Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel My Posesif Ceo

My Posesif Ceo

Terjebak dalam situasi sulit, seorang karyawan terpaksa menjadi pengantin pengganti bagi bosnya yang keras kepala. Ancaman pemecatan membuatnya tak berdaya selain menyetujui pernikahan kontrak di atas materai. Status ini hanya berlaku sementara hingga Celine, kekasih sang CEO, menyelesaikan studinya. Di tengah sandiwara sebagai istri atasan, mungkinkah benih cinta tumbuh secara tak terduga? Inilah kisah pengabdian yang penuh dilema dan perasaan yang mulai goyah.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Mami?" gumam sang atasan yang ternyata bernama Evan. Atau yang lebih tepatnya adalah Evans Mervelin.

Anak pengusaha terkenal di pusat kota Jakarta ini. Evan adalah anak tunggal dari pasangan Alexander Mervelin dan Anna Evalin.

Sudah sekitar 1 setengah tahun lamanya, Evan menggantikan posisi sang Papi di perusahaan utama keluarga Mervelin ini.

"Mami?" ulang Alana dengan dahi yang berkerut.

"Ooo.. jadi ini Mama-nya Pak Bos! Ooo oke-oke, baru tau gue sekarang!" gumam Alana sembari mengangguk-anggukkan kepalanya.

Namun, belum ada satu menit gadis itu menganggukkan kepalanya. Tiba-tiba saja gerakan itu menjadi terhenti, dirinya seperti baru menyadari ataupun memahami sesuatu hal.

"Eh, tunggu dulu! Apa tadi katanya? Mami? Berarti ibunya Pak Bos dong? Calon mertua gue? Lah! Iya! Kenapa gue malah jadi santai gini?!" gumam Alana yang baru sadar akan situasi yang ada diantara dirinya saat ini.

"Halo, Tante! Saya Alana Salsabiela, saya sekretaris dari Bos Evan di sini! Umur saya 21 tahun, bisa masak rendang, sup ayam, sama nasi goreng! Terus, 2 minggu lagi saya ulang tahun, Tante," ucap Alana yang langsung menghampiri Anna sembari menyalimi tangan wanita itu.

Melihat tingkah konyol gadis itu, Evan lantas menepuk pelan wajahnya. Oh ayolah! Katanya gadis itu bisa berakting menjadi istri pura-puraan, tapi kenapa sekarang malah seperti ini?!

"Alana?" tanya Anna pelan dengan dahi yang berkerut. Seketika, tatapan Anna pun perlahan mulai berganti alih menjadi menatap ke arah sang anak.

Evan yang menyadari situasi sekarang pun, seketika langsung melangkah cool menuju sang Mami.

Dengan penuh percaya diri, lelaki itu lantas langsung saja melingkarkan tangannya di pinggang Alana.

Membuat Alana yang tidak menyangka sang bos akan melakukan itu pun, seketika tersentak dan langsung menyingkut perut sang bos.

"Aww! Lo..," ucap Evan yang hampir saja keceplosan ingin memarahi gadis itu.

"Eh? Kenapa kamu malah mukul Evan, Alana?" tanya Anna dengan dahi yang semakin berkerut.

"Ah ini, Tante! Tadi, Alana..." ucap Alana terhenti saat suara Evan sudah lebih dulu memotong ucapannya.

"Gapapa, Mi! Mungkin Alana masih belum terbiasa sama sikap aku yang langsung meluk dia dari samping gini! Soalnya selama ini, kami gak pernah sedekat ini kalo pacaran," ucap Evan yang langsung berhasil membuat Anna percaya dengan ucapan sang anak.

"Sekali lagi kamu seperti ini! Saya potong gaji kamu! Dan kamu, jangan bertingkah konyol seperti tadi! Saya sudah menceritakan tentang kamu dengan Mami saya," bisik Evan dingin tepat di telinga gadis itu.

Mendengar kata potong gaji itu pun seketika wajah Alana menjadi berubah saat itu juga. Dan pada detik berikutnya, buru-buru dirinya langsung menyunggingkan senyuman manisnya.

"Ohh, jadi ini yang namanya Alana? Cantik banget yah, Van! Tapi, Alana! Kamu kok mau sih sama Evan yang mukanya datar gini?" tanya Anna sembari terkekeh pelan.

"Hehe, iya, Tante! Awalnya saya juga gak mau sama dia! Tapi, karena dia maksa terus dan katanya kalo gak saya cepat terima dia entar saya dipecat Tante dari pekerjaan ini! Terus yah, Tante! Tiap malam dia itu ngechat saya mulu, Tante! Pokoknya saya bener-bener ngerasa bukan kayak dicinta tapi berasa kayak diteror sama anak Tante ini! Pokoknya serem deh, Tante! Kalo Tante jadi saya," curhat Alana tentunya dengan kebohongan.

Membuat Evan yang mendengarnya seketika membelalakkan matanya sempurna.

Apa-apaan ini?! Berani-beraninya gadis itu melapor hal yang setengah benar dan setengah salah itu kepada Mami-nya!!

Bukannya takut, kini, Alana justru tersenyum puas saat wajah sang bos seketika berubah drastis. Bahkan, Alana juga tidak segan-segan untuk menjulurkan lidahnya, mengejek sang bos.

Kini, mata Anna pun membulat sempurna saat menatap sang anak.

"Ya ampun, Evan! Siapa yang ngajarin kamu buat lakuin hal konyol kayak gitu?! Kamu ini, yah! Harus profesional dong! Jangan hanya karena masalah pribadi, kamu sampai ingin membuat Alana kehilangan pekerjaannya! Coba deh kamu bayangin, kalo jabatan kamu sebagai bos di kantor ini, Mami sama Papi copot! Terus, kamu kami biarkan berkeliaran gak jelas di luaran sana! Gimana coba, rasanya?!" marah Anna sembari menarik gemas telinga sang anak.

Sedangkan Evan, kini, matanya telah menatap tajam ke arah sang sekretaris seperti sudah sangat siap untuk memakan gadis itu secara hidup-hidup saat ini juga.

*****

"Yang ini? Bukan!"

Sedari tadi, Alana terus saja mencari baju yang cocok agar bisa ia gunakan saat dinner bersama keluarga pak bos-nya nanti malam.

Namun, sedari tadi juga. Dirinya tidak menemukan barang satu pakaian pun yang pantas untuk ia gunakan.

Maklum, dirinya hanyalah anak gadis yatim piatu yang lebih memikirkan makanan apa yang akan ia makan untuk mengisi perutnya dibandingkan memikirkan baju bagus apa yang harus ia gunakan agar tampil mencolok di hadapan orang-orang.

Hingga akhirnya, seluruh pakaiannya pun sudah tidak ada lagi di dalam lemari itu. Semuanya sudah tergeletak di atas lantai rumahnya.

"Aduh! Aku harus pakai baju apa, yah?! Satu pun aku gak punya baju yang bagus! Terus aku harus gimana, yah?!" gumam Alana pelan sembari mengigit bibirnya bingung.

Tring! Di tengah-tengah kebingungannya karena pasal baju yang akan ia gunakan. Tiba-tiba saja dering pertanda ada sebuah pesan masuk pun, terdengar hingga ke telinganya.

"Bos?" gumam Alana pelan saat membaca username di kontak WA-nya itu.

"Ngapain bos ngechat aku? Mungkinkah ada pekerjaan tambahan? Atau meeting mendadak?" gumam Alana yang terus menerka-nerka.

Tanpa ingin memendam rasa penasaran yang lebih jauh lagi, Alana pun langsung saja membuka chat dari sang bos.

Bos Evan

•Keluar! Saya ada di depan kost-an kamu. Sekarang!

Seketika, mata Alana pun membelalak sempurna saat sadar bahwa dirinya telah mengabaikan sang bos selama bermenit-menit lamanya.

'Mampus gue! Bos pasti bakalan marah-marah sekarang!' batin Alana sembari menepuk dahinya pelan.

Buru-buru Alana lantas berlari kecil menuju pintu depan kost-an-nya. Dan benar saja, seorang lelaki dengan baju jas serta tampang memberengutnya pun sudah terpampang jelas di depan matanya saat ini.

"Sore, Bos! Apa kabar? Cuacanya lagi bagus banget yah, Bos!" ucap dan sapa Alana yang langsung mendapatkan delikkan tajam dari sang bos.

"Darimana saja kamu?! Sudah bermenit-menit saya berdiri di sini! Kamu ingin membuat kaki saya patah?! Ini! Ambillah," julid Evan yang setelahnya langsung menyodorkan sebuah paperbag berwarna pink cerah.

Dengan dahi yang berkerut, Alana lantas memilih untuk mengambil paperbag itu.

"Ini? Apaan, bos?" tanya Alana yang langsung mendapatkan kode dari sang bos untuk mengeceknya sendiri.

Seketika, mata Alana pun membelalak sempurna saat menangkap dress biru malam dengan hiasan bunga-bunga indah di depan dadanya.

"Cantik banget dress-nya! Pasti ini mahal banget! Tapi, ini serius buat saya, bos? Gak dipotong dari gaji saya, kan?" tanya Alana takut-takut gajinya dipotong.

Pada menit setelahnya, suara helaan nafas panjang pun, terdengar keluar dari mulut sang bos.

"Tidak! Ini gratis! Tapi, ingat! Malam ini, jangan pernah kamu buat kesalahan apapun! Cukup selalu berdiri di sisi saya! Dan bersikaplah lebih dewasa, tidak pecicilan lagi!" ucap Evan dengan nada suara dinginnya.

Dengan mata yang berkaca-kaca, Alana lantas menatap penuh haru ke arah sang atasan. Ini adalah kali pertamanya bagi Alana mendapatkan sebuah hadiah mewah dari seseorang yang dianggap begitu mustahil bagi dirinya.

Dan karena saking bahagianya, tanpa sadar, gadis itu justru langsung berlari kecil menuju sang bos. Hingga pada detik berikutnya, Alana lantas memeluk tubuh sang bos dengan erat.

"Makasih, bos! Makasih! Ini kali pertamanya saya mendapatkan hadiah dari seseorang! Makasih banyak, bos!" ucap Alana yang hingga pada detik berikutnya langsung tersadar dan melepaskan pelukannya.

Hingga saat suasana diantara mereka menjadi awokaword, seseorang pun tiba-tiba datang dan berhasil membuat tatapan keduanya menjadi teralihkan.

Khususnya Alana yang kini langsung menepuk dahinya pelan.

"ALANA! BAYAR UANG KOST-ANMU!!"

Damn! Sungguh! Ini sangat amat memalukan!

****

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel BENIH PRESDIR LUMPUH
7.8
Fiona Isabella Fawzi terjebak dalam pernikahan yang tak diinginkannya sebagai pengantin pengganti bagi seorang pria lumpuh. Perbedaan usia serta kondisi fisik sang suami menjadi beban mental bagi Fiona yang masih muda. Di sisi lain, ia aktif dalam geng Trio FAM Alliance yang kerap memicu onar. Bertekad meraih kebebasan, Fiona menyusun berbagai taktik licik demi mengakhiri ikatan tersebut. Akankah rencananya berhasil atau ia justru terjerat takdir?
Sampul Novel Jaring Kebohongan Suami Miliarderku
9.6
Sebagai istri miliarder teknologi bernama Kian, aku adalah penenang jiwanya. Namun, ia justru memberikan dana medis adikku kepada selingkuhannya demi suaka kucing. Saat kecelakaan tragis merenggut nyawa adikku, Kian membiarkanku terluka demi wanita itu. Puncak pengkhianatan terungkap saat aku ingin bercerai; pernikahan kami ternyata palsu dan penuh tipu daya. Kini, aku menghubungi pria dari masa laluku untuk membalas dendam dan menghancurkan kerajaan Kian.
Sampul Novel Kesempatan Kedua: Cinta Fatal dan Balas Dendam
9.4
Danielle menyesali kebodohan masa lalunya yang menghancurkan keluarga akibat memercayai orang yang salah. Setelah terlahir kembali, ia bertekad memanfaatkan kecerdasan dan pesonanya untuk membalas dendam. Tak disangka, ia tumbuh menjadi sosok berpengaruh dengan berbagai identitas rahasia hingga dilindungi kelompok pembunuh dan empat keluarga besar. Di tengah kejayaannya, sang suami tampan yang dulu ia abaikan kini mengklaimnya dengan penuh cinta di hadapan dunia.
Sampul Novel One Night Stand
9.8
Seo Inha tak menyangka liburan solonya di Bali berujung pada malam tak terduga bersama Lee Yeon, pewaris kaya yang sedang patah hati. Akibat salah minum ramuan dan mabuk, Inha masuk ke kamar Yeon hingga ia hamil. Yeon memutuskan menikahi Inha demi tanggung jawab meski tanpa cinta. Di tengah pernikahan kontrak mereka, perhatian Yeon mulai tumbuh, namun mantan kekasihnya mendadak kembali untuk merebut posisinya. Akankah Inha bertahan saat masa lalu Yeon datang mengganggu?
Sampul Novel Pernikahan Kilat dengan CEO Galak!
9.1
Laura harus menelan pil pahit saat Jack menolak bertanggung jawab atas kehamilannya. Situasi kian rumit ketika ayah Laura salah paham dan menuduh Liam, bos Laura sekaligus kakak Jack, sebagai pelakunya. Demi menanggung beban kesalahan adiknya, Liam terpaksa menikahi Laura. Namun, pernikahan ini justru membuka tabir rahasia yang mengejutkan. Di saat Jack mulai menyesal, Laura terjebak dalam dilema antara bertahan dengan Liam atau kembali pada masa lalunya.
Sampul Novel Pesona Perawat Tuan Daniel
8.1
Pasca kecelakaan tragis, Daniel, CEO sukses yang kini lumpuh, tenggelam dalam depresi setelah ditinggalkan kekasihnya, Isabella. Di tengah keputusasaan dan rasa bersalah yang mendalam, Clara sang ibu berusaha keras merawatnya hingga ia menemukan Elara. Sebagai perawat baru, Elara hadir dengan empati dan ketulusan berbeda. Lewat kesabaran dan perhatian kecilnya, ia berupaya membangkitkan kembali semangat hidup Daniel yang sempat sirna dalam kegelapan.