Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Mengejar Berondong

Mengejar Berondong

Xavera Grizelle memiliki standar tinggi dalam memilih pasangan: tampan, kaya, dan sempurna. Akibat kriteria yang sangat kaku tersebut, ia masih melajang meski usianya hampir menginjak tiga puluh tahun. Namun, hidupnya berubah saat bertemu Tezza, seorang mahasiswa baru yang baru saja lulus SMA. Merasa yakin bahwa pemuda ini adalah belahan jiwanya, Xavera pun bertekad mengerahkan segala cara untuk menaklukkan hati Tezza. Akankah pengejaran cintanya ini berujung manis?
Bab
Bagikan

Bab 1

Happy reading, jangan lupa respon komen!

*****

Xavera melenggang terburu-buru menuju salah satu meja di sebuah kafe ternama. Ia telah membuat janji temu dengan seorang pengusaha muda nan tampan, Kellan Hilaire, kekasih hati Xavera selama dua bulan terakhir. Pria itu meminta Xavera untuk segera menemuinya karena ingin membahas hal penting. Wanita itu mengenakan kemeja berwarna putih berbahan satin dan rok span di atas lutut berwarna cokelat, kakinya dibalut dengan high heels berwarna senada dengan rok. Wajah cantiknya hanya dipoles dengan sentuhan bedak merek ternama yang sering diiklankan oleh supermodel dan selebriti dunia. Surainya dibiarkan terurai. Belasan pasang mata memberikan pandangan penuh minat terhadapanya, terutama makhluk Tuhan berbelai di bagian bawah. Bukan hal yang aneh, Xavera memang memiliki aura supermodel.

Sebelum sampai pada meja tujuannya, Wanita itu berhenti sejenak dan menarik napas panjang lalu mengembuskannya secara perlahan. Setelah kurang lebih satu minggu tidak bertemu, hari ini Xavera akan bertemu lagi dengan kekasihnya. Wanita itu mencoba mengatur ekspresinya sebaik mungkin, karena bertemu langsung dengan Kellan sering kali membuat urat lehernya muncul begitu saja karena tindakan di luar nalarnya.

"Hi, Kell. Maaf sudah bikin kamu nunggu lama yah," sapa Xavera dengan senyum tipis di wajah cantiknya.

Kellan menoleh dan deretan gigi putihnya terlihat jelas karena senyumnya begitu lebar pada Xavera.

"Hello, Baby balabala. Nggak kok, aku juga baru sampe. Lagian aku juga tadi meeting di sini, lanjut ngobrol masalah lapangan golf yang baru mau aku buat buat di rumah baru nanti sama persiapan berangkat ke Paris buat nemuin orang tua kamu dengan pemilik perusahaan tiketing." Kellan menjelaskan begitu rinci aktivitasnya dan seketika membuat kepala Xavera berdenyut pening.

Paris kepala lo botak! Enak aja, emang gue ngizinin ketemu orang tua gue!

Xavera tersenyum menanggapi penjelasan Kellan. Pria itu dengan sigap memanggil pelayan dan menyuruh Xavera memesan makanan dan minuman favoritnya. Xavera sendiri hanya memesan Juice Mangga. Minuman yang harganya cuma 0,00001% dari total kekayaan Kellan.

"Juice mangga aja? Gak mau makan, Baby? Kamu diet yah? Ya udah, nanti aku pesenin makanan buat orang diet dari katering khusus yang biasa mamiku pesen aja yah," kata Kellan antusias.

Xavera mengibaskan telapak tangannya ke depan wajah.

"No! Nggak perlu. Aku gak diet kok. Cuma tadi udah makan di kantor. Makan nasi padang jadi kekenyangan sekarang," tolak Xavera cepat.

"What! Nasi padang? Kamu 'kan udah aku bilangi, jangan makan-makanan begituan lagi. Bisa jadi ladang penyakit. Lebih baik kamu banyak-banyak makan salad, Baby," ucap Kellan dan seketika Xavera memijat dahinya yang tiba-tiba pusing.

Lu kira gue kambing apa, makan daun-daunan mulu tiap hari. Ogah!

"Okay, lebih baik kita ganti topik pembicaraan. Jadi, kenapa kamu minta aku buru-buru datang ke sini?" tanya Xavera penasaran.

Kellan menyodorkan MacBooknya pada Xavera membuat wanita itu mengerutkan dahinya penuh kebingungan. Apa Kellan sedang ingin mengajaknya berdiskusi mengenai pekerjaan?

"Kenapa sama mobil ini?" Xavera merasa aneh karena tiba-tiba Kellan menunjukkan beberapa tipe mobil sport mewah padanya.

"Kamu pilih mau warna apa? Nanti tinggal aku telepon pemilik showroomnya buat pesen langsung," kata Kellan menatap Xavera dengan senyuman lebar penuh keangkuhan.

Kerutan di dahi Xavera semakin dalam setelah mendengar ucapan Kellan padanya. "Pilih? Aku? Kenapa harus aku yang milih? Kan mobil punya kamu?" Xavera merasa tidak paham maksud perkataan Kellan.

"Aku mau beliin mobil baru buat kamu. Satu buat aku, satu buat kamu. Kita pesen dua," ucap Kellan begitu santai seolah sedang membicarakan sesuatu yang tidak berharga sama sekali.

Berbanding terbalik dengan keadaan jantung Xavera yang tiba-tiba berhenti berdetak seperkian detik ketika mendengar kata-kata itu terucap. Gambar mobil yang di tangannya saat ini harganya hampir 3 miliar rupiah dan pria di hadapannya itu mau membelikan untuknya.

What the fvxk! 3 Miliar buat beliin mobil gue aja? Saiko ini orang!

Xavera mengembalikan MacBook itu kepada sang pemilik. Wanita itu menggeleng dengan tatapan horor melihat Kellan.

"Thank you so much! Gak perlu repot-repot beliin mobil. Aku sudah punya mobil sendiri. Mobilku yang sekarang masih bagus banget, baru beberapa bulan kreditnya. Jadi, gak perlu beliin aku mobil baru," tolak Xavera dengan penjelasan apa adanya.

Kellan mengambil telapak tangan Xavera yang terasa begitu dingin. Pria itu menatap Xavera lekat dan penuh harap.

"Hei! Mobil itu bukan sesuatu hal mewah. Itu cuma hadiah kecil dari aku untuk kamu, Baby. Tanda kasih sayang. Lagi pula, apa kata orang ngeliat mobil kamu yang sekarang? Padahal kamu itu pacarnya Kellan Hilarie, pengusaha muda sukses yang punya banyak bisnis," kata Kellan tersirat kesombongan di dalamnya.

Xavera menggeleng kuat. "No, Kellan, no! Aku gak mau dikasih mobil. Dua hari setelah kita jadian kamu kasih aku satu batang mas murni, lalu kamu kasih aku tas LV, baju dan segala macemnya yang jumlahnya hampir ratusan juta. Sekarang mobil---yang harganya hampir tiga miliar. Kamu sehat?" Xavera menatap horor Kellan.

"Bukankah itu hal biasa? Kasih hadiah ke pacar? Cewek-cewek di tiktok berlomba-lomba buat pamerin hadiah dari pacarnya, kenapa kamu malah nolak? Apa kurang? Kamu tenang aja, minggu depan kita jalan-jalan ke lima negara, siapin aja barang-barang kamu nantinya. Aku bakal sewa fotografer terbaik buat foto momen liburan kita nanti." Kedua bola mata Xavera semakin melebar mendengar ucapan Kellan.

Jujur saja, ucapan Kellan bak hujan meteor saat ini. Untuk orang lain yang mendengar mungkin indah dan so sweet perlakuannya, tapi tidak untuk wanita bernama Xavera itu. Ia merasa takut sekaligus merasa tidak masuk akal.

Xavera segera menggeleng dan mengambil tasnya, bersiap angkat kaki dari sana. Sudah cukup ia bertahan selama dua bulan ini menghadapi segala tingkah gila Kellan yang sulit diterimanya.

"Sakit jiwa! Aku gak mau. Lebih baik kita putus, Kellan. Aku bakal kirim balik hadiah-hadiah kamu kemarin. Okay, bye." Xavera berlari secepat mungkin meninggalkan Kellan yang melotot mendengar ucapan cepat wanita itu.

Kellan berdiri sambil berkacak pinggang melihat punggung Xavera yang kian menghilang dari pintu kafe. Pria itu sedikit terguncang dengan perkataan Xavera padanya beberapa detik yang lalu.

"Putus? Hah? Putus? Enggak! Aku gak akan ngelepasin kamu gitu aja, Xavera. Kamu tipe wanita idaman aku banget, jadi aku anggap ucapanmu karena marah dibelikan mobil harga tiga miliar aja. Aku bakal pesenin mobil yang harganya lima miliar buat kamu. Tunggu ya, baby balabala." Kellan bermonolog dan kembali duduk sambil berusaha kembali tenang.

*****

Xavera mengatur napasnya saat sampai di dalam mobilnya. Beruntung Kellan tidak mengejarnya. Ia merasa sebentar lagi akan gila jika terus bersama pria itu.

"Mau gila gue! Dikasih emas batangan, lebih dari sekilo kali. Tas, baju, BH, celana dalem yang harganya ratusan juta. Terus sekarang mau dibeliin mobil pula? Wah, gak beres otaknya si Kellan itu,"

"Demi Alek nih yah, gue sumpahi banget si Bebbyshin yang sudah menjerumuskan gue sama ceritanya yang katanya kalo pacaran sama orang tajir melintir duitnya gak berseri itu enak,”

“Gak enak, woi! Horor banget, Tsay! Ngeri kalo sewaktu-waktu ditagih, barangnya udah rusak, gimana gue mau gantinya, anjir! Gaji dua puluh juta gue sebulan juga gak cukup buat ganti barang yang Kellan kasih." Xavera tiba-tiba merinding membayangkannya.

"Kaya raya iya, tampang lumayan, gak cool dan bikin gak nyaman. Udah fix coret!" gumam Xavera.

Wanita itu mengambil ponselnya dan mendial salah satu nomor di kontaknya.

"Lo, di mana?"

"Gue samperin yah,"

"Gue mau curhat,"

"Tentang hidup dan mati gue, woi!

"Gue susul ke sana, gak peduli gue, mau macet karena si Komo lewat, kek. Gue tetep susul ke sana. Gue butuh elo,"

"Oke! Gue otw yah, bye!"

Xavera menyimpan ponselnya dan segera menginjak gas mobil kreditannya menuju suatu tempat.

*****

Xavera memiliki deretan list khusus yang harus dipenuhi oleh pria-pria yang akan menjadi pasangan hidupnya. Ia tidak akan serta merta menerima pinangan seorang pria hanya karena usianya kini sudah memasuki kepala tiga. Xavera tidak sedepresi itu dan berambisi menikah hanya karena sindiran orang lain. Ia hanya menikmati hidup dan bekerja keras untuk membahagiakan dirinya sendiri. Karena Xavera percaya, jodoh akan datang di waktu yang tepat. Kalau tidak tepat, jodohnya akan datang sendiri menghampiri dengan segala ketidaksengajaan. Xavera memegang teguh pemikiran itu agar dirinya tidak merasa rendah diri ketika bersama orang lain yang telah menemukan jodohnya di usia yang sama dengannya.

*****

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel AKAN KUBUAT KAU MENYESAL, MAS!
7.8
Selama ini aku rela menyokong finansial Mas Arya, bahkan menghidupi ibu dan adiknya saat gajinya tak mencukupi. Namun, pengkhianatannya dengan menikah lagi menjadi titik balik bagiku untuk berhenti peduli. Kini, biarlah ia memikul beban keluarga itu sendirian agar menyadari peranku yang selama ini ia remehkan. Aku enggan terus terjebak dalam pernikahan beracun ini. Masa depanku masih panjang, dan aku berhak mencari kebahagiaan tanpa dirinya lagi.
Sampul Novel Bisikan Dari Hati yang Patah
9.6
Rachel mengira kesetiaan mampu meluluhkan hati Brian, namun ia keliru saat cinta sejati pria itu kembali. Setelah dikhianati di altar hingga berjuang sendirian melawan penyakit mematikan, Rachel akhirnya menyerah. Saat Brian menyadari waktu Rachel tak lama lagi, ia hancur dan memohonnya tetap hidup. Namun, Rachel hanya tersenyum tenang. Baginya, kematian bukanlah akhir yang tragis, melainkan jalan menuju kebebasan dari cinta yang menyakitkan.
Sampul Novel Bukan Istri Pajangan
8.2
Hidup Riana hancur setelah Danis, putra dosennya, merenggut kesuciannya. Meski Danis bersedia menikahinya demi tanggung jawab, Riana justru merasa diabaikan tanpa kasih sayang layaknya istri pajangan. Luka hatinya kian dalam saat memergoki Danis bersama mantan kekasihnya yang sedang hamil besar. Di tengah pengkhianatan ini, Riana terdesak memilih: bertahan demi buah hati mereka atau merelakan suaminya pergi demi wanita lain yang dicintainya.
Sampul Novel Captain's Ravenge
9.4
Arya Bimantara terpaksa meninggalkan posisinya di perbatasan Kalimantan setelah menerima berita duka yang mendadak. Aryo, saudara kembarnya, ditemukan tewas bersama istrinya tak lama setelah mereka saling berkirim pesan. Saat pulang untuk menghadiri pemakaman, Arya mencium adanya kejanggalan. Penyelidikan mandiri mengungkap bahwa pasangan itu sebenarnya dibunuh secara terencana. Kini, sang kapten harus melacak pelaku di balik tragedi berdarah ini demi membalaskan dendam keluarganya.
Sampul Novel Cinta Rahasia Sang Pewaris
9.8
Ananda Edward, pewaris keras kepala, harus menyamar jadi karyawan biasa bernama Ananda Iskandar demi bebas dari penjara. Di tengah hukuman sang ayah, ia ditugaskan membantu Erika Adhinata, manajer cerdas yang perlahan meluluhkan hatinya yang dingin. Namun, cinta Nanda terhalang masa lalu Erika yang masih terikat pada pria hedonis. Akankah Nanda berhasil memenangkan hati Erika di tengah sandiwara identitasnya? Ikuti perjuangan cinta sang pewaris yang penuh rintangan.
Sampul Novel Kekayaanku, Keluarga Benalunya
9.0
Sebagai dokter bedah saraf berpenghasilan miliaran, aku menghidupi suami kapten tentaraku dan keluarganya yang parasit. Usai melunasi utang 75 miliar mereka, aku mengatur liburan mewah ke Monako. Namun, suamiku justru memberikan kursi jet pribadiku kepada mantan kekasihnya, Dahlia, dan membuangku ke penerbangan komersial berbahaya. Saat mereka bersekongkol menghinaku, aku menyaksikan pengkhianatan di ranjangku sendiri. Kini, saatnya membalas dendam dengan menghanguskan segalanya.