Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Misteri Reagan Harvest

Misteri Reagan Harvest

Clare Stewart, mahasiswi cerdas yang terikat perjodohan sejak lahir, mulanya enggan mengenal calon suaminya. Namun, pendiriannya goyah saat ia jatuh hati pada senior kampusnya, Reagan Harvest. Reagan yang kaya raya ternyata putra dari sahabat ayahnya sendiri. Meski saling mencintai, Clare bimbang antara mandat orang tua atau perasaannya. Reagan pun memohon agar mereka tetap menjalin kasih sebelum pernikahan terpaksa terjadi. Akankah Clare memilih cinta sejatinya?
Bab
Bagikan

Bab 3

"Setelah ini kau mau ke mana?" tanya Ansley kepada Clare.

"Aku mau ke kantin, perutku lapar."

Ansley tersenyum lagi. "Ini aku bawakan makanan dan minuman untukmu," ia menunjukan sebuah kantong berisi paper bag dan minuman cup rasa cokelat, "Tapi sebelumnya aku ingin memberitahu kalau makanan ini bukan aku yang membelinya."

Clare terkejut. "Kalau bukan kau, lalu siapa?"

"Reagan," jawab Ansley sambil tersenyum lebar, "Dia menemuiku tadi dan menyuruhku untuk memberikan ini kepadamu. Sepertinya dia menyukaimu, Clare."

Clare menatap ragu. "Dari mana dia tahu kau mengenaliku?"

"Aku yang mengatakannya. Sebenarnya dia ingin memberikan ini secara langsung padamu, tapi takut kau akan menolaknya," ia memberikan bungkusan itu kepada Clare, "Makanlah. Kau sudah lapar, kan?"

"Tidak, aku tidak mau."

Ansley terkejut. "Kenapa?"

"Jika aku menerima makanan ini, itu artinya aku memberikan lampu hijau kepadanya. Aku tidak mau memberikannya harapan, Ansley. Baik padanya maupun pria di kampus ini."

"Clare," rengek Ansley, "Ini hanya bentuk terima kasih karena kau mau menjalani hukumannya tanpa banyak bicara, terimalah."

"Kalau begitu kenapa kau berpikir dia menyukaiku?"

Ansley tersenyum. "Aku sudah mengenalnya, Clare. Kami bersahabat dan aku sangat tahu Reagan seperti apa. Ini pertama kalinya dia memberikan penghargaan bagi mahasiswi baru di kampus ini. Jadi kumohon terima dan makanlah, kalau tidak dia akan marah padaku."

"Tidak, Ansley. Sebaiknya kau saja yang makan dan bilang, bahwa aku sudah memakannya."

Gadis itu tertawa. "Kau gila, ya. Dia itu punya banyak mata-mata di sini. Kumohon, Clare. Sekali saja, aku janji. Berikut kalau ada lagi yang akan dia perintahkan dan menyangkut denganmu, aku akan langsung menolaknya."

Clare diam cukup lama. "Baiklah. Jika saja kau bukan temanku, aku tidak akan mau menerima pemberian ini."

Ansley tersenyum lebar. "Sungguh?"

"Iya."

"Kalau begitu, ayo, aku akan menemanimu makan siang."

Mereka pun meninggalkan toilet dan mencari tempat yang cocok untuk makan. Karena di kampus itu ada taman yang disediakan untuk mereka bersantai, Ansley mengajak Clare ke sana dan mereka sama-sama menikmati makan siang.

"Bisa aku tahu kenapa kau tidak mau memberi harapan kepadanya? Dia itu anak paling populer di kampus ini, Clare. Selain tampan, dia juga sangat pintar."

Clare hanya sibuk mengunyah. Aktivitas tadi pagi membuat perutnya kosong dan dengan lahap menghabiskan dua burger yang diberikan Ansley tadi. Setelah menelan sisa makanan di mulut dan menghabiskan minumannya, ia membersihkan mulut lalu menatap temannya. "Aku sudah dijodohkan, Ans."

Zet!

Gadis itu terkejut. "Kau sudah dijodohkan?"

"Benar, itu sebabnya aku tidak mau memberi harapan kepada orang lain. Aku akui Reagan memang sangat tampan, dan perempuan mana yang tidak akan jatuh cinta melihat ketampanannya. Tapi aku minta maaf, Ans. Aku tidak bisa, meskipun aku juga sedikit tertarik kepadanya."

Ansley cukup syok mendengar perkataan Clare. Tapi karena tahu bahwa gadis itu sangat keras kepala dan tidak akan menang melawannya, ia tidak akan memaksakan sahabatnya itu untuk membalas perasaan Reagan. "Pasti dia akan kecewa," katanya pelan.

Clare hanya tersenyum dan melanjutkan makannya.

***

Di sebuah apartemen mewah dan mahal, sosok Reagan sedang berbaring di kamar dengan ekspresi bahagia. Bayang-bayang wajah cantik Clare kini tampak dalam benaknya.

"Dia menerima burger dariku, apa itu artinya dia menerima cintaku?"

Drtt... Drtt..

Bunyi getaran ponsel membuat Reagan terkejut. Dengan cepat ia menoleh dan menatap benda yang ada di sampingnya. Dilihatnya nama sang ayah sebagai pemanggil.

"Halo, Dad?"

"Kau sibuk?"

Reagan bangkit dari ranjang lalu berjalan menuju balkon. "Tidak. Ada apa, Dad?"

"Kau masih ingatkan perempuan yang daddy ceritakan kepadamu?"

Ekspresi Reagan berubah malas. "Iya, aku ingat. Perempuan yang daddy jodohkan denganku, kan?"

Terdengar keras tawa sang ayah dari balik telepon. "Bagus kalau kau masih ingat. Nanti kalau ada kesempatan, daddy akan mengatur jadwal untuk pertemuan kalian."

"Dad, bisakah kau peduli sedikit dengan perasaanku? Apa dulu daddy dan mommy menikah karena dijodohkan?"

"Jangan membantah, Reagan, ini semua demi masa depanmu. Kau lupa kalau kau sudah menyutujui perjodohan ini, hah? Daddy harap kau tidak akan mempermalukan daddy begitu pertemuan itu akan berlangsung."

Tut! Tut!

Sang ayah memutuskan panggilan dan hal itu membuat Reagan kesal. Ia mengendus kemudian membanting ponselnya hingga pecah.

Brak!

"Kenapa orang tua selalu egois? Kenapa mereka selalu mengatakan itu semua demi masa depanku, tapi mereka tidak pernah memikirkan perasaanku?" Reagan kembali ke atas ranjang, "Aku tidak mau menikah dengan gadis itu. Aku tidak mau menikah dengannya, aku hanya ingin menikah dengan Agatha."

Tanpa berpikir panjang, Reagan akhirnya menyesal karena ponselnya pecah. Ia ingin mengeluh kepada sang ibu dan kakak perempuannya, tapi tidak ada lagi alat komunikasi untuk menyambungkan mereka. Merasa uang tabungannya cukup, ia segera beranjak dan keluar dari kamar.

Brak!

Reagan membanting pintu dan meninggalkan apartemen.

Sang supir yang selalu standbye pun segera mengejarnya.

"Kita ke toko celular, aku ingin membeli ponsel," titah Reagan begitu masuk ke dalam lift.

Sang supir sekaligus pengawalnya pun segera menunduk paham. Dan begitu pintu lift terbuka, mereka sedikit berlari saat menuju ke parkiran.

Sang supir pun segera menyalakan mesin mobil dan membawa Reagan menuju tempat tujuannya.

"Aku harus minta tolong mommy atau kak Milly. Aku tidak mau menikah dengan gadis pilihan daddy."

Mereka pun tiba di pusat perbelanjaan di pusat kota. Karena tujuannya ke sana hanya untuk mengganti ponselnya yang rusak, Reagan segera masuk dan mencari benda yang lebih bagus dari sebelumnya. Tanpa banyak pilih Reagan langsung menyebutkan tipe dan warna yang ia sukai kepada penjaga konter. "Aku mau yang ini."

"Baik, ada lagi?"

"Tidak, itu saja."

"Totalnya seribu dolar."

Dengan cepat Reagan mengeluarkan dompet dari saku celana jins dan memberikan black card-nya kepada sang petugas.

Si wanita yang merupakan petugas di bagian kasir itu pun segera meraih black card dari tangan Reagan dan menggeseknya.

Zet!

"Maaf, Tuan, kartunya tidak bisa digunakan."

Mata Reagan melotot. "Apa? Kenapa bisa? Saldo di situ masih ada puluhan ribu dolar, Nona."

Wanita itu tak ingin membantah. Ia kembali menggesek kartu itu ke mesin yang sudah disediakan dan hasilnya masih sama. "Maaf, tapi sudah dua kali hasilnya masih sama. Sepertinya kartu Anda tidak bisa digunakan, Tuan."

"Tidak bisa digunakan? Kau pasti salah, tadi pagi kartu itu masih bisa digunakan."

"Maaf, Tuan, tapi itulah yang terjadi. Kartu Anda sudah tidak bisa digunakan."

Dengan emosi meluap-luap Reagan menatap sang supir, "Hubungi daddy, pasti daddy yang telah memblokir kartuku."

Sang supir menurut. Dengan cepat ia meraih benda dari saku jas kemudian menghubungi sang atasan. "Halo, Bos?"

"Ada apa, Willy?"

Pria itu melirik Reagan. "Tuan muda ingin bicara, Bos."

Reagan segera merampas ponselnya. "Dad! Kenapa kau memblokir kartu-ku? Aku sekarang ada di konter untuk melakukan transaksi, tapi kartuku tidak bisa digunakan. Kau membuatku malu, Dad."

"Oh, ternyata kau punya rasa malu? Baguslah kalau begitu."

"Dad, kumohon__"

"Coba seandainya kau di posisi daddy," sergah sang ayah dari balik telepon, "Kau sudah menjodohkan anakmu dengan anak temannya, tapi anakmu tidak mau. Apa kau tidak merasa malu?"

Reagan hanya diam.

"Jadi kalau memang kau tidak mau dijodohkan daddy tidak akan memaksa lagi, tapi jangan harap kau bisa mendapatkan fasilitasi dari daddy."

"Dad!"

"Kenapa? Mau menghancurkan apalagi kau di tempat itu? Daddy tidak akan menggantinya kalau kau merusak ponsel Willy."

Reagan tampak berpikir. Setelah apa yang ia putuskan akhirnya ia menjawab perkataan sang ayah. "Baiklah. Jika hanya dengan perjodohan itu Daddy bisa bahagia, aku akan menurut. Aku mau dijodohkan, tapi belum sekarang. Aku ingin bertemu dengannya tepat setelah kuliahku selesai."

"Kau yakin tidak ingin bertemu dengannya sekarang?"

Reagan tersenyum licik. "Aku ingin bertemu dengannya, tapi setelah aku menjabat menjadi CEO. Bukankah kata Daddy aku harus mapan dulu baru bisa menikah?"

"Kau sudah dijodohkan. Bertemu atau tidak pun kau tetap akan menjadi CEO, bukan?"

"Tapi aku ingin dia mengenal Reagan Harvest saat diriku sudah mapan, Dad."

"Baiklah, itu semua terserahmu. Asalkan tidak akan ada lagi perbantahan atau penolakan ketika pertemuan kalian itu berlangsung."

"Daddy tenang saja, itu tidak akan terjadi."

"Bagus. Kalau begitu mana Willy, daddy ingin bicara."

Reagan memberikan ponselnya. "Daddy mau bicara."

"Halo, Bos?"

"Aku akan mentransfer uang di rekeningmu untuk Reagan. Berapa total yang harus dia bayar?"

"Seribu dolar, Bos."

"Baik. Aku akan segera mengirimnya dan bilang kepadanya, besok aku akan segera memproses black card itu agar bisa segera digunakan."

"Baik, Bos."

Tut! Tut!

Willy menjauhkan ponselnya dari telinga. "Tuan besar akan mengirim uang untuk Anda, Tuan. Dan katanya nanti besok tuan besar akan memperbaiki kartu, Anda."

Reagan tersenyum licik. "Kita lihat saja, Dad. Siapa di antara kita yang lebih pintar."

Bersambung___

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95FDA" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95FDA
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Anak Kembar Rahasia Milyader
9.2
Ivy Anderson terjebak dalam nasib buruk setelah melakukan kesalahan kecil di hadapan Ben Clayton, CEO berkuasa di New York. Ben yang terobsesi mulai menggunakan taktik licik untuk menjerat Ivy, termasuk mendekati anak kembarnya, Terra dan Terry. Demi keselamatan buah hatinya, Ivy dipaksa tunduk pada ancaman Ben yang kejam. Akankah Ivy mampu meloloskan diri dari cengkeraman pria berbahaya ini, atau justru terperangkap selamanya dalam dominasi Ben yang gelap?
Sampul Novel Ayah CEO Pengen Pelukan
9.1
Nadia menghabiskan malam bersama pria asing setelah dikhianati orang terdekatnya. Meski sempat menyesal, ketampanan pria itu justru membuatnya malu hingga ia nekat meninggalkan uang sebelum pergi. Kresna, sang pria misterius, merasa sangat terhina karena dianggap sebagai pria bayaran. Dengan amarah yang meluap, ia segera memerintahkan asistennya melacak identitas Nadia melalui rekaman CCTV hotel demi membalas perbuatan wanita tersebut.
Sampul Novel Ayahku, Penjahat Terbesarku
8.1
Zayden Alaric Veyra adalah pengusaha sukses sekaligus pemimpin organisasi Raven yang ditakuti. Meski dikelilingi wanita, hatinya tetap hampa hingga ia terpikat oleh Kaela Seraphine di sebuah pesta. Namun, Kaela bukanlah gadis biasa; ia memiliki misi rahasia untuk memburu sosok Raven. Saat takdir mempertemukan mereka dalam misi berbahaya, ketertarikan pun muncul. Kini mereka terjebak antara perasaan cinta yang tumbuh atau tuntutan dunia gelap untuk saling menghabisi.
Sampul Novel Dendam dan Hasrat Liar
9.5
Alyssa Hartanto bertekad membalas dendam pada Damian Valente, pengusaha yang menghancurkan keluarga dan bisnis orang tuanya. Dengan identitas samaran, ia menyusup ke kediaman Damian sebagai asisten pribadi demi menjalankan misi penghancuran. Namun, rencana Alyssa goyah saat kebencian mendalam tersebut perlahan berubah menjadi gairah yang tak terduga. Kini, ia terjebak dalam dilema antara menuntaskan dendam masa lalu atau menyerah pada cinta yang mulai tumbuh.
Sampul Novel Dosen ku
9.8
Zahra, gadis 22 tahun yang sederhana, memilih bekerja di perusahaan milik Alvino Daffa Haidar demi mandiri tanpa menyusahkan ayahnya yang juga kaya. Sosoknya yang anggun dengan pakaian syar'i dan riasan tipis bedak bayi memikat perhatian. Di sisi lain, Alvino adalah pewaris dingin dari keluarga terkaya di Indonesia. Ternyata, sang ayah telah menyiapkan rencana perjodohan bagi Alvino dengan putri sahabat lamanya. Siapakah sosok wanita yang akan menjadi takdirnya itu?
Sampul Novel Meninggalkan Negara Setelah Perceraian
8.5
Pasca tiga tahun menikah, perceraiannya menjadi bahan cemoohan satu kota sebagai istri yang terbuang. Enam tahun berselang, ia kembali ke tanah air bersama anak kembarnya sebagai dokter jenius yang masyhur di dunia. Meski banyak pria yang kini berupaya memikat hatinya, keadaan berbalik saat sang putri mengabarkan hal mengejutkan. Mantan suaminya kini justru bersujud selama tiga hari demi memohon kesempatan kedua untuk membangun kembali rumah tangga mereka.