Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Misteri Birahi Kampung Cilendir

Misteri Birahi Kampung Cilendir

Kehidupan Reza sebagai duda di lingkungan baru terusik saat bertemu Naila. Meski dikenal sebagai ustazah yang salehah dan santun, Naila menyimpan gejolak rasa yang sulit dibendung terhadap Reza. Kedekatan mereka memicu dilema antara iman dan hasrat yang melanggar norma. Saat pertemuan rutin berubah menjadi momen penuh getaran, mampukah mereka menjaga batasan? Ataukah keduanya akan menyerah pada gairah terlarang yang mulai membakar hati mereka?
Bab
Bagikan

Bab 1

Pagi ini adalah hari pertama Wildan masuk kuliah di salah satu PTN ternama. Sudah sejak SMA dirinya menargetkan untuk bisa melanjutkan studi di kota ini.

Karena mempertimbangkan kondisi ekonominya, ia pun memutuskan untuk mencari kos di dekat kampus. Beruntung dia mendapatkan kos yang lumayan terjangkau meskipun kondisinya seadanya. Untuk membantu membiayai kuliahnya, dia berencana mencari kerja sampingan dambil kuliah.

Pagi itu udara lumayan dingin ketika dia keluar kost dan hendak ke kampus, matanya tertuju pada akhwat yang keluar dari rumah mewah di depannya. Berjilbab lebar sepinggang, dengan gamis hingga menyentuh tanah dan bercadar tetap saja tidak mampu menyembunyikan mata indahnya yang dihimpit kain cadar hitam dan dinaungi kacamata yang menambah keindahan matanya yang juga terpoles eyeliner.

Wanita itu seperti terburu-buru hendak menyalakan motornya, tapi ternyata tidak mau distarter sehingga akhwat itu harus menyalakan secara manual motor maticnya.

Biasa lah perempuan, pasti tidak kuat kalau harus menggunakan standar tengah, sehingga dia terlihat seperti kelabakan karena juga diburu waktu. Akhirnya Wildan pun memberanikan diri untuk membantunya.

Wildan: Maaf, butuh bantuan?

Ketika Wildan bertanya, ia pun menatap Wildan sesaat kemudian menganggukkan kepala seraya agak mundur dari motornya. Terlihat ia pun sedikit menundukkan pandangannya berusaha menjaga pandangan dari ikhwan. Wildan pun segera tanggap dengan langsung membantu mengangkat motor untuk distandar tengah.

Tanpa sengaja tangan Wildan bersentuhan dengannya yang sontak membuat si akhwat segera menarik tangannya. Wildan sempat melihat kulit putih tangannya dengan kutek merah marun menghias indah kukunya yang dibalut manset hitam.

“Gak sengaja.”

Tanpa pikir panjang Wildan pun segera menggenjot stater kaki motornya dan langsung menyala. Sembari berterima kasih atas bantuan Wildan,

Wildan pun tak bisa melepaskan kesempatan itu untuk berkenalan.

Wildan: Nama saya Wildan, kalau boleh tau nama kamu siapa?”

Alisa: Alisa

Wildan: Ukhti Alisa ya… kuliah jurusan apa?

Alisa: Arsitektur, kalau kamu sendiri?

Wildan: Wah saya Teknik Fisika, kamu buru-buru ya?

Alisa: Iya... hari ini ada rekrutmen KMI (Keluarga Mahasiswa Islam) Fakultas pagi ini banget, jadi harus buru-buru... akhi Wildan sendiri ngga ikutan daftar?

Wildan: Wah… baru tahu... apa masih open requirement?

Alisa: Iya akhi... langsung aja ke sekretnya… ana duluan ya akhi… syukron... assalamualaikum

Kemudian Alisa pun pergi dengan melepas senyum yang tersirat melalui matanya bak bidadari. Pagi ini pun kulewati dengan perasaan bahagia karena hari pertamaku kuliah bisa berkenalan dengan ukhti cantik.

Sorenya Wildan pulang dan segera melakukan aktifitas rutinnya yaitu jogging setelah tadi sempat mengikuti reqruitmen di KMI kampusnya. Ketika dia selesai mengikat sepatu, tatapan mata Wildan teralihkan dengan selembar kertas yang menempel di gerbang rumah Alisa. Tertera bahwasanya dibutuhkan tenaga pembantu rumah. Tanpa pikir panjang Wildan langsung mengetuk pintu rumahnya.

Wildan: Assalamualaikum…

Terdengar sayup-sayup suara jawaban salam dari perempuan dari dalam rumah. Ketika dibuka pintunya, betapa kagetnya Wildan ketika melihat akhwat yang begitu cantik dengan kulit putih berjilab lebar sepaha dan gamis panjang membuka pintu gerbang.

Wildan: maaf bu... benar ini buka lowongan kerja ya?

Bu Siska: iya benar... gmna dek?

Wildan: kalau boleh saya ingin bekerja disini bu

Bu Siska: wah pas sekali... saya juga lagi butuh sesegera mungkin pembantu di rumah. Ohh iya nama adek siapa?

Wildan: nama ana Wildan Bu

Bu Siska: ohh dek Wildan... saya biasa dipanggil Bu Siska... panggil ummi juga boleh. Kira-kira besok sudah bisa mulai kerja kah?

Wildan: InshaaAllah bisa bu

Mata Wildan pun daritadi tidak bisa berhenti menjelajahi tubuh indah Ummu Zaskia yang tertutup rapi dengan jilbab lebar dan gamisnya. Kecantikan wajahnya yang begitu mirip Zaskia Adya Mecca pun menjadi poin utamanya. Wildan pun diberikan jobdesk pekerjaan yang harus dia kerjakan di rumahnya mulai besok dengan upah 800ribu/bulan

Hari berikutnya, ketika Wildan pulang dari kuliahnya, ia segera mengerjakan job desk yang sudah diberikan oleh Ummu Zaskia. Ketika Wildan mengetuk pintu gerbang, maka dibuka oleh Alisa dengan setelan cadar bandana hitam, jilbab biru navy dan gamis hitamnya

Alisa: ohh akhi Wildan... kata ummi mulai kerja di sini ya hari ini?

Wildan: iya maaf ukh... soalnya buat bantu-bantu biaya kuliah

Alisa: Mashaa Allah... ya sudah nanti kalau butuh apa-apa panggil ana ya, ana mau benah-benah kamar dulu.

Wildan: Inshaa Allah ukh

Kemudian Wildan segera melakukan jobdesk yang telah diberikan seperti menyapu, mengepel, mencuci piring, menata taman, dll. Semua pekerjaan rumah ia lakukan. Wildan memang sudah terbiasa latihan fisik seperti jogging dll, sehingga pekerjaan seperti ini pun menjadi pengganti dari latihan hariannya.

Ketika tengah membersihkan ruang tamu, tiba-tiba terdengar seperti suara benda jatuh dan diiringi erangan Alisa.

Alisa: akhh!! Innalilaah

Wildan pun bersegera menuju kamar Alisa dan berhenti didepan pintu kamar Alisa.

Wildan: maaf ukh... ukhti gak papa?

Alisa yang mengetahui Wildan ada di depan kamarnya segera menyahut.

Alisa: iya akhi… gppa kok, ini tadi kepleset waktu bersih-bersih atas lemari jadi jatuh. Sambil alisa menahan sakit dan mengelus bagian tubuhnya yang memar.

Wildan: mau saya bantu ukh?

Alisa pun berfikir kalau dilanjutkan khawatir jatuh lagi tapi kalau minta Wildan untuk membantu, maka khawatir terjadi khalwat karena Alisa belum pernah berdua dengan Ikhwan dalam satu kamar. Tapi sejenak kemudian Alisa pun memantapkan diri untuk membolehkan Wildan membantunya.

Alisa: mm… boleh deh, tapi tunggu sebentar akhi, ana pakai cadar dulu.

Kemudian selesai memakai cadar, Wildan pun masuk kamar yang dibukakan oleh Alisa. Alisa pun kemudian duduk di ranjangnya dengan cadar bandana hitam dan jilbab instan warna biru navy dan gamis hitamnya. Wildan sempat melirik kearah tangannya yang putih mulus bersih tanpa manset membuatnya berkhayal tentang tubuh Alisa.

Alisa duduk dengan posisi agak membusung dengan tangan kiri menyangga tubuhnya dan tangan kanan mengelus punggungnya. Tak ayal bongkahan bukit indah yang tertutup jilbab itu mulai menampakkan wujud aslinya. Begitu besar dan bulat membuat Wildan menelan ludah membayangkan kekenyalannya. Tanpa sadar kontol Wildan pun mulai tegang di balik sarungnya.

Alisa: Itu tolong di atas lemari yang itu.” Sembari Alisa menunjuk lemari yang dimaksud untuk dibersihkan dan ditata.

Ketika Wildan mulai menaiki kursi yang digunakan untuk pijakan, mau tidak mau dia pun harus menegakkan badan supaya bisa menjangkau bagian atas lemari. Sehingga kontol Wildan yang sudah tegang dan keras mengacung tajam bak tombak. Sarung yang menutupinya pun tak bisa membendung bentuk asli kontol Wildan.

Alisa pun terperanjat dan terbelalak melihat pemandangan di depannya. Meskipun masih tertutup sarung, ia pun tahu bahwa ada sesuatu di dalamnya yang sudah tegang mengeras. Memang Alisa menjaga diri dari perkara-perkara yang dilarang agama, tetapi bukan berarti ia tidak pernah melihat kontol asli seperti apa.

Sudah menjadi kewajaran di usia Alisa untuk penasaran terhadap hal-hal berbau laki-laki. Sehingga ia juga pernah sekali-sekali menonton video porno di laptopnya.

^*^

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 12 Wasiat Dari Ayah
8.6
Dira terjebak dalam hubungan toksik dengan ibunya, seorang wanita penghibur yang mengalami gangguan mental. Di tengah kebencian yang mendalam, Dira mendambakan sosok ayah yang telah lama menghilang. Namun, berita kematian sang ayah membawa kebenaran pahit: Dira bukanlah anak kandungnya. Melalui buku merah berisi dua belas wasiat peninggalan almarhum, Dira harus menuntaskan misi terakhir. Akankah wasiat ini memperbaiki ikatan dengan ibunya atau justru mengungkap rahasia lain?
Sampul Novel Es Batu
8.1
Relva Arilia adalah gadis konyol berhati tulus yang jatuh hati pada Steven Grellyn, pemuda sedingin es yang selalu mengabaikannya. Meski sering ditolak, kegigihan Relva perlahan meruntuhkan benteng pertahanan Steven yang awalnya enggan menjalin hubungan. Kisah ini bukan sekadar romansa, melainkan perjuangan emosional penuh liku dan air mata demi masa depan. Keduanya harus mengorbankan ego demi cinta yang mampu mencairkan kebekuan hati dan mengubah hidup mereka.
Sampul Novel Jay and her Odd Daddy
8.9
Jayashri alias Chai terjepit di antara himpitan ekonomi dan prinsip ibunya untuk tidak menjual harga diri. Di titik terendah saat ingin mengakhiri hidup, seorang pria asing menyelamatkannya dan menawarkan posisi sugar baby. Meski awalnya menolak keras, takdir mempertemukan mereka kembali. Sang pria menawarkan kontrak kerja sama tanpa pelecehan yang saling menguntungkan. Kini Chai bimbang, haruskah ia berpegang pada prinsip atau menyerah pada realita?
Sampul Novel MENIKAH DENGAN SULTAN
8.9
Rinai berjuang mencari biaya pengobatan ibunya meski sering dizalimi Natasya, kakak tirinya. Suatu hari, Wira, seorang putra konglomerat yang sedang menyamar, tersentuh oleh ketulusan Rinai dan memborong dagangannya. Saat Natasya mencoba menggusur rumah Rinai melalui kekasihnya, ia tak sadar bahwa Wira adalah bos besar di sana. Setelah jati diri Wira terungkap, Rinai yang minder memilih kabur ke kota. Takdir unik justru membawanya bekerja sebagai ART di rumah keluarga Wira.
Sampul Novel MENIKAHI CEO LUMPUH
9.1
Demi kesembuhan sang ayah, Sofia yang baru berusia 19 tahun terpaksa menikahi Yesaya, seorang CEO lumpuh berumur 33 tahun. Awalnya penuh tekanan, perasaan Sofia berubah menjadi cinta tulus saat menemukan surat wasiat bunuh diri suaminya. Namun, cinta itu justru dibalas penolakan. Yesaya sengaja menjauhkan diri dan melakukan tindakan ekstrem demi melindungi rahasia serta kebahagiaan Sofia, meski hal tersebut malah menghancurkan hidup istrinya.
Sampul Novel Menikahinya Mudah, Kehilangannya Adalah Neraka
8.8
Stella hancur saat Marc berkhianat tepat di depan matanya. Setelah membalas dengan tamparan keras, ia memilih lenyap untuk misi rahasia dan memalsukan kematiannya. Di hari kepergian Stella, kerajaan bisnis Marc runtuh seketika. Penyesalan menghantui Marc hingga mereka bertemu kembali di sebuah gala mewah. Marc memohon kesempatan kedua, namun Stella yang kini bersinar di samping pria sukses hanya tersenyum sinis dan menegaskan bahwa Marc tak lagi pantas untuknya.