Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pembalasan Pamungkas Mantan Istri

Pembalasan Pamungkas Mantan Istri

Baskara mengakhiri hidupnya demi Bunga, adik angkatnya, sambil menyerahkan seluruh harta kami kepadanya. Padahal, obsesi Baskara pada Bunga telah merenggut nyawa putra kami. Saat aku mati dalam kepahitan, keajaiban membawaku kembali ke masa remaja di panti asuhan. Di sana, Baskara juga terlahir kembali dan memohon ampunan padaku. Namun, janji manisnya tak lagi berarti. Kali ini, aku tidak akan membiarkan sejarah kelam itu terulang kembali.
Bab
Bagikan

Bab 2

Baskara menatapku, wajahnya bagai topeng kebingungan dan pengkhianatan saat orang tuanya sibuk mengurusi Bunga yang tampak menang.

Aku memunggunginya dan berjalan pergi.

Keluarga Aditama pergi, membawa Bunga bersama mereka. Sebelum masuk ke mobil mewah mereka, Bunga menatapku sekilas dari balik bahunya. Tatapan itu penuh racun murni, sebuah janji diam akan masalah di masa depan. Itu bukan hanya kemenangan; itu adalah kepemilikan. Dia tidak hanya menang; dia telah merebut sesuatu dariku.

Baskara tertinggal di belakang, terperangkap di ambang pintu. Dia tampak tersesat.

Kurasa dia melihat kebenaran pada saat itu. Dia melihat senyum puas Bunga saat gadis itu duduk di kursi kulit, luka palsunya sudah dilupakan. Dia melihat kilatan kebencian di mata Bunga. Dia pasti merasakan rasa ngeri yang dingin merayap ke dalam hatinya, bisikan tentang kesalahan fatal yang telah dia buat di kehidupan kami sebelumnya, dan yang dia ulangi lagi.

Matanya bertemu dengan mataku, sebuah permohonan bantuan yang putus asa dan tanpa suara. Untuk pengertian.

Aku memberinya dinding kosong untuk dilihat. Aku hanya berbalik dan kembali masuk ke dalam gedung abu-abu yang tanpa harapan itu.

"Eva!" panggilnya, suaranya pecah.

Aku tidak berhenti.

"Apakah kamu... apakah kamu sepertiku?" tanyanya, suaranya lebih rendah sekarang, penuh dengan rasa takjub yang mengerikan. "Apakah kamu ingat?"

Aku berhenti sejenak tetapi tidak berbalik. Pertanyaannya menggantung di udara, sebuah rahasia yang mengikat kami bersama, sebuah rantai yang bertekad akan kuputuskan.

Aku berjalan pergi tanpa menjawab.

"Maafkan aku, Eva," panggilnya lagi, suaranya sarat dengan rasa bersalah. "Dia hanya... dia sudah melalui banyak hal. Dia tidak bermaksud begitu." Alasan-alasan lama yang basi. "Aku akan mengeluarkanmu dari sini. Aku bersumpah. Beri aku beberapa hari!"

Beberapa hari. Senyum pahit menyentuh bibirku. Terakhir kali dia mengatakan itu, butuh dua puluh tahun baginya untuk kembali, dan itu pun hanya untuk meledakkan otaknya sendiri.

Saat pintu berat panti asuhan tertutup, aku membiarkan diriku tersenyum kecil dan dingin. Kali ini aku tidak menunggu seorang penyelamat.

Sikap Ibu Ratna padaku menjadi masam begitu mobil keluarga Aditama menghilang dari jalan. Porsi makanku saat makan malam menyusut. Aku diberi tugas terburuk, menggosok toilet dengan sikat gigi sementara anak-anak lain menonton.

Hari-hari berubah menjadi seminggu. Tidak ada kabar dari Baskara. Tentu saja tidak. Bunga mungkin sedang "mimpi buruk" atau "merasa kedinginan," dan dia terlalu sibuk bermain pahlawan untuk mengingat gadis yang dia tinggalkan di neraka.

Baiklah. Aku akan menyelamatkan diriku sendiri.

Aku tahu Ibu Ratna mencuri dari dana donasi panti. Di kehidupanku yang pertama, butuh bertahun-tahun sampai dia tertangkap. Aku tidak punya waktu bertahun-tahun.

Selama tugas bersih-bersih malamku, aku menyelinap ke kantornya. Dengan dalih membersihkan debu, aku menemukan buku besarnya, penuh dengan pembukuan yang dimanipulasi, dan simpanan uang tunai tersembunyi di sebuah ventilasi. Aku menggunakan ponsel selundupan milik anak lain, sebuah barang rongsokan dengan layar retak, dan mengambil foto semuanya.

Lalu aku menelepon seorang reporter yang kuingat dari kehidupanku yang lalu, seorang wartawan muda yang haus berita yang akan langsung menyambar cerita seperti ini.

Harga kebebasanku adalah lengan yang patah. Ibu Ratna memergokiku saat menelepon. Dia murka, mencengkeram lenganku dan memelintirnya sampai aku mendengar suara retakan yang memuakkan. Rasa sakitnya membakar, tetapi saat aku terbaring di lantai, memeluk lenganku yang tak berguna, aku tersenyum. Selesai sudah.

Dua jam kemudian, mobil polisi dan van berita menyerbu Panti Asuhan Kasih Bunda. Saat mereka menyeret Ibu Ratna yang berteriak-teriak keluar dengan tangan diborgol, sekelompok anak laki-laki yang lebih tua mengepungku di halaman.

"Dasar jalang!" geram salah satu dari mereka. "Kau menghancurkan segalanya!"

Aku tidak terkejut. Mereka adalah putra-putranya. Dia telah mendaftarkan mereka sebagai anak yatim untuk mendapatkan lebih banyak dana, dan mereka menjalani kehidupan istimewa di dalam dinding ini, memangsa anak-anak lain. Merekalah yang telah mendorong Bunga.

Mereka mendekatiku, tinju terangkat. Aku melindungi kepalaku dengan lenganku yang sehat, bersiap menerima benturan.

Pemimpin mereka, seorang anak laki-laki kekar bernama Marco, mengambil sebuah batu runcing. "Ini untuk ibuku," desisnya.

Dia menerjang.

Tiba-tiba, sesosok tubuh menabraknya dengan keras, membuatnya terbang.

Itu Baskara.

Dia berdiri di atasku, melindungiku dengan tubuhnya saat batu itu turun, menghantam sisi kepalanya.

Dia terhuyung, darah mengalir dari luka di atas pelipisnya, tetapi dia tidak jatuh. Dia hanya menoleh padaku, tatapan liar dan penuh kemenangan di matanya yang berdarah. "Sudah kubilang, Eva," desahnya. "Sudah kubilang aku akan menyelamatkanmu."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dunia Lain Di Balik Pintu
8.7
Astrid Ratchett, siswi antisosial yang sering dirundung, terobsesi dengan novel fantasi Richard Mcgrory. Suatu hari, ia menemukan pintu rahasia di balik lemari menuju dunia yang persis seperti buku favoritnya. Di sana, Astrid menjadi sosok cantik dan terhormat. Namun, ia terkejut saat bertemu mendiang sahabatnya yang kini jadi pangeran. Saat ancaman keluarga jahat muncul, Astrid harus berjuang menyelamatkan negeri itu sambil mengungkap kebenaran di balik dunia misterius ini.
Sampul Novel Gundik Alpha-ku, Makam Tak Bertanda Putraku
8.9
Kehancuran menyelimuti hatiku saat mengetahui Alpha Damian, pasanganku, menyembunyikan keluarga rahasia. Pengkhianatannya berujung maut; putraku tewas karena ketakutan melihat aksi bejatnya. Tak cukup membunuh anakku, Damian dan ibunya menyiksaku, membuang abu putraku, lalu membiarkanku mati di tangan Rogue. Aku berhasil selamat dari maut, namun alih-alih membalas dendam, aku memilih sihir terlarang untuk menghapus seluruh memori menyakitkan tentangnya.
Sampul Novel I'm The Queen
8.2
Ratu Elea yang bijak menghadapi kehancuran saat Raja Flynn lebih memilih Beatrice, selir ambisius yang sedang mengandung. Di tengah fitnah kejam dan gugatan cerai yang memalukan, posisi Elea di Istana Landbird terancam runtuh. Namun, Raja Alaric dari Veridion hadir menawarkan perlindungan dan dukungan tak terduga. Kini, Elea terjebak dalam intrik politik dan pengkhianatan, memaksanya memilih antara mempertahankan takhta atau menempuh jalan hidup baru yang penuh risiko.
Sampul Novel KEBANGKITAN HADES BAKER
9.1
Hades, seorang pemuda rupawan, mendapatkan kesempatan langka untuk bangkit kembali demi menuntaskan dendam atas kematian orang tuanya. Ia terlempar melintasi waktu menuju tahun 2001. Di masa lalu tersebut, Hades tidak menyia-nyiakan peluang emas yang ada. Ia menyusun strategi cerdik guna mengumpulkan kekayaan melimpah dan memperkuat dirinya. Perjalanan lintas zaman ini menjadi awal bagi Hades untuk mengubah nasib serta membalas semua ketidakadilan.
Sampul Novel Kuyang Kalimantan
9.1
Teror mistis menghantui tanah Kalimantan melalui legenda kuno yang haus darah. Fokus utama ancaman gaib ini mengincar para ibu hamil serta mereka yang tengah berjuang dalam proses persalinan. Di tengah suasana mencekam, hukum adat menjadi perlindungan terakhir yang mutlak. Siapa pun, termasuk anggota suku asli, dilarang keras melanggar pantangan suci yang telah ditetapkan secara turun-temurun. Pelanggaran kecil sekalipun dapat berujung pada petaka yang sangat fatal.
Sampul Novel Occidens
9.7
Tumbuh dalam kebencian akibat keserakahan orang tuanya, Edgar yang berdarah campuran harus memikul kutukan berat. Namun, kehadiran Selena, si gadis pencari kayu yang ceria, mulai meluluhkan hatinya yang beku. Saat cinta mulai bersemi, takdir kejam menghalangi. Edgar terpilih menjadi pemimpin kaum immortal dan penguasa klan demon. Sebagai raja, ia dilarang memiliki pendamping atau ratu. Mampukah cinta mereka bertahan melawan hukum dunia immortal yang mutlak?