Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Menikahi Seorang Abusive

Menikahi Seorang Abusive

Impian Dewi tentang rumah tangga harmonis hancur seketika saat menghadapi kenyataan pahit. Sebagai istri, ia terjebak dalam pernikahan beracun bersama Raihan, sosok suami yang sangat kasar dan abusif. Setiap hari menjadi perjuangan batin yang menyiksa di tengah perlakuan buruk pasangannya. Kini, Dewi berdiri di persimpangan jalan yang sulit. Haruskah ia tetap bertahan demi komitmen, atau berani melangkah pergi demi keselamatan jiwanya?
Bab
Bagikan

Bab 2

" Cekrek."

"Wi, Dewi, sayang."

Daun pintu di buka Raihan berjalan menyusuri ruang tamu, lalu kemudian menuju dapur, tapi tetap tak di temukan juga apa yang dia cari.

Dia pun beranjak ke kamar pribadinya dan membuka pintu kamar.

Berlahan-lahan dia berjalan dan duduk ditepi tempat tidurnya, dimana terdapat istrinya yang terlelap, dengan mata yang masih sembab karena lelah sehabis menangis.

"Maafkan aku sayang, aku khilaf tadi," ucap Raihan sambil berlutut di bawah kaki istrinya.

Dewi yang tadinya sudah tak menangis kini kembali terisak, seraya memalingkan wajahnya. Hatinya masih sangat sakit hti dengan perlakuan Raihan tadi pagi, pipinya masih merah bekas tamparan dan juga tubuhnya masih terasa sakit akibat perlakuan suaminya tersebut.

"Kamu tidak mau memaafkan aku sayang, tolong jangan marah padaku, aku masih sangat mencintaimu, jadi tolong maafkan

aku," mohon Raihan dengan tetap berlutut dan menggenggam kedua tangan Dewi.

Dewi masih memalingkan wajahnya dia masih enggan untuk menatap suaminya yang telah menyakitinya, air mata nya malah menetes setelah mendengar permohonan maaf dari Raihan suaminya.

"Dewi, tolong tatap wajahku, apakah kamu sudah tak mencintaiku?, sehingga kamu tak sudi menatap wajahku lagi?" ucap Raihan dengan mata berkaca-kaca.

Kali ini Dewi mulai memutar wajahnya menatap suaminya, dia menatap penuh makna seperti banyak sekali pertanyaan demi pertanyaan yang akan di lontarkan tapi entah kenapa lidahnya kelu, sehingga dia hanya bisa menatap Raihan dalam-dalam.

"Jadi kamu mau kan memaafkan aku sayang? aku janji gak akan mengulangi perbuatan seperti itu lagi padamu," Raihan kembali memohon, sembari kedua tangannya memegang bahu istrinya.

Dewi hanya bisa mengangguk pelan, tanpa bisa berucap sepatah kata pun. Raihan kini memeluk erat istrinya tersebut karena telah memaafkan dirinya.

"Hueeeeeek, hueeeeek."

Dewi tiba-tiba berlari ke kamar mandi perutnya sangat mual, Raihan yang kebingungan segera mengejar istrinya ke kamar mandi, dan berteriak dari luar.

"Sayang kamu tidak apa-apa kan? sayang jawab dong, kamu tidak kenapa-kenapa kan?"

"Tok,tok,tok."

Raihan terus menggedor- gedor pintu kamar mandi, karena tak ada jawaban dari dalam, tapi suara Dewi yang sedang muntah masih terus terdengar.

Lima menit kemudian Dewi keluar dari kamar mandi, tapi dia langsung berlari mendekati sebuah kalender yang tergantung di dinding ruang tamu lalu menghitungnya.

Raihan yang masih kebingungan terus menguntit Dewi sampai keruang tamu.

"Ada apa Wi?, ada apa dengan kalender ini kenapa kamu seperti orang bingung juga?" tanya Raihan.

"Ternyata aku sudah terlambat haid selama satu minggu mas," jawab Dewi.

"Lalu apa hubungannya dengan mual-mual mu itu?" tanya Raihan lagi masih dengan wajah yang bingung.

"Sekarang coba mas ke apotik depan beli alat tes pack gitu," perintah Dewi.

"Apa beli tes pant?" sahut Raihan.

"Bukan tes pant tapi tes pack mas," ujar Dewi sambil menepuk jidatnya.

"Oh iya beli itu, oke aku ke apotik depan dulu ya," pamitnya sambil terus mulutnya komat kamit menghafal kan apa nama yang harus di belinya.

Setengah jam kemudian Raihan sudah kembali sembari membawa sebuah bungkusan kecil, lalu langsung di berikannya pada istrinya.

Dewi yang sudah mempersiapkan sebuah wadah berisi urine nya sendiri kemudian mencelupkan alat tes kehamilan tersebut kedalam wadah dan menunggunya dengan perasaan deg-degan.

Setelah menunggunya selama tiga menit alat itu pun di ambil dan hasilnya membuat Dewi tersenyum bahagia.

"Alhamdulilah."

Raihan yang masih kebingungan mulai bertanya apa yang membuatnya sebahagia itu, dia pun menghampiri lebih dekat lagi, hingga tubuh keduanya saling menempel.

"Apa yang membuatmu sebahagia itu sih," ujar Raihan penuh tanda tanya.

"ini mas, " Dewi menunjukan hasil tes pack itu yang menujukan ada garis dua ke suaminya.

Raihan yang masih bingung hanya memutar-mutar alat tersebut, tanpa tahu itu artinya apa.

"Apa kamu tak bahagia mas? setelah melihat hasil tes pack itu," tanya Dewi.

"Emangnya ini apa? dan garis dua itu artinya apa?" kening Raihan berkerut menandakan dia sedang berpikir tentang alat yang sedang di pegangnya.

"Masa kamu gak ngerti sih mas itu artinya apa."

"Serius aku bener-bener gak ngerti sayang,"

Raihan pun mengembalikan alat tersebut [pada Dewi istrinya.

"Ini artinya aku hamil mas, kita akan punya anak," sahutnya dengan sumringah.

"Apa!, kamu hamil? berarti aku akan jadi ayah dong, buah cinta kita sayang," tutur Raihan penuh suka cita.

Sejurus kemudian Raihan memeluk erat istrinya lalu berlutut untuk menciumi perut Dewi, dia begitu bahagia karena akan menjadi seorang ayah.

Dewi yang melihat perlakuan Raihan padanya tak kalah bahagia dan senangnya. Dia berharap dengan kehamilannya ini Raihan bisa berubah sikap padanya dan mau bekerja .

Terserah mau kerja apapun yang terpenting bisa kerja dn tidak bergantung pada orang tuanya lagi.

"Aku akan kabarkan ini pada orangtuaku, kamu tunggulah dirumah saja ya, jaga kandunganmu," pesan Raihan.

Setelah berpesan Raihan berlari menuju rumah kedua orang tua nya dimana disana berkumpul semua kelurga besarnya. Dia bermaksud ingin membagi kebahagiaan pada keluarga besarnya.

Tapi harapannya tak sesuai keinginan, pak Karim dan bu Sukma hanya menjawab sekenanya saja.

"Cuma dewi hamil aja segitu senengnya kamu, memangnya dengan hamilnya dewi kamu akan dapat uang banyak atau pesta yang besar, dewi tidak selevel dengan Riri istri adikmu itu yang kehamilannya membawa berkah buat keluarga kita, karena keluarga Riri yang kaya raya," ucap pak Karim dengan nada sinis.

Dua dari tiga adik Raihan memang sudah menikah dan pernikahan mereka di gelar secara besar-besaran karena kelurga wanita yang kaya raya dan berkecukupan.

Rendi yang mempunyai istri bernama Riri, dan Danu yang mempunyai istri bernama Karin.

Mereka berdua menikah lebih dulu dari pada Raihan, maka tak heran pak Karim lebih menyukai kedua menantu perempuannya itu dari pada Dewi.

Entah apa yang menjadi alasan pak Karim yang selalu membanding-bandingkan kedua menantunya itu dengan Dewi.

Padahal setiap mereka ada kesulitan selalu Dewi yang mau paling depan dibandingkan Riri dan Karin.

Dewi juga sering datang kerumah mertuanya hanya untuk membereskan rumah dan membantu bu Sukma memasak ataupun sekadar membantu pekerjaan ibu mertua nya tersebut.

"sudah sana pulang!, jangan sampai kehamilan istrimu merepotkan kita-kita disini," usir pak Karim.

"Iya pak, kalau begitu aku pulang dulu," pamit Raihan.

Entah kenapa Raihan tak pernah bisa membantah atau pun membela, jika istrinya di perlakukan tidak selayaknya sebagai seorang menantu oleh kedua orang tuanya tersebut.

Padahal Dewi istrinya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi menantu yang baik untuk keluarga besarnya itu, tapi semua usahanya seakan sia-sia belaka.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Buy One Get You
8.4
Audia terpaksa membatalkan niat resign setelah ayahnya, Pak Sapto, tertipu rekan bisnis. Demi melunasi utang, sang ayah menjual rumah beserta isinya kepada Ibu Sosro seharga 1,5 miliar. Sialnya, Audia yang tertidur di dalam ikut terjual sebagai aset. Sang bos, Affangga, yang masih patah hati dan membenci Audia karena mirip mantan tunangannya, tak punya pilihan. Ibu Sosro langsung memanfaatkan momen ini untuk menyeret mereka berdua ke pelaminan.
Sampul Novel Canda Cinta Kirana
8.2
Kirana, gadis terencana, hancur saat Zayn menyebut wanita lain sebagai cinta sejatinya di hari pernikahan mereka. Kisah ini membawa kita kembali ke masa sekolah, di mana Kirana yang cerdas bertemu Zayn, penerima beasiswa usil yang menyimpan luka dalam. Di antara tawa dan rahasia terpendam, dua dunia berbeda ini bersinggungan. Saat perpisahan tiba, mampukah kepercayaan pulih, ataukah perbedaan besar akan memisahkan mereka selamanya dalam duka mendalam?
Sampul Novel GEJOLAK GAIRAH DILAN
9.1
Dilan dan Nessa menjadi sangat dekat hanya dalam tiga kali pertemuan. Namun, momen ketiga itu justru membawa luka hati bagi Dilan. Sebuah insiden tak terduga terjadi saat Nessa berada di bawah pengaruh obat perangsang, memaksa Dilan melanggar janjinya sendiri untuk menjaga kehormatan wanita yang ia cintai. Kini, hubungan mereka dipertaruhkan. Mampukah Nessa memaafkan Dilan, dan akankah kesalahpahaman besar di antara mereka akhirnya menemukan jalan keluar?
Sampul Novel I love you Mas duda
9.3
Demi membalas budi, Meysa bersedia dijodohkan dengan Harry, seorang duda beranak dua. Meski benih cinta mulai tumbuh dan rencana pernikahan disusun, rintangan besar menghadang dari mantan istri Harry. Sang mantan tak henti mengusik, mulai dari menghasut anak-anak agar membenci Meysa, menyebar fitnah keji di kantor, hingga melakukan sabotase fisik untuk menggagalkan akad mereka. Akankah ketulusan Meysa mampu mengalahkan segala tipu daya jahat sang mantan istri?
Sampul Novel Ipar adalah Maut Pernikahan
9.6
Dian terjebak dalam perselingkuhan dengan Raihan, pria yang terikat pernikahan tanpa cinta. Meski dihantui rasa bersalah terhadap suaminya, Galih, dan sahabatnya, Laras, Dian sulit melepaskan diri. Saat ia mencoba menjauh, obsesi Raihan justru kian menguat. Situasi memanas ketika Laras mendatangi kamar Dian tanpa curiga. Kini, Dian harus menghadapi konsekuensi atas dosa yang mengancam menghancurkan reputasi, persahabatan, serta masa depannya selamanya.
Sampul Novel Pelakor Sebaya
8.1
Seorang pria terjebak godaan mahasiswi muda yang seusia dengan putri sulungnya sendiri. Pengkhianatan ini terjadi di tengah kondisi kesehatan istrinya yang kian memburuk. Konflik semakin memuncak saat kedua anaknya memberikan penolakan keras atas perselingkuhan tersebut. Kini, dia harus memilih antara gairah terlarang dengan kekasih barunya atau kembali pada wanita yang telah mendampinginya selama dua puluh lima tahun. Siapakah yang akan dia pilih pada akhirnya?