Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Perangkap Cinta Mafia Queen

Perangkap Cinta Mafia Queen

Christina Morgan, putri mafia terkuat di Eropa, kabur ke Korea Selatan demi hidup baru dengan identitas palsu sebagai Kim Ara. Namun, himpitan ekonomi memaksanya kembali ke dunia kriminal. Ia menerima misi berbayar mahal untuk membunuh CEO muda, Lee Joon Woo. Menyamar jadi sekretaris, rencana Christina goyah saat Joon Woo tulus mencintainya hingga mempertaruhkan nyawa. Akankah cinta sang CEO meluluhkan hati dingin sang pembunuh sebelum misinya tuntas?
Bab
Bagikan

Bab 3

Wanita paruh baya itu hanya diam badannya gemetar serta jantungnya yang berdetak semakin kencang karena ketakutan.

“Ada apa denganmu, Nyonya?” tanya penjaga itu.

“Aku takut .... “ kata wanita paruh baya itu.

“Anda gemetar? Apa Anda pernah melihat gadis ini, Nyonya?” tanya penjaga itu bertanya kembali.

“Tidak ... Aku tidak pernah melihatnya.” Ungkap wanita itu sambil memalingkan wajahnya.

“Kalau begitu, kenapa Anda gemetar?”

“Karena saya takut saat mendengar nama mereka.” Wanita itu mencari alasan.

“Apakah Anda serius? Hanya karena mendengar namanya saja, Anda ketakutan?” penjaga itu tampak curiga.

“Anda sungguh tidak pernah melihat gadis ini?” penjaga semakin menekan wanita paruh baya itu.

“Saya tidak pernah melihat gadis ini. Apakah mungkin Nona Christina Morgan yang seorang konglomerat, mau memasuki desa kumuh seperti ini?” wanita itu membalikkan pertanyaan.

“Iya Anda benar juga. Saya akan mencoba mencari Nona Christina ke tempat lain. Maaf telah mengganggu Anda!” kata penjaga itu.

“Tidak masalah!” jawab wanita paruh baya. Penjaga pun berlalu pergi meninggalkan wanita itu.

Wanita paruh baya itu segera masuk rumah dan mengunci pintunya.

“Ya Tuhan, jadi gadis yang tadi pagi di sini adalah Christina Morgan? Jadi dia gadis yang sering orang sebut dengan julukan ratu mafia? Anak dari Tuan Morgan, mafia terkuat di negara ini. Namun entah mengapa malah aku membahayakan keselamatanku sendiri untuk melindungi Nona Christina Morgan dengan tidak mengatakan yang sebenarnya?” wanita itu bertanya kepada dirinya sendiri.

Di tempat lain, Alex Morgan mengerahkan seluruh gangster di penjuru negeri untuk mencari Christina Morgan.

“Kenapa kalian becus! Hanya mencari seorang gadis saja, kalian tidak bisa menemukannya!” Tuan Morgan memarahi seluruh penjaga. Penjaga hanya diam tidak berani menjawab.

“Cepat hubungi seluruh gangster di negeri ini. Katakan kepada mereka, siapapun yang menemukan Nona Christina Morgan akan mendapatkan uang tebusan,” terang Tuan Morgan.

“Siap melaksanakan tugas!” jawab salah seorang penjaga.

Setelah penjaga itu pergi, Tuan Alex Morgan merasa pikirannya kacau. Antara marah dan sedih bercampur menjadi satu.

“Mengapa kamu melawan ayahmu sekarang? Selama ini kamu adalah kebanggaan untuk Ayahmu. Kamu sudah bisa memegang kendali pasar global (jual-beli senjata api) di usiamu yang masih cukup muda. Christina, kamu dimana sekarang?” kata Tuan Alex Morgan sambil memandangi foto sang putri kesayangannya.

Di penjuru Negeri kini semua gangster tengah berlomba-lomba untuk mencari keberadaan Christina.

Di tempat lain, Christina menyempurnakan penyamarannya agar menyerupai penampilan sang gadis yang identitasnya kini ia pakai. Christina mengubah warna rambutnya yang pirang menjadi hitam. Ia menggunakan kacamata dan penjepit rambut layaknya penampilan gadis itu. Ia mengenakan gaun warna soft membuat dirinya tampak lebih feminim. Christina juga mengunakan high heels di kaki jenjangnya.

Christina berjalan memasuki Bandara dengan penuh percaya diri. Christina melihat beberapa penjaga kastilnya sedang berlalu lalang di dalam bandara. Ia juga melihat beberapa kelompok gangster sedang berkeliling. Akan tetapi ia tetap berjalan dengan tenang. Tiba-tiba seseorang memegang bahunya.

“Tunggu, Nona!” seorang gangster menghentikan langkahnya.

Mata Christina seketika membulat dan langkahnya seketika terhenti.

“Ehm ... Ehm ... “ Christina mengubah nada bicaranya.

“Iya Tuan, ada yang bisa saya bantu?” jawab Christina sambil tersenyum.

“Tunjukanlah kartu identitas mu!” perintah salah seorang gangster itu.

“Tapi untuk apa kartu identitas saya, Tuan?” tanya Christina.

“Saya ingin mengecek data Anda!” kata gangster tersebut.

“Padahal Anda bukan polisi, tetapi mau mengecek data seseorang?” gerutu Christina sambil memberikan kartu identitasnya kepada gangster tersebut.

“Jagalah cara bicaramu, Nona!” kata gangster sembari menerima kartu identitas tersebut.

Tertera dengan jelas nama Kim Ara, berkewarganegaraan Korea Selatan di dalam kartu identitas tersebut. Gangster itu tampak menyamakan wajah Christina dan Kim Ara.

“Pipimu tampak gemuk di foto kartu identitasmu? Sedangkan kau saat ini, pipimu lebih tampak kurus.” Kata gangster itu mulai tampak curiga.

“Hik ... Hik ... Hik ... Kamu siapa sebenarnya? Apakah kamu mantan pacarku? Bukan! Iya memang aku dulu lebih gemuk. Tetapi aku berusaha sekuat tenagaku untuk diet dan olahraga agar tidak di-bully. Tetapi kenapa kamu tiba-tiba datang dan mengintimidasiku?” Christina berpura-pura menangis sambil menjambak rambut anggota gangster itu.

“Aw ... Aw ... Nona sakit! Hentikan!” gangster tersebut merasa kesakitan ketika di jambak.

Karena mendengar keributan, beberapa polisi datang melerai Christina dan gangster itu.

“Ada apa ini? Kenapa ribut?” Tanya seorang Polisi.

“Dia ... Dia mengintimidasi penampilanku, Pak! Padahal aku sama sekali tidak mengenalnya. Hik ... Hik ... Hik .... “ Christina berpura-pura menangis.

“Bukan mengintimidasi, Pak! Lihatlah foto di identitas dan dirinya saat ini sangatlah berbeda!” gangster itu membela dirinya sambil memberikan kartu identitas Christina kepada polisi tersebut.

Sesaat kemudian, polisi itu mengerutkan keningnya ketika mulai merasa curiga.

“Tentu aku berbeda! Itu sebelum aku diet. Sekarang aku sudah berhasil diet apakah tetap menjadi masalah untuk kalian? Apakah istri kalian yang dulu dan sekarang tetap sama? Ada yang tambah gemuk. Juga ada yang sekarang semakin langsing. Benar tidak?” Christina menjelaskan kepada Polisi.

Polisi tersebut menganggukan kepala sambil memegang kumisnya tanda setuju dengan pendapat Christina.

“Ada benarnya perkataan dari Nona Kim. Istriku dulu waktu masih berpacaran, dia langsing dan seksi. Sedangkan sekarang, lebih berisi dan melebar badannya,” kata polisi itu sambil menepuk jidatnya.

“Sebaiknya Anda meminta maaf kepada Nona Kim,” tambah polisi itu.

“Sialan! Maafkan aku Nona Kim Ara!” umpat gangster itu dan segera meninggalkan Christina dan polisi.

“Anda berkewarganegaraan Korea Selatan?” tanya polisi.

“Iya benar, Pak! Saya berkewarganegaraan Korea Selatan sesuai kartu identitas saya,” kata Christina.

“Bisakah anda menunjukkan paspor Anda, Nona Kim?” tanya Polisi.

“Tentu Pak. Ini paspor saya! Christina memberikan paspor milik Kim Ara.

“Di paspor foto Anda juga masih sangat gemuk, Nona. Saya berpesan, nanti sesampai di Korea Selatan Anda harus segera mengganti foto kartu identitas dan paspor Anda secepatnya. Agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” tutur polisi tersebut.

“Oke Pak, terima kasih!” jawab Christina.

Christina merasa lega telah berhasil mengelabui polisi dan gangster. Siapa sejatinya gangster itu saja Christina mengetahuinya. Gangster itu adalah orang suruhan Tuan Alex Morgan, ayahnya sendiri.

Beberapa gangster lainnya tetap berkeliling di sekitar bandara. Christina tetap bersikap tenang agar tidak ada yang mencurigai gerak-geriknya. Ia juga mematuhi peraturan untuk antri di loket dan menunjukkan bahwa dirinya adalah warga negara yang baik.

Christina memasukan tas nya ke mesin deteksi. Sialnya ia lupa mengeluarkan pistol di dalam tasnya.

“Sial! Kenapa aku bisa sebodoh ini. Kenapa aku bisa lupa mengeluarkan revolver itu?” Christina menggerutu menyalahkan kecerobohannya.

Tiba-tiba ada panggilan untuk Kim Ara dari petugas bandara.

“Panggilan kepada Nona Kim Ara, kewarganegaraan Korea Selatan agar segera ke ruang pusat informasi dan menemui petugas. Sekali lagi panggilan untuk Nona Kim Ara, kewarganegaraan Korea Selatan agar segera ke ruang pusat informasi dan menemui petugas.”

“Sial! Aku harus bagaimana sekarang?” Christina berjalan ke ruang informasi untuk memenuhi panggilan tersebut.

Di ruang informasi.

“Selamat siang, Pak! Ada yang bisa saya bantu?” Christina menampakan wajah polosnya.

“Selamat siang, Nona! Apakah Anda tahu kenapa Anda dipanggil ke sini?” kata seorang petugas bandara.

“Maaf Pak, saya tidak tahu alasannya.” Christina menjawab dengan wajah lugu.

“Selamat siang! Nona Kim Ara, kenapa Anda di sini?” kata seorang polisi memasuki ruang informasi. Polisi itu adalah polisi yang tadi melerai Christina dan gangster waktu di lobi bandara.

“Apakah tas ini milik Anda?” tanya petugas bandara.

“Iya ... Benar itu tas saya, Pak!” jawab Christina tetap menampilkan kepolosannya.

“Kami menemukan dua buah revolver di dalam tas ini,” Petugas bandara menunjukan dua buah senjata api tersebut.

“Siapa Anda sebenarnya? Kenapa Anda memiliki senjata api? Cepat katakan!” tanya petugas bandara dengan nada tinggi.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95PLY" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95PLY
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku, Musuhku dan Para Pemburu
9.0
Dunia Jamie berubah drastis saat ia menginjak usia lima belas tahun. Gadis penakut ini tiba-tiba memiliki kekuatan supranatural untuk melihat makhluk gaib yang mengerikan. Di tengah kepanikannya, muncul Josh, seorang penyihir yang selalu mengganggu dan mencurigainya. Ke mana pun Jamie pergi, Josh selalu ada di sana. Namun, bahaya lebih besar mengintai mereka. Sosok misterius mulai memburu Josh dan mengawasi Jamie. Takdir apa yang sebenarnya mengikat mereka?
Sampul Novel Dosa Di Lautan
8.3
Demi mengusir rasa jenuh di rumah, seorang istri memutuskan untuk menemani suaminya pergi melaut. Namun, perjalanan ini berubah mencekam ketika kecelakaan hebat melanda kapal mereka keesokan harinya. Terpaksa berlindung di dalam ruang aman yang sempit, situasi justru berubah menjadi sangat intim dan membingungkan. Di tengah kegelapan, tangan seorang pelaut menyelinap masuk ke balik pakaiannya, memberikan sentuhan sensual yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Alih-alih menolak, ia justru terbuai dalam sensasi yang mendebarkan tersebut.
Sampul Novel LINTANG Telik Sandi 69 - Prahara di Tanah Kematian
8.4
Lintang, agen elite Telik Sandi 69, menggunakan pesonanya untuk menjebak Bernardo demi mencari petunjuk. Meski targetnya hanya pria mesum, misi ini jauh lebih besar. Bersama empat rekannya, Lintang mengemban tugas kerajaan guna menyelidiki teror di Benua Swarna Dwipa. Perjalanan mereka bermuara di Tanah Kematian, wilayah tanpa hukum yang penuh kebrutalan. Kini, mereka harus membongkar konspirasi gelap yang mengancam seluruh nyawa manusia di Jagad Mayapada.
Sampul Novel Misteri Masalembo (Crash Landing)
8.8
Airbus A320 terhisap badai dahsyat menuju portal masa lalu di benua asing. Selama dua jam mencekam, kabin dipenuhi gas beracun dan arwah penuh dosa. Di kokpit, Adam bersama Ingrid Rose, ahli astrofisika asal Austria, berjuang memecahkan teka-teki misterius demi menemukan jalan pulang. Meski berhasil kembali, pesawat kehabisan bahan bakar akibat badai tersebut. Tanpa pilihan lain, pendaratan darurat di perairan luas terpaksa dilakukan demi bertahan hidup.
Sampul Novel Money Bowl ( Cara Cepat Kaya )
8.5
Moana menemukan mantra ajaib yang mampu mendatangkan kekayaan melimpah. Memiliki ambisi mulia, ia ingin menggunakan kekuatan tersebut untuk memperbaiki kondisi ekonomi orang banyak. Sayangnya, niat tulus Moana justru dimanfaatkan oleh pihak-pihak licik demi kepentingan pribadi yang kotor. Kini, Moana harus berjuang keras untuk meluruskan kembali tujuannya dan memastikan ilmu sakti tersebut digunakan pada jalan yang benar sesuai fungsi aslinya.
Sampul Novel PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI SINDEN
7.8
Tujuh belas tahun usai kematian tragis Jernih Suminar, sang putri yang bernama Lintang Prameswari mencari dalang ruwat sakti demi menuntut balas. Namun, ia terkejut saat mengetahui bahwa Ki Narendra yang awet muda adalah ayah kandungnya sendiri. Narendra telah menumbalkan jiwanya demi kekuasaan hingga menelantarkan Lintang. Kini, Lintang harus menghadapi pembunuh ibunya yang keji sembari dibantu sosok misterius bernama Wage di tengah intrik klenik dan mitos.