
Menikahi Gadis Bar-Bar
Bab 3
" Aduh ... Bi minta tolong siapin bekal ku. Aku mau mandi langsung berangkat. Taruh di sepedaku ya bi. Makasih. " Mala berlari untuk menuju kamarnya untuk persiapan mandi.
Semua selesai dan sudah rapi untuk berangkat ke sekolahan. Berlari kecil hendka akan menuruni tanga.
" Bisa bisa terlambat ni " Mala turun dan berlari menuruni tangga.
" Pagi Ayah ... Pagi Bunda. Mala berangkat dulu ya... " Kecup pipi ayah dan bunda.
" Mala nantin jangan pulang sore -sore ya," Teriak Bundanya
" Mala nanti pulang siang Bun mau masuk cuma mengajukkan ijin sama sekolahan." Sambil berlari keluar rumah.
Didepan rumah sudah ada Bi Inah yang meletakan bekalnya di kranjang sepedanya. Mala keluar dari perkarangan rumah.
Diperjalanan sepeda yang mala naiki bocor ban nya bukan hanya satu tapi kedua bannya. Tembel ban pun belum pada buka. Adayang buka tapi masih jauh.
' kenapa sial lagi .. Semalam motor mogok sekarang ban pecah gini.. Nanti malam ketemu orang yang bikin hidupku sial ' gerutu hatinya.
Mala titip sepeda itu disebuah pertokoan dekat rumahnya dengan terpaksa dia telpon orang rumah untuk mengantarkan kesekolah.
Tersambung dengan no bundanya. Mengucapkan salam dan nerocos..
" Bun. Mala jemput bun.. di ruko depan.. Antar Mala sekolah."
" Iya sebentar bunda dah diluar komplek" Jawab Bundanya.
Tak lama bunadnya datang dengan mobil waktu dibuka ternyata.. Ada Bi Inah.
" Lo bun kok ada Bi Inah emang bunda mau kemana? " Tanya Mala penasaran,
" Lha kan ibu mau kepasar. Belanja buat acara nanti malam anak ibu lamaran" Tersenyum sambil mengangkat kedua alisnya.
" Lah... Bun kok belok sini kok gak lurus aja? " Tanya Mala heran.
" Hari ini kamu libur semingguu sampai senin depan. Bunda udah ijin ke sekolah kamu ya kak. " Lirik bunda dari kaca depan.
" Iya deh.... "
Akhirnya mereka sampai ke pasar dan diparkirkannya mobil itu. Bunda dan Bi Inah Masuk ke pasar dengan tergesa-gesa..
Tawar menawar pun berlangsung. Bunda membeli kebutuhannya memasak untuk menjamu keluarga yang katanya akan melamar Mala.
" Bun gak bisa apa pesan jadi aja gak usah repot gini? " Tanya Mala malas.
" Kalau hanya lamaran keluarga inti masak sendiri bunda juga bisa kok. " Ujarnya
" Wah bunda belanjaanya buanyak banget. Mau masak buat besan atau masak buat warteg? " Cetus Mala.
" Mau jualan bunda. kamu yang jadi pegawainya .. Biar gak pulang malam terus. " Lirik bunda padaku.
'Wah.. Aku hampir aja lupa ijin jadwal kerjaku. ' batinnya.
" Maaf pak malam ini atau hari ini saya ijin gak berangkat ya pak . Terima Kasih. " Isi chat ijin tak masuk kerja.
" Bun.. Pulang yuk kan udah selesai kan ini. " Ajak Mala pulang.
***
Dirumah Mala langsung berlari kekamarnya. Mengambil sesuatu dinakasnya. Handphone keduanya milik Rian.. Dihidupkan dan ternyata banyak notifikasi .
Mala pun membuka nofikasi yang berasal dari grub balapnya . Ternyata ada tantangan lain dan taruhannya lumayan banyak.
Mala membalas nya
" Gue gak janji kalau gue bisa.. Gue masih ada urusan hari ini kalau gue sempet gue kesana.. "
Setelah selesai dengan handphone rian. Malam mandi dan bersiap membantu Bunda dan Bi Inah masak untuk nanti malam.
Sore hari Mala kedatangan ces nur dia yang diminta Bunda untuk make up muka mala. Sekitar 30 menitan, make up pun usai riasan yang sederhana. Tidak berlebihan dengan rambut disanggul modern.
" Riasan pun selesai... Cantik sekali kamu... Aku foto ya buat isi sosmed aku" Pinta cus nur dan Mala menganggukin saja.
***
Dalam perjalanan menuju rumah calon istrinya Elvano menyudutkan matanya ' sepertinya pernah kesini tapi kapannya? 'Batin Elvano didalam mobil. Dan sesampainya di Rumah calon istrinya itu semakin yakin dia pernah lewat sini.
Diparkirkan lah mobil itu dan memasuki rumah minimalis sederhana itu. Dengan senyumannya dan sopan santunnya menyalamin Calon mertuannya.
Tamu dari calon mempelai laki-laki pun telah tiba. Bundanya pun masuk kekamar Mala dan mengajak mala keluar kamar dan bertemu calonnya. Mala duduk disamping ayahnya dan wajahnya diam tertuduk.
Sesekali Mala melirik kearah Calonnya tapi tak terlihat. Hingga akhirnya pemasangan Cincin. Saat Elvanol dan Mala harus bergantian cincin tunangan mereka.
Kedua pasang mata itu saling menatap. Mata kecil mala yang indah itu menatap lekat Elvano sampai terbengong beberapa saat. Sampai akhirnya bisikan dari lawan yang dia tataplah menyadarkannya
" Terpesona ya karena ketampanan Saya," Bisik laki-laki dihadapanya. Hingga merubah raut muka Mala seakan menolak Fakta bawa wajah Elvano sangat tampan berwibawa.
Pemasangan cincin telah usai dan saatnya ramah tamah alias makan-makan. Mala yang gelisah melihat jam karena Rian harus bertanding. Menatap layar handphonenya membalasi chat teman Rian dengan serius.
Ada anak kecil yang menghampirinnya dan mencium pipinya. Membuat Mala terkejut dan menoleh ke arah anak itu.
" Halo.. Kamu siapa namanya" Tanya Mala yang gemas pada anak 3 tahun itu.
" Nama aku Zio aunty. Aunty cantik sekali," Dari bibir kecilnya menciumnya lagi.
" Mamah papahmu mana sayang? " Memeluk tubuh Zio dan mengelus rambut Zio.
" Itu mamah ... itu papah ... Itu uncle... " Zio menunjuk satu kearah mereka.
Saat anak itu nunjuk mamah dan papah ada wanita dan laki-laki yang sedang memakan cake. Dan saat Zio menunjuk uncle tak sengaja mata Elvano dan mala bertatapan.
Mala yang menyadari itu lalu sesegera memalingkan wajahnya. 'Dasar om om lihatin aja. Aduh kenapa harus dengan om om itu sih. ' batin Mala sambil mengerucutkan bibir seperti mulut bebek.
Tanpa Mala ketahui ternyata Zio memanggil unclenya untuk duduk bersama auntynya. Mala terkejut bukan maen.
" Lo kok.. "
" Lo kok kenapa? Zio yang memanggilku untuk kesini jangan kepedean ya. " Mulut sombong dan gengsinya.
Sejak awal Elvano terpesona dengan tampak Ayu itu. Walaupun belum pernah bertemu sebelumnya. Hati Elvano pun mulai berdetak lagi sangat kenjang dari sebelumnya.
" Hei jangan melamun dan manyun nanti cantiknya ilang lo. " Menggoda Mala dan berbisik pada Zio untuk mencium pipinya lagi.
Mala yang duduk dan memandang kearah lain pun tersentak kaget.
" Aunty ini ciuman dari uncle biar ngak kayak bebek mulutnya jelek" Ejek Zio
" Zio sayang sini aunty peluk boleh.. Gemes banget aunty kamu lucu banget sayang" Mala meraih tubuh zio dan memeluk juga menciumi zio.
" Ehm... Enak ya jadi Zio .. Uncle mau donk aunty" Goda Elvano pada gadis yang duduk disampingnya.
Dengan tatapan tajam mata melotot menatap Elvano. Mendecikkan dengan raut muka Mala yang sebal dan bete.
Acaranya pun usai, pras dan keluarga berpamitan. Dengan mengkendari dua mobil mereka meninggalkan kediaman Diki. Mala mengiringi kepergian dua mobil itu. Setelah tak terlihat Mala berlari menuju kamarnya dan merubah penampilan.
Is time Rian!!!!
Mala turun melalui jendela dan menuju garasi. Sebelumnya Mala menutup pintunya dari dalam. Semua orang sedang sibuk membersihkan ruang tamu dan ruang makan karena ada acara tadi.
Mala mengambil motornya dan mendorong motornya beberapa meter dari rumahnya. Menstater motor itu dan melaju keluar komplek menuju tempat balapan.
Motor Mala berpapasan dengan Mobil Elvano yang kembali ke rumah Diki karena mengambil tas Elvira yang teringgal.
Anda Mungkin Juga Suka





