Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Mertua Hiperseks

Mertua Hiperseks

Dua tahun menikah, Winda Anita Sari harus pindah ke rumah orang tua Andre karena ibu mertuanya terserang stroke. Namun, kepindahan ini menjadi awal petaka saat ia menyadari ayah mertuanya, Wijaya, mengidap hiperseks. Anita menemukan fakta kelam bahwa adik iparnya, Lola, telah menjadi korban pelecehan sang ayah. Kini, Anita hidup dalam ketakutan karena Wijaya terus mengincarnya dengan tatapan nafsu dan nekat masuk ke kamarnya. Sanggupkah ia bertahan tanpa menjadi korban berikutnya?
Bab
Bagikan

Bab 3

Tok..tok...tok...

Diketuknya pintu kamar Lola perlahan oleh Anita, hingga beberapa kali namun tetap tidak respon dari Lola. Anita mencoba membuka pintu kamar Lola perlahan yang ternyata tidak terkunci, melihat sekeliling tempat tidur yang sangat berantakan bahkan baju dalam pun seperti terlempar tanpa arah. Anita menatap Lola yang masih tertidur diatas tempat tidurnya, ia mendekati Lola perlahan, Lola terlihat sedang tidak baik-baik saja. Matanya sembab seperti habis menangis semalaman, dan disekujur tubuhnya terdapat tanda merah terutama dibagian leher, bahkan Lola tidur seperti tanpa mengenakan apapun hanya selimut sebagai penutup, jika melihat keadaan kamarnya yang berantakan, seprei yang ujungnya copot, sarung bantal yang terlepas seperti telah terjadi peperangan sengit tadi malam.

"La,,, kamu gak sekolah hari ini? Abangmu udah nungguin tuh di depan!" Tanya Anita pada adik iparnya yang tetap tidak bergeming dari tempat tidur, bahkan tak ada respon apapun.

"Kamu sakit ya la? Mau kakak anter ke dokter gak?" Anita tetap berusaha menanyakan keadaan Lola, namun tetap tidak ada respon apapun.

"Lola kenapa sayang?" Ucap Andre yang saat itu sudah berdiri di ambang pintu, Anita menoleh dan segera menghampiri suaminya.

"Gak tau, dari tadi aku nanya tapi gak ada respon. Dan liat nih, kamar Lola kok berantakan banget ya? Apa dia emang suka kek gini?."

"Nggak biasanya dia begini, dia nih orangnya paling gak suka kotor sama berantakan gini," Andre melangkah ke dalam kamar Lola untuk memastikan keadaan Lola.

"Ih apaan nih, kok baju daleman bisa ada disembarang tempat begini," Andre merasa heran karna tidak biasanya sang adik seperti ini, kamar seperti kapal pecah dan orangnya tak mau bangun meskipun sudah pagi.

"La, kamu gak mau sekolah? Abang udah telat ngantor nih, kalau kamu sakit nanti biar kakak iparmu yang antar ke dokter" tetap tidak ada respon dari Lola. Andre menghampirnya sembari memegang jidat adiknya untuk memastikan Lola sakit atau tidak. Setelah di cek, Lola baik-baik saja, tidak panas hanya keadaannya yang terlihat sangat buruk.

"Sayang...aku berangkat aja ya! Nanti kalau Lola bangun terus minta anter ke dokter, kamu temenin ya, pakek taxi online aja"

"Iya mas, udah sana kamu cepet berangkat, ini udah siang banget loh, keknya kamu bakalan telat,"

"Ya udah aku berangkat ya sayang," Anita mengulurkan tangannya untuk mencium tangan Andre. Sesampainya di depan mobil yang telah terparkir dihalaman, Andre mencium kening istrinya dan segera melajukan mobilnya.

***

Anita masih penasaran pada apa yang telah terjadi pada adik iparnya itu, selesai membereskan rumah ia berencana untuk mengecek keadaan Lola. Namun, saat Anita sedang mencuci pring didapur ia mendengar pintu kamar Lola terbuka dan ditutup dengan sangat pelan, usai meletakkan piring Anita segera melihat apakah yang membuka pintu kamar tadi adalah Lola atau bukan. Ternyata Lola keluar tanpa pamit memakai jaket dan celana jeans, sedangkan ayah yang sedari tadi ada di ruang tamu hanya melihat Lola keluar tanpa menanyakannya.

"Sarapan dulu Yah, Anita udah buat nasi goreng tadi," sapa Anita pada ayah mertuanyanya yang sedari tadi fokus menonton siaran televisi.

"Oya Yah, Lola tadi bilang gak sama ayah dia mau kemana?"

"Enggak," ucap Wijaya dengan ketusnya. Tanpa banyak basa-basi dengan ayah mertuanya Anita memutuskan untuk mengecek kamar Lola apakah sudah dibereskan atau tidak. Tetap seperti semula, berantakan dan semuanya berceceran. Walaupun sedikit lancang Anita memutuskan untuk membereskan kamar adik iparnya itu karena mungkin Lola tidak membereskannya karena memang sedang tidak enak badan, Anita sedikit tercengang saat melihat seprei Lola ada sedikit bercak darah.

Tak mau berfikir yang tidak-tidak pada adik iparnya Anita mengira itu adalah menstruasi yang mungkin saat ini Lola sedang mengalaminya, sehingga menyebabkan adiknya itu tidak enak badan. Anita mengganti seprei, sarung bantal dan merapikan pakaian yang berserakan di lantai, lalu membawa pakaian-pakaian Lola ke mesin cuci untuk di cuci.

Selama Anita tinggal bersama keluarga suaminya, ia memang tak pernah mencuci baju adik iparnya karena Lola bukan tipe pemalas. Ia terbiasa melakukannya sendiri tanpa bantuan orang lain, tapi hari ini berbeda, Lola seakan tak peduli dengan keadaan sekitarnya yang berserakan hingga tak membereskannya.

***

Lola tak kunjung kembali meski hari sudah siang, Anita yang merasa cemas karena Lola pergi tanpa pamit, entah bagaimana nanti ia akan menjelaskannya pada Andre jika suaminya sudah pulang. Wijaya ayah mertuanya pun tak ada di rumah, namun Anita merasa tenang ketika pria tua itu tak ada, karena dengan begitu ia tak perlu merasa khawatir dan takut terjadi apa-apa, mengingat ayah mertuanya itu selalu bersikap aneh.

Anita memutuskan untuk menunggu Lola di ruang tamu dan akan menanyakan kemana dia pergi tanpa pamit terlebih dahulu. Karena bagaimanapun Lola adalah adik iparnya yang harus dia jaga, apalagi saat kondisinya sedang tidak baik-baik saja. Saat Anita merasa ngantuk, tiba-tiba ia mendengar seperti ada orang yang membuka pintu depan dan benar saja yang datang adalah Lola.

"Kamu kemana aja si La? Kenapa gak pamit dulu sama kakak, atau sama Ayah. Biar kami gak cemas," tanya Anita dengan lembut karena takut menyinggung adik iparnya.

"Super market." Singkat, padat dan tanpa penjelasan apa pun lagi. Lola melangkah menuju kamarnya, namun sebelum sampai di kamarnya, Anita menyuruh Lola makan karena dari pagi Lola belum makan Apapun.

"Ya udah, makan dulu La, dari tadi pagi kamu belum makan. Biar gak tambah sakit. Oya La, kamu lagi datang bulan ya? Tadi kakak beresin kamar kamu, di seprei ada bekas darah jadi kakak cuci aja sekalian sama baju-baju kamu. Maaf ya kalau kakak lancang, kakak gak mau kamu sampek kecapaean apa lagi saat ini kondisi kamu sedang tidak baik. Sepreinya juga udah kakak ganti kok,"

Lola menatap Anita penuh kekesalan, entah ia marah karena Anita telah lancang membereskan kamarnya atau apa. Karena maksud Anita hanya ingin membantu adik iparnya itu dikala ia sedang sakit.

"Aku udah makan diluar, dan tolong kakak jangan sembarangan nyentuh barang-barang aku. Dan makasih karena kakak sudah berbaik hati untuk membereskan kamarku, tapi itu tidak perlu. Aku bisa sendiri," Jawab Lola sambil lalu meninggalkan Anita yang masih terpaku dengan ucapan Lola. Sesampainya didepan kamar, Lola membanting pintu kamarnya dengan keras seolah ia benar-benar marah pada perbuatan Anita yang seenaknya.

Anita merasa tak nyaman dengan sikap Lola tadi, padahal niatnya baik. Walaupun memang sedikit lancang jika masuk dan menyentuh barang milik orang lain tanpa izin. Apalagi Anita hanyalah orang luar yang memang tidak dekat dengan Lola adik iparnya.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 49 Hari Bersama Tawanan Sexy
7.9
Tamara Levinka, model ternama sekaligus tunangan CEO produsen senjata Roger Jenandra, mendadak hilang tanpa jejak. Meski pencarian besar-besaran telah dilakukan, keberadaannya tetap misterius. Namun, setelah empat puluh sembilan hari, Tamara muncul kembali dengan kabar yang mengguncang semua pihak. Di balik kepulangannya, ada Jeff yang terobsesi memilikinya dan Tamara yang rela mengorbankan segalanya demi pria itu. Cinta mereka tumbuh di tengah konflik yang berbahaya.
Sampul Novel Elegant Revenge
8.5
Dikhianati sang suami yang menjalin kasih dengan cinta pertamanya membuat Aira terpuruk dalam rasa bersalah. Namun, kehadiran sosok pendukung menyadarkannya bahwa ia hanyalah korban penipuan Awan dan Amanda. Dengan tekad bulat, Aira merancang aksi balas dendam elegan dibantu oleh mereka yang muak pada perselingkuhan tersebut. Di tengah konflik ini, Galang hadir membawa kekaguman tulus. Mampukah Galang membuktikan dirinya layak mengganti posisi Awan di hati Aira?
Sampul Novel HOT DUDA
9.6
Taran merupakan pengusaha sukses yang ingin mendukung karier musik adiknya, Kejora, setelah viral di YouTube. Ia pun mempekerjakan Resti sebagai manajer. Awalnya, hubungan mereka tegang karena Taran merasa Resti terlalu ikut campur. Namun, berkat Kejora, keduanya justru semakin akrab. Meski ada Ben yang mencoba menghalangi, benih cinta antara Taran dan Resti kian tumbuh kuat, terutama saat mereka menghabiskan waktu bersama selama berada di Bali.
Sampul Novel Kakak Ipar
9.2
Hanifah yang mandul memaksa adiknya, Nur Naila Habibah, untuk menikahi suaminya, Raihan, demi mendapatkan keturunan. Naila merasa tidak pantas bagi dosen agama itu karena ia dikenal sebagai mahasiswi nakal yang belum berhijab. Namun, sebuah rahasia besar tersembunyi bahwa Naila sebenarnya bukan adik kandung Hanifah, melainkan putri dari Azizah. Akankah Naila menerima permintaan sang kakak untuk menjadi istri kedua iparnya sendiri?
Sampul Novel Menemukan Cinta Sejati
9.0
Demi membalas pengkhianatan, Eve Costa setuju menikahi pewaris kejam keluarga mafia Vittorine. Selama lima tahun, Eve mencintai Lucas Smith, namun pria itu justru mengabaikan nyawanya saat diculik dan malah bermain api dengan Alina. Setelah selamat dari maut, Eve kehilangan rasa cintanya. Saat Lucas melamar, Eve telah menyiapkan rencana besar untuk melepaskan diri. Ia memanfaatkan posisi barunya demi menghancurkan pria yang telah tega membuangnya demi wanita lain.
Sampul Novel Pembantu dan pewaris muda
8.5
Amelia terjebak utang ayahnya dan kemiskinan saat bekerja di rumah keluarga De la Vega. Hidupnya berubah sejak Luciano, sang pewaris arogan, mulai memperhatikannya. Hubungan rahasia mereka tumbuh di tengah perbedaan kelas, namun skandal besar mengancam martabat Amelia. Kini ia harus memilih antara cinta yang membara kepada Luciano atau melindungi adiknya serta janin di rahimnya. Dua dunia yang bertabrakan ini siap meledak dalam konflik yang penuh emosi dan pengorbanan.