Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai

Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai

Tujuh tahun Clara bertahan dalam pernikahan dingin demi cintanya pada Edward. Namun, saat Edward jatuh cinta pada wanita lain dan menelantarkannya di hari ulang tahun demi wanita itu, Clara akhirnya menyerah. Ia merelakan hak asuh putrinya, pergi tanpa menoleh ke belakang, dan sukses membangun kekayaan di dunia bisnis. Ironisnya, saat Clara menuntut perceraian, Edward justru menunda proses tersebut. Pria yang dahulu acuh kini berbalik mengejar dan menolak keras untuk melepaskannya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Farel adalah salah satu sekretaris pribadi Edward.

Melihat surat pengunduran dirinya, dia tentu terkejut.

Dia adalah salah satu dari sedikit orang yang tahu hubungan Edward dengannya.

Semua orang dekat Edward tahu, Edward tidak menyukainya.

Setelah nikah, Edward sangat dingin pada Clara, bahkan juga jarang pulang ke rumah.

Agar bisa mendekati Edward, Clara pun bekerja di Anggasta Group.

Tujuan awalnya adalah menjadi sekretaris pribadi Edward.

Tapi Edward tidak setuju.

Meski kakeknya memintanya, pria itu tetap kukuh dengan pendiriannya.

Pada akhirnya, Clara terpaksa harus puas berada di divisi sekretariat menjadi salah satu sekretaris biasa Edward.

Awalnya, Farel khawatir Clara akan mengacaukan divisi sekretariat.

Tapi nyatanya, sungguh di luar dugaan.

Meski Clara menggunakan posisinya untuk mendekati Edward, tapi dia juga paham situasi, tidak akan bertindak keterlaluan.

Sebaliknya, mungkin agar Edward terkesan, Clara sangat serius dalam bekerja, kemampuannya sangat menonjol. Baik saat hamil, melahirkan atau situasi lainnya, dia selalu mematuhi peraturan perusahaan, tidak pernah meminta perlakuan khusus.

Beberapa tahun kemudian, Clara menjadi kepala di divisi sekretariat.

Farel tahu betul bagaimana perasaan Clara terhadap Edward.

Sejujurnya, dia tidak menyangka Clara akan mengundurkan diri.

Dia juga tidak percaya wanita itu akan mengundurkan diri dengan sukarela.

Dia bisa mengundurkan diri kali ini, mungkin karena terjadi sesuatu antara Edward dan Clara yang tidak diketahuinya, hingga Edward meminta Clara untuk mengundurkan diri.

Kinerja Clara sangat baik, tapi meski sangat disayangkan, Farel tetap harus bersikap profesional: “Aku terima surat pengunduran ini. Aku bakal atur orang buat ambil alih pekerjaanmu secepat mungkin.”

“Baik.”

Clara mengangguk, lalu kembali ke tempat kerjanya.

Setelah sibuk seharian, Farel lantas memberi laporan perusahaan secara langsung pada Edward melalui panggilan video.

Saat hampir selesai, tiba-tiba dia teringat pengunduran diri Clara: “Oh iya Pak, mengenai —”

Meski dirinya berkata pada Clara akan secepat mungkin mengatur seseorang untuk mengambil alih pekerjaannya, tapi Farel tetap harus minta pendapat Edward tentang kapan Clara boleh pergi dari perusahaan.

Semisal Edward ingin mulai besok, Farel akan mengaturnya segera.

Tapi saat ingin menyampaikannya, dia teringat saat Clara bergabung dengan perusahaan untuk pertama kalinya, Edward menegaskan, segala hal yang berhubungan dengan Clara di perusahaan harus ditangani sesuai dengan peraturan perusahaan, tidak perlu melaporkan secara khusus pada Edward.

Edward tidak akan memedulikan wanita itu.

Kenyataannya memang begitu.

Selama bertahun-tahun, di dalam perusahaan, Edward tidak pernah bertanya tentang Clara.

Tiap kali melihat Clara, Edward selalu memperlakukannya layaknya orang asing.

Dalam beberapa tahun terakhir, kinerja Clara luar biasa, jadi dua tahun lalu mereka berencana akan mempromosikan Clara, hanya saja saat mengingat Edward tidak menyukai Clara, mereka sengaja membahasnya di depan pria itu.

Dengan maksud jika dia tidak senang, mereka tidak akan mempromosikannya.

Saat mendengar itu, Edward langsung mengerutkan keningnya, lalu dengan kesal kembali menegaskan, dia tidak akan ikut campur, atasi saja sesuai aturan perusahaan.

Dia juga menambahkan bahwa semua hal berhubungan dengan Clara di perusahaan ini, tidak perlu tanya padanya.

Melihat Farel tidak berbicara, Edward mengerutkan keningnya: “Ada apa?”

Farel buru-buru saat tersadar dari lamunannya, dan menjawab: “Nggak apa.”

Karena masalah pengunduran diri Clara sudah diketahui Edward, tapi Edward tetap tidak mau mendiskusikannya dengannya, berarti bagi Edward hal ini tidak penting.

Dia hanya perlu bertindak seperti biasa, atasi sesuai aturan perusahaan.

Memikirkan ini, Farel pun tak lagi berkata apa-apa.

Edward mengakhiri panggilan video.

….

“Lagi mikirin apa?”

Siang harinya, seorang rekan kerja tiba-tiba menepuk bahu Clara.

Clara pun tersadar dari lamunannya, lalu tersenyum sembari menggelengkan kepalanya: “Nggak mikirin apa-apa.”

“Hari ini nggak telepon putrimu?” tanya rekan itu.

“Ya, nggak perlu lagi.”

Biasanya dia akan menghubungi putrinya dua kali dalam sehari.

Sekali pada pukul satu dini hari, dan sekali lagi sekitar pukul dua belas siang.

Semua rekan di kantornya tahu tentang hal ini.

Hanya saja, mereka tidak tahu bahwa ayah dari putrinya itu adalah pimpinan tertinggi di perusahaan mereka bekerja.

Sepulang kerja, Clara pergi ke pasar membeli sedikit sayuran dan beberapa pot tanaman untuk dibawa pulang.

Selesai menyantap makan malam, dia mulai mencari informasi terkait pameran teknologi.

Setelah melihatnya, Clara langsung menelepon seseorang: “Untuk pameran teknologi bulan depan, siapkan satu tiket.”

“Kamu yakin?” jawab orang itu dengan nada dingin: “Sudah dua kali kamu ngomong begitu, tapi kamu nggak pernah datang, tiket yang diidamkan semua orang itu kamu biarkan berakhir sia-sia.”

Pameran tahunan sains dan teknologi Negara Marola merupakan acara besar dalam industri teknologi, tidak semua orang bisa mendapatkan tiket masuk untuk pameran tersebut.

Perusahaan mereka juga mendapatkan beberapa kuota untuk menghadiri pameran tersebut, dan ada begitu banyak pegawai handal yang ingin hadir.

Bagi mereka, setiap kuota yang diberikan sangatlah berharga.

“Kalau kali ini nggak datang lagi, aku nggak akan minta lagi.”

Pria itu hanya terdiam, lalu mematikan telepon.

Tapi Clara tahu, ini artinya pria itu setuju.

Senyum merekah terpancar di wajah Clara.

Sebenarnya, dia belum bilang, bahwa dia ingin kembali ke perusahaan.

Sebagai mitra di perusahaan itu, Clara memilih untuk menikah dan memiliki anak ketika perusahaan baru saja berdiri, dia mengundurkan diri dari perusahaan, dan memilih fokus pada keluarga, tentu saja rencana pengembangan perusahaan mereka jadi terganggu, hingga membuat perusahaan kehilangan banyak peluang.

Semua orang kesal dan marah padanya.

Dalam beberapa tahun terakhir, bisa dibilang mereka tidak pernah saling berkomunikasi.

Clara memang ingin kembali ke perusahaan itu, tapi setelah menikah dia hanya fokus pada keluarga.

Jadi bisa dibilang dia sudah terlalu lama meninggalkan lingkaran itu.

Clara khawatir jika kembali ke perusahaan tanpa persiapan apa pun, dia tidak akan mampu mengimbangi ritme mereka.

Oleh karena itu, dia berencana meluangkan waktu untuk memahami situasi industri terkini, sebelum akhirnya membuat keputusan final.

Dalam beberapa hari berikutnya, Clara bekerja sebagaimana mestinya, lalu sepulang kerja dia menyibukkan diri dengan urusannya.

Clara tidak lagi menghubungi putrinya dan juga Edward.

Begitu pula sebaliknya.

Mengenai ini sih, Clara tentu tidak terkejut lagi.

Sejak setengah tahun lalu, menghubungi mereka sudah menjadi keinginannya sepihak.

Mereka hanya terpaksa menerimanya saja.

…..

Negara Latvin.

Saat ini Elsa mempunyai kebiasaan baru yaitu menelepon Vanessa di pagi hari.

Hari ini sama seperti sebelumnya, begitu terbangun, dia langsung menelepon Vanessa.

Namun setelah mengobrol sebentar dengan Vanessa, terdengar suara sesenggukan.

Itu dikarenakan Vanessa memberinya kabar buruk.

“Tante Vanessa mau pulang ke Marola!”

Elsa merasa sangat sedih, selesai mengobrol dengan Vanessa, dia segera menelepon Edward:

“Halo Ayah, apa Ayah tahu soal ini?”

Di dalam perusahaan, Edward membolak-balik dokumen: “Tahu.”

“Kapan Ayah tahu?”

“Sudah lama.”

“Ayah! Ayah jahat banget… ” Elsa tampak memeluk boneka kuda poni dan menangis sedih: “Kenapa aku nggak dikasih tahu? Aku nggak mau Tante Vanessa pergi, aku juga nggak mau sekolah di sini kalau nggak ada Tante Vanessa, aku mau pulang, huhuhu... “

Edward lantas berkata dengan tenang: “Semua sudah diproses.”

Elsa tidak mengerti: “Apa, apa maksudnya?”

“Minggu depan kita pulang ke Marola.”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Babu Kumal VS CEO Kutub Utara
8.4
Terryn dikirim ibunya untuk tinggal bersama sahabat lamanya, Ibu Imelda. Meski dididik menjadi wanita berpendidikan, Terryn justru diperlakukan bak pembantu oleh Deva, putra bungsu Imelda yang dingin dan angkuh. Konflik memuncak hingga sebuah peristiwa besar memaksa mereka menikah atas keinginan Imelda. Terryn yang mencintai Deva harus menghadapi kenyataan pahit bahwa suaminya tetap tak acuh. Namun, saat Deva mulai luluh, Terryn justru pergi menjauh darinya.
Sampul Novel Belenggu Cinta Sang Billionaire
7.9
Demi membiayai pengobatan sang adik, Krystal terpaksa meminta bantuan finansial kepada Kaivan Bastian Mahendra. Namun, dukungan dana dari sang miliarder tidaklah cuma-cuma. Krystal harus membayar mahal dengan kesediaannya menjadi istri kedua pria tersebut. Terjebak dalam pernikahan yang rumit dan penuh tekanan, mampukah Krystal bertahan menjalani kehidupan barunya? Sebuah kisah tentang pengorbanan dan cinta yang terbelenggu oleh sebuah syarat berat.
Sampul Novel Dilema Sang Sekretaris
9.2
Grace adalah sekretaris berdedikasi yang dunianya jungkir balik saat kakak sang bos mulai mendekatinya secara intens. Meski semula bersikap acuh, satu malam tak terduga mengubah segalanya hingga ia sulit menampik pesona pria itu. Kini, Grace terjebak dalam dilema besar antara menjaga profesionalisme atau mengikuti kata hati yang membara. Di balik kemewahan hidup penuh rahasia, ia harus memilih arah masa depannya dalam pusaran cinta yang rumit.
Sampul Novel Dipaksa Melayani CEO-Cinta Satu Malam
9.1
Sefia adalah Wedding Organizer sukses yang nasib cintanya berakhir tragis. Tepat semalam sebelum menikah, ia memergoki Wisnu berselingkuh dengan asistennya sendiri. Hancur karena dihina, Sefia yang kalap menawarkan dirinya kepada pria asing di dalam lift. Namun, candaan itu berujung petaka saat pria setinggi 180 cm tersebut benar-benar membawanya ke ranjang. Kini Sefia terjebak dalam konsekuensi satu malam yang mengancam masa depannya tepat di hari pernikahan.
Sampul Novel En-PD181
7.9
Sebagai agen papan atas, karier saya terancam saat model pendatang baru Lucas menuntut pemecatan saya hanya karena masalah jaket. Dengan sombongnya, ia memamerkan hubungan spesialnya dengan pemilik perusahaan di tengah pesta. Namun, ia tidak menyadari siapa lawan bicaranya. Tanpa ragu, saya langsung menghubungi pria terkaya di negeri ini untuk mundur dari proyek film besarnya. Kini, nasib investasi mereka berada di ujung tanduk akibat keangkuhan tersebut.
Sampul Novel Hari Aku Keguguran, Suami Pamer Anak Haram
8.7
Saat berjuang melewati keguguran hebat di rumah sakit, sang istri harus melihat suaminya, Fandi, merayakan kelahiran anak dari selingkuhannya, Yessy. Fandi bahkan menolak datang menjenguknya demi menjaga Yessy. Dirundung duka, sang istri memutuskan membalas dendam dengan menghubungi musuh bebuyutan suaminya, Lukas. Ia menawarkan pernikahan dengan mahar seluruh aset Grup Largi, demi satu tujuan mutlak: menghancurkan Fandi sampai tidak tersisa.