Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel My Sweet Dangerous Logan

My Sweet Dangerous Logan

Annabella dan Logan Mason berasal dari latar belakang yang sangat kontras, namun takdir membawa mereka pada sebuah kesepakatan besar. Demi menyelamatkan keluarganya dari krisis keuangan, Annabella nekat mengajak sang miliarder untuk menjalani pernikahan kontrak. Meski awalnya didasari oleh kepentingan timbal balik, benih cinta mulai tumbuh di antara mereka. Kini, keduanya terjebak dalam pusaran perasaan tulus yang sulit dihindari di tengah sandiwara tersebut.
Bab
Bagikan

Bab 3

Untung ibunya Ann percaya. Dia hanya geleng-geleng kepala saat melihat anak gadisnya ngeloyor pergi sambil menggandeng lengan Will. Saking percaya dengan Willy, ibunya Ann tidak pernah protes kalau anak perawannya membawa masuk dia ke dalam kamar. Ibunya percaya betul, karena dia sudah menganggap Willy seperti anak laki-laki di keluarga Lourdes.

Jadi William Bolton alias Willy sering menginap di rumahnya. Lalu untuk urusan backup memback up dia akan maju sebagai pembela gadis itu.

Suara pintu ditutup Ann. Kini Dia bisa bernafas lega.

"Gue mandi sebentar ya, Will. Badan gue lengket banget!" Ann berjalan ke arah lemari baju mengambil handuk dan memasuki kamar mandi yang tidak jauh dari lemari bajunya.

"Dasar cewek bar bar. Untung aja gue masih waras, Ann, kalau gue nggak tahan, tadi di mobil lo udah gua makan habis. Sabar Willy sabar, tunggu sebentar lagi. Ann pasti akan sadar dan memahami perasaan lo," comel hati Will kecut berbicara sendiri sambil menatap gadis itu masuk kamar mandi. Dia mengelus dada saking menahan diri dengan sikap Bar-barnya Ann.

“Will, Willy!!" teriakan Ann dari kamar mandi. Dia kaget dan mendekat, dia mengetuk pintu kamar mandi.

"Ada apa?"

"Tolong ambilin kutang ama daleman gue di lemari. Tadi gue lupa bawa," ucapnya tanpa dosa.

"Apaan?" Dia merasa telinganya salah dengar.

"Lo budek, yaaa? Gue bilang, ambilin kutang gue ama daleman. Ambil yang warna hitam. Lo ngerti kan?" Mata Will melotot sambil menelan ludah. Sekali lagi, dia dihadapkan dengan sikap bar-barnya.

"Lo jangan gila, Ann. Masa gue buka lemari baju lo!" protesnya. Dia bukan tidak terima, tapi didalam mobil saja dia sudah mengatur adik kecilnya agar tidak berbuat aksi yang nyeleneh. Eh, sekarang, si putri bar bar seakan menggoda dengan permintaan gilanya.

"Ya ampun, Will!" Dan, brakk!! Pintu kamar mandi dibuka, Ann keluar dari kamar mandi. Jeng jeng jeng, Ann melenggang tanpa dosa. Balutan tubuhnya hanya tertutup setengah. Selama ini, meski Wil sering menginap, dia tidak pernah bersikap seperti itu. Kebanyakan gadis itu langsung tidur menggunakan baju yang dipakainya. Tetapi, malam ini berbeda, Ann nggak ingin sampai ibunya tahu atau mencium aroma bensin ataupun knalpot motor dari tubuhnya.

"Elo kalo budek? Besok siang apa sore kita ke dokter THT. Masa lo nggak ngerti kutang. Ini kutang nih, ini…." Ann kembali melakukan aksi gilanya. Melemparkan kutang tadi ke wajahnya.

"Sialan lo! Gue paham kali. Tapi, gila aja, masa yang beginian gue yang ambil juga. Lo kira-kira sedikit. Begini juga gue masih lelaki normal," oceh cicitnya, sebenarnya dia sedang menegaskan diri dan memproklamirkan bahwa saat ini Willy tidak menganggapnya sebagai teman laki-laki lagi.

"Apaan sih, Lo? Nggak jelas. Ngapain sih ngomong begituan terus. Mau lo, Bram apa Bisma, sama aja, temen gue. Paham kan lo!" Mau dibilang bagaimanpun Annabella tetap nggak peka. Kembali Willy menghela napas dan mengusap dadanya.

"Terserah. Gue ngantuk. Gue tidur duluan!" Panas kalau terus beradu debat dengan Ann yang nggak mau kalah. Willy memilih pergi. Willy berjalan ke arah sofa yang nggak jauh dari kasur gadis bar-bar itu. Melemparkan diri lalu segera memejamkan matanya.

"Ya ampun, Ann, Kapan lo bakal ngerti perasaan gue," ucap Willy dalam hati.

Suara ketukan pintu berbunyi. Annabella berjalan mendekat dan membuka pintunya.

"Non Bella, ini mau ditaruh di mana?" seorang pelayan rumahan berusia paruh baya dengan pakaian daster sudah berdiri di depan pintu kamarnya.

"Eh, mbok Ro, ini pasti Mama yang nyuruh ya?"

"Iya Non, Ibu bilang, non Bella laper. Jadi Mbok Roro tadi bikinin nasi goreng. Nggak apa-apa kan, Non? Soalnya kalau bikin makanan lain takut kelamaan, jadi Mbok bikin aja yang simple," Mbok Roro berjalan masuk saat Ann membuka pintunya.

"Iya, Mbok, nggak apa-apa kok. Yang penting aku masih bisa isi perut. Tadi pas belajar sama Willy, Dian belum sempat makan," ucapannya lemah gemulai berbeda dengan Ann saat berbicara dengan Willy.

"Huh, bisa aja tuh bacot si Ann kalo di depan pembantunya," oceh hati Willy lagi. Dia belum benar-benar tidur karena telinganya sedang menguping pembicaraan gadis itu dengan sang pembantu.

"Ya udah, Non, ini Mbok taruh sini aja ya," Mboki meletakkan nampan yang berisi dua piring nasi goreng dan dua gelas air mineral.

"Iya, Mbok. Makasih banyak ya, Mbok. Aku jadi ngerepotin Mbok malam-malam begini, eh salah, maksudku pagi deh, hehehe," Ann menggaruk kepalanya yang tidak gatal berakting jadi putri malu lagi.

Mboki keluar kamar dan Ann segera menutup juga mengunci pintu kamarnya. Dia tidak ingin kalau tiba-tiba emaknya masuk atau Mbok yang dikenal sebagai intel emaknya menerobos juga melaporkan kegiatannya di dalam kamar bersama Willy.

"Woi! Bangun nggak usah pura-pura tidur lagi lo!" Teriakannya sambil melemparkan bantal ke wajah Willy yang masih pura-pura tidur.

"Anjaaaay!" Willy spontan terbangun tepat saat bantal yang dilempar tadi menghantam wajahnya, "kira kira sedikit, gue orang bukan patung!" omel cicit Willy lagi.

"Yaelah segitu aja lo sewot. Sini makan dulu. Lo juga lapar kan. Habis itu lo lanjut molor lagi," tetap saja bahasa Ann bar bar saat bersama dengan Willy. Willy duduk sebentar lalu beranjak dan mendekat kearah meja kecil di depan kasur Ann. Ann dan Willy duduk di lantai tanpa alas.

Diam diam Willy melirik cara makan gadis itu. Kaki satu dilipat dan yang satu jadi penopang tangannya. Benar benar makan seperti laki-laki.

"Ann!" jujur Willy merasa sedikit terganggu. Terganggu karena dengan posisi seperti itu dalaman hitam berenda milik Ann langsung terpajang dimata Willy.

Gadis itu tidur dengan memakai kaos kebesaran hingga kutang hitamnya juga terlihat tembus pandang dimata Willy.

"Hmmm!"

"Lo nggak bisa duduk yang benar?"

"Apaan sih lo?" Dia menoleh dengan mulut yang penuh dengan nasi.

"Astaga, Ann , ya ampun!" saking kesalnya Willy menoyor kepala gadis itu.

"Anjay! Sialan! Apaan sih? Nggak jelas banget sih lo!" omelnya, tapi dia nggak membalas toyoran Willy.

"Lo nggak bisa apa …." Willy sedikit ragu mengatakannya.

"Bisa apaan? Hmm?"

"Itu, duduk lo," Willy memberi kode dengan satu alisnya yang diangkat.

"Duduk gue? Kenapa duduk gue?" masih saja Ann nggak sadar diri.

"Iya, duduk lo, bisa gak lo bersikap layaknya anak perempuan," meluncur juga dari mulut Willy.

"Apaan sih??" malah Ann mengerutkan dahinya.

"Iya, lo kan perempuan, duduk lo bisa dong lebih sopan. Apalagi di depan cowok. Ditata gitu!" seketika mulut Ann membuka dengan lebar.

Hampir saja dia nggak percaya. Anna spontan menjatuhkan sendoknya lalu memegang jidat Willy, setelah itu tangannya dia agak sedikit mengangkat pantatnya. Menempelkan tangan tadi yang sempat di tempel di jidat Willy.

"Anjay. Salah minum obat. Sakit jiwa lo ya? Kok lo kayak emak gue. Atau jangan bilang ini emak gue yang nyuruh lo. Nggak gak. Gue yakin, lo salah minum obat," Anna masih nggak percaya kalo Willy akan mengatakan hal seperti tadi.

"Ya ampun, Anna, salah aja gue. Malah dikira gue salah minum obat. Lo tau gak sih? Gue tuh perhatian ama lo. Tolong peka sedikit, Ann. Gue sayang sama Lo, Ann!" oceh cicit Willy di hati lagi sambil menatap wajah gadis itu yang kaku kayak kanebo kering.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95KDV" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95KDV
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Alisha: Wanita yang Kau Sia-siakan
9.1
Alisha hancur saat Rama, suami yang ia cintai, berselingkuh dengan seorang aktris. Tanpa kata maaf dari Rama, ia pergi membawa luka dan mulai mencari kerja bermodal ijazah SMA. Alisha akhirnya menjadi pengasuh anak Damar, seorang CEO muda. Ketulusan Alisha memikat hati bosnya, namun tiba-tiba Rama muncul kembali untuk meminta rujuk. Kini, Alisha bimbang memilih antara Damar yang tulus atau mantan suaminya yang datang membawa penyesalan mendalam.
Sampul Novel CALON MERTUAKU
8.1
Indah terjebak dalam rasa penasaran mendalam terhadap Om Andi, seorang pria kaya raya yang telah lama menduda. Di balik ketampanan dan kemewahan hidupnya, tersimpan sisi misterius yang sulit ditembus. Akankah Indah berhasil mengungkap kebenaran di balik rahasia yang disembunyikan pria tersebut? Ikuti perjuangan Indah dalam mencari jawaban atas segala teka-teki yang menyelimuti sosok calon mertuanya di tengah gelombang romansa dan misteri.
Sampul Novel Gawat, Pak Bos Ada Maksud Lain
8.1
Pascapersalinan, Linda memulai babak baru dalam hidupnya dengan bekerja di Grup Jarvis sebagai sekretaris pribadi CEO. Namun, profesionalisme yang ia harapkan langsung sirna di hari pertama kerja. Sang atasan, Jonathan Jarvis, menatapnya dengan penuh gairah yang sulit disembunyikan. Pertanyaan provokatif dari sang miliarder tentang kopi tanpa susu seketika mengubah dinamika hubungan kerja mereka menjadi penuh ketegangan.
Sampul Novel Hamil dengan Mantan Bosku
8.9
Tiga tahun Cynthia menjadi sekretaris sekaligus pendamping setia Juan, namun ia dibuang saat sang bos memilih menikahi wanita lain. Di tengah pelarian, Cynthia harus menghadapi kehamilan dan keserakahan ibunya hingga hidupnya hancur. Lima tahun berlalu, ia kembali sebagai sosok baru yang lebih kuat. Sementara itu, Juan yang selama ini tenggelam dalam penyesalan dan kekacauan, kini memohon agar Cynthia mau kembali ke pelukannya.
Sampul Novel Hello Wife The Tyran CEO!
8.5
Ellina tewas mengenaskan akibat pengkhianatan keluarga dan kekejaman suami dinginnya. Dipenuhi dendam atas takdir pahit tersebut, ia mendadak bangkit kembali ke masa sebelum pertunangan dimulai. Ellina bertekad memutus hubungan dengan keluarga angkatnya dan menjauhi pria yang dulu menghancurkannya. Namun, sang CEO tirani justru terobsesi padanya. Meski Ellina mencoba lari, pria itu siap melakukan segala cara demi mengurung dan mengikatnya selamanya dalam genggaman.
Sampul Novel Impian Dongengku Hancur: Pengkhianatan Kejamnya
9.3
Sembilan tahun pernikahan indah arsitek brilian dengan Adrian Wijaya hancur seketika saat kecelakaan menghapus ingatan sang taipan. Adrian berubah menjadi monster kejam di bawah kendali Helena yang licik. Ia membunuh adikku, melumpuhkan kakiku, hingga merampas pita suaraku untuk diberikan pada Helena. Pengkhianatan ini mengubah cinta menjadi dendam membara. Aku memalsukan kematian dan siap menghancurkan kerajaannya. Saatnya sang monster membayar segalanya.