
Obsesi Gila Sang Billionare
Bab 3
Seperti hari-hari sebelumnya, Jared Wright akan menghubungi Vanylla untuk menanyakan kabar adik kesayangannya itu. Vanylla sedang berkuliah di Manchester dan ia seperti seorang Kakak yang baik maka terus akan menghubungi adiknya itu untuk sekedar mencari tau beritanya.
“Hai, Jared!” terdengar suara Vanylla yang lembut dari seberang telepon yang tersambung.
"Kamu dimana sayang?" tanya Jared terdengar jelas oleh Vanylla.
"Di cafe bersama Katy dan teman temannya," jawa Vanylla diplomatis. Ia tak mungkin memberitahukan Kakaknya itu jika seorang pria tengah dikenalkan padanya.
"Hmm, kamu sudah makan, Butterfly?" Vanylla hanya tersenyum, pertanyaan kakaknya selu sama setiap hari.
"Iya aku pasti akan makan sebentar lagi, disini belum jam 5 sore, Jared."
"Aku selalu lupa. Aku hanya ingin mengingatkanmu. Jangan lewatkan makan malammu, Butterfly. Jangan sampai kamu sakit, ingat sebentar lagi kamu akan diwisuda kan?"
"Iya, Jared. Jangan khawatir," balas Vanylla lagi lalu melirik pada Katy yang sudah memasang wajah sebal bukan main.
"Dua minggu lagi aku akan datang kesana setelah pekerjaanku selesai. Aku berencana menemanimu sampai saat wisuda nanti. Daddy tidak bisa datang," ujar Jared lagi. Vanylla masih tersenyum bahagia. Kakak laki-lakinya akan segera datang dan menemaninya.
"Benarkah, Jared?"
"Iya Sayang, I miss you so much, Butterfly!" balas Jared dengan sedikit cekikikan.
"Aku juga sangat merindukanmu, Jared!"
"Sampai saat aku tiba disana kamu harus bisa menjaga dirimu, Butterfly dan jangan terlalu mengikuti Katy. Dia kadang suka bandel, aku tidak suka dia membawamu jalan-jalan keluar malam!" Vanylla terkekeh kecil mendengar perhatian Kakaknya yang tak pernah berubah. Greg yang berada di sebelah Vanylla mulai tidak suka ada pria lain yang menelpon Vanylla dan bisa membuatnya tertawa seperti itu. Lagipula siapa pria yang malah diberikan ucapan rindu oleh Vanylla.
"Jangan terlalu lama di luar, Butterfly. Cepat pulang ke rumah ya. Nanti aku hubungi lagi, I love you Baby."
"I love you too, Jared!" balas Vanylla. Greg menghela napas kesal dan menoleh pada Vanylla yang baru menutup sambungan ponselnya.
"Pasti dari Jared ya?" tegur Katy bertanya dengan nada agak sinis. Vanylla mengatupkan bibirnya lalu mengangguk dan tersenyum.
"Siapa Jared?" tanya Peter pada Katy.
"Oh, dia adalah Kakak laki laki Vanylla yang sangat amat protektif. Aku tidak mengerti bagaimana Vanylla bisa hidup dengan saudara laki-laki seperti itu. Aku saja tidak tahan!" cerocos Katy dengan wajah ketus.
Ia terdengar tidak menyukai Jared dan mereka sering berdebat. Greg lantas menunduk malu saat tau yang menghubungi Vanylla ternyata adalah saudara kandungnya. ia sudah berpikir yang tidak-tidak tentang Vanylla..
"Jadi, kamu punya Kakak laki-laki ternyata ya?" tanya Greg, Vanylla pun mengangguk.
"Sepertinya dia sangat menyayangimu." Vanylla masih tersenyum dan mengangguk.
"Aku pikir jika kamu tidak lagi berada di LA maka dia akan memberimu kebebasan. Ternyata sama saja!" runtuk Katy kesal pada Vanylla. Vanylla hanya membalasnya dengan senyuman dan menggelengkan kepalanya.
"Aku menyukai perhatiannya, dia hanya khawatir padaku Katy," jawab Vanylla membelai lengan Katy. Katy makin mendengus kesal. Ia takkan pernah menang melawan Jared jika Vanylla ada. Vanylla pasti akan membela Kakaknya itu.
"Kenapa kamu bicara begitu sayang, kenapa kamu malah tidak suka pada Kakak Vanylla?" tanya Peter pada Katy dengan wajah heran.
"Dia menyebalkan dan senang mengurung Vanylla. Vanylla tidak boleh beginilah tidak boleh begitulah. Dia benar-benar pria yang menyebalkan!” gerutu Katy makin ketus. Vanylla hanya menggeleng dan tersenyum saja pada tingkah temannya itu.
WRIGHT CORPORATION, RUANGAN CEO
Jared Wright baru saja menghubungi adiknya Vanylla Wright pagi ini seperti biasa. Setiap hari dia akan menelepon setidaknya tiga sampai empat kali sehari menanyakan banyak hal pada Vanylla.
Dari makan sampai jadwalnya sehari-hari. Teman Vanylla nyaris hanya Katy dan Jared, Kakaknya itu. Waktu baru pukul 9 pagi dan di Manchester sudah pukul 5 sore.
Jared baru saja menyelesaikan menandatangani dokumen proyek pembangunan stadion football baru setelah mendapatkan lisensi dan rekomendasi IFAF (International Federation of American Football). Ia masih dengan tenang duduk seperti bos besar di kursi kerjanya dan mengerjakan beberapa hal.
Sampai tiba-tiba kantornya seperti didobrak oleh seseorang yang masuk tanpa ijin. Jared yang mendengar suara keras dari pintu masuk lalu menaikkan pandangannya dan menyeringai.
Mars King masuk dengan angkuhnya padahal sudah dihalangi oleh pengawal Jared. Jared hanya menaikkan dagunya lalu memberikan tanda dengan tangannya agar pengawalnya membiarkan Mars dan Caleb yang berdiri di belakangnya masuk.
"Kamu benar-benar memang tidak punya sopan santun, King!" tegur Jared menyilangkan kedua jemarinya di depan dadanya lalu menyadarkan punggung pada sandaran kursi di belakangnya. Mars lalu menaikkan cengiran dan mendengus sinis.
"Kamu benar benar tidak tau siapa aku, huh Wright!" balas Mars mulai menyerang. Jared lalu berdiri dari kursinya dan berjalan ke arah Mars tanpa melepaskan pandangan padanya. Kini dua banteng itu kini sedang berhadapan dan siap untuk saling menghancurkan.
"Apa maumu, King?" tanya Jared melipat kedua lengan pada dadanya. Matanya hanay menatap Mars dengan pandangan angkuh dan Mars tak memberi Jared kesempatan sama sekali. Mars tak pernah takut pada Jared begitu pun sebaliknya.
"Menghancurkanmu!" geram Mars pelan dan menakutkan. Ia memandang beberapa saat lalu tersenyum sinis. Ia kemudian berbalik dan hendak pergi tapi kalimat Jared kemudian menghalanginya.
"Jangan pikir kamu bisa mengancamku, King. Kamu bukan siapa-siapa dan aku tidak pernah takut padamu!" balas Jared ikut menggeram marah. Mars berhenti dari berjalan dan menyengir masih belum menoleh pada Jared.
"Bagus jika kamu tak takut padaku. Dengan begitu aku tidak perlu mengasihanimu, karena aku tidak punya belas kasih!"
"Ingat Wright. Kamu akan membayar dua kali lipat dari yang kamu curi dariku saat ini!" ancam Mars dengan nada rendah dan menggeram. Jared lalu berbalik ke arah Mars yang masih memunggunginya.
"Apa maksudmu bicara seperti itu, King? Apa kamu pikir kamu bisa mengancamku?" Mars tersenyum menyeringai dan menoleh dengan setengah badannya. Ia hanya memberikan pandangan sinis pada Jared.
"Apa kamu tau julukanku, Wright? I'm a Devil and The King. Karena aku akan mengambil apa yang paling berharga dalam hidupmu lalu menghancurkannya. Aku akan membuatmu hidupmu seperti di neraka." Mars menyeringai jahat lalu pergi berlalu bersama Caleb meninggalkan Jared dalam pikirannya.
Dia memang tidak pernah takut pada Mars King, tapi Mars bukanlah orang yang suka mengancam kosong. Jika ia benar benar membalas maka Jared harus benar benar siap dengan konsekuensinya. Masalahnya apa yang hendak dilakukannya untuk membalas Jared Wright? Perasaan tidak nyaman menyelimuti hati Jared, tiba tiba ia teringat pada Vanylla, adiknya.
"Aku harus menyelesaikan pekerjaanku lebih cepat, agar aku bisa bertemu Vanylla secepatnya. Bajingan, itu tidak boleh melihat adikku!" gumam Jared lalu kembali ke mejanya meneruskan pekerjaan.
Anda Mungkin Juga Suka





