
Obsessed ( siapa kamu ? )
Bab 2
" Alana, ceritain gimana lo bisa seberani itu sema_"
" Gak usah bahas itu bisa ?! " Seru nya dengan tatapan tajam tak suka.
Sandra mengangkat kedua tangan nya dengan cengiran yang tersunging di bibir, " Sorry hehe. "
" Udah ayo, jangan bikin mood gue rusak. " Alana melangkah lebih dulu untuk memasuki kampus lebih dalam.
" Hari ini hangout yu. " Sandra menyamakan langkah nya dengan gadis itu.
Benar-benar melupakan rasa penasaran nya tentang kejadian semalam di clubbing. Meskipun rasa penasaran itu masih ada, namun tidak mau membuat Alana marah dan membalas perbuatan nya semalam.
" Hnm ayo, gue juga mau beli barang. "
Keduanya nya memasuki kelas untuk memulai perkuliahan.
Sesuai apa yang di rencanakan, kedua gadis itu memutuskan untuk singgah di sebuah pusat perbelanjaan. Membeli barang-barang yang di butuhkan ataupun barang yang menarik perhatian mereka.
" Ke tempat underwear. " Ucap Alana menggiring langkah mereka.
" Perasaan minggu kemaren lo baru beli. Kok udah beli lagi? " Ucap Sandra cukup heran.
" Yang kemaren kurang nyaman, gue pengen beli bra. Yang sekarang kerasa kekecilan. "
Tanpa diminta, netra Sandra mengamati tubuh Alana yang hari ini memakai rok sepaha dengan atasan pakaian berlengan panjang yang mencetak bentuk tubuhnya namun memiliki belahan cukup rendah di dada.
" Dada lo lebih gede. " Ucap nya menilai.
Kepala perempuan itu condong, mendekat ke telinga Alana.
" Sering lo mainin ya? " Bisik nya yang membuat pergerakan Alana yang sedang memilih bra terhenti. Dengan refleks perempuan itu menyentil kening Sandra hingga ringisan keluar dari bibir perempuan itu.
" Sembarangan. Gue gak kaya gitu. " Melotot nya tak Terima.
" Trus gimana? Masa secepat itu, pake obat ? "
" Gak usah aneh-aneh. " Dengus Alana malas.
Perempuan itu memberikan pilihan beberapa underwear yang di ambilnya kepada pelayan yang sudah mengikuti mereka sejak tadi.
" Kami memiliki pakaian tidur terbaru, barangkali nona ingin melihat. " Tawar nya ramah, kedua perempuan itu sudah tidak asing di tempat itu. Karena memang sering berkunjung, bisa dibilang salah satu member disana.
" Mau mba. " Seru Sandra lebih dulu.
" Mari saya tunjukkan. " Ajak pelayan itu yang di ikuti keduanya.
Alana tidak begitu tertarik, stock baju tidur nya masih cukup banyak yang baru. Namun tidak ada salahnya juga melihat, biasanya koleksi terbaru selalu bagus.
" Ini nona. Untuk edisi nya sendiri terbatas. Produk ini hanya dikeluarkan beberapa buah. " Jelas nya
Satu alis Alana terangkat menatap pakaian tidur yang lebih mirip lingerie itu. Beberapa ada yang cukup normal, namun beberapa ada yang cukup gila menurut nya. Hanya seutas tali dengan kain tipis, dia bisa membayangkan jika benda itu tidak akan menutupi bagian tubuhnya.
" Saya mau yang merah itu. " Tunjuk Sandra.
Pakaian itu hanya menutup bagian depan, namun memiliki tali yang cukup rumit. Alana tidak banyak berkomentar, selera mereka hampir sama.
Tidak untuk di tunjukkan kepada siapapun, murni untuk di pakai tidur. Bagi Alana seperti itu.
" Mau ketemu siapa lo? " Tanya Alana curiga. Bukan hal aneh lagi jika Sandra sering menghabiskan malam panas dengan pria berbeda. Dia yakin jika pakaian itu untuk dia pakai sebelum adegan panas mereka.
Sandra tersenyum cerah dengan pertanyaan itu, " Pria hot tentunya. " bisik nya dengan kerlingan centil
Alana merotasi kan kedua matanya mendengar itu.
" Buruan lo juga beli. " Titah Sandra.
" Yang pink itu bagus. " Komentar Sandra, menunjuk sebuah lingerie yang jelas-jelas transparan. Hanya tertutup oleh bordiran bunga dan jaring tipis.
" Gila, terlalu sexy. Kedinginan yang ada. " Dengus Alana.
" Saya mau yang hitam aja mba. " Pinta Alana menunjuk pakaian yang benar-benar bisa di sebut pakaian tidur atau dress tidur, meskipun tetap saja kesan nya sexy.
Memiliki tali tipis sebagai penyangga dan panjang yang mungkin hanya setengah paha.
" Yah, terlalu tertutup. " Tutur Sandra kecewa.
" Udah ayo. " Ajak Alana.
Hanya sebuah underwear, namun cukup untuk menginjak angka juta. Wajar saja karena brand ternama, dengan tenang Alana memberikan kartu nya untuk menyelesaikan pembayaran itu.
" Kami ada hadiah karena nona sudah menjadi member di sini dan sudah melebihi jumlah pembelian. " Ucap sang kasir menyerahkan dua paperbag kepada Alana dengan kartu perempuan itu.
Senyum perempuan itu tercetak, " Terimakasih. " Tutur nya ramah.
Keduanya meninggalkan tempat itu setelah sudah selesai.
" Lah gue kaga. " Dengus Sandra dengan wajah tertekuk nya.
" Mau? " Tawar Alana menyerahkan paperbag berisi pakaian yang baru di berinya itu.
Entah apa isinya, paling bra. Dia masih mampu membeli tanpa diskonan.
" Nggak deh, besok aja gue kesini lagi. "Tolak Sandra. " Paling cuma cd. "
" Tapi isinya ini lumayan gede juga. " Gumam Alana, mulai penasaran dengan isinya.
" Ntar lo buka di apart, kasih tau gue isinya. "
Sepeninggalnya dua perempuan itu, seseorang dengan tubuh tegap yang di balut oleh pakaian kantor formal keluar dari sudut ruang ganti. Menatap dua orang itu yang menjauh.
" Ini tip mu. " Beberapa uang merah diserahkan kepada kasir itu.
" Terimakasih banyak tuan. "
Tanpa mengeluarkan sepatah kata apapaun lagi dia meninggalkan tempat itu dengan seringai yang tercetak di bibir nya.
" Aku akan memberikan sesuatu yang nikmat sayang. " Lirih nya tak sabar.
Bruk
Alana melempar kantung belanjaan yang di bawanya dan membaringkan tubuhnya yang terasa lelah di kasur queen size.
"Leganya." Lirih gadis itu, merasakan udara dingin dari AC yang menyentuh kulit.
" Berendam sepertinya ide yang bagus. "
Meskipun rasanya malas, namun dia tetap mamaksa membawa tubuh itu ke dalam kamar mandi. Menanggalkan satu persatu pakaian nya dan masuk ke dalam bathup yang sudah terisi oleh air dan busa sabun.
Iringan musik halus terputar memenuhi kamar mandi itu. Segelas cairan merah tak lupa tersimpan di tangan nya. Sesekali dia menyesap minuman itu.
" Ah, nikmat. " Lirih nya.
Merasakan bagaimana tubuh nya yang terasa lebih rileks setelah seharian beraktivitas di luar.
Satu jam dengan kegiatan di kamar mandinya, Alana keluar dari sana dengan wajah yang lebih segar. Dia mengambil salah satu paperbag belanjaan nya, mengeluarkan underwear yang tadi di beli.
" What ”
Tangan nya mengangkat sebuah lingerie berwarna pink yang ada di salah satu paperbag.
" Ini yang di hadiahkan? " Gumam nya.
" Terlalu mahal untuk sebuah hadiah pelanggan. " Ucap nya dengan nada tak habis fikir
Tak ingin memikirkan itu, Alana lebih tertarik untuk mencobanya. Dia menanggalkan handuk yang melilit tubuhnya. Mmebuat tubuh itu telanjang bulat dan mulai memakai lingerie transparan itu. Lingerie yang sebelumnya di tunjuk oleh Sandra.
" Bagus juga. " Decak nya menatap pantulan dirinya di kaca fullbody.
Dia menyentuh payudara nya yang terlihat akan tumpah karena lingerie itu yang yang terlalu pas. Bulatan merah tercetak di tengah transparan itu.
" Nakal banget gak sih. "Kekeh nya mengibaskan tangan
" Yaudah lah pake, cuma tinggal sendiri ini. " Putus nya.
Dia menurunkan suhu AC di kamar itu, bagaimanapun benda itu benar-benar tak menutupi seluruh permukaan kulit nya. Dan tentunya cukup membuat nya kedinginan.
Dengan tenang dia mulai mengeringkan rambutnya dan memakai segala perawatan malam sebelum tidur.
Menelentangkan tubuhnya di atas tempat tidur, Alana membuka handphone nya. Menscroll random hingga gadis itu tertidur dengan handphone yang masih menyala.
Hening
Apartemen mewah yang hanya di tinggali sendiri itu senyap setelah pemilik ruangan menjelajahi alam mimpinya. Terlihat pulas dengan tubuh yang meringkuk di atas tempat tidur luas yang cukup bisa menampung 4 orang lagi dengan seukuran nya.
Pip pip pip
Cklek
Pintu dengan keamanan tinggi itu terbuka dengan mudah nya.
Tap tap
Ketukan sepatu yang beradu dengan lantai terdengar pasti hingga kamar yang di tempati pemilik ruangan terbuka.
" Aku datang sayang. " Suara berat itu terdengar.
Tatapan tajam itu menyorot intens gumpalan daging yang terbaring di atas tempata tidur nya. Mendadak suhu dingin diruangan itu menjadi terasa panas melihat apa yang di pakai oleh perempuan itu.
" Astaga sayang, kamu benar-benar menyambut ku?" Kekeh nya dengan suara tertahan.
Dengan langkah pasti dia melangkah mendekat ke tempat tidur itu, tuxedo yang masih membalut tubuh tegap itu terlempar begitu saja.
Bak predator, dia merangkak menaiki tempat tidur dan mengurung tubuh kecil Alana di bawah nya.
Jakun nya naik turun menatap perempuan itu yang sudah seperti air di tengah panas nya padang pasir.
" Aku akan membuatmu menjerit sayang. " Bisik nya.
Dengan gerakan pelan dan hati-hati dia mengeluarkan sebuah suntikan kecil dari saku celana nya, beserta botol ukuran serupa berisi cairan berwarna bening. Dengan cepat dia memindahkan nya ke dalam suntikan.
" Mari kita mulai. " Serak nya. Menekan jarum tajam itu di lengan atas halus milik Alana.
" Sttt tenang. " Bisik nya saat perempuan itu terusik tak nyaman dalam tidur nya saat jarum itu menancap menembus kulit.
" Mari bertemu dalam mimpi. " Tutur pria yang mengurung tubuh itu setelah berhasil memindahkan cairan tadi ke tubuh Alana.
Beberapa menit menunggu, pria itu hanya diam. Menatap liar tubuh di bawah nya yang terlihat bagai daging segar yang siap di santap.
Rahang pria itu mengeras dengan kabut nafsu di kedua mata tajam nya.
" It's time. " Serak nya, mulai mendaratkan bibir nya di atas bibir perempuan itu yang sedikit terbuka.
Alana terusik, namun perempuan itu masih memejamkan matanya. Membuat pria itu menyeringai, mengetahui jika cairan tadi sudah bekerja. Ciuman itu lama kelamaan berubah menjadi liar, memanggut cukup tergesa seakan bibir itu akan hilang jika dia lepaskan sedetik saja.
Tangan kekar itu mulai merayap, mengelus permukaan halus perut Alana hingga menyentuh dan meremas kedua gundukan gadis itu.
" Ahh. "Lengkuhan wanita itu lolos.
Kekehan senang yang terdengar berat keluar, dia semakin liar menjelajahi tubuh itu. Menyentuh dan mengecup setiap inci. Tanpa merasa khawatir jika pemiliknya akan bangun.
Decapan itu memenuhi kamar, saling menyahut dengan lengkuhan sang perempuan yang terus keluar akibat tindakan dari pria itu.
" Kamu hanya milikku. "
Pria itu menjauhkan wajahnya dengan bibir basah, netranya menatap puas bagaimana labia merah itu berkedut basah setelah mengeluarkan pelepasan nya.
" lezat. " serak nya menjilat bibir nya yang terdapat cairan milik gadisnya.
" Setiap jengkal tubuh ini milikku. "
Anda Mungkin Juga Suka





