan bertindak begitu ceroboh," jelas Matthew, matanya menyipit skeptis. "Aku percaya ada yang salah dengan semua ini. Jenderal, karena semuanya telah menjadi seperti ini, kenapa tidak memberi Harper kesempatan untuk membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah? Lagi pula, dia tidak akan bisa melarikan diri."

"Tunggu!" ucap Jade dengan cemas. "Kita harus mempertimbangkan keselamatan sang jenderal. Bagaimana jika dia menyakitinya? Dia mungkin memiliki rencana buruk lainnya."

"Jenderal, saya bersumpah demi hidup saya bahwa saya mengatakan yang sebenarnya. Selain itu, Anda tidak perlu khawatir karena yang perlu saya lakukan hanyalah menusuk jari Anda dan mengambil setetes darah. Itu tidak akan melukai Anda," ucap Harper dengan tenang. Kemudian, ia menarik napas dalam-dalam dan menambahkan, "Tapi kita juga membutuhkan tulang dari sang bayi..."

"Ambil tulangnya," perintah Maxwell pada seorang pelayan.

Mata Jade membelalak kaget. "Jenderal, tidak... tidak..." ucapnya tergagap.

"Jenderal, ada perbedaan besar antara seorang wanita yang telah melahirkan dan yang tidak. Jika Anda tidak memercayai saya, Anda dapat meminta seorang pengasuh yang telah melakukan pemeriksaan fisik untuk selir kekaisaran untuk memeriksa Nyonya Jade," ucap Harper dengan sedikit rasa puas.

Tangan Jade mengepal, tubuhnya gemetar karena marah.

"Dasar wanita jahat! Kamu telah menyakitiku dan bayiku! Aku akan membunuhmu!" Ia pun langsung menyerang Harper.

Harper mampu menghindari serangannya, membuat Jade jatuh dengan memalukan di lantai. Reaksi Jade membuat Maxwell semakin yakin bahwa ada sesuatu yang salah. Ia segera meminta seorang pelayan untuk memanggil pengasuh kekaisaran. "Tetaplah di sini untuk pemeriksaan fisik," ucapnya pada Jade dengan tegas.

"Jenderal, kita saling mencintai selama bertahun-tahun! Kenapa kamu lebih memercayai omong kosong orang luar ini?" teriak Jade dengan putus asa.

"Tutup mulutmu dan diam di situ! Jika yang kamu katakan itu benar, tentunya tidak ada alasan untuk takut melakukan pemeriksaan fisik. Apa aku salah?"

"Jenderal... Aku..." Jade tercengang. Tentu saja ia takut. Ia tidak ingin Harper mengungkap kebenaran yang sesungguhnya!

"Jenderal, tulangnya ada di sini."

Berdiri, Jade mendekati sang pelayan yang membawa tulang itu dan merintih, "Bayiku yang malang..."

"Diam!" Maxwell memarahi Jade.

"Tunjukkan padaku buktinya," ucapnya kemudian pada Harper, menatapnya dengan dingin.

Harper melangkah maju, memandangi tulang bayi itu. "Permisi," ucapnya dengan lembut, meraih tangan Maxwell. Harper menusuk jari pria tersebut dengan jarum yang sangat tipis hingga ia bahkan tidak merasakan apa-apa. Dengan hati-hati, ia mengarahkan tangan Maxwell di atas tulang itu dan dengan ringan menekan jarinya untuk meneteskan darah ke tulang.

Semua orang menahan napas, mata mereka terpaku pada tulang kecil itu seolah-olah mereka takut melewatkan sesuatu yang penting.

Begitu darah bersentuhan dengan tulang, darah dengan lancar meluncur ke samping. Semua orang melihat persis apa yang telah terjadi. Harper menghela napas, dan melanjutkan untuk menjelaskan, "Jenderal, Anda bisa melihat darahnya tidak bisa—"

"Jenderal, pengasuh ada di sini," sela seseorang.

"Periksa dia!" ucap Maxwell, sambil menunjuk Jade. Meskipun nadanya keras dan menuduh, tersirat sedikit kesedihan dan kesuraman di dalamnya. Ia adalah seorang pahlawan di medan perang, tetapi ia telah dipermainkan oleh seorang selir. Pada titik ini, ia sudah hampir kehilangan kesabaran.

Jade memandang sekilas ke arah Maxwell dengan ekspresi sedih di wajahnya, dan kemudian mengikuti sang pengasuh ke kamar untuk pemeriksaan fisiknya. Tidak ada gunanya membuat keributan, pikirnya.

Saat Harper melihat Jade masuk ke kamar, ia berpikir bahwa wanita itu tidak akan tinggal diam dan menunggu hukuman matinya sendiri. Tetapi, karena Matthew dan Maxwell tidak mengatakan apa pun mengenai hal itu, ia memutuskan untuk menyimpan pikirannya sendiri. Bagaimanapun, ia masih bersalah saat ini.

"Harper, kudengar kamu memiliki keterampilan medis yang sangat bagus?" tanya Maxwell, memecah keheningan sesaat.

"Ah, Anda terlalu memuji saya. Keterampilan saya biasa-biasa saja. Meski begitu, saya dapat meyakinkan Anda bahwa saya tidak berbicara omong kosong tentang masalah ini. Tidak apa-apa jika Anda tidak memercayai saya sekarang. Tapi Anda pasti akan memercayai pengasuh itu," ucap Harper dengan tenang. Sikapnya sangat berbeda dari ayahnya, Charles Chu.

"Charles Chu beruntung memiliki putri yang pintar sepertimu!" ucap Maxwell. Harper tidak tahu apakah pria itu sedang memuji atau mengejeknya, tetapi ia tidak peduli. Ia melihat sekeliling aula, merasa ada sesuatu yang tidak beres. Tiba-tiba, ia menyadari bahwa adiknya sudah tidak ada di sana.

"Ada apa? Apa kamu sedang mencari adikmu?" tanya Matthew, memerhatikan tindakan Harper.

"Tidak apa-apa. Dia mungkin sedang berada di tempat lain," jawab Harper, tidak ingin menjelaskan lebih lanjut. Apa pun yang terjadi di Klan Chu adalah urusan mereka sendiri. Tidak perlu menunjukkan urusan keluarga mereka kepada orang lain.

"Yah, kamu sangat pengertian," cibir Matthew sambil memainkan cincin gioknya. Ia tidak bisa menahan diri untuk tidak memikirkan sifat Harper yang keras kepala dan sombong, tidak seperti ayahnya, yang sangat licik dan bermuka dua. Wanita ini terlalu jujur.

"Kenapa pemeriksaannya begitu lama?" seru Maxwell. Berdiri, ia berjalan mondar-mandir di aula. Ada banyak hal yang terlintas di pikirannya. Ia memercayai Harper saat ia mengatakan bahwa bayi itu bukan miliknya. Terlebih lagi, Jade sedang diperiksa untuk lebih meyakinkannya. Mungkin wanita itu memang melahirkan seorang bayi dan ia melakukan semua ini karena tidak ingin membuat anaknya sedih.

"Kirim seseorang untuk memeriksanya. Aku mulai khawatir," ucap Matthew. Dalam sekejap, Maxwell berdiri dan berjalan menuju kamar tempat Jade menjalani pemeriksaan fisik. Harper juga berdiri dan mengikuti dari belakang. Matthew kemudian berjalan dengan perlahan di belakang.

Setelah mendorong pintu terbuka, Maxwell melihat sang pengasuh dan dua gadis pelayan lainnya tergeletak di lantai. Jade tidak terlihat sama sekali di kamar itu. Maxwell pun bergegas menghampiri para wanita itu untuk melihat apa yang terjadi pada mereka. Setelah memeriksa untuk sesaat, sepertinya mereka pingsan. Baru beberapa saat yang lalu, ia berpikir untuk memberikan kesempatan pada Jade. Tetapi karena ia telah melarikan diri seperti ini...

Sang pengasuh mulai tersadar kembali. Melihat ekspresi muram di wajah Maxwell, ia menyadari bahwa ia mungkin berada dalam masalah. "Tolong, Jenderal Maxwell, maafkan saya. Nyonya Jade memukul saya hingga pingsan dan kemudian melarikan diri," jelasnya.

"Kunci semua pintu dan temukan dia!" raung Maxwell dengan amarah yang memuncak. Berbalik, ia memelototi Harper dengan matanya yang tajam. Harper pun membalas tatapannya, menatap tepat di matanya. Tidak ada ketakutan di wajahnya; ia banyak menjumpai orang lain yang lebih menakutkan daripada Maxwell. Sulit baginya untuk merasa terancam oleh pria itu.

"Kamu bisa pergi sekarang. Aku akan melapor kepada Yang Mulia dan membersihkan namamu," ucap Maxwell dengan nada datar.

"Terima kasih, Jenderal." Harper sedikit membungkuk. Kemudian ia berbalik dan membungkuk kepada Matthew, "Terima kasih telah menyelamatkan hidup saya, Pangeran. Saya akan membalas budi suatu hari nanti di masa depan."

"Ah, benarkah? Dan bagaimana caranya kamu akan membayarku kembali?" tanya Matthew dengan nada mencibir.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95MYM" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95MYM
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 3 LEGION
9.6
Ketenteraman hidup tiga bangsa kini terancam oleh kemunculan figur misterius dari masa silam. Sosok ini memegang kunci krusial yang menghubungkan masa lalu dengan masa depan, sekaligus menjadi tokoh utama yang akan menyingkap seluruh tabir kebenaran di balik sejarah kelam Legion yang selama ini tersembunyi. Dalam petualangan penuh misteri ini, identitas sang pendatang akan membongkar rahasia besar yang telah lama terkubur dari dunia mereka.
Sampul Novel Cold-hearted girl
9.4
Seorang pembunuh bayaran wanita yang tangguh kini memegang misi baru sebagai pelindung seorang ilmuwan jenius. Keselamatan sang ilmuwan terancam setelah ia berhasil menciptakan sebuah penemuan yang sangat krusial. Namun, di tengah situasi berbahaya yang mengintai nyawa mereka, benih-benih asmara justru mulai tumbuh. Pertemuan intens ini memaksa sang gadis menghadapi konflik batin saat perasaan profesionalnya perlahan berubah menjadi cinta yang mendalam.
Sampul Novel Gairah Elián
8.7
Elián adalah Alpha lycanthrope abadi yang hidup terasing di pulau Yunani akibat duka mendalam. Namun, pembunuhan berantai yang menimpa anggotanya memaksa sang pemimpin keluar dari pengasingan menuju Meksiko. Di sana, ia justru menemukan belahan jiwa barunya, seorang manusia biasa yang memiliki krisis kepercayaan diri. Kini, Elián harus berjuang menyelesaikan misteri pembunuhan, meredam insting buasnya, sekaligus memenangkan hati wanita yang menolaknya tersebut.
Sampul Novel Kronik Kenikmatan Abadi
9.6
Di balik harapan tinggi dan persahabatan baru, ia menyembunyikan sisi manipulatif yang luar biasa. Meski terlihat mendukung orang-orang di sekitarnya, ia sebenarnya mengendalikan setiap aspek kehidupan mereka melalui rangkaian pesta mewah dan perjalanan panjang. Dengan mendominasi festival serta hari libur di kotanya, ia mengubah tatanan dunia demi kepentingan pribadi. Bagi para mantan penjahat, ia adalah mimpi buruk nyata yang mengatur takdir mereka dalam kendali absolut.
Sampul Novel My Accidental Marriage
9.3
Demi menyembuhkan hati dan memperluas bisnis butiknya, seorang desainer asal Beijing pindah ke Shanghai. Namun, vila yang ia sewa justru ditempati Alan, pemandu wisata berjiwa bebas yang memikat. Di tengah perjuangannya melawan penyakit Parkinson, Azzura diajak Alan mengecap petualangan hidup yang penuh gairah. Hubungan tak terduga ini berujung pada kehamilan, tanpa Alan sadari bahwa Azzura adalah penerima donor organ milik mendiang kekasihnya di masa lalu.
Sampul Novel My Sugar Daddy is a Monster
8.4
Nasib malang memaksa Lylia Prozky, gadis polos yang penuh perjuangan, menjadi sugar baby bagi Dante Prime. Dante dikenal sebagai pengusaha kejam dan monster berdarah dingin di dunia bawah tanah. Di tengah pencarian cinta sejatinya, Lylia harus menghadapi obsesi serta sifat posesif Dante yang luar biasa, terutama saat pria lain mulai mendekatinya. Mampukah Lylia bertahan dari ancaman musuh dan jeratan hati sang monster yang begitu berbahaya?