Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Menikahi Ayah Kekasihku

Menikahi Ayah Kekasihku

Celeste terikat pernikahan paksa dengan pengusaha berkuasa, Dominic Mercer. Namun, hidupnya berubah menjadi petaka saat mengetahui bahwa suami barunya adalah ayah dari Adrian Mercer, kekasih rahasianya selama tiga tahun. Terjepit dalam rumah tangga dingin penuh rahasia, Celeste bimbang antara mengungkap kebenaran atau memendamnya. Jika pengkhianatan ini tercium oleh Dominic yang kejam, konsekuensi mengerikan telah menanti Celeste dan Adrian.
Bab
Bagikan

Bab 2

Celeste terpaku di tempatnya, napasnya tercekat saat Adrian berdiri di ambang pintu ruang makan. Pandangan pria itu penuh dengan amarah yang membara, tetapi juga luka yang dalam.

Ia terlihat begitu berbeda dari yang terakhir kali Celeste melihatnya-tidak ada lagi senyuman lembut atau tatapan penuh kasih. Sekarang, hanya ada kemarahan yang nyaris tak terbendung.

"Kau sudah menjadi istrinya," suara Adrian tajam, penuh kepedihan. "Bagaimana kau bisa melakukannya, Celeste?"

Celeste menelan ludah. Tangannya mencengkeram erat tepi meja, seolah berharap itu bisa menahan tubuhnya yang terasa lemah.

"Aku tidak punya pilihan, Adrian," suaranya nyaris berbisik, penuh keputusasaan. "Kau tahu aku tidak pernah menginginkannya."

Adrian tertawa pendek, tetapi tidak ada humor di dalamnya. Hanya kepahitan yang mendalam.

"Tidak punya pilihan?" matanya menatapnya tajam. "Kau bisa lari bersamaku. Aku sudah menyiapkan segalanya. Tapi kau tetap memilih untuk menikahi pria itu. Ayahku."

Kata terakhir itu diucapkan dengan penuh rasa jijik dan kepedihan.

Celeste merasakan hatinya mencelos. Ia tahu Adrian tidak akan pernah mengerti. Tidak ada yang akan memahami betapa beratnya tekanan yang ia hadapi-keluarganya, kehormatan, ancaman yang tersembunyi di balik segala kemewahan yang tampak dari luar.

"Aku tidak ingin ini, Adrian," suaranya nyaris pecah. "Tapi aku harus melakukannya."

Adrian menggelengkan kepalanya, rahangnya mengeras. "Jadi itu saja? Kau menyerah begitu saja?"

Celeste tidak menjawab. Ia hanya bisa menatap Adrian dengan air mata yang menggenang di matanya.

Adrian menghela napas panjang, menutup matanya sejenak seakan berusaha menahan emosinya.

"Aku mencintaimu, Celeste," suaranya lebih pelan kali ini, tetapi tetap penuh dengan luka. "Dan aku tahu kau juga mencintaiku. Jadi katakan padaku..." Ia mencondongkan tubuhnya sedikit ke depan, menatapnya dalam. "Apakah kau benar-benar bisa menjadi istrinya? Tidur di ranjang yang sama dengannya? Melupakan segalanya tentang kita?"

Celeste merasa dadanya sesak. Ia ingin berteriak bahwa tidak, ia tidak akan pernah bisa. Bahwa setiap sentuhan Dominic akan terasa seperti belati yang menghujam jiwanya.

Tapi kata-kata itu tidak pernah keluar.

Sebaliknya, yang terdengar hanyalah suara langkah kaki di kejauhan.

Adrian langsung berdiri tegak. Celeste menoleh dengan panik-dan saat itu juga, pintu ruangan terbuka.

Dominic Mercer berdiri di sana.

Ruangan itu dipenuhi ketegangan yang begitu tebal hingga hampir terasa mencekik. Dominic memandang keduanya dengan sorot mata dingin, tak terbaca. Tatapan itu berhenti pada Adrian sejenak sebelum akhirnya beralih ke Celeste.

"Apa yang terjadi di sini?" suaranya terdengar tenang, tetapi ada ketajaman tersembunyi di dalamnya.

Celeste membuka mulutnya, tetapi tidak ada suara yang keluar.

Adrianlah yang akhirnya berbicara. "Aku hanya ingin berbicara dengan istrimu, Ayah," katanya, nadanya penuh tantangan. "Atau itu tidak diperbolehkan?"

Dominic tidak bereaksi. Ia hanya menatap putranya selama beberapa detik sebelum berjalan masuk dan berdiri di samping Celeste. Tangannya terulur, menyentuh bahu istrinya dengan gerakan yang terlihat lembut-tetapi Celeste bisa merasakan tekanan kuat dari genggaman itu.

"Tentu saja diperbolehkan," jawab Dominic akhirnya, tetapi ada sesuatu dalam nadanya yang membuat bulu kuduk Celeste berdiri.

Adrian menatap ayahnya dengan tajam. "Lalu, kau tidak keberatan jika aku membawa Celeste keluar untuk berbicara lebih lama?"

Dominic tersenyum kecil. Senyum itu tidak menghangatkan-sebaliknya, terasa seperti peringatan.

"Dia istriku sekarang, Adrian," katanya dengan nada rendah tetapi penuh otoritas. "Jika dia ingin pergi, dia bisa memintaku sendiri."

Celeste merasa jantungnya berdetak kencang. Ini adalah ujian.

Dominic ingin melihat apakah ia akan memilih Adrian atau tetap berada di sisinya.

Adrian juga menyadarinya.

Celeste menunduk, tidak berani menatap keduanya. Ia tahu jika ia mengatakan bahwa ia ingin pergi dengan Adrian, Dominic tidak akan tinggal diam. Dan konsekuensinya... ia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi.

Jadi, ia mengambil keputusan yang paling aman.

"Aku... lelah," katanya akhirnya, suaranya hampir tak terdengar. "Aku ingin beristirahat."

Keheningan yang terjadi setelahnya begitu menusuk.

Adrian menatapnya, matanya dipenuhi dengan rasa sakit yang nyata. Celeste ingin menjerit, ingin memberitahunya bahwa ini bukan pilihannya. Bahwa ia hanya mencoba bertahan.

Tetapi Adrian tidak akan pernah memahaminya.

Tanpa mengatakan apa-apa lagi, Adrian berbalik dan melangkah keluar, meninggalkan Celeste dengan Dominic yang masih berdiri di sisinya.

Saat pintu menutup, Dominic tidak segera melepaskan genggamannya dari bahu Celeste. Sebaliknya, ia menekan sedikit lebih keras, membuat Celeste menegang.

"Kau membuat keputusan yang tepat," katanya akhirnya, suaranya rendah dan penuh makna.

Celeste hanya mengangguk kecil.

Dominic akhirnya melepas genggamannya, tetapi sebelum pergi, ia menundukkan diri dan berbisik di telinganya.

"Aku tidak suka berbagi, Celeste," bisiknya. "Dan aku tidak akan ragu untuk memastikan bahwa kau hanya menjadi milikku."

Jantung Celeste berdetak semakin kencang.

Saat Dominic pergi, meninggalkannya sendirian di ruang makan yang kini terasa begitu dingin, Celeste menyadari sesuatu.

Ia mungkin telah memilih untuk tetap di sisi Dominic hari ini.

Tetapi suatu hari nanti, pilihannya mungkin akan menentukan kehancuran bagi mereka semua.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Harta, Tahta, Anak Tungal Kaya Raya
9.4
Ella terjebak dalam dilema rasa terhadap William, sahabat masa kecilnya yang kini menjadi pewaris tunggal kaya raya. Meski William menganggap Ella sosok terpenting, ia justru jatuh hati pada Camelia. Posisi Ella kian sulit saat ia dituduh sebagai penghambat asmara mereka, sementara William tidak peka atas penderitaan batin sahabatnya itu. Akankah William tetap memprioritaskan Ella, atau justru Camelia akan memutus ikatan lama mereka selamanya?
Sampul Novel ISTRI ORANG
8.2
Ayana terjebak dalam kesepian akibat sikap dingin Devaro, suaminya. Di tengah kehampaan itu, kehadiran Javier sang bos memberikan warna baru hingga Ayana jatuh hati. Tanpa disadari, hubungan terlarang mereka adalah bagian dari rencana balas dendam Javier terhadap Devaro. Namun, niat jahat itu perlahan terkikis oleh cinta tulus yang tumbuh tak terduga. Akankah Devaro sanggup menghadapi kenyataan bahwa istrinya telah berpaling pada pria yang sangat membencinya?
Sampul Novel Istri Rahasia Sang Miliarder
9.4
Mimpi Arabella Balqis untuk dicintai hancur saat Leonard Abraham datang membawa dendam. Leonard menyelinap ke rumahnya, namun justru memutarbalikkan fakta hingga warga memaksa mereka menikah siri akibat fitnah tersebut. Sebagai yatim piatu, Arabella terjebak dalam pernikahan tanpa cinta yang penuh penderitaan. Di tengah nasib buruk yang kian mengepung, mampukah ia bertahan menghadapi kekejaman suaminya dan menemukan kebahagiaan yang selama ini ia idamkan?
Sampul Novel Membebaskan Diri: Cinta CEO yang Hilang
8.8
Miley bertahan dalam pernikahan dingin dengan Harold meski sang suami mencintai wanita lain. Saat semua orang menanti kehancurannya karena kembalinya cinta sejati Harold, Miley justru memilih pergi dan menandatangani surat cerai. Harold yang murka menuntut penjelasan, namun Miley dengan tenang mengumumkan rencana pernikahan barunya. Ternyata, selama ini Miley tidak benar-benar mencintai Harold; ada sosok lain yang selama ini diam-diam ia dambakan dalam hatinya.
Sampul Novel Obat Posesif Untuk Ratu Es
8.4
Dikenal sebagai Ratu Es, aku menyembunyikan rahasia kelainan PGAD yang menyiksa. Saat gathering di Puncak, aku terjebak di kamar sempit bersama bosku yang kaku, Dhimas Pakpahan, tanpa obat penekan hormon. Saat gairahku tak terkendali, Dhimas turun tangan memberikan sentuhan intim. Ia bahkan menghajar rekan mesum yang mencoba melecehkanku. Kini, ketakutan baruku muncul saat Dhimas mengklaim secara posesif bahwa hanya dia satu-satunya obat bagi tubuhku.
Sampul Novel Pacar Online-ku Adalah Bosku
8.8
Bagaimana jadinya jika kekasih virtual yang baru saja Anda putuskan ternyata adalah atasan Anda sendiri? Dalam novel romantis miliarder ini, seorang karyawan wanita harus menghadapi konsekuensi tak terduga setelah mengakhiri hubungan online dengan pacarnya yang terus menuntut untuk bertemu. Keputusan tegas tersebut membuat sang bos patah hati, merusak suasana hatinya, dan memaksa seluruh staf kantor ikut lembur. Demi menyelamatkan kesehatan fisik dan mentalnya dari amarah sang atasan, ia kini terjebak dalam dilema besar untuk balikan dengannya.