Sampul Novel Pembalasan Istri Kampungan

Pembalasan Istri Kampungan

8.1 / 10.0
Dikhianati surat cerai, Nara bangkit dalam Pembalasan Istri Kampungan. Bersama Dimas, ia memulai kerja sama balas dendam untuk menghancurkan mantan suaminya. Temukan kisah pengkhianatan dalam romance novel ini di antara deretan fiction books terbaik untuk melihat akhir perjuangannya.
Ringkasan Pembalasan Istri Kampungan
Nara hancur saat pengabdian tulusnya justru dibalas surat cerai dan pengkhianatan menyakitkan oleh sang suami. Di tengah keputusasaan, muncul Dimas yang menawarkan kerja sama untuk membalas dendam kepada mereka yang telah menghancurkan hidupnya. Kini, Nara harus memilih antara menuntut keadilan atau justru terjerat dalam rencana yang berisiko memperburuk keadaan. Akankah misi balas dendam ini berhasil atau malah menjadi bumerang baginya?
Baca Selengkapnya

Pembalasan Istri Kampungan Bab 1

"Surat apa ini?"

Napas Nara tercekat, di saat ia melihat tulisan pengadilan agama di dalam sebuah amplop yang masih tertutup rapat. Dengan tangan yang bergetar, ia mulai membuka isi surat itu dan membacanya secara menyeluruh hingga air matanya luruh begitu saja.

"Surat cerai? Ini tidak mungkin! Bagaimana caranya Mas Evan bisa menceraikanku tanpa sepengetahuanku? Apa salahku?" gumamnya tak percaya sambil membaca isi surat tersebut untuk yang kedua kalinya.

Tetes air mata Nara semakin menderas, di saat ia menyadari kenyataan ini bukanlah sebuah mimpi buruk. Entah nasib sial apa lagi yang tengah menimpanya, hingga detik ini tangannya bisa menggenggam sebuah surat perceraian yang dilayangkan oleh seorang pria yang belum genap menikahi dirinya selama dua bulan.

"Tidak! Aku tidak boleh percaya begitu saja! Aku harus meminta konfirmasi langsung dari Mas Evan!" batin Nara yang langsung menyeka jejak air matanya.

Perempuan itu beranjak dari tempat duduknya, dan beralih mencari ponsel di kamar. Nara masih berusaha berpikir positif, sampai langkah kakinya terhenti di saat terdengar suara ketukan pintu dari luar.

"Mas Evan? Ya, itu pasti Mas Evan pulang!" ujar Nara bersemangat, sambil berlari menuju pintu rumahnya.

Nara berusaha menampilkan senyuman terbaik untuk menyambut kepulangan sang suami, dengan harapan agar ia bisa berbicara baik-baik dengan Evan. Namun sayangnya, pria yang telah mengetuk pintu rumahnya itu ternyata bukanlah pria yang diharapkan. Kedua matanya sampai membulat, di saat ia mendapati tatapan tajam dari para tamu yang tak pernah diundangnya.

"Maaf, ini ada apa ya?" Nara sampai mundur selangkah ke belakang. Nyalinya seketika menciut, di saat beberapa pria berbadan besar dengan banyak tato di badannya menghampiri dirinya.

"Apa benar ini rumah kediamannya Evan dan Nara?"

"Ya, benar. Nara itu saya sendiri, dan Evan itu suami saya. Ada urusan apa ya?"

"Rumah ini akan kami sita! Suami Anda telah meminjam sejumlah uang pada pihak bank, dan tidak bisa melunasinya. Sehingga mulai besok Anda dan suami Anda tidak bisa lagi tinggal di tempat ini!"

Jdarrr!

Bagai tersambar petir di siang bolong, seketika kekuatan yang ada di dalam tubuh Nara pun hancur. Baru saja beberapa saat yang lalu batinnya terguncang berkat hadirnya surat perceraian yang amat tiba-tiba, dan kini ia sudah dihadapkan lagi dengan situasi yang tak kalah sulit.

"Ini adalah sisa pembayaran yang harus ibu segera lunasi," ucap pria berkepala botak tersebut, sambil menyerahkan selembar kertas pada wanita yang ada di hadapannya.

Nara membaca sejumlah angka yang tertera di kertas itu, hingga mulutnya kembali terbuka dengan napas yang kembali tercekat. "Seratus juta?" tanyanya tak percaya.

"Iya, benar. Itu adalah nominal gabungan sisa hutang suami Anda, berikut dengan bunganya!"

Seketika kedua sudut air mata Nara kembali basah. Dirinya merasa pening sekaligus sesak, dengan berbagai cobaan yang datang secara bersamaan di hari ini. Kini tak hanya tangannya saja yang bergetar, tetapi mulutnya juga. Nara mengigit kuat bibirnya, mencoba menahan ledakan tangis yang hampir pecah. Namun sayangnya, ia gagal.

"Tolong jangan usir saya dari tempat ini, Pak!" lirih Nara memohon, dengan air mata yang semakin luruh. "Sudah lebih dari sebulan ini Mas Evan belum pulang, karena dia tengah bekerja di ibu kota sana," lanjutnya dengan sorot mata meminta iba.

"Maaf, kami hanya menjalankan tugas. Sertifikat rumah ini telah ada di tangan kami, dan mungkin untuk lebih jelasnya lagi Anda bisa tanyakan langsung pada suami Anda sendiri," ucap pria itu tak mau berdebat, dan langsung mengajak para teman-temannya pergi meninggalkan tempat tersebut.

Tangis Nara pecah. Perempuan itu terduduk di balik pintu, dengan kedua tangan yang menutup wajah. Nara tak tahu apa yang tengah terjadi pada Evan, pikirannya sudah terlanjur kacau. Hingga keesokan harinya, ia terbangun dan berusaha mencoba mencari tahu semuanya.

"Ya, sepertinya aku harus mencari tahu alamat tempat tinggal Mas Evan di Jakarta! Aku harus segera menemuinya, sebelum para rentenir itu kembali ke rumah ini!"

Dengan susah payah, Nara mengobrak-abrik isi lemari suaminya. Meski sebagian tubuhnya masih terasa lemas, ia tetap mencari semua data diri Evan. Tak ada satu pun yang dilewatinya, hingga kedua netranya tak sengaja melihat sebuah buku kecil dengan coretan pena di depannya.

"Jalan Melati, Nomor 30A. Tidak salah lagi, pasti Mas Evan ada di tempat ini sekarang!" ucap Nara yang seketika langsung merobek kertas tersebut dan menyimpannya di dalam dompet.

Pukul tujuh pagi keesokan harinya, Nara segera bergegas menumpangi sebuah bus yang berjalan menuju Jakarta. Dalam duduknya, Nara tak pernah berhenti meremas ujung baju yang tengah dikenakannya. Ia terlalu takut, karena ini adalah momen pertama kali dirinya meninggalkan kampung halaman sendirian. Selama ini Nara memang sama sekali tak pernah bepergian jauh, karena terlalu fokus mengurus ayahnya yang telah sakit berbulan-bulan.

"Jakarta! Jakarta!"

Nara terperanjat, dan langsung melihat sekelilingnya. Setelah menempuh perjalanan panjang, akhirnya ia bisa sampai di tempat tujuannya. Sehingga dengan menarik napas terlebih dahulu, Nara pun turun dari bus tersebut dan mulai menanyakan alamat tujuannya pada beberapa orang yang ada di sana.

"Waduh! Kalau alamat ini masih jauh, Neng! Neng harus naik beberapa angkutan umum dulu, supaya bisa ke sana," ucap orang itu, yang langsung membuat Nara memeriksa isi dompetnya.

Sisa uangnya hanya tinggal hanya tinggal 4 lembar uang lima puluh ribuan saja, mengingat selama ini Evan belum pernah mengiriminya uang. Itu pun adalah sisa uang simpanannya, yang sebagian besar telah habis untuk perawatan rumah sakit dan biaya pemakaman ayahnya.

"Saya catat di sini saja nama-nama angkutan umum sekaligus nomornya ya, Neng. Semoga cepat ketemu suaminya," ucap orang tersebut sambil mengembalikan kembali secarik kertas yang sempat diperlihatkan kepadanya dan pergi melanjutkan perjalanannya.

Nara mengikuti beberapa instruksi yang telah orang tadi tuliskan di kertasnya. Ia mulai menaiki sebuah angkutan umum berwarna merah dari stasiun bus tersebut, sampai akhirnya ia menyambung menumpang angkutan umum lainnya. Nara tak gentar mencari Evan, meski kini ia tengah berada di tempat yang sangat asing baginya.

"Jalan Melati," ejanya pelan sambil melihat sebuah papan nama jalan yang ada di hadapannya.

Untuk sesaat, Nara sedikit mengerenyitkan dahinya. Ia nampak terlihat bingung, di saat melihat beberapa mobil dan motor yang tengah terparkir hampir memenuhi pinggir jalanan. Hingga akhirnya, dengan ragu-ragu Nara pun kembali menyusuri beberapa rumah yang ada di sana. Ia mencari keberadaan rumah Evan. Sampai tiba-tiba napasnya terasa sesak, di saat dirinya melihat sebuah tenda dan tulisan yang amat menghentakkan hati.

"Tidak! Ini tidak mungkin!"

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Pembalasan Istri Kampungan

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Cinta Tak Bersyarat
8.9
Arini terjebak dalam depresi berat akibat luka cinta yang mengganggu hormon kebahagiaannya. Burhan dan Morela, seorang psikiater, bekerja sama secara rahasia untuk menyelamatkan kesehatan mental Arini tanpa membuatnya merasa terhakimi. Meski Arini sempat menolak bantuan medis karena merasa tidak gila, pendekatan perlahan melalui olahraga dan dukungan emosional mulai menunjukkan hasil. Burhan menyadari bahwa mencintai Arini berarti mendukung kesembuhannya tanpa syarat apa pun.
Sampul Novel Cinta Yang Tak Pantas Kupertahankan
8.9
Seminggu sebelum pernikahan, Jimmy menuntut untuk menikahi cinta pertamanya demi memenuhi wasiat terakhir mendiang ibunya. Ia bahkan meremehkan proyek perhiasan bernilai triliunan rupiah yang telah disiapkan bersama. Menyadari ketidakpedulian tunangannya, sang protagonis wanita memutuskan untuk menyerah pada hubungan beracun ini. Ia segera menghubungi keluarganya untuk mencari calon suami baru demi menyelamatkan reputasi dan bisnisnya. Kisah pengkhianatan dan pencarian cinta sejati yang baru pun dimulai.
Sampul Novel Di Atas Ranjang Tuan Nick
8.7
Akibat tuduhan palsu sebagai perusak hubungan, Keyla menghadapi nasib kelam. Nick, CEO berkuasa, menculiknya tepat di hari pertunangan demi menghancurkan masa depan wanita itu. Setelah dilecehkan secara paksa, Keyla yang putus asa mencoba mengakhiri hidupnya. Namun, Nick justru menyelamatkannya hanya untuk mengikatnya dalam pernikahan yang menyesakkan. Kini, Keyla terjebak sebagai tawanan di kediaman megah pria yang telah menghancurkan martabatnya tersebut.
Sampul Novel Istri yang Libidonya Rendah
9.7
Memiliki gairah seksual yang rendah sejak lahir membuat pernikahan sang protagonis berada di ambang ketegangan. Rasa frustrasi suaminya mendorong mereka mencari solusi, hingga sang suami merekomendasikan seorang dokter pengobatan tradisional yang sangat terkenal. Berniat untuk menyembuhkan kondisinya demi keutuhan rumah tangga, ia pun datang menemui dokter tersebut. Namun, ia sama sekali tidak pernah membayangkan bahwa metode terapi yang diterapkan sang dokter ternyata sangat di luar dugaannya.
Sampul Novel Penyesalan Lebih Murah Dari Debu
9.5
Dr. Ethan Caldwell dikenal dingin dan menjauhi wanita. Sepuluh tahun mendampinginya, aku tak pernah diizinkan menyentuhnya. Puncaknya, ia malah menjebakku dengan pria lain demi kepuasan fisikku. Setelah aku nyaris mengakhiri hidup, Ethan sempat melunak. Namun, aku justru memergokinya bermesraan dengan wanita bernama Clara. Ia menghinaku kotor demi membela wanita itu. Akhirnya, aku memilih menyerah dan mengakhiri hubungan kami yang menyakitkan ini.
Sampul Novel Young Master, Please be Dignified
9.0
Dijuluki sebagai 'Burung Gagak', Zhou Zui Yu dikenal penyendiri hingga dua kali gagal menikah karena dianggap membosankan. Saat reputasinya hancur, Ming Yu, seorang tuan muda terhormat dari negara tetangga, justru datang melamarnya secara mengejutkan. Meski ditolak mentah-mentah, Ming Yu enggan menyerah. Ia rela mengesampingkan martabat dan status mulianya demi meluluhkan hati Zui Yu yang telah membatu dalam kisah romansa dewasa yang penuh perjuangan ini.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan