
Mermaid For The CEO
Bab 3
Mulut Reynard terbuka tak percaya melihat pemandangan di hadapannya. Bahkan pria itu sampai mengucek matanya dan berpikir setelah dia mengucek matanya, maka pemandangan di hadapannya akan lenyap. Namun ternyata hal itu tidak bekerja. Pria itu masih melihat putri duyung berenang di kolam renangnya.
Tepat saat tubuh Cassie menyentuh air, seketika kedua kakinya berubah menjadi ekor putri duyung berwarna pink dan tosca yang sangat cantik. Reynard berpikir dia sedang bermimpi. Karena selama ini pria itu tidak percaya tentang makhluk mitologi duyung yang cantik. Dia berpikir ikan duyung hanya ada dalam dongeng anak-anak.
Cassie berenang menghampiri Reynard. Wanita itu berhenti tepat di hadapan pria yang telah menolongnya. Kedua tangannya menyentuh bahu Reynard.
“Terimakasih sudah menolongku, Tuan. Karena kamu sudah tahu rahasiaku, apakah kamu akan menjadikanku sebagai bahan tontonan?”
Reynard memicingkan matanya. “Apakah kamu pernah dijadikan bahan tontonan?”
Cassie menganggukkan kepalanya. “Tidak. Ini pertama kalinya ada manusia yang melihat wujud asliku. Hanya saja Mom pernah bercerita jika dulu ada seorang putri duyung yang tertangkap oleh manusia. Kemudian ditempatkan di akuarium raksasa untuk dijadikan bahan tontonan manusia. Sebenarnya aku… aku takut merasakan tatapan manusia yang takjub sekaligus jijik padaku.” Wanita itu menundukkan kepalanya.
Satu tangan Reynard meraih pinggang Cassie lalu menariknya hingga tubuh mereka menempel erat. Sedangkan satu tangannya lagi menyentuh dagu wanita itu dan mengangkatnya sehingga tatapan mereka bertemu. Reynard bisa melihat mata hijau Cassie yang indah.
“Aku memang merasa takjub dengan wujud aslimu, Belleza mia. Tapi aku tidak pernah merasa jijik padamu. Aku membelimu bukan untuk kujadikan bahan tontonan. Tapi aku ingin kamu jadi milikku.”
Cassie mengedipkan mata tak percaya mendengar ucapan Reynard. “Jadi milikmu?”
Reynard menganggukkan kepalanya. “Benar, Belleza mia. Jadi milikku.”
Tepat setelah mengatakan kalimat itu Reynard menunduk. Cassie bisa melihat wajah Reynard yang semakin dekat. Dia tahu pria itu ingin menciumnya. Seharusnya wanita itu menolaknya. Tapi rasa penasaran menahan Cassie untuk diam di tempatnya. Wanita itu ingin merasakan bagaimana seorang menciumnya.
Bibir Reynard mendarat di atas bibir Cassie. Wanita itu bisa merasakan bibir Reynard yang kenyal melumatnya dengan begitu lembut. Seketika jantung Cassie berdebar-debar. Ciuman ini berbeda dengan ciuman di mobil yang terkesan buru-buru. Reynard memperlakukannya begitu lembut hingga membuat tubuh Cassie bergetar. Dia bisa merasakan panas mulai menjalari tubuhnya. Kali ini bukan karena efek obat perangsang seperti sebelumnya. Tapi murni karena hasrat liar yang menyelimuti tubuh Cassie.
Reynard melepaskan ciumannya sehingga memberikan kesempatan mereka untuk bernafas. “Apa kamu masih belum ingat denganku, Belleza mia?”
“Sebelumnya aku terlalu bodoh karena tidak memperhatikan orang lain, Tuan. Bisakah kamu memberitahuku kapan kita pernah bertemu?” tanya Cassie penasaran Setelah efek obat perangsangnya menghilang berkat air, Cassie berusaha mengingat-ingat Reynard. Tapi dia tidak bisa menemukan sedikit memori tentang wajah tampan Reynard.
“Dua hari yang lalu aku datang ke Hiraet Model Management untuk menawarimu sebuah film. Tapi kamu menolaknya.”
Cassie memicingkan matanya. “Dua hari yang lalu? Film? Ah… Apakah kamu wakil dari Rococo?”
Akhirnya Cassie ingat dua hari yang lalu Johnny menelponnya. Dia mengatakan perusahaan di bidang hiburan dan media Rococo menawarkan Cassie untuk bermain film bergenre romantis yang diproduksi oleh mereka. Tapi Johnny menyuruh Cassie untuk menolaknya. Sekarang Cassie tahu alasan Johnny menolaknya adalah agar nama Cassie tidak semakin besar setelah bermain dalam film itu.
“Wakil dari Rococo? Aku sebagai CEO dari Rococo turun tangan sendiri untuk mengajukan penawaran padamu, Belleza mia.”
Seketika Cassie melotot kaget. “Kamu adalah CEO dari Rococo? Kupikir kamu hanya perwakilan saja.”
“Sejak melihatmu menjadi brand ambassador rumah mode Tommy Hilfiger, aku sudah tertarik padamu. Karena itu aku yang datang ke agensimu untuk bisa bertemu denganmu.” Jelas Reynard.
“Maafkan aku, Tuan. Sebelumnya aku sudah dibutakan oleh cinta hingga menolak kesempatan emas yang kamu berikan. Setelah mengetahui kebusukan Johnny, aku jadi menyesal sudah menolak tawaran darimu. Aku ingat ucapanmu saat itu. Jika aku menerima tawaran darimu, maka namaku akan semakin dikenal banyak orang. Aku begitu bodoh dan naif mempercayai pria brengsek itu.” Kedua tangan Cassie yang berada di bahu Reynard terkepal erat memikirkan pria yang sudah membuangnya seperti sampah yang sudah tidak digunakan lagi.
Reynard memicingkan matanya. “Johnny? Maksudmu Johnny Nilsson, direktur Hiraet Model Management?”
Cassie menganggukkan kepalanya. “Benar dia. Selama ini terlalu naif percaya jika dia mencintaiku. Sampai akhirnya dia dan Thea Osbert menjualku ke pelelangan ilegal yang sangat mengerikan.” Wanita itu bergidik ngeri membayangkan bagaimana para pria yang berada di pelelangan berusaha menyentuh tubuhnya. Cassie masih ketakutan melihat tatapan-tatapan kelaparan para pria yang ingin menerkamnya.
Merasakan tubuh Cassie bergetar ketakutan, Reynard semakin mengeratkan pelukannya. “Kamu sudah aman, Belleza mia. Jadi kamu tidak perlu takut lagi.”
Tatapan Cassie tertuju pada Reynard. Pria itu bagaikan malaikat penolong yang menariknya dari dunia yang gelap. Memberikan keamanan yang tidak pernah dirasakan oleh wanita itu.
“Tuan, Aku tidak ingin membiarkan mereka tertawa di atas penderitaan yang kurasakan. Aku ingin membalas perbuatan mereka. Apakah kamu bisa membantuku? Aku mohon!” Mata hijau Cassie menatap Reynard dengan tatapan memohon. Suaranya terdengar putus asa.
“Apa balasan yang kuterima jika aku membantumu, Belleza mia?” tanya Reynard.
Cassie terdiam mendengar pertanyaan Reynard. Dia sendiri bertanya-tanya apa yang bisa dia berikan pada pria itu. Bahkan uang yang dimiliki Cassie pasti sudah dibekukan oleh agensinya. Artinya Cassie tidak memiliki apapun lagi.
“Aku sudah tidak memiliki apapun, Tuan. Tapi aku akan memberikan tubuh dan hidupku untukmu.” Jawab Cassie.
“Tubuh dan hidupmu? Apa kamu yakin akan memberikannya padaku, Belleza mia?”
Cassie menganggukkan kepalanya. “Aku sangat yakin, Tuan. Aku sudah tidak memiliki tujuan apapun sekarang selain membalas dendam pada pasangan menjijikkan yang sudah menghancurkan hidupku. Apakah tawaranku bisa diterima, Tuan?”
Reynard terdiam membuat Cassie merasa tegang. Dia berpikir mungkin saja Reynard akan menolaknya. Wanita itu pernah menolak tawaran pria itu. Mungkin saja sekarang Reynard juga akan menolaknya.
“Baiklah. Aku akan terima tawaranmu.”
Mata Cassie terbuka lebar mendengar jawaban Reynard. “Kamu menerimanya? Apa kamu yakin, Tuan? Aku bahkan tidak bisa membayar kebaikanmu sepeserpun.”
“Untuk apa membutuhkan uang jika yang kuinginkan adalah kamu.”
Seketika kedua pipi Cassie merona merah mendengar kata manis keluar dari mulut Reynard. Johnny tidak pernah menggunakan kata-kata manis padanya. Bahkan terkesan dingin karena pria itu memang tidak pernah mencintainya.
“Aku akan membantumu untuk balas dendam. Tapi seperti yang kau tawarkan tubuh dan hidupmu adalah milikku. Tidak ada pria lain yang boleh menyentuhmu selain aku.”
Cassie menganggukkan kepalanya dengan senyuman lebar di wajahnya. “Baiklah, Tuan. Aku adalah milikmu.”
“Tapi sebelum menjalankan rencana kita, ada yang harus kita lakukan.”
“Apa itu?” bingung Cassie.
“Besok kamu akan tahu.”
* * * * *
Anda Mungkin Juga Suka





