
Penikmat Sepupu Sendiri
Bab 3
Malam itu Ethan baru saja selesai mandi dan seorang pelayan memberitahukan bahwa dia memiliki tamu, Ethan pun senyum menyeringai saat mendengar ada tamu sudah dia duga bahwa itu adalah pesanannya yang diantar oleh Kenny Austin.
Buru-buru dia turun kelantai bawah untuk menemui Kenny dan pesanannya, benar saja Kenny tengah duduk di sofa ruang tamu bersama dengan dua wanita cantik seksi dan cantik mereka adalah dua wanita pemuas untuk dinikmati oleh Ethan malam ini.
Kedua wanita cantik dan seksi itu langsung tersenyum takjub saat melihat ketampanan sang Cassanova yang selama ini sudah mereka dengar tentang pesona memukau dari seorang Ethan Eduardo.
"Selamat malam Tuan Ethan, suatu kehormatan untuk kami bisa diundang ke istanamu malam ini,"
"Kami tidak menyangka ternyata kau berkali-kali lipat lebih tampan dari pada foto di majalah-majalah yang memberitakanmu,"
"Kalian terlalu memuji! Aku harap, kalian bisa menyenangkanku malam ini dengan tubuh kalian itu!"
"Tuan, bagaimana mau diganti atau yang ini saja?" tanya Kenny.
"Aku suka keduanya, aku akan ambil!"
Kedua wanita bayaran itu langsung kegirangan karena malam ini keduanya bisa merasakan tubuh dari Cassanova yang sangat terkenal di negara ini, banyak para wanita yang ingin sekali melayani Ethan, karena selain berwajah tampan Ethan juga memiliki tubuh atletis dan pandai bertarung.
"Kalian akan melayaniku secara bergantian! Jadi yang satu akan menunggu disofa dekat kamarku!"
"Tidak masalah Tuan, siapa pun yang lebih dulu yang jelas kami sangat menantikan malam yang indah bersamamu!"
"Baguslah, aku suka wanita yang menggebu-gebu seperti ini! Ken, kau boleh pulang sekarang!"
"Baik Tuan, tapi besok pagi aku akan kembali untuk menjemputmu!"
"Ya, pastikan kau datang lebih awal dan bangunkan aku, karena malam ini aku pasti akan kelelahan,"
"Baik Tuan, selamat bersenang-senang!" Kenny pamit meninggalkan kediaman Ethan.
Sementara Ethan segera menggandeng kedua wanita bayarannya untuk naik ke lantai atas menuju kamarnya. Disaat yang sama, Ruby yang merasakan perutnya sudah keroncongan sejak tadi, akhirnya keluar dari dalam kamarnya hendak pergi ke dapur tapi sebuah pemandangan yang dia takutkan benar-benar terjadi malam ini.
Ethan muncul bersama dengan dua wanita bayarannya, bahkan saat ini dihadapan Ruby terlihat Ethan tengah menciumi bibir salah satunya, membuat Ruby langsung memalingkan wajahnya dan meneruskan langkah kakinya.
Rasanya sakit sekali melihat laki-laki yang kita cintai berciuman dengan wanita bayarannya dihadapan kita sendiri, sebenarnya Ruby sudah mengetahui semua tentang Ethan harusnya dia tidak heran jika Ethan membawa dua wanita kedalam rumah ini, tapi selama ini Ruby hanya mendengar bukan melihat secara langsung.
Dan malam ini hal yang sangat dia takutkan bila tinggal bersama dengan Ethan akhirnya kejadian juga, sadar jika Ruby lewat dihadapannya Ethan segera melepaskan pagutannya dari wanita bayarannya itu.
"Ruby mau kemana kau?"
Ruby tidak bergeming dia tetap melanjutkan langkah kakinya, rasa kesal, cemburu, dan benci serta sedih semua bercampur aduk hingga Ruby tidak mau melihat wajah laki-laki yang dia cintai meskipun Ethan terus memanggilnya.
Karena tak kunjung mendapatkan sahutan dari Ruby, Ethan melepaskan kedua wanita itu dari gandengannya lalu mengejar Ruby yang sedang berjalan menuruni anak tangga. Diraihnya tangan Ruby hingga membuat Ruby menghentikan langkah kakinya.
"Ruby, apa kau tidak dengar sejak tadi kakak memanggilmu!" tanya Ethan.
"Lepaskan!"
"Tidak! Jawab dulu kau mau pergi kemana dan dengan siapa?"
"Terserah akulah, yang jelas aku bosan didalam rumah ini aku mau pergi keluar menghirup udara segar, disini udaranya kotor terkontaminasi oleh wanita bayaranmu itu kak!"
"Aku tidak izinkan,"
"Kakak urus saja sana wanita-wanita itu, dan jangan urusi urusanku!"
"Ruby Kakak bilang tidak ya tidak! Masuk ke kamar,"
"Aku bilang tidak mau, lepaskan kak!" Ruby terus berusaha melepaskan diri dari cengkraman tangan Ethan.
Hingga keduanya terlibat tarik menarik dan Ruby terpeleset hampir jatuh, beruntung Ethan meraih tubuh Ruby hingga Ruby bisa dipeluknya dengan erat.
"Astaga untung kau tidak jatuh, Ruby aku tidak akan memaafkan diriku sendiri jika sampai kau jatuh kebawah!" ucap ethan sambil memeluk erat Ruby.
Dan lagi-lagi aroma tubuh Ethan yang wangi, serta tubuh atletisnya membuat Ruby sangat nyaman berada dipelukan kakak sepupunya itu, ingin sekali rasanya dunia berhenti berputar disaat-saat seperti ini.
Ethan melepaskan pelukannya, dan meraih kedua tangan Ruby.
"Ruby Kakak minta minta maaf jika kehadiran dua wanita itu mengganggu kenyamananmu di rumah ini, Kakak akan membawa mereka ke hotel saja! Sekarang kau bisa nyaman di rumah ini,"
"Dasar tidak peka, bisa-bisanya dia berkata akan tetap melakukannya tapi pindah ke hotel," dalam hati Ruby.
Ethan kemudian memanggil dua wanita bayarannya, lalu mereka pun pergi meninggalkan rumah itu, sementara Ruby duduk dianak tangga dan menangis tersedu-sedu setelah melihat kepergian Ethan dengan para wanita bayarannya.
Hiks.
Hiks.
"Nona kau kenapa? Apa ada yang sakit?" tanya asisten rumah tangga.
"Iya sakit sekali rasanya,"
"Apa yang luka nona?"
Ruby hanya menggelengkan kepalanya, dia benci melihat Ethan dengan wanita bayarannya pasti malam ini Ethan akan menikmati malam dengan kedua wanita bayaran itu.
Sementara Ethan masih belum sadar akan sikap Ruby, dia hanya berpikir Ruby risih dengan wanita-wanita bayaran itu tanpa tau bahwa gadis itu cemburu dan tidak mau melihatnya bermain dengan wanita-wanita bayarannya.
Ethan kemudian memesan satu kamar hotel untuk malam ini bersenang-senang melampiaskan hasratnya yang sudah berapi-api sejak tadi.
Setelah melakukan check-in, Ethan membawa kedua wanita bayarannya itu memasuki kamar hotel.
Dengan satu wanita bayarannya, Ethan sudah berada diatas ranjang dan berciuman dengan wanita bayarannya itu, malam ini kembali dia dapatkan sebuah rasa yang membuatnya melayang ke angkasa saat tubuh wanita bayarannya itu berada diatas tubuhnya.
Menikmati setiap gerakan sang wanita bayarannya, sepanjang malam hanyut dalam penyatuan yang selalu dia inginkan setiap saat. Bagi Ethan bersenang-senang dengan wanita adalah hal yang wajib untuk membuat tubuhnya fresh kembali esok pagi.
Puas dengan satu wanita, dan wanita itu telah menerima bayaran yang setimpal dengan aksinya memuaskan Ethan, malam ini Ethan kembali mengulanginya dengan stok satunya lagi, berolahraga sepanjang malam diatas ranjang adalah sebuah kepuasan bagi Ethan.
Wanita bayaran itu pasrah dan menerima apapun yang dilakukan oleh Ethan terhadap tubuhnya, yang jelas memberikan pelayanan terbaik untuk sang Cassanova adalah hal yang paling penting.
Hanya suara-suara surgawi yang terdengar disetiap sudut di kamar hotel ini hingga hari menjelang pagi dan Ethan masih meminta untuk dipuaskan pada wanita bayarannya itu. Barulah setelah tujuh kali mengulang, tubuh Ethan ambruk diatas kasur lalu tertidur karena kelelahan.
Anda Mungkin Juga Suka





