Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Misteri Ular Xaver

Misteri Ular Xaver

Sepulang berwisata dari Kota Xaver, ibu membawa patung dewa ular misterius yang diyakini bisa memberikan kemudaan abadi. Syaratnya mengerikan: patung itu harus diberi sesembahan darah menstruasi gadis perawan. Ibu memaksaku memberikan darah serta memotong rambutku untuk dililitkan pada kepala ular tersebut. Namun, dia tidak tahu bahwa aku sudah tidak perawan sejak kuliah. Dua bulan berlalu, petaka pun tiba saat kulit ibu mulai ditumbuhi sisik biru dan dia mulai berganti kulit layaknya ular.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Bu, apa yang sedang kamu lakukan?! Hentikan!"

Aku mencoba merebut mangkuk kecil itu. tapi ibuku langsung memegang tanganku dengan erat.

"Luna, tolong bantu itu. Ibu nggak pernah meminta apa-apa darimu sebelumnya. Ibu bahkan sudah membesarkanmu sampai sebesar ini, bantu ibu sekali saja ... "

Usai bicara, dia mengambil gunting dari lantai belakangnya, lalu tanpa ragu memotong rambut panjangku.

Ibu melepaskanku, lalu mengambil potongan rambut itu dan melilitkannya di kepala patung ular.

Aku ingin menghentikannya, tapi tiba-tiba tubuhku terasa kaku, seperti ada sesuatu yang menahanku.

"Bu, jangan seperti ini ... "

Aku panik, suaraku bahkan bergetar hampir menangis, tapi dia seolah tak mendengar.

Setelah selesai melilitkan rambut, ibuku berlutut di lantai, membakar dupa dan bersujud dengan hormat di depan patung ular itu.

Setelah semuanya selesai, dia menatap patung itu dengan ekspresi tegang sekaligus penuh harap. Seketika, aku merasakan sesuatu di belakangku, sesuatu yang basah menyentuh leherku dengan lembut, seperti sedang menjilatnya.

"Luna, bukannya kamu bilang mau iPad untuk sekolah? Ibu akan membelikannya untukmu, tahan sebentar lagi, sebentar saja!"

Benda itu hanya menjilatku sekali, lalu menghilang, tetapi sensasinya sangat menyeramkan. Tubuhku basah oleh keringat dingin.

Tak peduli seberapa keras aku berjuang, aku tetap tak bisa bergerak. Bahkan ingin berteriak pun tidak bisa, seperti sedang ketindihan.

Patung ular itu mulai berubah warna, dari ungu gelap perlahan menjadi merah darah. Entah itu hanya halusinasiku, tetapi aku seperti melihat mata di wajah ular itu sedikit bergerak.

Rasanya seperti patung itu sedang menatap ibuku, tetapi tatapannya tembus melalui ibuku dan langsung tertuju pada diriku yang berdiri di belakangnya.

"Berhasil! Akhirnya dia berubah warna!"

Ibuku berseru girang sambil menatap patung itu. Bersamaan dengan itu, tiba-tiba tubuhku terbebas dari belenggu. Aku langsung jatuh terduduk di lantai.

Mendengar suara gaduh dari kamar, ayahku masuk ke dalam.

"Luna, kenapa kamu duduk di lantai? Ayo cepat bangun."

Ayah mengulurkan tangan, terlihat seperti ingin membantuku berdiri, tapi kemudian dia melewatiku begitu saja dan berjalan lurus ke arah patung ular itu.

"Indah sekali ... indah sekali ... " gumam ayahku, sambil menatap patung itu dengan tatapan terpukau.

Melihat kedua orang tuaku yang seperti kerasukan, aku merasa sangat merinding. Aku bangkit dan melarikan diri ke kamar.

Aku menutup pintu kamar dengan rapat dan membungkus diriku dengan selimut.

Tak lama kemudian, aku mendengar suara derit dari kamar mereka, disertai dengan suara napas berat yang tak tertahan.

Aku tak pernah menyangka bahwa orang tuaku akan melakukan hal seperti itu di siang bolong, bahkan saat putri mereka masih ada di rumah.

Seketika, rasa jijik yang sulit dijelaskan memenuhi hatiku.

Suara itu semakin lama semakin keras. Pada akhirnya, mereka seperti lupa dengan keberadaanku dan mulai mendesah tanpa malu.

Suara itu berlangsung lebih dari setengah jam, hingga akhirnya mereda.

Aku pun tertidur tanpa sadar.

Namun, di tengah malam, aku merasakan sesuatu yang lembut dan dingin masuk ke dalam selimut, melilit tubuhku.

Aku terkejut, terbangun dan langsung duduk.

Sensasi dingin itu menghilang, aku membuka selimut, tetapi tidak ada apapun di kasur. Seolah semuanya hanya ilusii.

Setelah menenangkan diri, aku mendengar suara air mengalir dari kamar mandi.

Di waktu seperti ini, siapa yang di sana?

Suara itu tidak terdengar seperti orang tuaku, melainkan seperti ada orang yang mencuci sesuatu dengan keras.

Dengan penasaran, aku membuka pintu kamar. Ruang tamu gelap gulita dan pintu kamar mandi trbuka, tetapi lampunya tidak menyala. Aku hanya bisa samar-samar melihat bayangan seseorang berdiri di pintu.

"Bu ... kamu ya?"

Bayangan itu tidak merespon, hanya terus melakukan apa yang sedang dikerjakan.

Aku menahan rasa takut, mengumpulkan keberanian dan berjalan ke arah pintu kamar mandi, lalu menyalakan lampunya.

Cahaya yang tiba-tiba terang menyilaukan mataku. Dengan mata setengah terpejam, aku melihat ibuku sedang mencuci seprai di wastafel.

Airnya berwarna merah muda, dengan busa mengambang di atasnya.

"Bu, kenapa kamu mencuci seprai di tengah malam?" tanyaku bingung.

Ibu tersenyum canggung dan menjawab, "Ibu datang bulan tiba-tiba, nggak sengaja mengotori seprai. Noda darahnya nggak akan hilang kalau dicuci besok. Maaf ya, sudah mengganggumu ... "

Seketika aku terdiam.

Ibuku sudah memasuki masa menopause dua tahun lalu, seharusnya dia sudah tidak menstruasi lagi. Bagaimana mungkin ...

Ada bau darah samar di udara. Ibuku juga tak mungkin berbohong tentang hal seperti itu.

Apakah patung ular itu benar-benar bisa membuat ibu menjadi muda kembali?

Tapi ini terlalu aneh!

Aku merasa sangat bingung, tetapi melihat ibu yang terlihat begitu bahagia, aku tidak tega memadamkan semangatnya. Akhirnya, aku tidak berkomentar lebih banyak dan kembali ke kamar.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ayah Pembawa Masalah
8.0
Kehilangan uang kantor sebesar empat ratus juta rupiah karena dipinjamkan paksa oleh ayahnya membuat protagonis dipecat dan dituntut ganti rugi. Alih-alih dibela, keluarganya justru menyalahkannya. Demi melunasi utang, sang ayah mencarikannya pekerjaan sebagai pengasuh pria tua. Namun, ia justru dilecehkan dan dipukuli hingga tewas akibat kesalahpahaman putri sang pria tua. Beruntung, ia terbangun kembali tepat di hari saat sang ayah meminjamkan uang tersebut ke tetangga.
Sampul Novel Ghost Boyfriend
8.0
Arka terpaksa menjadi arwah penasaran setelah kecelakaan maut merenggut nyawanya di waktu yang salah. Mendapat peluang terakhir untuk kembali ke dunia, ia meminta bantuan Zulfi, seorang pengangguran, demi menuntaskan urusan yang tersisa. Arka ingin memastikan kekasihnya, Ziva, tetap bahagia meski ia telah tiada. Mampukah Arka pergi dengan tenang setelah melihat kedekatan Ziva dan Zulfi? Bisakah ia mengubah hidup Zulfi menjadi lebih baik sebelum waktu habis?
Sampul Novel I'm The Beast
9.0
Rodolfo Silas adalah pembunuh bayaran yang beralih menjadi pelindung desa saat teror makhluk aneh melanda. Di tengah misteri hilangnya manusia setiap bulan purnama, Rodolfo berjuang sendirian menghalau pasukan serigala berkat kemampuan tempurnya yang luar biasa. Namun, nasibnya berubah drastis ketika pasukan elite werewolf menculiknya dan mengubahnya menjadi monster mengerikan. Kini, ia harus menghadapi kenyataan baru sebagai bagian dari kaum yang ia lawan.
Sampul Novel Kasih Sayang Yang Datang Terlambat
8.8
Murka karena anak dari wanita dambatannya pingsan akibat dehidrasi, seorang ayah tega menghukum putri kandungnya sendiri. Gadis itu diikat dan disekap di dalam bagasi mobil yang terparkir di garasi. Meski memohon ampun, sang ayah memberi perintah dingin agar tidak ada yang melepaskannya. Jeritannya tak pernah terdengar siapa pun. Saat sang ayah kembali setelah tujuh hari untuk membebaskannya, dia tidak menyadari bahwa putrinya telah tewas dalam kesunyian.
Sampul Novel Lawon Abang (Kafan Merah)
9.4
Mbah Karso menyaksikan cucunya, Mawar, tewas mengenaskan setelah difitnah dan dikejar warga Ledokombo hingga jatuh ke tebing. Dendam membara menyelimuti hatinya karena gadis bermata merah itu dibunuh secara keji. Demi membalas sakit hatinya, ia membangkitkan Nyai Larapati, sosok iblis kuno yang telah lama tertidur. Raga Mawar yang sudah mati dipaksa bangkit kembali untuk menuntaskan kesumat berdarah tanpa ampun terhadap para penduduk desa tersebut.
Sampul Novel MEMBUAT AZAB
9.5
Dalam kisah mencekam ini, rasa iri yang mendalam terhadap pencapaian orang lain terbukti mampu memicu konsekuensi yang sangat fatal. Dendam dan kecemburuan yang tidak terkendali berubah menjadi kekuatan gelap yang mengancam nyawa. Bagaimana sebuah kesuksesan bisa berujung pada teror mematikan? Ungkap misteri di balik kebencian yang melampaui batas logika manusia, di mana setiap keberhasilan seseorang justru menjadi awal dari malapetaka yang mengerikan.