Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pemuas Nafsu Keponakan

Pemuas Nafsu Keponakan

Rina, wanita 30 tahun, terjebak dalam dilema saat tinggal bersama kakaknya karena suaminya bekerja di kapal pesiar. Namun, ketenangan yang ia cari sirna ketika Aldi, keponakannya yang berusia 17 tahun, mulai memaksakan nafsu terlarang padanya. Di balik ketidaktahuan sang kakak, Rina berjuang melawan rasa bersalah dan tekanan batin yang menyiksa. Setiap malam menjadi medan tempur antara dosa dan keinginan untuk bebas dari jeratan obsesi gelap keponakannya tersebut.
Bab
Bagikan

Bab 2

Malam itu terasa lebih sunyi dari biasanya. Aku bisa mendengar setiap detak jantungku dan setiap suara kecil di sekitar rumah kakakku. Angin berhembus lembut melalui celah jendela, membuat tirai bergetar pelan. Aku duduk di tepi tempat tidur, mencoba menenangkan pikiranku yang penuh dengan kekhawatiran dan rasa bersalah. Hari itu terasa begitu panjang, dengan setiap detik seolah merayap lambat.

Aku berjalan perlahan menuju kamar mandi untuk mencuci muka, berharap air dingin bisa menyegarkan pikiranku yang penat. Setelahnya, aku memutuskan untuk berkeliling rumah sebentar, mencoba mengalihkan pikiran. Ketika melewati kamar Aldi, langkahku tiba-tiba terhenti. Ada sesuatu yang aneh, sesuatu yang membuat bulu kudukku berdiri. Aku mendengar suara-suara samar, suara desahan yang membuat dadaku berdebar.

Rasa penasaran dan kecemasan membawaku lebih dekat ke pintu kamar Aldi. Setiap langkah terasa berat, seolah ada beban tak terlihat yang menahan kakiku. Aku merasa seperti berada di ambang sebuah jurang, tidak tahu apakah aku harus melangkah maju atau mundur. Suara desahan itu semakin jelas, dan tiba-tiba namaku disebut dengan penuh hasrat, "Ahhh... Tantee... Rina...". Tubuhku membeku, dan dunia seolah berhenti berputar.

Aku berusaha untuk tidak membuat suara, tetapi perasaanku campur aduk. Aku tahu bahwa mendengarkan lebih lama hanya akan memperburuk keadaan, namun aku tidak bisa menggerakkan kakiku untuk pergi. Akhirnya, dengan hati-hati, aku melangkah mundur dan kembali ke kamarku, berusaha mengabaikan apa yang baru saja kudengar.

Di kamarku, aku berbaring dengan pikiran yang berkecamuk. "Kenapa Aldi meracaukan namaku?" pikirku, hatiku dipenuhi kebingungan dan penasaran. Aku mencoba membayangkan apa yang mungkin dilakukan Aldi hingga menyebut namaku dengan begitu intens. Pikiranku berkelana ke berbagai kemungkinan, tetapi setiap bayangan hanya membuatku semakin bingung dan gelisah. "Apa yang sebenarnya terjadi di antara kita?" tanyaku dalam hati, merasa campur aduk antara rasa malu dan keingintahuan.

﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏🖊️

Hari-hari berlalu dengan Aldi yang semakin sulit mengendalikan hasratnya. Setiap kali dia melihat lekukan tubuhku, perasaannya bergejolak. Aku bisa merasakan perubahan itu; tatapan Aldi yang semakin intens membuatku salah tingkah dan kikuk.

Suatu hari, saat aku sedang di dapur, aku memanggil Aldi. “Aldi, bisa tolong ambilkan panci di atas rak sana?” tanyaku, berusaha tetap tenang.

Aldi berjalan mendekat dan menatapku dengan pandangan yang begitu dalam. Tanganku gemetar, panci itu hampir terlepas dari genggamanku. "Maaf, Tante," kata Aldi cepat-cepat, tetapi tatapannya tetap penuh dengan hasrat yang tak bisa disembunyikan.

"Tak apa, Aldi. Terima kasih," jawabku sambil mencoba tersenyum, meskipun hatiku berdebar-debar. Aku merasa canggung dan bingung.

Malam itu, aku duduk di tempat tidur, memikirkan apa yang harus kulakukan. Tatapan Aldi tadi siang terus terbayang di pikiranku. "Kenapa ini harus terjadi?" pikirku, merasa gelisah dan bingung.

Ketika aku sedang lewat di depan kamar Aldi, aku mendengar suara yang sangat dikenalnya. Aldi kembali meracaukan namaku dalam desahan yang penuh gairah. "Ahh, Tante," suara itu terdengar jelas dari balik pintu.

Aku terdiam di depan pintu, tidak tahu harus bagaimana. Perasaanku campur aduk antara rasa malu, bingung, dan marah. Dengan hati yang berat, aku kembali ke kamarku, merasa tidak tahu harus bagaimana menghadapi situasi ini.

Di dalam kamar, aku duduk menghadap kaca, melihat bayangan diriku yang berkerudung. "Kenapa ini terjadi?" pikirku. Aku merasa jijik, bukan hanya pada apa yang Aldi lakukan, tetapi juga pada perasaan aneh yang muncul dalam diriku.

Saat aku berbaring di tempat tidur, pikiranku tidak bisa berhenti berputar. "Apa yang sebenarnya terjadi di antara kami?" tanyaku dalam hati, merasa campur aduk antara rasa malu, marah, dan bingung. Aku menghela napas panjang, mencoba menenangkan diri.

"Ini tidak benar," gumamku, merasa cemas dan tak berdaya. Aku tahu bahwa aku harus berbicara dengan Aldi tentang hal ini, tetapi keberanian untuk melakukannya tampak menguap setiap kali aku memikirkannya.

Tetapi pada saat yang sama, aku tidak bisa mengabaikan perasaan aneh yang terus muncul setiap kali aku mengingat tatapan Aldi. "Apa yang sebenarnya terjadi di antara kami?" tanyaku lagi dalam hati, merasa campur aduk antara rasa malu, marah, dan bingung.

﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏🖊️

Pada hari itu, hanya Aldi dan aku yang berada di rumah karena Maya sedang tidak ada. Saat aku sedang makan siang, Aldi mendekatiku. "Tante Rina, bolehkah aku membantu?" tanyanya dengan suara tenang.

Aku tersenyum padanya. "Ah, tidak perlu, Aldi. Terima kasih."

Aku berbalik untuk mengambil sesuatu dari lemari. Sambil mengatur piring, aku mendengar suara kecil di belakangku, namun tidak terlalu memikirkannya. "Apa kamu butuh sesuatu, Aldi?" tanyaku sambil menoleh.

"Eh, tidak, Tante. Aku hanya mengambil air," jawabnya sedikit canggung.

Aku kembali duduk di meja dan melanjutkan makan siang tanpa curiga. Aldi berdiri di sudut ruangan, sibuk dengan sesuatu, namun aku sedikit heran mengapa dia terus menatap gelas di depanku.

Setelah makan siang, aku bergabung dengan Aldi di ruang keluarga untuk menonton TV. Perlahan, aku mulai merasakan sesuatu yang aneh pada tubuhku. "Duh, kenapa ya?" gumamku dalam hati, mencoba memahami perubahan yang aku rasakan. Tubuhku terasa lebih sensitif dan gairahku mulai meningkat.

Aku melihat Aldi yang begitu jeli mengamati setiap perubahan kecil pada diriku. Dia tampak sadar betul saat aku mulai merasa tidak nyaman.

Aldi kemudian mendekatiku dan mulai mengajakku berbincang sambil menyentuhku dengan lembut. "Tante, kelihatan lelah. Mungkin perlu istirahat?" tanyanya sambil meraba pundakku dengan lembut

Sentuhannya membuatku semakin gelisah. "Aldi, tolong jangan begitu. Tante merasa tidak nyaman," ujarku mencoba menolak dengan halus.

Aku akhirnya beranjak dari sofa dan berjalan menuju kamar tidurku, berharap bisa menemukan ketenangan. Namun, Aldi mengikutiku. Saat aku sampai di kamar, dia memelukku dari belakang. "Tante Rina... Aldi ingin," desahnya dengan suara rendah penuh hasrat.

Bagaikan petir menyambar, aku tersentak mendengar desahannya. Aku benar-benar tidak tahu harus berbuat apa. "Aldi, tolong jangan seperti ini," bisikku dengan suara gemetar, berusaha melepas cengkeramannya dari tubuhku. Namun, kekuatannya jauh lebih besar, dan postur tubuhnya yang tegap membuatku sulit melepaskan diri.

Aku merasa tubuhku semakin terpojok saat tangan Aldi mulai menggerayangi pundak, lengan, dan punggungku dengan penuh nafsu. Rasa takut dan kebingungan semakin menguasai diriku, namun aku tidak bisa memarahi atau menolak Aldi dengan keras. "Aldi, tolong... Tante nggak nyaman," kataku lagi, berusaha menahan tangis yang semakin besar.

Aldi tidak mendengarkan permohonanku. Hasratnya yang sudah menggebu membuatnya semakin tidak terkendali. Dia semakin erat memelukku, seolah berusaha memastikan bahwa aku tidak akan kemana-mana. Tangannya mulai meremas-remas payudaraku dengan penuh gairah, sementara napasnya semakin panas dan cepat. Batangnya yang mengeras pun menekan-nekan pada bokongku, menciptakan sensasi yang tidak bisa diabaikan. Aku merasa bingung dan terperangkap dalam situasi yang menyesakkan, tidak tahu harus berbuat apa.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Menunggumu, Cintaku
8.9
Natalia gagal meluluhkan hati dingin Kenzo dan memilih pergi saat mengandung. Ia menghilang tanpa jejak, membuat Kenzo yang putus asa memperluas bisnisnya ke kancah global demi mencarinya. Pencarian buntu itu hampir membuat Kenzo gila hingga ia mengacaukan seisi kota. Bertahun-tahun berlalu, Natalia kembali sebagai sosok wanita berkuasa dan kaya raya. Namun, takdir kembali menjeratnya dalam pusaran emosi bersama Kenzo yang belum berhenti mengejarnya.
Sampul Novel Amarah Dan Cinta
9.5
Bagi Yasnina, mencintai Devan adalah berkah sekaligus luka karena cintanya tak pernah terbalas. Saat mendengar kabar pernikahan Devan, hatinya hancur berkeping-keping. Didorong amarah yang mendalam, Yasnina nekat menjebak pria itu dalam hubungan satu malam tepat sebelum hari pernikahannya. Akankah tindakan berisiko ini membuahkan cinta yang ia dambakan, atau justru membuat Devan semakin membencinya dan menjauh selamanya dari hidup Yasnina?
Sampul Novel Cincin Dendam : Janji di Balik Rahasia
9.4
Terjebak rahasia kelam keluarga Ariatama Marten, Lara tak sengaja merusak hubungan adiknya dengan Leon akibat rasa cemburu. Leon yang merasa dikhianati namun memiliki agenda tersendiri terhadap keluarga itu justru menawarkan pernikahan kontrak. Demi melindungi kehormatan keluarga dan rasa cintanya yang terpendam, Lara pun setuju. Akankah ikatan formal ini berujung pada cinta sejati, atau justru menguak luka lama dan misteri yang jauh lebih berbahaya bagi mereka?
Sampul Novel FAULT
8.7
Trauma masa lalu yang kelam menghancurkan hidup Arista Lucy, mengubah gadis lembut ini menjadi pembunuh bayaran yang dingin dan kasar. Di tengah kobaran dendam yang membara, sosok Evan muncul membawa misteri besar sekaligus ketenangan yang tak terduga. Kehadiran pria tersebut perlahan memberi warna baru dalam hari-hari Arista yang selama ini membatu. Kini, Arista harus menghadapi pergolakan batin antara misi balas dendam dan rasa damai yang dibawa oleh Evan.
Sampul Novel I Love You Pak Tua
8.7
Viona tak menyangka akan jatuh hati pada bosnya yang berusia 47 tahun, Raka. Perasaan ini muncul saat ia menyamar menjadi kekasih bayaran demi menyenangkan ayah Raka yang sakit. Meski cinta bertepuk sebelah tangan, Viona tetap berjuang. Namun, orang tuanya menentang hubungan beda usia tersebut karena takut ia menyesal. Mereka pun menjodohkannya dengan Revan, sahabatnya sendiri. Akankah Viona mengejar cinta Raka atau justru menyerah pada perjodohan itu?
Sampul Novel Istri Kedua Ustadz
8.2
Dina, perempuan sederhana yang penuh kasih, menghadapi babak baru dalam hidupnya setelah dipersunting oleh Ustadz Ahmad. Sebagai ulama yang sangat disegani, Ahmad telah memiliki istri bernama Siti. Namun, karena kondisi Siti yang tidak mampu memberikan keturunan, ia dengan tulus meminta suaminya untuk menikah lagi. Keputusan besar ini diambil Siti demi mewujudkan impian mereka memiliki anak, yang akhirnya membawa Dina masuk ke dalam rumah tangga mereka.