Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel OLD & GOLD

OLD & GOLD

Hidup Carissa hancur saat ayahnya dipenjara karena kasus korupsi. Mencari ketenangan, ia bekerja di The Golden's Arena milik Antoni Miller, mantan staf ayahnya. Kedekatan mereka berkembang menjadi hubungan romansa dewasa yang memicu kemarahan keempat anak Antoni. Di tengah konflik keluarga tersebut, Fahri, seorang YouTuber sekaligus mantan detektif, mulai menyelidiki kejanggalan kasus ayah Carissa, mengungkap misteri yang selama ini terpendam rapat.
Bab
Bagikan

Bab 3

Carissa Agatha Haliman. Anak tunggal dari Giantoro Ali Haliman.

Puluhan tahun dana perusahaan, investasi, bantuan sosial, mengalir lancar melalui rekening perusahaan yang dipegang Gian.

Jabatannya Head of Finance saat ini. Sementara karirnya sendiri bahkan dia jalani sejak usianya masih delapan belas. Waktu kerjanya mulai di bagian admin cuma karena dia bisa menggunakan komputer.

Pengabdiannya tidak main-main. Dia adalah saksi hidup dari jatuh bangunnya Dassa Foods melewati jaman, berganti nama PT, pindah-pindah kantor dari produksi rumahan sampai pabrik distribusi internasional.

Itu lah kenapa ketika tim audit eksternal tahu-tahu datang ke pabrik dan menyatakan bahwa mereka telah berhasil membongkar penggelapan dana senilai milyaran, banyak karyawan pabrik yang tak menyangkanya.

Berkat kejadian itu, pembicaraan soal Gian dan keluarganya jadi sesuatu yang asyik diperbincangkan.

Kantin pabrik Dassa Foods di jam makan siang terasa sepi tanpa suara mengobrol para karyawan. Wita, seorang wanita muda berambut sebahu mengamati semua orang yang kompak memasang raut serius, berpura-pura bicara hal-hal tak penting padahal ... Tentunya bergosip soal penangkapan pak Gian yang terlalu ganjil dan mendadak.

Para petugas keamanan berjalan mondar mandir seakan para karyawan adalah narapidana dalam tahanan. Mereka tak akan segan menggetokkan tongkat mereka kalau ada karyawan yang terpergok membicarakan soal Gian.

"Kalau pak Gian memang bersalah, mereka harusnya gak usah selebay itu gak sih ngejagain kita?" Bisik Wita pada Azril, sahabatnya pria gempal yang sedang mengunyah sepotong nugget ayam.

"Maksud lo dia gak bersalah?" Tanya Azril tanpa memandang wajah oriental Wita demi menghindari kecurigaan petugas keamanan.

"Pak Gian adalah satu-satunya jajaran staf atas yang respect sama karyawan pabrik. Segala bentuk kepedulian dari dia selalu sampe ke kita dengan aman kok. Apa pun sumbangan yang turun dari pabrik juga diterima dengan baik sama yang pantas. Lo inget kan bencana banjir di Bekasi yang belum lama ini terjadi?"

Azril mengangguk, "gue ada disana. Gue bantuin pembelian sembakonya juga. Seingat gue harganya gak ada yang di mark up."

"Puluhan tahun dia kerja di sini," Wita menyuap sendokan terakhirnya yang berisi nasi dan sepotong telur dadar. Ujung mata kirinya menangkap bayangan satpam berjalan pelan melewatinya. Setelah menelan makanan, Wita melanjutkan, "agak aneh kalau dia bisa lolos dari orang audit selama itu."

"Mungkin dia ngelakuinnya belum lama."

"Tapi tetep aja ... "

"Gue nangkep," Azril menyimpan gapunya menyilang dengan sendok, "yang jadi mencurigakan bagi kita adalah, pak Gian seolah sengaja dijebloskan karena udah gak bisa diajak kerja sama untuk sesuatu. Apalagi kabarnya penyelidikan dimulai di tahun Andreas Grahandi dipersiapkan terjun ke meja direktur sama bapaknya."

Wita mengangguk terlalu jelas. Dia segera celingukan memastikan tak ada petugas yang sedang memandangnya.

Nama Andreas seperti mimpi buruk bagi para karyawan.

Kehadirannya yang diiringi senyum manis di wajah baik itu. Ternyata tak sebaik kebijakan yang dia bawa.

Mendadak saja lemburan membludak tanpa batasan. Acc cuti sangat susah. Dari yang Wita dengar sekilas, anak kantor pun banyak yang protes pada tekanan kerjanya.

"Kita cuma bisa berharap dia gak ngubah apa pun lagi." Tutup Azril. Mengangkat piringnya lalu pergi ke bagian piring kotor.

Kalau Wita tak bisa secuek itu.

Selama hidup, kedua orang tuanya selalu menanamkan kejujuran. Itu juga kenapa dia sulit menemukan pekerjaan tanpa jasa calo. Makanya ketika akhirnya dia lulus ke interview user, dia akhirnya merasa ini kesempatan bagus.

Gian lah pria yang menghadapnya di ruang kaca HRD. Tidak terlalu ramah. Pertanyaannya lugas. Hanya satu yang tampaknya memberatkan hati Gian dan disadari betul oleh Wita. Dengan tinggi Wita yang 155senti, tinggi yang pas di batas minimum penerimaan karyawan produksi, berat badannya justru mencapai delapan puluh lima kilo.

"Standar minimal dan maksimal yang ditetapkan perusahaan itu sudah ada peraturannya. Kamu paham kan?" Tanya Gian.

Wita paham ini mengacu ke berat badannya.

"Paham pak. Semuanya pasti ditentukan karena ada keamanan yang harus dijaga."

"Kalau begitu, jelaskan kenapa saya harus menerima kamu di posisi ini?"

"Apa yang ada di tubuh saya saat ini adalah karena saya menganggur sejak dua tahun lalu. Saya merasa demotivasi, tidak terlalu aktif. Tapi kalau saya diterima, saya akan tunjukkan tidak hanya tenaga saya yang bisa berguna untuk perusahaan tapi juga perusahaan tidak salah mempercayai saya sampai di tahap ini. Karena saya siap menjaga badan saya lebih ketat, siap jadi lebih sehat sehingga saya bisa bekerja dengan maksimal."

"Memang bisa? Kamu yakin kamu bisa? Kami bukan body shaming ya. Kalau kamunya yang menjanjikan, berarti suatu hari wajib saya tagih."

Lima juta rupiah UMK Cikarang. Kalau demi lima juta dia harus mengurangi asupan nasi dan seblak mingguannya, Wita yakin dia bisa. Pasti bisa!

"Bisa. Saya yakin saya bisa."

"Jangan terlalu keras sama diri sendiri," Akhirnya senyum terlihat di wajah pria gempal berkumis tebal itu, kerutan terlihat di sudut matanya. Tangannya menarik selembar kertas dari map birunya, "lakukan itu untuk kesehatan kamu. Kalau untuk kami, cukup kerja dengan maksimal saja."

Saat itu bisa dibilang satu dunia tak percaya bahwa seorang Wita yang sudah dikenal gendut sejak SMA, bisa mencapai berat badan idealnya.

Ternyata kepercayaan pak Gian yang akhirnya menjadi penyemangat Wita. Walau gajinya besar, pengeluaran jajannya tak sebanyak saat menganggur. Malah tabungannya menumpuk, berbarengan dengan tubuhnya yang kian mengurus.

Pak Gian tak terlibat langsung pada perubahan drastis di hidupnya, tapi andai saja Wita mendapatkan user yang lain, dia tak yakin mereka mau menerima dia dengan kondisi obesitasnya.

Lalu bagaimana sekarang?

Wita hanya salah satu dari tiga ribu pegawai pabrik yang digaji oleh Andreas, orang yang menjebloskan Gian ke penjara.

Wita bisa apa?

Tak bisa apa-apa selain kepikiran.

Sepanjang antrian motor matic yang siap meluncur ke jalan raya kawasan Cikarang sore hari mendung itu, Wita menekan pelan gas motor sambil bengong. Setengah bagian dirinya berpikir apakah dia mau sate padang atau nasi bebek? Setengah lainnya memutar ingatan di momen yang sama. Biasanya di salah satu mobil yang berjajar di sepanjang samping trotoar, ada sebuah Lexus hitam menunggu. Pintunya terbuka, dengan seorang wanita berambut panjang yang biasanya terlihat mengenakan blazzer merah serta rok spam dan ID card menggantung di lehernya. Itu Carissa, anak tunggal pak Gian. Kini apa kabarnya ya dia? Bagaimana kehidupannya setelah segala hartanya disita? Apakah dia masih punya kehidupan normal? Mengingat pak Gian lumayan viral di sosial media.

Termenungnya Wita terbawa hingga ke saat makan malam lesehan keluarga kecilnya di rumah.

Sang ayah melirik ke istrinya. Si ibu memahami, dia melihat ke TV yang menyala menampilkan kilasan berita mengenai Andreas yang kini kerap hadir di TV sebagai sponsor ajang olahraga para selebritis. Pria berkepala botak itu digandeng-gandeng Xennos Damian, artis top yang kini menjadi pembawa acara. Meminta semua orang di lapangan tenis memberikan tepukan meriah bagi Andreas.

"Orang kaya akan tetap kaya kok kak walau pun hidupnya kena kemalangan. Mereka pasti pintar simpan aset." Pak Rohman berusaha menenangkan sementara bu Sri mengecilkan volume tvnya.

"Ada yang mengganjal di hati Wita pak," Wita memotong-motong daging bebek goreng tanpa berniat memakannya, pandangannya blur ke tekstur bunga-bunga di piring transparannya, "kenapa semuanya serba kebetulan? Disaat pabrik ganti kepemimpinan, kebijakan banyak berkurang, protes mulai terdengar, eh orang yang bekerja puluhan tahun di kantornya malah dipenjarakan."

"Justru bagus dong Ta. Bayangin, kejahatan yang selama ini tersembunyi, akhirnya terkuak."

"Berbarengan dengan turunnya beberapa kebijakan pak?"

"Mungkin aja. Mungkin kepemimpinan yang baru lagi atur strategi untuk sistem baru yang lebih baik? Sabar aja dulu."

"Rasanya gak sesimpel itu ah pak. Yang lagi kita omongin, adalah satu-satunya orang yang mau kooperatif sama desakan karyawan. Padahal bukan bidang dia. Tapi dia bisa se-peduli itu loh pak sama kita."

"Wita ... Jangan terlalu skeptis sama polisi. Menjarain orang gak gampang. Mereka melakukan itu pasti karena bukti yang kuat."

"Oke, tapi kenapa sekarang kami dilarang bahas soal itu sama sekali di area pabrik?"

"Kecolongan uang dalam jumlah besar pasti jadi luka juga Ta untuk pabrik itu. Coba, ada berapa orang yang jadi merasa bersalah karena gagal menghentikan sebuah kejahatan yang berasal dari dalam kantor sendiri? Wajar kok kalau kantor kamu mau melupakan semuanya untuk fokus ke depan."

"Iya, tapi ... "

"Menurut ibu, baiknya kita diam saja Ta. Yang terpenting kan kamu masih kerja, gaji pokok masih di penuhi ... "

"Bu, aku mungkin gak akan diangkat jadi karyawan tetap kalau gak dibantuin pak Gian. Ibu tau sendiri, dari satu angkatan hanya aku dan Azril yang masuk tanpa calo. Kami sampai dijauhin berbulan-bulan, dianggap sok."

"Itu salah satu kebaikan pak Gian. Bagus kalau kamu masih ingat. Tapi faktanya saat ini dia harus dihukum untuk kejahatannya. Suatu hari setelah dia bertaubat, setelah dia jalani hukuman, mungkin dia akan menuai kebaikan dari kemurahan hatinya pada kamu." Tukas ayahnya.

Ini semua karena bukti-bukti itu. Dengan ditangkapnya pak Gian, berarti buktinya tak bisa Wita bantah. Walau sisi skeptisnya tetap bertanya-tanya. Walau ada bagian di dirinya yang merasa sangat mungkin pak Gian dijebak oleh entah apa yang si Andreas mau lakukan, Wita rasa masuk akal kalau di posisi ini dia hanya bisa diam.

Artinya, pelan-pelan dia musti mengabaikan semua FYP Tiktok yang sibuk beropini pada keganjilan kasus pak Gian. Wita harus bersikap seolah dia tak tahu betapa pria yang kini dicap penjahat, pernah menolong banyak orang.

Yah ...

Akhirnya, Wita hanya bisa kembali ke kamarnya dalam keadaan hampa. Duduk di spring bed empuknya yang bisa dia beli sendiri dari hasil gajinya. Gaji berkat kebaikan pak Gian menerimanya. Sementara pak Gian sendiri apakah punya kasur di penjara?

Tapi yang menambah harapan bagi Wita yaitu saat pagi hari dia membuka ponselnya.

Ada sebuah grup baru. Grup apa ini?

Grup itu diberi nama THE RIGHT SIDERS.

Pesan pertama datang dari Yuli:

Halo semuanya, saya SPV yang waktu itu pernah di interview oleh Pak Gian.

Saya add kalian ke grup ini karena saya dengar kalian cukup dekat dengan Pak Gian.

Sebelum melanjutkan, saya ingin memastikan: Apakah ada di antara kalian yang merasa kasus Pak Gian mencurigakan?

Wita menaikkan kedua kakinya, bersila diatas kasur. Dahinya mengerung penasaran pada percakapan ini.

Jemi:

Bisa gak sih gak usah tambahin saya ke percakapan ini. Saya nggak peduli. Makasi.

Tia:

Saya ngerasa sama kayak mbak Yuli. Tapi saya nggak mau terlibat dalam apa pun motif di balik ini.

Dani:

Anak saya baru lahir, guys. Saya nggak mau ambil risiko kena masalah juga.

Yuli:

Bentar deh, kalian benar-benar mau membiarkan orang baik masuk penjara?

Nih, saya dapat DM di Instagram dari seseorang bernama Fahri. Dia YouTuber terkenal yang sering mengungkap sebuah kasus janggal dan menjadikannya konten yang sukses. Dia butuh beberapa data untuk menyelidiki ini lebih jauh.

Dia punya 1,5 juta subscriber. Dia jarang upload, tapi kalau iya, biasanya kontennya membuka mata orang terhadap suatu kasus. Mirip kayak pas Netflix rilis dokumenter yang kelihatan kek ngebelain pihak bersalah, tapi akhirnya mengubah opini publik.

Jadi, apakah ada di antara kalian yang mau bergabung dengan saya dan Fahri untuk menyelidiki semua ini?

Dani:

Serius mbak? Semua ini cuma buat bantu seorang YouTuber?

Yuli:

Tepatnya YouTuber yang fokus mengungkap kebenaran.

Luis:

Saya bahkan nggak tahu kenapa saya ada di grup ini.

Luis telah keluar dari grup.

Tia:

Menurut saya ini nggak worth it sih mbak. Mbak buang-buang waktu aja.

Tia telah keluar dari grup.

Wita menggeleng-geleng, memutuskan tak ikut campur di chat grup. Tapi dia jadi penasaran pada sosok Fahri ini.

Pencariannya di google membawanya ke beberapa berita soal mayat. Namun tak ada informasi lengkap soal si Fahri itu sendiri. Sampai akhirnya salah satu sumber foto menuju ke akun instagram Fahri.

Akunnya tidak diprivat. Ada foto-foto endorse alat pendakian gunung. Untuk orang yang bertindak layaknya detektif, dia lumayan terbuka juga.

Wita iseng mengklik bagian DM yang justru menunjukkan sebuah pesan tak terbaca dari Fahri!

Hi. Kamu karyawan Dassa Foods ya? Saya lagi kerjain sebuah konten. Apakah kamu berminat join di proyek saya? Fee gak besar, tapi lumayan lah. Kerahasiaan identitas juga saya jamin. Kalau berminat silakan hubungi ke email saya.

Oh ya, saya gak mengizinkan chat ini disebarkan ke manapun. Jd mohon kerjasamanya. Thank you

Pesan itu pun menghilang.

Kok bisa? Memang ada fitur pesan sekali baca ya di instagram?

Aneh.

Jadi bukan hanya Toriq yang dihubungi. Wita memang pernah memposting fotonya dengan pak Gian waktu kegiatan outing akbar dulu.

Apakah ini bisa jadi jalan Wita untuk membantu menguak kebenaran? Setidaknya dia bisa melakukan ini untuk ketenangan hatinya saja. Agar dia yakin pak Gian sedang menjalani takdir yang sepantasnya.

Wita mengangguk yakin. Dia kembali ke profil Fahri untuk mengklik icon surat yang menuju langsung ke emailnya.

***

***

***

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95NRT" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95NRT
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Anak Yang Terbuang
9.7
Farhan tumbuh besar tanpa mengenal orang tuanya dan hanya diasuh sang nenek. Setelah neneknya wafat, ia merantau ke Jakarta demi bertahan hidup sekaligus mencari keberadaan ayahnya yang misterius. Tak disangka, Farhan bekerja sebagai sopir bagi seorang wanita cantik yang merupakan ibu tirinya. Tanpa menyadari ikatan keluarga tersebut, sebuah insiden terjadi di antara mereka hingga memicu kehamilan. Kini, rahasia besar membayangi hubungan rumit mereka di masa depan.
Sampul Novel Ann The Innocent
7.8
Ann Arthurian adalah gadis jenius yang malang. Ia sering dicap sebagai anak pembunuh karena ayahnya menghabisi nyawa ibu angkatnya. Setelah kehilangan nenek, Ann menderita akibat perundungan di asrama. Namun, takdir berubah saat ia bertemu putra mafia yang menemukan buku miliknya. Kehidupan Ann berbalik total ketika ia bergabung dengan tim ilmuwan untuk memecahkan kode rahasia negara. Di tengah misi besar itu, kebenaran tentang asal-usul keluarganya yang kelam mulai terungkap.
Sampul Novel ARANJO
8.1
Aranjo, dewi muda keturunan iblis, harus menjalani hukuman sepuluh kehidupan fana demi melewati bencana cinta. Meski tumbuh di alam langit, ia terus dikucilkan dan dijebak oleh ibu tiri serta saudarinya. Namun, Kaisar Langit memiliki rencana terselubung di balik sanksi ini. Sang Kaisar ingin Aranjo kehilangan perasaannya agar bisa meraih kekuatan absolut sebagai Dewi Agung. Akankah takdir berjalan sesuai ambisi sang penguasa, atau justru sebaliknya?
Sampul Novel Dokter Iblis Yang Tak Tertandingi
9.4
Pasca kematian gurunya, Zhao Erhu menerima wasiat terakhir yang sangat mengejutkan. Ia diperintahkan turun gunung untuk menemui tujuh kakak perempuan seperguruannya. Tugasnya bukan sekadar mencari mereka, melainkan harus meniduri ketujuh wanita tersebut. Instruksi aneh ini membuat semua orang tercengang, namun sang guru menegaskan bahwa ini adalah misi penyelamatan nyawa. Tanpa melakukan hubungan intim itu, nyawa kakak-kakaknya akan berada dalam bahaya besar.
Sampul Novel JUST MATE
8.6
Renata tewas mengenaskan akibat pengkhianatan dua orang tercintanya. Menjelang ajal, ia teringat sosok Dewa Fenrir yang pernah dikenalkan ibunya, lalu memanjatkan doa terakhir demi membalas dendam. Namun, keajaiban terjadi saat nyawanya hampir hilang. Sebuah suara menggelegar memanggilnya 'Luna', disertai sentuhan tangan dingin yang mendekap wajahnya. Apa yang sebenarnya terjadi pada takdir Renata di ambang kematiannya ini?
Sampul Novel Penyihir Terakhir
8.3
Zephyr menjadi penyihir tunggal yang tersisa setelah pembantaian kaumnya seabad silam. Berkat sihir teleportasi sepupunya, ia lolos dari maut dan mengasingkan diri di reruntuhan Kadipaten Elzir. Namun, kedamaiannya terusik saat pasukan Kerajaan Elde memburunya sebagai ancaman besar. Kini, Zephyr harus menentukan nasibnya: menghancurkan umat manusia demi dendam masa lalu atau mencari jalan perdamaian. Keputusannya akan mengubah sejarah hubungan manusia dan sihir selamanya.