Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel PENDEKAR Sabda JAGAD

PENDEKAR Sabda JAGAD

Jalu Sajiwo, seorang yatim piatu, memulai pengembaraan demi menuntut keadilan bagi keluarganya. Dahulu, Sekte Rajawali Emas sangat perkasa sebelum fitnah keji dari rival-rivalnya menghancurkan kejayaan mereka. Di masa kepemimpinan Ki Respati, ayah Jalu, sekte ini terus ditindas dan dihina. Kini, Jalu harus berjuang di tengah intrik, pengkhianatan, dan duel maut untuk membersihkan nama baik sekte serta membawa Rajawali Emas kembali ke puncak tertinggi dunia persilatan.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Hahh! Ka-kalian brengsek!" seru marah dan terkejut Jalu bukan main, dia langsung memaki dan mendekati kawanan remaja itu.

Dilihatnya dengan marah dan sedih bangkai kelima ekor ayamnya yang telah mati, dengan leher remuk dihantam lesatan 5 buah batu kerikil.

Jalu bergegas menghampiri keempat remaja yang nampak masih tergelak mengejeknya, kendati mereka melihat kemarahan di wajah Jalu.

"Hahahaa! Kau mau apa ke sini?! Apa mau kami buat lehermu seperti kelima ayammu itu, hahh?!" seru tergelak seorang remaja diantara kawanan itu, seraya mengintimidasi Jalu.

Plakkh!

Secepat kilat Jalu menampar keras anak yang berkata mengancamnya itu.

"Akhssh!" remaja yang bernama Arya itu tertampar telak seraya mengaduh kesakitan. Karena dia merasa terlalu yakin, jika Jalu tak mungkin bernyali menamparnya.

"Sialan! Kau berani menamparku anak gembel! Hiahh!" seru marah Arya memaki, tendangan putarnya langsung melesat cepat ke arah kepala Jalu.

Daghhk! Gludug, gludukh!

Jalu yang memang telah siaga berhasil menangkis tendangan Arya itu. Namun karena dirinya kalah tenaga dalam, ia pun terdorong deras ke belakang.

Jalu sengaja gulingkan tubuhnya, untuk meredam daya hempas tendangan Arya. Lalu..

Seth! Taph!

Jalu meloncat bersalto dan kembali tegak menjejak tanah dalam posisi bersiaga.

"Aku tak cari permusuhan dengan kalian! Tapi mengapa kalian selalu menggangguku?! Kalian harus mengganti rugi kematian lima ekor ayamku!" seru Jalu lantang.

Tak nampak rasa ketakutan sama sekali dalam nada suara dan wajah Jalu.

Padahal dia menyadari, baik kemampuan jurus maupun tenaga dalam dia masih berada di bawah mereka semua.

"Diam kau sekte gembel! Kau tak pantas berada di dekat kami! Kami dari sekte ternama 'Kera Putih' dan 'Harimau Besi' tak ingin dekat-dekat dengan anak dari sekte sampah sepertimu!

Cepat kau pergi jauh-jauh dan menggelinding dari sini!" teriak seorang teman dari Arya.

"Tidak Dipa! Aku belum puas jika belum menghajar anak tak tahu diri ini!" seru Arya pada putra ketua sekte Kera Putih itu, seraya bersiap dengan jurus Harimau Besinya.

Tangan Arya nampak telah membentuk cakar seekor Harimau. Tak heran, karena Arya memang putra dari ketua sekte Harimau Besi, Ki Braja Denta.

"Aku tak akan pergi dari sini! Sebelum kalian mengganti harga kelima ekor ayamku!" seru Jalu tegas, matanya menatap marah pada Jalu.

Ya, Jalu teringat pada beras yang harus dibelinya untuk makan keluarganya nanti, hal yang membuatnya menjadi nekat.

"Anak cari mati! Hiahh!" Weshh! Arya berseru keras, seraya kembali ayunkan cakarnya kearah dada, yang juga dibarengi dengan tendangan keras ke arah pinggang Jalu.

Daghk! Paghh!

Jalu berhasil menangkis ayunan cakar Arya, namun pinggangnya tersepak telak oleh sisi telapak kaki Arya.

Wesh! Gusraghk!

'Akhs!" Jalu berseru pendek, tubuhnya terhempas ke samping dan ambruk ke tanah. Dia segera menggulingkan tubuhnya bermaksud menjauh.

Namun sialnya, Jalu malah berguling mendekat ke arah tiga rekan Arya.

Blaaghk..!

Spontan salah seorang diantara ketiga teman Arya langsung ayunkan sebuah tendangan, yang mengenai telak punggung Jalu.

"Heghs!" erang sesak Jalu, seketika tubuhnya terhentak keras. Rasa sakit dan sesak di pinggang dan punggungnya membuat Jalu cukup kesulitan untuk berdiri kembali.

Bagh! Bukh! ... Plakh!

Dan tanpa aba-aba lagi, keempat remaja itu langsung saja memberikan hajaran berupa tendangan, injakkan, dan pukulan, yang mendera di sekujur tubuh Jalu.

Sementara Jalu hanya bisa melindungi wajah dengan dua tangannya, dan menekuk kakinya untuk melindungi area vitalnya.

Hal yang mengagumkan saat kejadian itu adalah, sama sekali tak terdengar teriakkan mengaduh ataupun keluhan dari mulut Jalu.

Jalu nampak hanya menggigit bibirnya menahan rasa sesak dan sakit, akibat hajaran membabi buta keempat remaja liar itu.

Orang-orang di pasar hanya bisa diam dan terkesima melihat kejadian itu, karena mereka mengenali siapa keempat remaja jahat yang menghajar dan mengeroyok Jalu.

Ya, mereka semua merasa iba pada Jalu, namun mereka juga merasa takut dan ngeri dengan tokoh-tokoh di belakang ke empat remaja sok jagoan itu.

"Hei hentikan!" Seth!

Terdengar seruan seorang anak perempuan, yang langsung melesat masuk dalam arena perkelahian itu.

Bakhh! Paghk! Plaghk!

Tendangan dan pukulan berantai anak perempuan itu telak mengenai punggung, wajah, serta dada para remaja pengeroyok Jalu.

"Akhs! Uhgs! Hakssh!" seruan-seruan mengaduh kesakitan terdengar dari empat remaja brandalan itu.

"Adik Kirana! Apa yang kau lakukan?!" seru Arya terkejut, dia rupanya mengenali anak perempuan berusia 9 tahunan tersebut.

Namun anehnya ketiga rekannya langsung terdiam, saat mendengar nama Kirana disebut oleh Arya.

Ya, mereka semua mengenal siapa Kirana! Karena Kirana adalah putri dari ketua sekte 'Elang Merah', sekte paling ternama dan berpengaruh di wilayah Larantuka.

"Arya! Cepat bawa teman-temanmu menjauh dari sini!" seru marah Kirana, seraya menatap tajam ke arah Arya.

Sungguh anak perempuan yang gagah berani!

Namun nampak jelas tanda-tanda, jika nantinya Kirana akan menjadi seorang gadis yang cantik jelita. Hidungnya yang mancung, dan matanya yang bening di bawah naungan bulu mata lentik.

Serta ada sebuah tanda yang menjadikan Kirana cukup mudah diingat dan dikenali orang, yaitu sebuah titik tahi lalat yang berada tepat di tengah pertemuan kedua alis matanya.

Tanpa menjawab, keempat remaja sombong yang sok jago itu segera meninggalkan tempat itu.

Meninggalkan begitu saja sosok Jalu yang masih meringkuk di atas tanah dengan tubuh lebam di sana sini, akibat hajaran dari Arya dan ketiga temannya.

Kirana segera menghampiri sosok Jalu dan membantunya duduk, dilihatnya kondisi Jalu yang cukup mengenaskan. Anak laki yang sepantaran dengannya itu nampak mengalirkan darah di sudut bibirnya.

Kirana segera mengeluarkan sebuah guci kecil, dari balik selendang yang dijadikan ikat pinggangnya.

"Kau minum saja pil ini ya," ucap Kirana tersenyum, seraya menyerahkan sebuah pil untuk luka dalam Jalu. Sebuah pil ramuan khusus dari sekte Elang Merah.

Jalu hanya bisa menganggukkan kepalanya, sungguh dia memang merasa badannya bagai habis diinjak-injak gajah.

Dadanya terasa sangat sesak, perutnya mual, dan kepalanya seperti berdengung dan berputar-putar.

Rupanya beberapa tendangan Arya cs tadi juga beberapa kali menghajar telinganya. Sungguh keji!

"Pak boleh minta air putihnya," ucap Kirana pada pemilik warung makan, yang sejak tadi hanya bisa menonton keramaian dan kerusuhan yang terjadi di depan warungnya.

"Ohh! Baik Den Ayu!" seru sang pemilik warung makan dengan wajah ramah. Dia pun segera mengambilkan segelas air putih untuk Kirana.

Jalu segera meminum pil yang diberikan Kirana. Dan seketika itu juga dia merasakan rasa sesak serta denyut pusing di kepalanya perlahan mereda.

Hanya saja perutnya terasa mual tak tertahankan. Jalu pun berjalan cepat agak terhuyung ke arah pohon waru di samping warung, lalu..

"Hoekssh! Hoekssh!" Jalu memuntahkan isi perutnya di bawah pohon waru itu. Nampak warna merah darah juga mewarnai muntahan isi perutnya.

Tetapi ajaibnya, setelah memuntahkan isi perutnya, Jalu pun merasakan perutnya kembali terasa lega, dan rasa mual itu seketika menghilang.

'Sungguh pil yang mujarab!' bathin Jalu.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95FAQ" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95FAQ
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dendam dan kehilangan
9.1
Kebahagiaan Ardian, polisi muda berbakat, hancur seketika saat istrinya, Mira, tewas mengenaskan. Mira adalah wartawati kriminal yang terbunuh saat meliput kasus pembunuhan berantai yang tengah diselidiki Ardian. Di hadapan jenazah sang istri dan ayah mertuanya, Ardian bersumpah untuk menuntaskan misteri ini. Ia bertekad memburu sang pembunuh dengan tangannya sendiri demi membalaskan dendam atas hilangnya nyawa wanita yang paling ia cintai.
Sampul Novel Devano Lauder
9.1
Kisah Devano Lauder mengungkap beban masa lalu yang memicu dendam membara dari musuh lama. Selama dua dekade, sang tokoh utama berjuang menyelesaikan konflik yang tak kunjung usai. Di tengah perselisihan dan pembantaian, ia pun terjebak cinta segitiga saat remaja. Memasuki usia dewasa, ia mengambil tanggung jawab penuh dan nyaris tewas demi mengakhiri segalanya. Meski musuh terus mengintai, takdir akan membawa semua pada titik penyelesaian yang semestinya.
Sampul Novel Dokter Sakti Penguasa Dunia
7.9
Ewan Aditya bukanlah tabib biasa. Di dunia modern yang penuh dengan perebutan kekuasaan, ia memegang kendali mutlak atas hidup dan mati seseorang. Tidak peduli seberapa kaya atau berkuasanya seseorang hingga mampu menyaingi sebuah negara, kesombongan mereka tidak akan berarti di hadapan Ewan. Dengan kemampuan medis luar biasa dan aksi yang mematikan, ia bisa menjadi penyelamat nyawa sekaligus pencabut nyawa bagi siapa saja yang berani menentang otoritasnya.
Sampul Novel Setelah Mengetahui Rahasia Bos Wanitaku, Aku Terkena Masalah Besar
8.5
Mengubur masa lalunya yang kelam, seorang mantan penguasa dunia bawah memutuskan kembali ke ibu kota demi menjalani kehidupan normal sebagai karyawan biasa. Namun, kedamaian yang ia dambakan hancur seketika saat ia tidak sengaja mengetahui rahasia besar milik atasan wanitanya yang menawan. Kejadian tak terduga ini menyeretnya kembali ke dalam pusaran konflik berbahaya yang mengancam nyawanya. Kini, ia harus menghadapi konsekuensi besar demi bertahan hidup di tengah intrik kekuasaan yang rumit.
Sampul Novel HATRED
8.7
Difitnah melukai dua saudaranya sendiri, seorang pemuda terpaksa angkat kaki dari rumah. Ia menyimpan amarah mendalam karena keluarganya lebih memercayai bukti video rekayasa ketimbang kejujurannya. Kini, ia harus memulai hidup baru di luar sana sambil membawa luka hati akibat pengkhianatan orang terdekat. Bagaimana nasib pemuda ini setelah pergi? Akankah penyesalan menghampiri keluarga yang telah membuangnya? Simak perjuangan penuh dendam ini.
Sampul Novel Jahatnya Pacar Kakakku
8.5
Rencana sederhana pergi ke festival musik bersama sahabat berubah menjadi petaka mengerikan bagi sang protagonis. Tanpa alasan jelas, kekasih kakaknya mengurungnya di toilet, menuduhnya menggoda pacar orang, lalu melakukan penyiksaan keji. Korban disiram air kotor, ditampar, ditelanjangi, hingga kulitnya disolder dengan tulisan hinaan. Saat sang kakak, Calvin, akhirnya tiba dan mendapati adiknya terluka parah hingga tak mengenali wajahnya, pelaku hanya bisa berdalih bahwa ia salah mengira korban sebagai orang asing.