Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Mr. G itu Bos-nya!

Mr. G itu Bos-nya!

Briana Jeany dikhianati kekasihnya, Alex, tepat di hari istimewa mereka. Dalam balutan amarah, ia nekat menggoda pria asing bernama Mr. G dan membayarnya karena dikira pria sewaan. Sialnya, pria itu adalah bos barunya yang kini menyimpan dendam akibat harga dirinya diinjak-injak. Saat Mr. G mulai memberikan pelajaran yang justru menumbuhkan benih cinta, Alex kembali membawa janji pernikahan. Briana pun terjebak di antara tuntutan sang bos dan masa lalunya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Waktu masih pagi saat Briana membuka mata. Dahinya tampak berkerut saat mencoba meraih kesadaran sepenuhnya. Dan saat melihat wajah pria tampan yang semalam tak berhenti memonopolinya, seketika matanya melebar sempurna.

Briana menelan ludah susah payah. Ia kira apa yang ia alami adalah mimpi. Tapi melihat pria itu berada tepat di hadapannya bahkan saat ini memeluk pinggangnya, sudah pasti itu bukanlah mimpi. Terlebih dengan kondisi mereka yang sama-sma telanjang bulat.

Dengan hati-hati Briana menyingkirkan tangan pria itu dari pinggangnya kemudian turun dari sofa. Namun saat kakinya baru saja memijak karpet di bawahnya, dirinya justru jatuh terduduk membelakangi pria itu. Briana menoleh perlahan dan menadatapi pria itu masih terlelap membuat hela nafas kelegaan terdengar samar. Untung saja posisinya berada di tepi, jadi dirinya bisa bebas dengan cukup mudah.

“Ugh!” Briana memegangi perut bagian bawahnya kala hendak bangkit berdiri. Rasa sakit luar biasa kala ia bergerak membuatnya nyaris tak bisa bangkit. Tapi ia tak bisa berlama-lama di sana, ia harus segera pergi sebelum pria itu bangun.

Briana berpegangan meja, berusaha berdiri dengan kaki tampak gemetar, diambilnya pakaiannya yang tercecer dan memakainya. Setelah selesai memakai pakaiannya, diambilnya banyak lembaran uang dari dalam tas dan meletakkannya di atas meja sebagai bayaran.

“Terima kasih, Mr. G.” Tulis Briana pada selembar kertas kecil dan meletakkannya di atas uang yang ia tinggalkan. Sebuah ucapan terima kasih atas yang dilaluinya semalam. Setelah itu dirinya segera pergi dari sana meninggalkan pria itu yang masih terlelap.

Satu jam kemudian Briana telah sampai di rumahnya setelah pergulatan batin selama perjalanan. Rasanya ia ingin segera berendam air hangat agar bisa menjernihkan kembali otaknya. Kilatan ingatan kegiatan panasnya semalam terus berputar-putar beradu dengan ingatan pengkhianatan yang Alex lakukan.

Briana menghentikan langkahnya dan mengetuk dahi dengan kepalan tangan. “Sadar Bri, sadar,” ucapnya pada diri sendiri.

“Bri.”

Perhatian Briana tertuju pada pemilik suara yang sudah sangat ia hafal. Mengangkat kepala, ia melihat Alex berdiri di depan rumah dan menatapnya dengan raut wajah penuh penyesalan.

“Bri, kau baru pulang? Dari mana saja?” tanya Alex seraya menghampiri Briana yang masih berdiri di halaman.

Briana mengabaikan Alex dan melangkah berniat segera masuk ke dalam rumah.

“Bri, tunggu!” cegah Alex dengan tangan menggenggam tangan Briana.

Briana melirik tangan Alex yang menggenggam kuat tangannya. “Bukan urusanmu,” jawabnya seraya menarik tangannya. Untuk saat ini ia tak ingin berhadapan dengan Alex atau dengan siapapun.

“Bri, kumohon dengarkan penjelasanku. Dengarkan aku dulu, Bri,” pinta Alex mengiba. Ia kembali meraih tangan Briana dan menahannya.

Rasanya Briana benar-benar muak. “Lepaskan,” ucapnya dengan suaranya yang begitu dingin sama dinginnya dengan raut wajahnya kini.

“Tidak, sebelum kau mendengar penjelasanku!”

Briana terdiam cukup lama sampai akhirnya suaranya terdengar. “Baiklah. Jelaskan.” Tapi seperti apapun Alex menjelaskan, ia tak akan pernah percaya.

“Mila menjebakku, Bri. Selama ini dia terus mendekatiku. Dan saat kau ditugaskan di luar kota, dia mengatakan padaku bahwa kau berselingkuh.”

“Dan kau percaya?” potong Briana cepat yang membuat Alex seketika terdiam.

Briana menarik tangannya dan mengalihkan pandangan dari Alex seraya menjelaskan tujuannya semalam.

“Kemarin, aku berpikir memberikan hadiah spesial untukmu. Kau tentu tahu, hari ulang tahunmu bertepatan dengan hari anniversary kita. Dan kau tahu hadiah apa yang kusiapkan untukmu? Harga diriku. Aku berpikir memberikan harga diriku karena aku percaya padamu. Aku percaya kau akan menjadi suami terbaikku. Tapi apa yang aku lihat? Apa yang justru aku dapatkan? Justru aku yang mendapat kejutan mengerikan darimu.” Briana berusaha menahan air matanya. Ia tak ingin Alex melihatnya menangisinya dan membuatnya merasa di atas awan.

Alex tak sanggup berkata-kata mendengar pengakuan dari Briana. Dan entah kenapa membuatnya merasa menjadi pria paling bodoh di dunia. Padahal Briana sangat mencintainya, mempercayainya, tapi kenapa dirinya tak bisa melakukan hal yang sama? Tak bisa mempercayai Briana seperti Briana mempercayainya hingga akhirnya dirinya tenggelam pada hasutan Mila.

Merasa tak ada lagi yang perlu dibicarakan, Briana segera melangkah meninggalkan Alex yang seolah tak sanggup bergerak. Alex seakan menyadari kesalahannya membuatnya tak sanggup meminta maaf dari Briana.

Briana menutup pintu rumahnya kemudian menguncinya. Ia masih berdiri di sana sampai tiba-tiba tubuhnya merosot dengan air mata menetes deras. Ia terduduk bersimpuh dengan tangisan yang mulai terdengar. Samar-samar isakannya pun muncul dan tak mampu ia redam.

Andai saja waktu bisa diputar, Briana tak ingin bertemu dengan Alex jika pada akhirnya harus berakhir seperti. Inilah yang ia takutkan, saat ia telah jatuh cinta, dirinya menggunakan seluruh hatinya. Dan saat cinta itu melukainya, hancur pula hatinya yang telah ia persembahkan.

Sementara di luar, Alex berdiri di depan pintu. Ia menjatuhkan kepalanya pada pintu bercat coklat itu dan menggunakan ribuan kata maaf. “Maaf, Bri. Maaf, maafkan aku. Maafkan aku.” Ia benar-benar menyesal telah melakukan kesalahan. Sebenarnya ia juga sangat mencintai Briana, tapi karena hasutan Mila membuatnya melakukan kesalahan yang tak dapat dimaafkan. Kini, siapa yang harus disalahkan? Mila yang menghasutnya, atau dirinya yang dengan mudah percaya begitu saja?

Beberapa hari berlalu sejak malam menyedihkan yang Briana alami, hari ini dirinya kembali bekerja di perusahaan utama. Kembali bekerja sebagai karyawan marketing di perusahaan yang telah memberinya nafkah selama dua tahun terakhir.

“Bagaimana pekerjaan di sana?”

Saat ini Briana tengah berjalan bersama Rania, rekan kerja satu departemennya menuju gedung.

“Tidak ada masalah. Meski kebanyakan dari mereka adalah karyawan baru, tapi mereka bekerja dengan baik,” jawab Briana seraya mengingat pengalamannya bekerja di anak perusahaan yang baru dibuka beberapa bulan lalu.

Rania menghentikan langkahnya dan menyiku lengan Briana dengan wajah menggoda. “Cie, aku yakin setelah ini kau akan dipromosikan menjadi supervisor atau bahkan asisten manager,” ucapnya disertai tawa ringan.

“Ish. Apa maksudmu? Jangan bicara seperti itu,” timpal Briana disertai dengusan. Dirinya sama sekali tak mengharapkan hal itu. Yang penting ia bisa bekerja dengan tenang, menghasilkan uang untuk biaya adik-adiknya sekolah dan menjalani kehidupannya dengan damai dan normal. Membicarakan kedamaian, tiba-tiba saja ia teringat Alex.

Rania yang melihat wajah Briana menjadi murung, seketika bertanya, “Eh? Ada apa denganmu? Bukankah harusnya kau senang jika naik jabatan?”

Briana tersenyum kecut yang seketika membuat Rania tahu apa masalah yang sebenarnya Briana pikirkan.

“Tunggu, jangan bilang kau kepikiran mantanmu yang sialan itu juga temanmu yang tak tahu diri itu,” tuduh Rania dengan tatapan penuh selidik.

Hela nafas panjang lolos dari mulut Briana. “Rasanya aku ingin memutar waktu. Jika mengingatnya, aku merasa sangat bodoh. Sangat-sangat bodoh.” Dan yang ia maksud di sini adalah, menyewa seorang pria untuk mengambil kegadisannya. Jika ada kategori wanita paling bodoh dalam guinness world, mungkin ia akan menjadi juaranya.

“Ya sudah lah, mau bagaimana lagi? Begini saja, daripada kau murung terus, aku akan menunjukkan sesuatu padamu. Anggap saja cuci mata. Sejak kau dipindahkan ke luar kota, direktur kita ganti,” ujar Rania memberitahu.

“Aku tahu,” sahut Briana.

“Tapi kau kan belum pernah melihatnya. Sekarang, berdiri di sini dan aku akan mempertemukanmu dengan direktur baru kita, mister G.”

Alis Briana tampak menyatu. “Mister G?” ucapnya mengulang ucapan Rania.

Rania mengangguk pasti kemudian tangannya menangkup wajah Briana dan menolehkannya ke arah dua orang yang berjalan menuju ke arah mereka. Lebih tepatnya ke lobi tempat mereka berdiri sekarang.

Briana tampak menajamkan penglihatannya. “Dia ….” gumamnya.

“Eh? Kau sudah pernah melihatnya?”

Seketika tubuh Briana menjadi kaku teringat jika pria yang saat ini berjalan ke arahnya adalah pria malam itu. Bagaimana bisa?!

Tepat di saat itu tanpa sengaja arah pandang pria itu tertuju pada Briana yang tampak mematung menatapnya. Untuk sepersekian detik ia cukup terkejut, namun setelahnya seringainya justru merekah. “Akhirnya kita bertemu lagi, wanita sialan,” ucapnya dalam benak.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Mantan Istri Biasa
9.2
Tiga tahun Laura mengabdi sebagai istri yang penurut, namun Nikolas Riyadi justru membalasnya dengan dingin karena wanita lain. Sadar pengorbanannya sia-sia, Laura akhirnya memilih bercerai. Kabar kembalinya status lajang sang ahli waris kaya ini langsung menggemparkan publik, memicu persaingan para CEO tampan untuk meminangnya. Saat Nikolas memohon kesempatan kedua di depan umum, akankah Laura luluh atau tetap pergi meninggalkan masa lalunya?
Sampul Novel DINIKAHI CEO TAMPAN
9.6
Luna adalah gadis desa sederhana yang mendadak beruntung saat dipertemukan dengan Damar, seorang CEO tampan nan kaya raya. Demi mengamankan takhta sebagai pewaris tunggal harta ayahnya, Damar terikat syarat mutlak untuk menikahi putri dari sahabat lama sang ayah semasa sekolah. Takdir pun menunjuk Luna sebagai calon pengantinnya. Akankah Damar bersedia menerima perjodohan ini demi harta, atau justru menolak Luna yang datang dari latar belakang berbeda?
Sampul Novel Jangan Lari Sayangku
9.1
Sanny Chandra mengira pernikahannya dengan Jordan Wijaya hanyalah kontrak sementara yang berakhir dengan perceraian. Namun, setelah menikah, Jordan yang semula dingin berubah menjadi suami yang sangat posesif dan memanjakan istrinya. Sanny terjebak saat Jordan melanggar janji dengan menuntut kewajiban batin hingga ia hamil. Saat Sanny menagih janji cerai dan surat kontrak yang dirobek, Jordan dengan tegas menolak melepaskan istri yang telah ia dapatkan.
Sampul Novel Komodo Hijrah
9.6
Mahesa adalah pengusaha waralaba sukses yang selalu gagal dalam urusan asmara. Ia merasa dikutuk oleh rival bisnisnya karena tak pernah berhasil membawa hubungan ke jenjang pernikahan. Berbagai metode, dari yang logis hingga di luar nalar, ia coba demi menemukan pendamping hidup. Dalam pencarian itu, Gayatri, sahabat masa kecil yang kerap bertindak bak pengawal pribadinya, selalu setia mendampingi. Namun, mampukah persahabatan mereka bertahan saat perasaan baru mulai tumbuh?
Sampul Novel Melahirkan Keturunan Untuk CEO
9.5
Kinara Ariana, wanita tiga puluh tahun, terjepit situasi sulit saat ibunya butuh operasi mendesak. Demi biaya medis, ia nekat meminta bantuan bos di kantornya. Namun, permintaan itu justru menjebaknya dalam kehidupan sang CEO. Di sisi lain, sang ibu yang sekarat menuntutnya segera menikah. Tanpa diduga, pria asing itu bersedia menikahinya. Seiring berjalannya waktu, rahasia masa lalu sang CEO mulai terungkap dan mengubah takdir hidup Kinara selamanya.
Sampul Novel MENIKAHI CEO LUMPUH
9.1
Demi kesembuhan sang ayah, Sofia yang baru berusia 19 tahun terpaksa menikahi Yesaya, seorang CEO lumpuh berumur 33 tahun. Awalnya penuh tekanan, perasaan Sofia berubah menjadi cinta tulus saat menemukan surat wasiat bunuh diri suaminya. Namun, cinta itu justru dibalas penolakan. Yesaya sengaja menjauhkan diri dan melakukan tindakan ekstrem demi melindungi rahasia serta kebahagiaan Sofia, meski hal tersebut malah menghancurkan hidup istrinya.