Sampul Novel Perfect Husband

Perfect Husband

8.6 / 10.0
Zuhra Kalinka hancur saat kekasihnya memilih kuliah di luar negeri dan meninggalkannya dalam kondisi mengandung. Hidup di lingkungan yang memegang teguh adat, ia terancam aib karena hamil tanpa suami. Namun, harapan muncul ketika seorang pria dingin hadir menawarkan tanggung jawab. Di tengah situasi pelik ini, Zuhra justru mulai menaruh hati pada sosok penolongnya tersebut. Akankah pernikahan tanpa rencana ini membawa kebahagiaan sejati baginya?

Perfect Husband Bab 1

Langkah Zuhra terasa berat saat memasuki rumah yang hampir empat tahun ini ditinggalinya

bersama ayah dan bundanya.

“Assalamualaikum,” ucap Zuhra seceria mungkin.

“Wa’alaikumsalam.”

“Dari mana saja kamu?” tanya Ayah Zuhra, terlihat sekali pria paruh baya itu sedang menahan amarah.

“Da-dari rumah teman, Yah,” jawab Zuhra gugup.

Tentu saja dia gugup, ayahnya pasti akan sangat marah karena anak gadis satu-satunya tidak pulang semalam dan baru kembali pagi ini.

“Duduk,” perintah Pak Albar -Ayah Zuhra- tegas. Dengan gelisah Zuhra menuruti perintah ayahnya.

Gadis itu duduk di hadapan ayah dan bundanya seperti

seorang tersangka. Masih ada satu lagi yang tidak boleh disepelekan. Tatapan tajam pria yang duduk di sebelah sang bunda, Randy Marcello, abang tercintanya.

“Ada apa, Yah?” tanya Zuhra berharap bisa menghentikan tatapan menyelidik ayahnya.

Bunda Zuhra menyodorkan sebuah benda pipih berwarna putih yang menyerupai sebuah stik, ada dua garis merah di sana.

“Bisa kamu jelaskan?” tanya bunda Zuhra dengan suara bergetar.

Zuhra tidak bisa berkata apa-apa, rasa terkejut menyebar menguasainya. Pembuluh darahnya seakan berhenti bekerja. Sekujur tubuh Zuhra seakan tersiram bongkahan es yang membekukan.

Zuhra menyesal tidak langsung membuang benda itu kemarin. Dia meletakkannya begitu saja di kamar mandi saking syoknya melihat dua garis yang muncul. Zuhra terburu- buru menemui seseorang yang menyebabkan kekacauan ini di apartemennya. Namun jawaban yang diberikan pria itu sungguh membuat dunia Zuhra semakin hancur.

“It-itu ” Sungguh lidahnya terasa kelu. Tubuh gadis

itu bergetar hebat.

Dengan sisa kekuatan, Zuhra bersimpuh di kaki sang bunda. “Maafin Zuhra, Bun. Zuhra salah, Bun. Zuhra salah,” ucapnya di sela tangisan.

Dapat dirasakannya tubuh sang bunda ikut bergetar. Zuhra bahkan tidak mampu untuk mengangkat kepala. Sungguh dia tidak akan sanggup melihat bundanya menangis karena kebodohannya.

Ya, Zuhra sadar ia terlalu bodoh. Semalaman ia menangisi keputusan pria berengsek itu. Namun seberapa banyak air mata yang dikeluarkan, tidak akan mampu mengubah kenyataan apa pun. Kenyataan bahwa dirinya hamil tanpa seorang suami. Kenyataan bahwa masa depannya hancur. Kenyataan bahwa dirinya telah melukai hati ayah dan bundanya.

“Apa ini ulah pria bajingan itu?” desis Randy geram.

Zuhra semakin terisak, apalagi kali ini ia menyadari keterdiaman ayahnya. Zuhra yakin ayahnya pasti sangat kecewa sehingga untuk berbicara pun enggan.

Randy Marcello adalah orang yang sedari dulu paling menentang hubungan antara Zuhra dan Reno.

Reno yang terkenal sebagai seorang bad boy membuat Randy tidak menyukainya Apalagi mengetahui bahwa Reno adalah anak tunggal dari seorang pengusaha kaya raya yang hobinya menghambur-hamburkan uang.

“Aku akan menghajar pria itu,” ucap Randy seraya beranjak dari duduknya.

“Jangan, Mas,” cegah Zuhra.

“Lo ngelindungin dia?” Randy mulai kehabisan kesabaran.

Zuhra menggeleng lemah. “Bukan gitu, Mas.”

“Terus apa?” Randy menatap tajam adiknya, “pokoknya gue harus kasih pelajaran si berengsek itu,” tandasnya.

“Dia udah pergi.” Ucapan Zuhra yang serupa bisikan itu nyatanya mampu menyurutkan langkah Randy.

“Apa maksud kamu?” Kali ini Ayah Zuhra yang angkat bicara. Gurat-gurat kekecawaan masih terpancar jelas dari wajahnya.

Zuhra tidak mampu untuk membuka mulut barang sedikit pun. Kenyataan bahwa dirinya hamil di luar nikah saja sudah barang tentu menjadi tamparan keras bagi keluarganya. Ditambah fakta bahwa lelaki itu pergi tanpa tanggung jawab, pastilah menjadi aib yang sangat besar.

“Jawab, Nak.” Kali ini suara bundanya mulai melembut.

Zuhra tergugu. “D-dia pergi, Bun.” Lagi-lagi gadis itu terisak. “Dia berangkat ke Inggris kemarin sore.”

Zuhra terkesiap.

Randy dengan kasar menghancurkan guci di sebelahnya.

“BERENGSEK!!” Teriaknya geram.

“Maafin Zuhra, Yah.” Isak gadis itu saat melihat ayahnya mulai tertunduk dengan bahu bergetar.

Hanya tangisan dan kata maaf yang bisa dia ucapkan, karena rasa kecewa ayah dan bundanya pastilah teramat besar.

Zuhra menyesali kebodohannya sendiri yang terbuai oleh janji-janji manis Reno. Harusnya sedari dulu dia mendengarkan nasihat abangnya untuk menjauhi pria itu. Namun sayangnya sebuah alasan klise membuatnya buta. Cinta!

✏✏✏

Suara ketukan di pintu terdengar hati-hati.

“Ra, gue boleh masuk?” Suara sapaan itu membuyarkan lamunan Zuhra.

“Masuk aja, gak dikunci, Nad.” jawabnya parau.

Nadia muncul dari balik pintu, tanpa aba-aba gadis itu langsung merengkuh tubuh mungil Zuhra.

“Yang sabar, ya,” bisiknya lembut.

Zuhra mengangguk kecil. Air matanya terus mengalir meski gadis itu mencoba tetap tersenyum.

Apakah ini ujian bagi hidupnya, atau sebuah karma?

Entahlah, Zuhra terlalu lelah untuk menerka-nerka semuanya.

“Terus ke depannya gimana?” tanya Nadia setelah melepas pelukan.

Zuhra menggeleng pelan. “Gue gak tahu.”

Nadia terdiam sejenak, menimbang-nimbang pertanyaannya.

“Lo nggak coba hubungin keluarganya Reno?” tanyanya hati-hati.

Zuhra menarik napas dalam-dalam, “Gue gak punya akses ke sana.”

“Maksud lo?”

“Dia nggak pernah ngenalin gue ke keluarganya, Nad,” jawabnya lesu.

“Ya lo kan bisa ngenalin diri, tunjukin foto-foto kebersamaan lo bareng Reno, siapa tahu usaha lo berhasil.”

Zuhra menatap langit-langit kamar seperti menerawang sesuatu.

“Renonya aja nggak mau tanggung jawab, Nad, apalagi orang tuanya.” Zuhra diam sejenak, “Apa gue gugurin aja kali ya?” gumamnya yang lantas membuat Nadia terperanjat kaget.

“Jangan yang aneh-aneh deh, Ra. Dosa lo ngelakuin itu aja belum lo tebus, sekarang malah mau nambah dosa lagi,” omelnya.

Zuhra terdiam sambil meremas jemari saking frustasinya. Dia tahu apa yang dikatakan Nadia itu benar, dirinya sadar betul kalau dosanya kali ini sangatlah besar, tetapi sekarang dia benar-benar merasa buntu. Tidak ada satu hal pun yang terpikir untuk pemecah masalahnya saat ini.

“Gue bukannya sok suci, Ra, tapi apa lo tega ngebunuh anak lo sendiri? Darah daging lo, Ra. Darah daging lo.”

“Terus gue harus apa?” lirihnya.

“Berdoa semoga Yang Maha Kuasa kasih jalan. Sekarang lo istirahat, gue mau keluar nemuin bunda, dia

juga pasti syok berat, kan?” Zuhra mengangguk patuh.

“Inget, banyak yang sayang sama lo, jadi jangan mikir yang aneh-aneh.” Pesan Nadia sebelum gadis itu benar-benar keluar dari kamar Zuhra.

Sepeninggal Nadia, Zuhra kembali termenung. Tanpa sadar, sebelah tangan mengusap perut datar miliknya dengan lembut.

Zuhra masih tak menyangka bahwa sekarang ada kehidupan lain di sana.

✏✏✏

Pagi-pagi sekali Zuhra dikejutkan dengan berita yang disampaikan oleh orang tuanya. Mereka berencana menikahkan Zuhra dengan anak teman ayahnya.

“Tapi, Yah, Zuhra nggak kenal sama pria itu, gimana kami bisa menikah?” tolak Zuhra keras.

“Dia baik, itu cukup, kan? Pengenalan itu bisa setelah kalian menikah, yang terpenting anak kamu punya status jelas, Ra,” tutur ayahnya tegas.

“Tapi, Yah--”“

“Kamu harus nurut kali ini, karena ini demi kebaikan kamu dan bayi kamu juga,” putus ayahnya tak terbantah.

“Bun ” Zuhra berharap bundanya mau membantu.

“Turuti saja, Nak. Menurut Bunda juga itu yang terbaik.”

Lenyap sudah harapan Zuhra, ayah dan bundanya sudah sepakat untuk menikahkan dirinya dengan seorang pria yang menurut mereka baik dan cocok untuk Zuhra. Tentu saja Zuhra menolak, bukan apa-apa, siapa laki-laki yang mau menikahi seorang perempuan yang sedang hamil dengan orang lain tanpa imbalan. Pasti ada yang tidak beres

di sini, kalau bukan karena imbalan sudah pasti karena pria itu punya kelainan. Gay, misalnya.

Oh, tidak. Membayangkan saja Zuhra tidak sanggup, apalagi menjalaninya.

****

TBC

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Perfect Husband

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel DOSEN ITU SUAMIKU
9.5
Kehidupan Bunga berubah drastis saat ia mengetahui fakta mengejutkan di kampusnya. Ezza, pria yang dijodohkan orang tuanya dan kini telah resmi menjadi suaminya, tiba-tiba muncul sebagai dosen baru di sana. Kehadiran Ezza yang tak terduga di lingkungan akademisnya memicu tanda tanya besar bagi Bunga. Ia pun mulai meragukan alasan di balik keputusan suaminya tersebut. Apakah Ezza memiliki motif tersembunyi atau ini hanyalah sebuah kebetulan belaka?
Sampul Novel Jebakan Cinta SANG MANTAN
9.0
Nada menyadari bahwa menjerat Ivander ke dalam pernikahan paksa adalah langkah yang keliru. Namun, baginya ini satu-satunya jalan untuk tetap berada di sisi pria yang hidupnya pernah ia hancurkan. Didorong rasa bersalah yang mendalam, Nada bertekad menebus dosa masa lalunya melalui pengabdian ini. Akankah segala pengorbanan Nada mampu mencairkan kebencian di hati Ivander, ataukah usahanya untuk mendapatkan maaf justru akan berakhir sia-sia?
Sampul Novel KARENA MANTANMU, KUNIKAHI ADIKMU
8.6
Randika dan mentornya, Charli, mengelola ekspansi bisnis keluarga Baskoro di Bali. Di sana, Randika jatuh hati pada Andini Wijaya, seorang wanita mandiri pemilik sekolah. Namun, asmara mereka terancam saat Junot, mantan Andini, mendadak kembali. Di sisi lain, adik Andini yang bernama Lily berambisi merebut Randika demi mendapat pengakuan sang ayah, Sigit Wijaya. Terjebak dalam dilema masa lalu dan ambisi keluarga, mampukah cinta Randika dan Andini bertahan?
Sampul Novel Membawa Kabur Benih Presdir
8.8
Kebahagiaan Aurora Winters berubah menjadi dilema besar saat ia menyadari dirinya tengah mengandung. Di sisi lain, sang suami, Julian Ryder, telah menegaskan bahwa ia tidak menginginkan kehadiran seorang anak dalam pernikahan mereka. Terjepit di antara cinta pada janinnya dan sikap dingin suaminya, Aurora menolak keras ide untuk menggugurkan kandungannya. Kini, ia harus menyusun rencana rahasia demi melindungi sang buah hati dari pengetahuan Julian.
Sampul Novel My Bad Boss
8.6
Xavier Narendra Maximilian pernah bersumpah takkan menikah karena menganggap wanita hanya teman tidur. Namun, prinsip itu goyah sejak ia bertemu sekretarisnya, Adeeva Adelia Albert, yang sama sekali tidak tertarik menggodanya. Xavier merasa pertemuan ini adalah anugerah terindah, sementara Adeeva sempat menganggap Xavier sebagai hal terburuk dalam hidupnya. Kini, kebencian itu berubah menjadi hari-hari penuh keindahan bagi mereka berdua.
Sampul Novel SETETES DARAH SUCI
8.6
Ramalan kuno mengungkap eksistensi gadis berdarah suci yang mampu memberikan keabadian dan kekuatan luar biasa. Setetes darahnya sanggup mencegah kepunahan klan serta menjamin kemudaan abadi bagi siapa pun yang memilikinya. Kelahirannya disambut pesta pora seluruh makhluk di alam semesta, ditandai awan gelap saat bulan purnama dan hawa dingin yang mencekam. Kini, nyawa dan darah sucinya menjadi incaran utama karena semua entitas mendambakan mukjizat yang ada dalam dirinya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan