Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel My Lovely Teacher

My Lovely Teacher

Zayn Abidzar adalah siswa SMA nakal dari keluarga berantakan yang akan segera lulus. Hidupnya berubah setelah bertemu Evelyn Green, guru muda di sekolahnya, dalam sebuah insiden tak terduga. Keduanya mulai berbagi luka masa lalu, termasuk pengkhianatan yang dialami Zayn. Benih cinta pun tumbuh di antara guru dan murid ini. Kini, mereka harus menyembunyikan hubungan rahasia tersebut dari dunia sekolah. Mampukah mereka menjaga perasaan itu tanpa ketahuan?
Bab
Bagikan

Bab 1

Disebuah kamar hotel, Zayn berbaring dengan seorang gadis muda. Usia mereka tak jauh berbeda.

"Alice, selamat ulang tahun!" tiba-tiba saja ia membawa sebuah goodie bag yang sebelumnya sudah diletakkan di nakas.

"Kamu masih ingat hari ultahku?" Gadis itu bersemangat.

Alice membuka isi dari goodie bag. Ia terbelalak tak percaya.

"Eh, ini kan tas yang kulihat pas kencan kita waktu itu," ucapnya sungguh senang.

"Kamu bilang tasnya manis kan? Jadi aku membeli hadiah itu untuk ultahmu," sahut Zayn tersenyum melihat pacar tersayangnya.

"Tapi kan harganya mahal, gak apa-apa nih? Kalau gak salah lihat harganya hampir lima juta," Alice mengingat.

"Kalau cuma segini sih kecil," Zayn tertawa lebar.

"Zayn, terimakasih banyak ya!" Alice tak sanggup berkata-kata.

"Oh iya ada lagi kejutan untukmu," Zayn mengeluarkan sesuatu dari dalam dompetnya.

"Tadaaaa....aku sudah berhasil mendapatkan SIM lho. Lain kali kita bisa naik mobil," ucapnya bersemangat.

"Wah... Zayn. Aku makin menyukaimu," sahut Alice memeluk erat tubuh pria didepannya.

"Sebenarnya sudah dua Minggu ini aku bekerja sambilan mati-matian untuk ngedapetin semua ini," batin Zayn bangga telah membuat pacarnya senang.

Zayn dan Alice adalah murid dari sekolah yang sama. Mereka masih belajar di bangku SMA. Tahun ini merupakan tahun terakhir mereka di sekolahnya. Alice dan Zayn berpacaran dalam waktu sebulanan ini.

*****

"Oi Zayn, kamu gak lupa sesuatu kan?" Tanya teman satu genknya.

"Apa sih kalian ini," gerutu Zayn.

"Itu lho kencan massal sama cewek-cewek dari sekolah sebelah," ucap temannya.

"Pilih yang manis-manis aja Zayn!" seru teman satunya.

"Rendi, Tommy. Kalian ini cewek mulu isi kepalanya." Zayn mulai malas meladeni mereka.

Saat itu masih jam istirahat. Jadi mereka asyik mengobrol.

"Sepertinya aku tidak bisa ikutan kencan massal itu deh," cengir Zayn.

"Hah... serius? kalau begitu percuma aja dong," sahut Rendi.

"Aku gak mungkin ikut bersama kalian kan?" tanya Zayn.

"Ah iya, sekarang kamu sudah punya Alice. Hebat juga kamu bisa berkencan dengan cewek tercantik di sekolah kita ini. Kalian lagi mesra-mesranya kan?" tanya Tommy.

"Mesra-mesranya apaan?" Zayn bersemu merah.

"Tapi emang iya sih, kayaknya ia beda dari cewek-cewekku yang dulu," Zayn menerawang jauh.

Ia ingat kalau Alice selalu menemaninya makan siang. "Ya, walaupun sering terlambat setidaknya Alice berusaha untuk menemani aku," batinnya.

Tiba-tiba Zayn berdiri dan meninggalkan teman satu genknya.

Tommy yang melihatnya seolah malas dan tersenyum kecut. Ada raut wajah yang tak bisa diartikan oleh orang lain.

"Dasar tuh anak, kita malah di tinggal," kesal Rendi.

"Sudahlah, biarkan saja dia! Paling mau ke kelasnya Alice," tebak Tommy.

"Alice, aku percaya padamu. Aku yakin dengan hubungan kita ini," batinnya.

Bel berbunyi, mereka semua berhamburan masuk kedalam kelas masing-masing.

Zayn masih memikirkan Alice. Ia tak bisa fokus pada pelajarannya di depan.

Bel pulang sekolah berbunyi nyaring. Murid-murid berceloteh riang. Mereka berhamburan keluar kelas.

Seperti biasa, Zayn menyusul ke kelas Alice. Tapi ia lupa kalau pelajaran terakhir Alice adalah olahraga. Jadi, ia pergi ke ruang ganti perempuan.

"Ruang ganti ceweknya berisik sekali sih," gerutunya.

Zayn tidak jadi mengetuk pintu itu. Ia mendengar mereka menyebut namanya.

"Beneran kamu cuma main-main dengan Zayn? dasar cewek iblis," suara gadis lain yang tidak Zayn kenal.

"Hei, aku kan gak minta dibeliin tas itu. Dia yang beliin sendiri lho," sahut Alice.

Zayn masih menguping pembicaraan mereka.

"Benarkan itu suara Alice?" tanyanya pada dirinya sendiri.

"Tapi kamu tidur dengannya kan?" tanya suara gadis lainnya.

"Iya juga sih, abisnya enak. Jadi ketagihan deh," Alice tersenyum lebar.

Zayn mengintip lewat celah pintu. Ia melihat mereka. Dan benar saja, Alice dan kawan-kawan satu genknya masih disana.

"Kasian juga sih si Zayn. Padahal kamu kan udah punya pacar beneran." Ucap gadis satunya.

"Zayn Abidzar, sungguh malang nasibmu!" sahut gadis lainnya.

Alice hanya tersenyum meremehkan. Zayn yang melihat itu semua jadi muak dengan kelakuan Alice. Dalam hati muncul keraguan.

"Benarkah itu? kamu pasti bohong kan Al," batin Zayn masih meragukannya.

Ia mengambil smartphone miliknya dan melihat sebuah nama.

Dengan satu kali klik, nama Alice sudah dihapus.

Zayn menerawang, mengingat kenangan indahnya bersama Alice selama sebulan ini. Ia berjalan sempoyongan seperti orang yang kehilangan keseimbangan.

Seminggu kemudian

Disebuah kelas.

Seorang guru muda membagikan hasil ujian uji coba muridnya. Ia memanggil nama-nama murid dikelas itu.

"Zayn, Zayn Abidzar!" pekik wanita muda itu.

Ada beberapa muridnya yang menahan tawanya ketika ia memanggil Zayn. Sementara yang ia panggil tertidur pulas di bangkunya.

"Astaga ini anak ternyata tidur. Hey Zayn bangun!" guru itu memukul meja Zayn.

Zayn terperanjat karena gurunya sudah berada di depannya dengan kondisi tangan yang bersedekap dan raut wajah yang garang.

"Kamu ini, mesti Ibu panggil berapa kali baru kamu mau dengar?" gerutunya.

Zayn mengambil kertas hasil ujiannya. Ia mengacuhkan gurunya.

"Anak jaman sekarang memang kurang ajar," batin Evelyn kesal.

Bel istirahat berbunyi. Semua murid keluar dari dalam kelas. Zayn yang mengantuk keluar paling akhir.

"Zayn Abidzar," panggil Elyn.

"Ada apa lagi sih Bu? sekarang waktu saya untuk beristirahat," keluhnya.

"Akhir-akhir ini kamu kenapa sih? sering bengong pas pelajaran.

Kalau mau diterima di Universitas, kamu harus lebih giat belajarnya!" Evelyn menasehati Zayn.

"Nih! perbaiki ya! hari Jumat harus sudah Ibu terima, mengerti?" Ia menyerahkan lembaran soal tambahan untuk Zayn.

"Berisik," lirih Zayn.

"Eh, apa yang kamu bilang?" Evelyn mulai meradang.

"Kubilang berisik! siapa yang mau masuk Universitas?" Zayn mengambil kertas itu dan mengepalnya. Ia berjalan pergi meninggalkan gurunya.

"Huh, aku tak menyangka murid disekolah ini tabiatnya aneh-aneh," keluhnya.

Tommy mengikuti Zayn yang menjauh dari ruang kelasnya. Ia melihat Zayn dan gurunya telah meributkan sesuatu.

"Zayn, tunggu aku!" ia setengah berlari.

"Tommy," Zayn menoleh kearahnya.

Mereka berdua pergi ke atap sekolah. Mereka menyalakan rokoknya dan menghisapnya dalam. Begitulah kelakuan mereka di sekolah.

"Sebentar lagi liburan tengah semester terakhir kita di sekolah nih," Tommy memulai pembicaraan.

"Iya, memangnya kenapa?" Zayn seakan tak peduli.

Tiba-tiba saja Tommy berbicara diluar topiknya tadi.

"Kenapa? kamu nyesel ya udah mutusin Alice?" Tommy mengungkit.

"Bukan begitu," Zayn tak melanjutkan ucapannya.

"Ceritain saja sama aku! kita kan teman," ucap Tommy.

"Oh iya, hari ini kita ke Pub Brown yuk! Ada segunung cewek yang nungguin kamu disana!" Tommy mengedipkan matanya.

"Kamu bisanya hanya mengajakku ke tempat seperti itu," Zayn tersenyum kecut.

"Ayolah Zayn! mumpung kita masih muda," Tommy tertawa renyah.

Zayn hanya mengangguk saja. Ia membuang puntung rokok ke sembarang arah dan menginjaknya.

Mereka berdua kembali kedalam kelas karena bel sudah berbunyi.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Diabaikan Saat Setia
9.2
Bertahun-tahun Tisni harus menelan pahitnya pengabaian dari sang suami yang justru membiarkannya menghabiskan waktu bersama pria lain. Rasa sepi yang mendalam dan ketidakpedulian pasangannya perlahan menghancurkan kesetiaan yang ia jaga. Kini, Tisni berada di titik jenuh dan berniat untuk pergi mengakhiri penderitaannya. Apakah keputusannya untuk meninggalkan pernikahan itu merupakan sebuah kesalahan? Kisah perjuangan hati yang mencari kebahagiaan sejati.
Sampul Novel Astaga, Gairahku Diketahuinya
8.1
Mengalami penurunan kondisi fisik dan suasana hati yang buruk, seorang wanita didesak temannya untuk berkonsultasi dengan tabib tradisional. Namun, ia dilingkupi ketakutan mendalam karena menyembunyikan kecanduan seksual yang ekstrem, khawatir rahasia sensitif itu terdeteksi melalui pemeriksaan fisik. Saat tubuhnya makin melemah, ia akhirnya memberanikan diri datang ke klinik. Di sana, sang dokter menyadari kondisinya, mengubah tatapan matanya, lalu melakukan tindakan nekat di atas meja periksa.
Sampul Novel HASRAT ISTRIKU
8.5
Mengisahkan dinamika kehidupan rumah tangga yang penuh lika-liku, pembaca akan dibawa menyelami berbagai konflik batin antara suami dan istri. Setiap permasalahan yang muncul perlahan menciptakan benang kusut yang menguji kesetiaan serta komitmen mereka. Ketegangan yang terus meningkat membuat hubungan yang semula sederhana menjadi sangat rumit untuk dijalani. Sebuah narasi mendalam tentang perjuangan mempertahankan keutuhan cinta di tengah badai problematika.
Sampul Novel Hasrat Liar Istri Hyper
7.9
Zara, wanita cantik dengan gairah besar, terjebak dalam pusaran perselingkuhan yang berbahaya. Hasratnya yang tak terbendung membawanya menjalin hubungan rahasia dengan Pak Haris, atasan suaminya, hingga Dr. Zein yang memikat. Di tengah pertemuan terlarang ini, batas moralitasnya mulai memudar. Zara kini harus menghadapi konflik batin antara kenikmatan sesaat dan rasa bersalah yang mengancam kehancuran hidupnya. Mampukah ia berhenti sebelum semuanya musnah?
Sampul Novel Hot Billionaire
8.6
Kehidupan Ariel dipenuhi cemoohan karena statusnya sebagai anak dari hubungan gelap. Meski menyandang nama besar sang ayah, ia tetap dianggap sebagai noda hitam yang tak termaafkan. Di tengah penderitaan itu, takdir mempertemukannya dengan Shawn Geovan, seorang miliarder sempurna yang memiliki dunia berbeda. Akankah Shawn mampu menjadi pelindung bagi Ariel dan menjaganya dari hinaan dunia? Ikuti perjuangan cinta mereka yang penuh tantangan dan perbedaan kasta.
Sampul Novel Karma Masalalu
9.0
Hidupku hancur setelah Barikli mengingkari janji nikah dan meninggalkanku yang tengah hamil demi mengejar karier TNI. Enam tahun berlalu, aku terpaksa menikahi Yusuf demi wasiat ayah. Namun, Yusuf ternyata seorang psikopat berkepribadian ganda yang gemar menyiksaku. Saat aku mencoba bangkit bersama Adza yang setia menanti, sebuah rahasia besar yang kusimpan selama lima tahun terancam terbongkar. Kebenaran ini mungkin akan menjadi akhir dari segalanya bagiku.