Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pengorbanan Dibalas Pengkhianatan

Pengorbanan Dibalas Pengkhianatan

Sepuluh tahun setelah mengorbankan penglihatannya demi menyelamatkan Marcus, wanita ini harus menghadapi kenyataan pahit. Marcus membawa wanita simpanannya tinggal di vila yang sama. Setiap malam, sang suami bersandiwara menemaninya tidur sebelum beralih ke pelukan selingkuhannya. Bahkan, anak kandungnya sendiri diam-diam memanggil wanita lain itu dengan sebutan "Mama". Namun, mereka tidak menyadari bahwa kebutaannya telah sembuh, dan kini ia tengah menyusun rencana matang untuk pergi selamanya.
Bab
Bagikan

Bab 4

Hari-hari setelahnya berjalan persis seperti hari saat Ravina mengetahui kebenaran. Mereka bertiga keluar rumah bersama, lalu sepulangnya kembali bermain sandiwara di belakangnya seolah tak terjadi apa-apa.

Setiap malam, Marcus turun ke bawah untuk melampiaskan hasratnya pada Willianti, lalu kembali naik diam-diam saat fajar menyingsing.

Ravina hanya diam menyaksikan semua pertunjukan itu. Setelah beberapa hari, kecuali bila benar-benar perlu, dia lebih memilih tetap tinggal di kamar lantai atas.

Waktu pun berlalu dan hari konsultasi Ravina tiba kembali. Seperti biasa, pagi itu Marcus membangunkannya dengan ciuman selamat pagi dan membantunya turun ke bawah untuk sarapan.

Namun saat itu juga, Willianti yang biasanya selalu menjaga sikap, tiba-tiba tersedak dan mulai mual.

Wajah Marcus dan Lowie seketika berubah. Marcus buru-buru ingin menutup mulut Willianti, sementara Lowie memandang Willianti dengan cemas dan membentuk kata dengan mulutnya, "Tante Willi kenapa?"

Ravina menatap ayah dan anak itu yang tampak panik, lalu bertanya dengan tenang, "Ada apa?"

"Pembantu ... ada pembantu tiba-tiba muntah!" jawab Marcus mencari alasan dan demi meyakinkan Ravina, dia bahkan pura-pura memarahi "pembantu" yang tak kelihatan itu sambil menatap ke udara.

Ravina memperhatikan ekspresi Willianti saat mendengar Marcus menyebutnya sebagai pembantu. Tebersit kecemburuan dan perasaan tidak terima dalam sorot matanya.

Sarapan berakhir dengan tergesa-gesa, lalu mereka bertiga masuk ke kamar Willianti. Entah apa yang mereka bicarakan di dalam sana, beberapa saat kemudian terdengar Lowie berseru kegirangan, tetapi suara itu segera lenyap seolah takut ketahuan.

Tak lama, mereka bertiga keluar kembali. Lowie lebih dulu menghampiri Ravina dan mencium pipinya,

"Mama, aku berangkat ke TK ya."

Marcus juga berjongkok di hadapannya dan berkata, "Aku harus ke kantor lagi. Sayang, berat banget rasanya ninggalin kamu."

Kalau Ravina tidak bisa melihat, mendengar suara Marcus saja sudah cukup membuatnya percaya bahwa dia benar-benar tidak rela pergi. Biasanya dia akan membalas dengan senyuman dan mengecup sudut bibirnya sambil menggoda bahwa dia manja seperti anak kecil.

"Ini hari terapiku. Sebelumnya kamu janji bakal temani aku." Dari ekspresi Marcus, Ravina bisa melihat jelas ... dia benar-benar lupa.

Lupa tanggalnya dan juga lupa janjinya.

"Ah, aku baru ingat, hari ini di TK ada pertemuan orang tua murid," Lowie tiba-tiba menepuk kening dan berkata, "Papa juga harus ikut."

"Iya, iya, aku malah sampai lupa," jawab Marcus cepat.

Melihat kedua orang itu begitu piawai dalam berakting, Ravina hanya tersenyum tipis. "Baiklah, kalian pergi saja."

Begitu Marcus dan Lowie keluar rumah, Ravina segera mencari alasan untuk menyendiri dan menyuruh semua pembantu pindah ke paviliun samping.

Kemudian, dia naik taksi dan membuntuti mobil Marcus. Setelah itu, Ravina hanya melihat Marcus dan Lowie menemani Willianti masuk ke bagian kebidanan dan kandungan rumah sakit.

Ternyata alasan Marcus tidak menemaninya terapi adalah karena Willianti mungkin sedang hamil. Tentu saja, itu jauh lebih penting daripada dirinya. Mereka sengaja tidak ke rumah sakit milik keluarga Marcus agar bisa lebih leluasa merayakan kabar bahagia itu.

"Oh! Tante Willianti mau kasih aku adik perempuan!" seru Lowie dengan gembira.

Marcus terlihat begitu hati-hati saat memapah Willianti. Tangannya mengelus perut Willianti dengan lembut, seolah sedang menyentuh harta karun yang paling berharga di dunia. Wajahnya pun tak bisa menyembunyikan rasa bahagia yang menguar. "Willi, kamu luar biasa!"

Mendengar kalimat yang begitu dikenalnya itu, Ravina memaksa dirinya untuk tidak menangis. Namun, air matanya tetap jatuh tak terbendung.

Dulu ketika dia dinyatakan hamil, Marcus pun bereaksi serupa. Dia memeluk Ravina dengan penuh emosi, lalu melepaskannya perlahan dan berkata, "Ravina, kamu luar biasa!"

Salah satu penyesalan terbesar dalam hidup Ravina adalah tidak bisa menyaksikan pernikahannya sendiri dan tak bisa melihat ekspresi Marcus saat pertama kali tahu akan menjadi ayah. Sekarang, akhirnya dia melihat semuanya.

Ketika Marcus, Lowie, dan Willianti pergi ke acara lelang dan menghamburkan uang demi menyenangkan Willianti, Ravina melangkah masuk ke kamar jenazah rumah sakit.

Mona memberi tahu bahwa tubuh pengganti untuk jasadnya sudah dipersiapkan. Seseorang sedang menjalankan prosedur operasi plastik agar jenazah itu tampak seperti Ravina.

Padahal, sebenarnya itu tidak perlu. Yang ingin dia tinggalkan untuk Marcus dan Lowie bukanlah tubuh yang cantik untuk dikenang, melainkan segumpal daging tak berbentuk. Sebuah mimpi buruk yang akan menghantui mereka sepanjang sisa hidup mereka.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Berlian yang Tersamarkan
9.3
Dahulu pewaris manja, Evelyn jatuh miskin setelah dijebak putri asli dan diusir orang tua angkatnya. Namun, ia bangkit dengan mengungkap identitas rahasianya sebagai peretas, desainer, dan dokter jenius. Saat orang tua angkatnya menuntut hartanya, Evelyn menolak dengan tegas. Ia pun mencemooh mantan tunangannya yang memohon kembali. Di tengah kemenangannya, seorang pria berkuasa datang melamar, menawarkan masa depan baru yang tak terduga bagi sang berlian.
Sampul Novel CEO Mengejar Cinta Adik Mafia
8.0
Rio terjebak dalam pusaran dendam yang berubah menjadi cinta mendalam sekaligus penyesalan pahit. Meski perasaan di antara keduanya begitu kuat, ia dipaksa mengorbankan egonya demi melindungi keselamatan sang pujaan hati. Kisah ini membuktikan bahwa cinta tak pernah salah memilih sasaran, namun perjuangan untuk bersatu tidaklah semudah membalik telapak tangan. Rio harus menerima kenyataan bahwa mencintai tidak selalu berarti harus memiliki sosok tersebut.
Sampul Novel Ditinggal Pacar karena Dikira Miskin
8.5
Hanya karena mengaku keluarganya memelihara sapi, Lucy dicampakkan sang kekasih yang memilih mendekati direktur perusahaan mereka. Saat sang direktur kehilangan gelang berharga, Lucy langsung dituduh mencuri. Mantan kekasihnya bahkan menghina Lucy sebagai gadis kampung miskin yang kotor. Mereka tidak menyadari bahwa peternakan sapi milik keluarga Lucy berskala raksasa dengan puluhan ribu ekor ternak, dan total kekayaan keluarganya sebenarnya mencapai ratusan miliar rupiah.
Sampul Novel Istri Tawanan Tuan Muda
8.4
Demi membalas dendam atas pengkhianatan Sonny Wilson terhadap ayahnya, Evan Halbert, seorang miliarder arogan, memilih menikahi Caitlyn Wilson. Evan menjadikan putri musuhnya itu sebagai tawanan dan terus menyiksanya dengan perlakuan buruk. Namun, di balik kebencian yang membara, Evan justru mulai jatuh cinta pada Caitlyn. Kini ia terjebak dalam dilema besar. Akankah perasaan cintanya mampu menghapus dendam masa lalu yang selama ini ia genggam?
Sampul Novel Kembalinya Sang Mantan Istri yang Agung
9.5
Bram mengkhianati cinta tulus istrinya demi Hesti yang tiba-tiba muncul. Di tengah vonis kanker dan duka kehilangan orang tua, sang istri dipaksa bercerai atas tuduhan palsu. Setelah memalsukan kematian demi lepas dari penderitaan, ia melepaskan identitas lamanya yang lemah. Tiga tahun berlalu, ia bertransformasi menjadi Aurora Morgan yang berkuasa. Kini ia kembali untuk menuntut balas atas segala luka dan penghinaan yang pernah Bram torehkan di masa lalu.
Sampul Novel Kontrak Rahasia Sang Pewaris
9.0
Demi menyelamatkan ibunya yang kritis, Elysia terpaksa menerima tawaran gila dari Damian Lancaster. Sang pewaris tunggal itu menjanjikan lima miliar rupiah asalkan Elysia bersedia menikah kontrak dan melahirkan keturunan untuk keluarganya. Meski merasa seperti menjual darah daging sendiri, Elysia tak punya pilihan lain. Namun, di balik kemewahan kontrak tersebut, Damian menyimpan rahasia besar yang membuat Elysia terjebak tanpa jalan keluar dari kesepakatan ini.