Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel My Sugar Daddy is a Monster

My Sugar Daddy is a Monster

Nasib malang memaksa Lylia Prozky, gadis polos yang penuh perjuangan, menjadi sugar baby bagi Dante Prime. Dante dikenal sebagai pengusaha kejam dan monster berdarah dingin di dunia bawah tanah. Di tengah pencarian cinta sejatinya, Lylia harus menghadapi obsesi serta sifat posesif Dante yang luar biasa, terutama saat pria lain mulai mendekatinya. Mampukah Lylia bertahan dari ancaman musuh dan jeratan hati sang monster yang begitu berbahaya?
Bab
Bagikan

Bab 3

Lylia POV

Aku melihat sesosok monster, bertubuh besar dengan rambut pendek tertata rapi. Rahang yang tegas dengan tatapan mata yang tajam seolah mengintaiku sedang duduk dengan gagah di kursi singgasananya sambil menghisap sebatang rokok. Kemeja putih ketatnya yang tidak terkancing itu semakin menampilkan lekukan bahu dan dada bidangnya. Dia memperhatikanku tapi aku sangat ketakutan untuk melihat sosoknya yang mengerikan itu. Aku menunduk.

"Aaa!" Teriakku sembari membuka mataku.

Aku kembali memimpikan monster itu. Dan itu bukan mimpi. Kehidupan baruku kini dimulai sebagai salah satu asisten masak sang monster. Aku kembali mengingat tatapan tajam kedua pria itu. Suara bariton dan aroma maskulin mereka yang menusuk hidungku, membuatku bergidik ngeri. Tak lama aku melompat dari kasur dan kepalaku terasa berat serta pengelihatanku berputar.

'Ini akibatnya kalau nangis berlebihan Lylia!' Batinku.

Kegiatanku terhenti sejenak. Selang beberapa menit kulihat jam kecil di dinding kamar menunjukkan pukul 4 pagi. Tanpa berganti pakaian, karena aku memang tidak membawa sehelai pakaianpun, aku segera berlari keluar kamar menuju arah dapur. Sesampainya di dapur beberapa orang lengkap dengan pakaian juru masaknya, tampak sibuk dengan kegiatan masing masing. Aku mencoba membaur meskipun mereka menatap heran ke arahku.

"Ayo, ayo bergerak! Kalau kalian punya waktu luang, kerjakan yang lain saja dan jangan berhenti!" Ucap seorang pria dengan setelan kemeja hitamnya.

Ah- pria yang membukakan pintu semalam!

"Halo Lylia, perkenalkan saya Harley. Senang bertemu denganmu." Sapanya menghampiriku.

"Saya ragu kamu bisa langsung bekerja hari ini, apa kamu butuh waktu istirahat sehari?" Tanyanya sambil sedikit membungkukkan badan ke arahku agar aku bisa lebih jelas mendengarkannya.

"Halo Tuan Harley, terima kasih sudah menerimaku. Aku dalam kondisi baik baik saja Tuan, hanya saja aku merasa tidak nyaman dengan pakaian yang belum terganti." Ucapku tersipu malu.

Harley tersenyum.

"Baiklah Lylia, saya akan memberitahukan Tuan Dante terlebih dahulu. Untuk sekarang, karena kamu tidak banyak membantu, alangkah baiknya kalau kamu kembali saja beristirahat di kamar. Saya akan memastikan sebelum siang nanti, kamu akan mendapatkan pakaian baru."

"Baik Tuan Harley, terima kasih." Aku menunduk lalu segera berbalik mengarah ke kamar sederhana yang kini menjadi kamar tidurku.

"Baik sekali Tuan Harley. Berbeda dengan serigala berkacamata dan monster itu." Dumelku sendiri.

.

.

.

Saat aku membuka mata kulirik jam yang menunjukkan pukul 5 sore. Aku terperanjak dan melihat koper asing di kamarku. Ada secarik kertas yang menempel di depannya.

'Silahkan gunakan.' Tulisnya.

Oh? Baiklah. Ku buka koper yang ternyata penuh dengan berbagai macam kaos dan beberapa dress, handuk serta pakaian dalam dan setelan baju dapur. Sepertinya ini janji Harley. Aku mengambil beberapa lembar pakaian dan handuk lalu berlari untuk bersiap siap.

Waktu berlalu. Aku berlari menuju dapur, kulihat dapur masih dengan kondisi yang sama. Beberapa orang tampak sibuk mempersiapkan makan malam. Aku melihat sosok Harley yang juga ikut sibuk mengamati mereka satu persatu. Aku menghampirinya.

"Selamat sore Tuan Harley, apa ada yang bisa aku bantu?" Ucapku malu karena ini sudah menjelang malam dan aku baru menampakkan batang hidungku lagi.

"Oh, Lylia. Saya pikir kamu akan tertidur seharian seperti putri tidur."

*jleb*

Sindirannya sama seperti sindiran ibuku.

"Saya dan yang lainnya sedang sibuk sekarang. Apa kamu bisa membuat kopi?" Tanyanya sambil tetap berjalan mengecek pekerjaan yang lain.

"Bisa tuan" Jawabku yakin. Ayah dan kakak dulu sering ku buatkan kopi, karena cita citaku adalah membuat cafe ku sendiri.

"Baiklah." Senyumnya.

"Sekarang pergilah ke gedung utama. Masuk dari pintu sebelah kanan, itu akan membantumu lebih cepat sampai ke minibar. Begitu sampai tolong buatkan Tuan Dante segelas kopi dan frappucino untuk Tuan Nicolas. Itu akan sangat membantuku." Terangnya sambil sedikit memberikanku senyuman.

"Baik tuan, kau bisa mengandalkanku!" Aku semakin semangat begitu melihat senyumnya.

"Aku berangkat kalau begitu, Tuan Harley!" Pamitku segera berbalik mencari gedung utama.

Aku terpaku setelah berhasil keluar dari gedung ke-dua dari tiga gedung. Gedung utama sangat besar berada di depan gedung dua dan tiga yang ukurannya hampir setengah dari gedung utama. Semalam pencahayaan kurang begitu jelas saat Kai dan Harley mengantarku ke kamar. Jadi aku tidak begitu memperhatikan kondisi sekitar.

'Luas sekali sarang monster ini!' Kagumku.

Aku tersadar dari lamunanku dan segera berlari menuju gedung utama. Beberapa orang berjas hitam berada di beberapa sudut gedung ini mulai memperhatikanku sekilas lalu berbisik kemudian. Semakin kupercepat lariku untuk menghindari tatapan aneh mereka.

'Kanan, kanan, kanan. Pintu kanannya dari arah mana ini?! Aku lupa menanyakannya!' Kuhentikan lariku.

'Kanan dari arah gedung utama atau kanan dari gedung kedua?' Aku menunjuk kedua pintu yang arahnya cukup berjauhan.

'Ah sudahlah!' Aku berlari mantap membuka pintu yang ku anggap pintu kanan gedung utama.

Perlahan ku tutup pintu sebelum berjalan seperti biasa. Tanpa kusadari ada sosok di sudut sana yang tengah memperhatikanhku. Aku berjalan menyusuri ruang demi ruang, sampai menemukan ruangan bar dengan koleksi minuman keras yang terpajang rapi dan mesin kopi yang lumayan lengkap.

'Dari segi mana bar ini disebut minibar?' Tanyaku dalam hati lalu berjalan mendekat.

Untung saja mesin kopinya hampir sama dengan milik kampusku, jadi aku masih bisa mengoperasikannya.

"Lu siapa?"

Aku tertegun mendengar suara laki laki dari balik mesin kopi. Saat aku mengintip, tampak seorang laki laki yang masih muda berpakaian santai namun rapi masih dengan tubuh besar berototnya.

'Apa semua laki laki disini mempunyai badan sebesar gorilla?' Batinku.

Dia tampak semakin memperhatikanku. Karena sadar di perhatikan, aku menghentikan kegiatanku lalu berjalan keluar bar lalu menghadapnya. Menunduk sesaat untuk memberikan salam.

"Halo, namaku Lylia. Mulai sekarang aku akan bekerja di sini. Mohon bimbingannya tuan—" Kata kataku terputus saat aku melihatnya.

"Nicholas. Panggil gue Nico." Jawabnya sembari menyimpan kedua tangannya ke kantong celana pendek yang sedang ia gunakan.

"Sejak kapan lu kerja di sini? Setau gue, Bokap nggak akan mempekerjakan anak di bawah umur begini."

"Hah? Tidak Tuan Nico. Saya sudah cukup umur untuk bisa bekerja. Meskipun sekarang sebenarnya saya masih kuliah dan sekarang saya bekerja untuk melunas—" Bayangan keluargaku melintas di otakku.

Aku terdiam. Mataku yang menatap Nico mulai terasa berat dengan air yang menggenang di pelupuk mataku dan siap ku jatuhkan. Kutahan dengan mencengkram sisi celanaku dengan kuat.

"Hey, Sans. Apapun alasannya gue nggak peduli. Setidaknya kita seumuran. Gue juga masih kuliah kok. Jadi panggil gue Kakak aja dari pada Tuan. Gimana Ly?" Ucapnya dengan senyuman santainya.

"Di sini nggak ada yang seumuran gue, pada Om-Om dan Tante-Tante semua. Setidaknya dengan adanya lu, minimal gue ngerasa ada teman seumuranlah. Biar lu juga nggak cepet jadi tua karena kelamaan bergaul sama mereka." Tawanya renyah.

Tersimpan niat baik di setiap kata katanya menurutku.

"Baik, Kak Nico." Ucapku sambil tersenyum.

Kakak...

"Ya udah, lu lanjutin gih bikin kopinya. Gue temenin sambil ngobrol ya." Nico menarik kursi minibar kemudian duduk di atasnya. Aku yang melihatnya kemudian berjalan masuk kembali melanjutkan kegiatanku tentunya di temani 'Kak' Nico. Setidaknya aku menemukan sosok yang bercahaya di sarang monster yang suram ini.

Lylia POV END

***

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Menjadi Luna Orang Lain
9.5
Tujuh tahun mengabdi, Sylvie justru dikhianati Ethan Hudson demi serigala muda. Tanpa memohon, ia membuang simbol ikatan mereka dan pergi selamanya. Ethan dan kawan-kawannya bertaruh Sylvie akan kembali menangis dalam tiga hari, namun perkiraan itu meleset. Saat Ethan mulai panik dan menghubungi Sylvie, Victor Wilson yang merupakan rivalnya justru menjawab. Di pelukan Victor, Sylvie telah memulai hidup baru, meninggalkan Ethan yang kini meraung dalam penyesalan mendalam.
Sampul Novel Budak Nafsu
7.9
Kehidupan Ayu sempat terbelenggu oleh nafsu bejat mertuanya sendiri. Kini, ia berjuang meniti masa depan bersama Alfons, cinta sejatinya, di tengah ancaman dendam Maharani yang gelap mata. Meski dikelilingi kekejaman dunia mafia berseragam yang penuh intrik, kesucian cinta mereka tetap tak ternoda. Hubungan ini membawa keduanya melintasi berbagai belahan dunia, bertahan hidup dari kejaran musuh demi menjaga ketulusan perasaan yang mereka miliki.
Sampul Novel Guru Tampan Seorang Yakuza
8.1
Akeno Taoka, anggota Yakuza dari klan Barakujaga, menyamar menjadi guru SMA di Tatsuno demi misi rahasia. Targetnya adalah Reina Akinara, putri pemimpin klan musuh, Tuan Kudesai. Akeno bertekad menjadikan Reina alat balas dendam atas kematian orang tuanya yang dibunuh secara licik. Namun, sebuah fakta mengejutkan mengenai identitas asli Reina terungkap di tengah rencana tersebut. Akankah dendam Akeno tetap membara, atau justru ia akan luluh oleh pesona Reina?
Sampul Novel Kelahiran Kembali
9.1
Nona keempat keluarga Lu selalu dianggap sampah karena lemah dan bodoh di antara saudara-saudaranya yang berbakat. Kematian tragisnya menjadi awal perubahan besar saat jiwa seorang pembunuh bayaran dari abad ke-21 merasuki tubuhnya. Terjebak di zaman kuno yang penuh konflik kekaisaran, ia harus berjuang bertahan hidup dengan prinsip membunuh atau dibunuh. Di tengah intrik istana yang rumit dan berbahaya, dimulailah sebuah kisah romansa yang sangat unik.
Sampul Novel MR. AKSA
9.1
Menikah muda demi bakti kepada orang tua terpaksa kujalani meski harus bersanding dengan pria asing. Namun, duniaku runtuh saat mendengar rahasia besar bahwa calon suamiku ternyata tidak menyukai wanita. Bagaimana mungkin orang tuaku tega menjodohkanku dengan pria seperti itu? Kini aku terjebak dalam dilema besar, meratapi nasib dan berharap bisa melarikan diri. Aku butuh pertolongan untuk lepas dari jeratan pernikahan dengan pria yang tak normal ini.
Sampul Novel Mystical Item User
8.6
Main adalah pemuda lemah yang sangat sensitif terhadap cahaya matahari. Ia mengemban misi berat untuk kembali ke desa demi menghancurkan mustika ular hijau yang berbahaya. Namun, perjalanannya penuh rintangan saat ia harus bertarung melawan para pengguna piranti mistik. Main juga terjebak dalam berbagai konflik sengit melawan manusia dan makhluk gaib. Ia harus berjuang mencari informasi demi menemukan lokasi mustika itu dan menuntaskan tugasnya.