Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel PEMBALASAN RITA

PEMBALASAN RITA

Setelah satu dekade membangun rumah tangga, pernikahan Rita hancur berkeping-keping. Didorong oleh rasa sakit hati yang mendalam, ia memulai misi pembalasan dendam terhadap pihak yang mengkhianatinya. Namun, langkah tersebut justru menyeretnya ke dalam pusaran rahasia kelam yang selama ini tersembunyi rapat. Setiap kebenaran yang terungkap perlahan mengoyak tabir misteri di balik masa lalunya, mengubah hidupnya menjadi penuh intrik dan bahaya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Arka mematikan layar laptopnya saat bersamaan pintu kantornya terbuka muncul-lah sang ayah, Bisma.

“Tumben Ayah mampir, bukannya Ayah akan mempercayakan urusan kantor sepenuhnya kepada Arka?”

“Tentu saja. Ayah hanya penasaran kepada kamu membatalkan kepindahan ke kantor cabang?” ujar Bisma seraya mendudukkan diri di seberang meja sang anak.

“Kekasihku akan pindah ke sini, Yah.”

Bisma menyipitkan matanya. “Jangan main-main Arka. Ingatlah dia sudah menjadi istri orang.”

Arka menggeleng cepat dan yakin disertai seringai lebar di wajahnya. “Tidak akan lama lagi, ia akan menjadi janda.”

“Bagaimana kamu bisa seyakin itu?”

“Ayah masih ingat bukan saat aku bersumpah akan merebutnya dari Apri jika pria itu melukainya?”

“Iya. Kamu mengatakan dengan sangat yakin saat itu. Tapi itu 'kan saat kalian bahkan baru lulus kuliah. Ingat Arka, Apri itu sahabatmu.”

“Justru karena dia sahabatku dan merebut wanita yang aku sukai maka dari itu aku tidak akan tinggal diam dia melukai, Ritaku.”

“Apa yang akan kamu lakukan?”

“Tidak ada. Waktu yang akan melakukan semuanya. Aku yakin Rita tidak akan sebodoh itu bertahan di sisi Apri setelah mengetahui kenyataan yang ada.”

“Apa kamu menjebak Apri?” tanya Bisma dengan nada resah. Ia sangat tahu jika putranya ini bisa melakukan segala cara paling licik sekalipun untuk mewujudkan keinginannya.

“Tidak perlu, Yah. Sikap tidak setia Apri sendiri yang akan membuat Rita berpaling kepadaku.”

“Astaga, kamu sudah memperhitungkan semuanya?”

“Aku harus mengambil peluang bukan? Tanpaku, Rita juga tidak mungkin akan bekerja di kantor cabang.”

Bisma hanya mengangguk menanggapi ucapan sang anak. Bagaimanapun dirinya juga tahu jika sang anak sudah mencintai Rita sejak masih belia. “Ayah hanya bisa menasehatimu untuk berhati-hati. Ayah juga tahu Apri orang yang seperti apa. Dia pasti tidak akan mudah melepaskan Rita begitu saja, bagaimanapun tabiatnya diluaran sana.”

“Ayah tidak perlu khawatir tentang itu. Dia sudah sekali menghancurkan masa depan yang aku rancang dengan Rita dan kali ini aku tidak akan tinggal diam."

"Jangan nekad, kamu tadi sudah bilang jika tidak akan melakukan apapun bukan?"

"Ayah tahu, banyak hal yang sudah terjadi pada rumah tangga mereka. Hal buruk yang mungkin tidak akan terbayangkan oleh Ayah. Sepertinya aku akan berubah pikiran. Aku akan merebut Rita."

Bisma bangun dan berjalan ke pintu, namun sebelum ia membuka pintu ruangan itu ia kembali bertanya kepada Arka, “Bagaimana jika Rita tahu yang sebenarnya jika selama ini kamulah atasannya?”

“Kaget mungkin. Tapi Arka yakin dia pasti bisa menerima semuanya.”

“Jangan lupa kamu juga berhutang maaf kepadanya.”

“Tentu Ayah. Aku masih sangat mengingatnya. Sebentar lagi dia datang dengan om Anton.”

“Ada rapat?”

“Tidak ada. Aku hanya mencari alasan supaya dia bisa kesini saat suaminya membawa madunya ke rumah.”

“Apa maksudmu?”

“Apri membawa madunya ke rumah ibunya dan akan memperkenalkan kepada Rita.”

“Apakah dia tahu jika suaminya membawa madunya?”

“Tidak Ayah. Itu sebabnya aku bilang Rita tidak akan lagi mau bertahan di samping Apri aku sangat yakin.”

“Ayah tidak menyangka jika Apri akan setega itu,” ujar Bisma dengan tatapan tidak percaya ke arah Arka, “Yusuf sahabatku yang setia bisa bangkit dari kuburnya jika tahu apa yang diperbuat anaknya.”

Arka menghela napas panjang. “Perlu Ayah ketahui. Tidak semua buah akan jatuh tak jauh dari pohonnya.”

“Aku penasaran dengan Rakmi?”

Arka mendengkus jijik. “Wanita tua itu tentu saja akan membela anak kesayangannya.”

“Kenapa begitu?” tanya Bisma dengan penasaran dan kembali menghempaskan tubuhnya yang masih gagah itu di kursi semula.

“Dari dulu dia tidak menyukai Rita karena rasa tidak sukanya terhadap tante Daya. Wanita itu sungguh tidak bisa memilah urusan pribadi dan juga urusan anak-anaknya. Ditambah lagi Rita tak juga memberikan dia cucu. Lengkap sudah.”

“Wanita itu ternyata masih sama jahat dan Ayah yakin, judesnya pasti sama.”

“Yang terpenting Ayah dan Bunda bisa menerima Rita sebagai pendampingku nantinya.”

“Seperti yakin saja jika dia mau menerimamu,” cibir Erni ibu Arka dari ambang pintu, “wanita pujaanmu sudah datang tapi masih di lobi.”

“Bunda sudah bertemu dengannya?”

“Bunda melihatnya tetapi dia tidak melihat Bunda.”

“Ayo cepat kita berangkat sama-sama.”

“Ke mana?” tanya Bisma dengan kebingungan.

“Makan malam dengan calon menantumu,” jawab Erni.

“Erni jangan keterlaluan. Anak itu masih menjadi istri seseorang.”

“Iya, iya. Seorang yang bahkan tidak bisa menjaga perasaan wanitanya. Tidak perlu diperpanjang lagi. Aku berdoa anak itu segera bercerai dan bisa bersatu dengan anak kita. Terdengar jahat aku ya? Pede pula. Biarlah.” Erni bertanya dan menjawab sendiri kata-katanya yang mendapat balasan satu alis terangkat dari suaminya. Erni mengedikkan bahu dan keluar lebih dahulu disusul suami dan anaknya.

“Lama sekali kalian. Aku sudah ingin pulang bertemu keluargaku,” sungut Anton kepada mereka bertiga begitu bertemu di depan lift.

“Kami sudah di sini jangan cemberut begitu,” tukas Erni dengan menepuk bahu adiknya itu.

“Aku pun sudah lapar. Kamu ikut dengan kami atau tidak?” tanya Bisma.

Anton menggeleng. “Tidak. Istriku sudah memasak di rumah. Aku pulang kalau begitu.”

Sementara itu di lobi kantor. Beberapa kali Rita sudah melirik jam pada ponselnya karena wanita cantik itu tak pernah sekalipun menggunakan jam tangan ataupun perhiasan apapun. Bukannya tidak suka, hanya saja suaminya tidak suka jika ia berhias diri. Dadanya bergemuruh keras sejak Anton meninggalkan dirinya di lobi. Kata atasannya itu ingin menemui bos mereka dulu.

Rita tersenyum begitu melihat Anton berjalan ke arahnya. “Bagaimana Pak? Apa yang harus saya lakukan?” Rita sudah setengah mati penasaran. Biasanya mereka akan mengantarnya ke penginapan yang sudah disediakan kantor bukannya ke kantor pusat diluar jam kerja seperti ini.

“Makan malam,” jawab Anton singkat sebelum kembali menambahkan, “tapi saya nggak bisa ikut. Kamu pergi dengan pimpinan.”

Rita terbelalak. “Apa yang harus saya lakukan?” Tanyanya panik. Ia sangat yakin dandanannya kali ini juga sudah tidak rapi ditambah perjalanan jauh dari kantor cabang ke kota.

Anton dengan serius menatapnya. “Kamu masih segar seperti saat saya melihatmu tadi pagi, jadi tidak perlu panik seperti itu. Mungkin kamu bisa ke toilet dulu untuk memoles lipstick atau lip glos apapun itu namanya.”

Rita menghela napas panjang penuh kelegaan saat Anton dengan gambang mengutarakan itu semua. “Bapak tunggu ya. Saya ke toilet dulu sebentar.”

Anton tidak menyahut, ia pun pergi saat Rita sudah menghilang dibalik koridor yang menuju toilet.

“Mana dia Om?” tanya Arka dengan celingukan mencari keberadaan Rita.

“Di toilet,” jawab Anton singkat seraya menghentikan langkahnya. Ia sudah sangat rindu kepada istri dan kedua anaknya. Mereka sudah lebih dulu berada di kota sejak dua hari yang lalu selama itu dirinya tidak bertemu dan rindu itu harus segera terobati.

“Om, buru-buru banget sih?”

“Kamu ini tidak tahu saja orang sudah kangen rumah begini,” jawab Anton ketus dengan cemberut.

“Maklum Ton. Lakik kelamaan jomlo ya begini mana tahu arti rindu,” sindir Bisma yang kemudian menyikut Arka.

“Ck … Arka hanya menjadi orang yang setia, bukan seperti suami wanita yang ku cinta,” balasnya membela diri.

“Iya, iya.”

“Kak Arka?” tanya Rita yang sudah berdiri di belakang Arka.

Seketika Arka seperti membeku di tempat sembari menduga-duga apakah kekasih hatinya itu mendengar kata-kata terakhirnya. Arka memejamkan mata seraya menghela napas cepat sebelum berbalik berhadapan dengan Rita.

“Iya Rita, saya atasanmu.”

Rita sendiri hanya bisa tertegun di tempatnya berdiri seraya menatap pria tampan yang dahulu kala telah menorehkan luka di hatinya itu dengan mulut setengah terbuka.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95GHV" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95GHV
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ditinggal Nikah, Aku Langsung Menikahi Putra Mahkotan
9.3
Hari pernikahan impianku hancur saat tunanganku kabur bersama asistennya, sementara sahabat masa kecilku justru mempermalukanku di depan umum demi menyenangkan wanita itu. Mereka mengira aku tidak akan berani pergi dan menerima penghinaan ini begitu saja. Namun, mereka salah besar. Di tengah kekacauan itu, adik mantan tunanganku mengajakku ke kantor catatan sipil. Tanpa ragu, aku langsung menghubungi putra mahkota Keluarga Lessy untuk meresmikan pernikahan kami di hari yang sama dengan mereka.
Sampul Novel Berhantu: Pengejaran Tanpa Henti dari Kekasihnya yang Kejam
8.8
Tujuh tahun Claudia habiskan demi mencintai Eddie, berharap kesetiaannya berbalas. Namun, pengabdian itu hanya berujung sia-sia. Usai hubungan mereka berakhir, Claudia pergi dengan tenang tanpa menuntut apa pun. Siapa sangka, di hari pernikahannya dengan pria lain, Eddie muncul dalam kemarahan besar. Dengan tatapan liar penuh obsesi, Eddie memprovokasi sang mempelai pria dan menegaskan bahwa dialah yang pertama kali memiliki Claudia.
Sampul Novel Istri Bodoh Yang Terlalu Percaya Suaminya
8.0
Risa adalah istri muda yang pemalu dan menjalani hidup sederhana bersama Dika di desa. Namun, ketenangan itu terusik saat Hardiman, tetangga licik di balik topeng ramahnya, mulai masuk ke kehidupannya. Lewat ancaman halus dan permainan terlarang, Risa terjebak dalam dunia kenikmatan yang belum pernah ia kenal. Meski awalnya merasa terpaksa, ia justru tenggelam dalam candu hasrat yang membara. Batas moral pun hancur, dan kini Risa tidak akan pernah bisa kembali lagi.
Sampul Novel Kesabaran seorang istri
9.4
Terjebak dalam pernikahan tanpa cinta, seorang istri harus menanggung luka fisik dan batin akibat perlakuan kasar suaminya. Setiap hari ia menghadapi penghinaan yang menyakitkan, namun dirinya tetap memilih bertahan dengan kesetiaan yang luar biasa. Meski hatinya hancur berkeping-keping, ia terus berharap ketulusannya mampu mencairkan kedinginan hati sang suami. Inilah kisah emosional tentang keteguhan jiwa dan pengorbanan tiada henti di tengah badai penderitaan.
Sampul Novel Paman, Silakan Tanda Tangani Surat Cerainya
8.8
Delis sangat mencintai Kelven hingga berhasil menjadi istrinya. Namun, kebahagiaan saat ingin mengabarkan kehamilannya hancur ketika Kelven pulang bersama wanita lain yang merebut segalanya. Setelah berulang kali tersakiti, Delis membulatkan tekad untuk menyodorkan surat cerai lalu pergi menjauh. Kelven yang kehilangan tidak menyangka mantan istrinya akan lenyap tanpa jejak, membuatnya frustrasi dan mencari Delis ke berbagai belahan dunia bagai orang gila.
Sampul Novel Primadona Disangka Murahan
9.6
Fitnah kejam bermula dari sebuah unggahan pengakuan cinta di situs kampus untukku. Pacar teman sekamarku menyebarkan rumor palsu bahwa aku telah meniduri semua mahasiswa. Meski aku melaporkannya ke polisi dan teman sekamarku memohon maaf, sebuah video syur fitnah telanjur tersebar luas. Dituduh sebagai pemeran video, aku dikeluarkan sementara oleh kampus dan diasingkan oleh orang tuaku sendiri. Putus asa, aku mengakhiri hidupku, tetapi keajaiban justru membawaku kembali ke hari pertama petaka ini dimulai.