Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel My Bule Husband

My Bule Husband

Naina, gadis sederhana, terpaksa menikahi pria kaya asal Jerman karena rasa balas budi. Ia mengira hidupnya akan tenang, namun kenyataannya ia terjebak dalam pernikahan tanpa cinta. Suami bulenya yang dingin menganggap Naina hanya sebagai pengasuh bagi putranya yang berusia tujuh tahun. Tak hanya sang suami, putra sambungnya, Steven, juga bersikap acuh dan tidak menerimanya sebagai ibu. Kini Naina harus bertahan menghadapi sikap kasar dua sosok kaku tersebut.
Bab
Bagikan

Bab 1

Naina, gadis malang yang tidak memiliki apa-apa dalam hidupnya. Tumbuh dan besar di sebuah panti asuhan, menjalani kehidupan hampa tanpa adanya kasih sayang dari kedua orang tua kandungnya. Kasih sayang? Hah, orang tuanya saja dia tidak tau dimana. Yang dia ingat hanya perkataan ibu panti, bahwa dirinya ditemukan di gerbang panti saat tengah malam. Hanya berbalut sehelai kain, menutupi tubuh merahnya. Ya, ibu panti memprediksi bahwa dirinya sampai di panti tidak lama setelah dilahirkan.

Miris bukan? Tentu saja, tetapi Naina sudah terbiasa.

Kehidupan Naina tidak beda jauh dari anak-anak yatim piatu lainnya. Bersekolah di sekolah biasa dengan uang sekolah yang terbilang sangat murah. Tidak ada les atau kursus, seperti anak-anak sekolah kebanyakan.

Tetapi Naina bersyukur. Setidaknya dia masih bisa mengenyam pendidikan, meski dengan keadaan terbatas.

Sebuah keberuntungan bagi anak seperti Naina, yang hidup di panti. Sebuah yayasan yang kebanyakan tidak mampu menyekolahkan anak-anak asuhnya. Tetapi beruntung panti asuhan tempat Naina tinggal, seringkali mendapat sumbangan dari beberapa dermawan. Sehingga Naina dan juga teman-teman lainnya bisa bersekolah hingga lulus SMA.

Setelah lulus SMA, Naina memutuskan keluar dari panti. Mulai mencari pekerjaan demi mencukupi kebutuhannya dan juga membayar uang kuliahnya. Naina kuliah? Ya, Tidak sia-sia dia bersusah payah sekolah dulu, hingga akhirnya gadis malang itu mendapat beasiswa di sebuah universitas negeri di Jakarta.

Hari ini, tepatnya pada hari Jumat, merupakan hari wisudanya, Naina lulus dengan gelar Sarjana Manajemen Bisnis. Naina terlihat murung duduk di sebuah bangku panjang. Sambil memegang toga sarjananya, dan sebuket bunga hadiah dari temannya, Naina memperhatikan teman-temannya tengah asyik berfoto ria dengan keluarga mereka.

Naina tersenyum miris, tanpa sadar maniknya berkaca-kaca. Betapa bahagianya jika saja dirinya memiliki keluarga.

Ya, hari ini Naina menghadiri acara wisudanya sendirian. Tidak ada keluarga yang menemaninya. Sebelumnya, Naina sudah menghubungi Arnita, ibu panti, untuk datang menghadiri acara ini, tetapi sayang sekali, Ibu Arni tidak bisa, karena adik-adik pantinya tengah sakit. Katanya salah satu adiknya terkena demam, tetapi malah menular pada adik-adiknya yang lain, membuat ibu panti kerepotan mengurus mereka.

Sebenarnya Naina memiliki orang terdekat di Jakarta ini, dan dia sudah berjanji akan datang. Tetapi sampai acara selesai dan berfoto-foto dengan teman-temannya, orang itu belum juga datang.

Setengah jam, bagi Naina sudah cukup menunggu orang itu. Akhirnya Naina memilih pulang, dari pada hanya duduk mematung di tempat ini.

"Dorr..."

Hampir saja Naina berdiri, tetapi seseorang mengejutkannya dari arah belakang.

"Kak Risa!" Naina memekik kaget, seketika senyumnya mengembang, melihat sosok yang dia sayangi muncul di hadapannya. "Kakak datang?" dan langsung memeluk wanita tersebut.

"Loh kok malah nangis?" wanita dewasa berperawakan tinggi itu heran melihat Naina menangis.

"Naina pikir Kak Risa nggak bakalan datang...." dilanjutkan dengan tangisannya.

"Cup...cup..cup, aduh adik kesayanganku ini. Maafin Kakak, soalnya macet banget di jalan." membalas pelukan Naina, lalu mengusap-usap bahunya. Risa paham perasaan Naina yang hanya sebatang kara. Sedih rasanya tidak memiliki seorang pun untuk merayakan kebahagiaannya ini.

Begitulah Risa, sosok wanita yang selama ini mendukung Naina selama ini. Risa adalah pemilik toko roti, tempat Naina bekerja selama ini. Awalnya mereka hanya bos dan karyawan. Tetapi seiring berjalannya waktu, mereka sudah seperti keluarga. Risa sudah menganggap Naina seperti adik kandungnya sendiri.

Semua itu berawal karena mereka saling membutuhkan. Risa, anak dari keluarga kaya, merasa kesepian karena keluarganya lebih sibuk dengan bisnis dibanding dirinya. Sehingga Risa menjadikan Naina sebagai teman ceritanya, yang berlanjut menjadi sebuah hubungan yang erat.

"Udah-udah... Jangan nangis lagi. Kan Kakak udah di sini sekarang. Nah, lihat kan. Make upnya udah luntur." dengan telaten, Risa menghapus sisa air mata di wajah Naina.

"Udah jangan nangis lagi." sekali lagi Risa menghapus air mata, karena Naina masih saja menangis.

"Foto yuk. Nanti Kakak mau pajang foto kamu di kamar Kakak." ajak Risa. Naina tersenyum bahagia, menurut dan mulai tersenyum ke arah kamera ponsel milik Risa.

Kedua wanita itu tertawa bahagia, layaknya sahabat. Setelah mengambil beberapa foto, keduanya memutuskan pulang.

"Kamu mau kado apa dari Kakak?" tanya Risa di perjalanan mereka menuju parkiran.

"Nggak usah deh Kak. Naina masih belum pengen apa-apa. Kan semua keperluan Naina udah Kakak beli minggu kemarin." tolak Naina halus.

"Uhuh. Kamu ini ya. Dari dulu nggak banyak maunya." Risa jengkel akan sifat Naina yang satu ini. Jika ditanya seperti itu, pasti menolak. Oleh karena itu, Risa selalu memberikan Naina hadiah, tanpa memberitahunya dulu.

"Tapi Kakak nggak mau tau. Kali ini kamu harus..."

"Auu..." Naina memekik saat tubuh mungilnya terhempas ke tanah, dihantam oleh tubuh besar yang melewati mereka.

"Aduh Naina... kamu nggak papa?" Risa segera membantu Naina yang kesulitan berdiri, karena kebaya dan roknya yang sempit. Manik Risa melebar, melihat kedua telapak tangan Naina tergores oleh pasir, hingga menimbulkan luka.

"Tangan kamu terluka." lalu menoleh pada sosok bertubuh besar yang baru saja menabrak Naina. Pria yang mereka yakini bukan orang lokal, tengah berdiri tegap, sambil meletakkan ponsel di telinganya. "Hei kamu! Kalau jalan liat-liat dong. Adik saya jatuh kan, tangannya luka." sembur Risa tanpa basa basi.

"Kak udah, jangan marah-marah. Naina nggak papa kok." Naina melerai, kadang jengkel dengan Risa yang mudah marah.

Tetapi Risa mengabaikannya, dan semakin marah saat melihat pria bule itu mengacuhkannya, terlihat lebih fokus mendengar seseorang dari seberang telepon.

"Hei! Kamu denger nggak?" bentak Risa, kali ini membuat pria itu bereaksi. Memperhatikan Risa dan Naina dengan tatapan mencemooh.

"Malah bengong lagi. Cepat minta maaf!" perintah Risa.

Namun sangat menjengkelkan, "Saya salah apa?" pria itu menyahut dengan acuh.

"Loh loh..." Risa semakin tersulut, paling benci melihat orang angkuh seperti ini. "Kamu udah nabrak adik saya, sampe tangan dia luka begini, kamu masih tanya salah kamu apa?" cecar Risa tidak terima akan respon pria itu.

Pria itu mendelikkan matanya, masih acuh akan Risa.

"Cepat minta maaf. Hei..." kesal Risa karena pria itu tidak mengindahkan perintahnya.

"Sinting." ucap pria itu sarkas, lalu berjalan meninggalkan Naina dan Risa begitu saja.

"Hei, minta maaf dulu..." teriak Risa, hendak mengejar, tetapi segera ditahan oleh Naina.

"Udah Kak, udah. Biarin aja, Naina nggak papa kok." ucap Naina.

Akhirnya Risa menurut, padahal sebenarnya dia masih kesal pada pria asing itu. "Kakak paling benci sama orang kayak dia tau! Dasar bule KW!" rutuk Risa.

"Perasaan bule-bule yang pernah Kakak temuin nggak kayak gitu deh. Mereka itu ramah dan nggak berani macam-macam." omel Risa.

"Kan mereka cuma numpang di sini Kak. Mana mungkinlah mereka macam-macam sama Kakak." sahut Naina jenaka.

"Kamu juga." Risa kesal. "Sini Kakak bantu obatin. Di mobil ada kotak P3K."

Keduanya akhirnya berjalan menuju parkiran. Tanpa sadar dari jauh seseorang memperhatikan interaksi keduanya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Belenggu Cinta Tuan Muda
9.5
Nara, putri pembantu yang polos, terjerat skandal kelam dengan Axel, sang tuan muda. Axel melecehkan Nara demi membalas dendam karena ibu Nara menjadi simpanan ayahnya. Namun, niat mempermainkan itu berubah menjadi rasa cinta yang obsesif. Axel tumbuh menjadi pria posesif yang membelenggu Nara tanpa ampun. Meski Nara berusaha melarikan diri dari jeratan itu, ia selalu tertangkap kembali. Akankah hubungan penuh luka ini berakhir bahagia atau justru tragis?
Sampul Novel (Bukan) Istri Kontrak Pria Impoten
8.0
Liam Benjamin merasa hancur setelah ditinggalkan kekasihnya akibat rumor impotensi yang menerpanya. Di tengah keputusasaan, ia menyelamatkan Sheeta, seorang wanita hamil yang mencoba mengakhiri hidup di laut. Meski tahu Sheeta mantan PSK, Liam justru mengajaknya menikah kontrak. Namun, Liam sebenarnya pria perkasa yang terbelenggu kutukan masa lalu. Akankah benih cinta tumbuh di balik rahasia dan perjanjian pernikahan mereka yang penuh misteri?
Sampul Novel Hamil dengan Mantan Bosku
8.9
Tiga tahun Cynthia menjadi sekretaris sekaligus pendamping setia Juan, namun ia dibuang saat sang bos memilih menikahi wanita lain. Di tengah pelarian, Cynthia harus menghadapi kehamilan dan keserakahan ibunya hingga hidupnya hancur. Lima tahun berlalu, ia kembali sebagai sosok baru yang lebih kuat. Sementara itu, Juan yang selama ini tenggelam dalam penyesalan dan kekacauan, kini memohon agar Cynthia mau kembali ke pelukannya.
Sampul Novel HASRAT MEMBARA CEO PERKASA
8.5
Sekuel dari Cintaku Bersemi di Masa Remaja ini mengisahkan Joseph Mikuel, CEO JM Corp, yang tak sengaja bertemu kembali dengan cinta lamanya, Mary Violet. Mary, yang dulu menghilang tanpa penjelasan, tiba-tiba melamar sebagai sekretaris pribadi di perusahaannya. Menggunakan kekuasaannya, Joseph memastikan Mary diterima demi menuntaskan perasaan yang belum usai. Pertemuan tak terduga ini mengejutkan Mary dan memicu tanya: apakah cinta lama mereka bisa bersemi kembali?
Sampul Novel Janji untuk Berpisah
8.1
Vivian datang ke kantor Darren untuk meminta tanda tangan kontrak penting. Sebagai kekasih yang biasa mengabaikan formalitas, ia sempat ragu sebelum akhirnya mengetuk pintu. Namun, pemandangan di dalam menghancurkan hatinya. Ia mendapati Darren sedang bermesraan dengan Khloe yang tengah merapikan dasinya di bawah sinar matahari. Suasana intim itu membuat kata-kata Vivian tercekat saat Darren dan Khloe menoleh, menyadari kehadirannya yang tiba-tiba.
Sampul Novel My Mysterious Husband
9.7
Elsa Anindita menutup pintu hatinya rapat-rapat setelah dua kali gagal menikah. Di tengah keputusasaan, ia menerima tawaran pernikahan kontrak dari Alvaro, seorang pria difabel yang sebenarnya adalah CEO sukses yang tengah menyamar. Elsa setuju terikat janji suci demi mahar 500 juta rupiah. Namun, rahasia besar menyelimuti hubungan mereka. Siapa sangka, Alvaro adalah Dika, masa lalu yang dulu meninggalkannya di pelaminan. Akankah benih cinta tumbuh kembali?