Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Mengandung Anak Boss

Mengandung Anak Boss

Siska mencoba peruntungan dengan melamar posisi sekretaris di sebuah perusahaan mewah. Namun, ia justru dihadapkan pada tawaran kontrak yang sangat tidak lazim dari atasannya yang tampan, Arga. Sang bos ternyata mengidap kelainan kesehatan khusus yang mengharuskannya mengonsumsi ASI. Kini, Siska terjebak dalam dilema antara tuntutan profesional dan peran tambahan sebagai penyedia ASI demi memenuhi kebutuhan medis unik dari pimpinan perusahaannya tersebut.
Bab
Bagikan

Bab 3

Siska merasa sakit di bagian payudaranya. Rasa sakit itu datang sebagai hasil dari prosedur yang telah ia jalani beberapa hari sebelumnya. Meski begitu, ia tetap bangkit dari tempat tidur dan bersiap untuk berangkat ke kantor. Ia harus menjalani harinya dengan penuh tanggung jawab meski ada rasa sakit yang terus mengganggunya.

Sesampainya di kantor, Siska langsung menuju ruangannya dan memulai pekerjaannya seperti biasa. Namun, tidak lama setelah ia duduk, ia merasakan sesuatu yang aneh. Ia melihat ke bawah dan terkejut melihat bajunya basah oleh ASI yang merembes keluar. Siska merasa panik sejenak, mencoba mencari cara untuk menyembunyikan noda tersebut. Ia mengambil jaket dari kursinya dan menutupi dadanya, berharap itu bisa menyamarkan situasi yang memalukan ini.

Di tengah usahanya untuk tetap tenang, telepon di mejanya berdering. Suara Arga terdengar dari ujung sana.

"Siska, tolong buatkan saya kopi dan bawa ke ruang kerja saya," perintah Arga dengan nada tegas.

"Baik, Pak Arga. Segera saya buatkan," jawab Siska sambil mencoba menenangkan dirinya.

Siska berjalan menuju pantry dengan langkah cepat. Di sana, ia mulai membuat kopi untuk Arga sambil berharap bahwa bajunya tidak terlalu terlihat mencolok. Setelah selesai, ia membawa kopi tersebut ke ruang kerja Arga.

Arga menunggu di depan meja kerjanya, matanya langsung tertuju pada Siska saat ia memasuki ruangan. Mata Arga menyipit, memperhatikan dengan teliti setiap gerakan Siska. Saat Siska mendekat, Arga melihat adanya noda basah di sekitar payudara Siska yang tertutup jaket.

"Siska, ada yang tidak beres dengan bajumu," kata Arga tiba-tiba.

Siska merasa gugup dan mencoba menutupi dadanya dengan lebih rapat. "Maaf, Pak. Saya... saya mengalami kebocoran ASI."

Arga berjalan mendekat, tatapannya intens. "Itu artinya produksi ASI-mu meningkat. Bagus, tapi sepertinya kamu butuh bantuan untuk mengatasinya."

Siska hanya bisa diam, merasakan ketegangan yang semakin meningkat. Arga mendekat lebih dekat lagi, hingga jarak mereka hanya beberapa inci.

"Saya ingin mencoba menyusu langsung darimu, Siska," bisik Arga dengan suara rendah namun tegas.

Siska terkejut dan mundur beberapa langkah. "Pak Arga, saya... saya tidak yakin..."

Arga tidak memberinya kesempatan untuk melanjutkan. Ia menggenggam tangan Siska dan menariknya ke kamar pribadinya yang ada di belakang ruang kerja. Siska mencoba melawan, tapi kekuatan Arga terlalu besar.

Setelah mereka berada di dalam kamar, Arga menutup pintu dan memandang Siska dengan tatapan yang penuh hasrat. "Jangan khawatir, Siska. Ini akan membantu kita berdua."

Siska merasa tidak berdaya. Arga mendekat dan mulai membuka kancing jaket serta blus Siska. Dengan lembut namun tegas, ia menyingkirkan pakaian yang menghalangi, hingga payudara Siska yang penuh dengan ASI terlihat jelas.

Arga mendekat dan mulai menyusu langsung dari payudara Siska. Siska merasa campuran rasa sakit dan aneh, tetapi ia mencoba untuk tetap tenang. Namun, tangan Arga tidak diam. Ia mulai meremas payudara Siska dengan lembut namun penuh gairah, membuat Siska mengeluarkan desahan pelan.

"Pak Arga, tolong..." bisik Siska dengan suara tertahan antara rasa sakit dan kenikmatan.

Namun, Arga tidak berhenti. Ia terus menyusu dan meremas payudara Siska dengan lebih intens, menikmati setiap tetes ASI yang keluar. Siska merasa tubuhnya bereaksi dengan cara yang tidak bisa ia kendalikan. Desahannya semakin keras, dan ia merasa campuran rasa sakit dan gairah yang membingungkan.

Arga akhirnya berhenti setelah beberapa waktu. Ia menatap Siska dengan tatapan puas dan berkata, "Kamu melakukan pekerjaan yang baik, Siska. Teruslah seperti ini, dan kita akan baik-baik saja."

Siska hanya bisa mengangguk, merasa lelah dan bingung dengan apa yang baru saja terjadi. Ia merapikan pakaiannya dan keluar dari kamar pribadi Arga, mencoba menenangkan diri.

Hari itu, Siska terus merasa tidak nyaman. Namun, ia berusaha keras untuk tetap fokus pada pekerjaannya. Meskipun mengalami rasa sakit dan tekanan yang luar biasa, Siska tahu bahwa ia harus bertahan. Ia harus menjalani hari demi hari dengan penuh keberanian demi masa depan yang lebih baik.

Setiap kali rasa sakit itu datang, Siska mengingatkan dirinya bahwa ia melakukannya demi keluarganya, demi membayar hutang ibunya yang menumpuk. Ia berusaha meyakinkan dirinya bahwa semua pengorbanannya akan terbayar suatu hari nanti.

Namun, tekanan di kantor semakin berat. Arga terus memperhatikan Siska dengan intensitas yang sama. Ia sering memanggil Siska ke ruangannya, meminta bantuan dan kadang mengulangi kejadian yang sama. Siska merasa semakin tertekan dan bingung, tetapi ia tidak memiliki pilihan lain selain bertahan.

Di tengah segala kesulitan ini, Siska mulai menyadari bahwa ia harus menemukan cara untuk keluar dari situasi ini. Ia harus menemukan kekuatan dalam dirinya untuk menghadapi Arga dan segala tekanan yang ada. Siska tahu bahwa perjalanan ini masih panjang dan penuh dengan rintangan, tetapi ia bertekad untuk tetap kuat dan tegar.

Meskipun hari-hari di kantor terasa semakin berat, Siska terus menjalani tugasnya dengan penuh tanggung jawab. Ia berusaha sebaik mungkin untuk menyeimbangkan antara pekerjaannya sebagai sekretaris dan kebutuhan medis Arga. Di balik semua tekanan dan rasa sakit, Siska tahu bahwa ia harus bertahan demi masa depan yang lebih baik.

Dalam hati, Siska berharap suatu hari nanti ia bisa keluar dari cengkeraman Arga dan hidup dengan bebas. Namun, untuk saat ini, ia harus bertahan dan menghadapi segala rintangan dengan kepala tegak. Ia harus menemukan kekuatan dalam dirinya untuk terus maju, meskipun perjalanan ini penuh dengan kesulitan dan tantangan.

Setiap hari adalah perjuangan, tetapi Siska bertekad untuk tidak menyerah. Ia tahu bahwa hidupnya telah berubah secara drastis, tetapi ia percaya bahwa suatu hari nanti ia akan menemukan kebahagiaan dan kedamaian yang selama ini ia cari. Hingga saat itu tiba, Siska akan terus bertahan, menghadapi setiap rintangan dengan penuh keberanian dan tekad.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95PQA" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95PQA
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Yang Tak Pantas Kupertahankan
8.9
Seminggu sebelum pernikahan, Jimmy menuntut untuk menikahi cinta pertamanya demi memenuhi wasiat terakhir mendiang ibunya. Ia bahkan meremehkan proyek perhiasan bernilai triliunan rupiah yang telah disiapkan bersama. Menyadari ketidakpedulian tunangannya, sang protagonis wanita memutuskan untuk menyerah pada hubungan beracun ini. Ia segera menghubungi keluarganya untuk mencari calon suami baru demi menyelamatkan reputasi dan bisnisnya. Kisah pengkhianatan dan pencarian cinta sejati yang baru pun dimulai.
Sampul Novel Dikhianati Sahabat Kecil, Aku Menikahi CEO Mandul
9.2
Setelah dikhianati hingga tewas oleh kakak kandung dan pria yang dicintainya, sang protagonis mendapat kesempatan kedua untuk hidup kembali ke masa lalu. Menolak mengulangi takdir tragis dari pernikahan kontrak dengan Keluarga Zony, ia memutuskan berpaling tanpa ragu. Ia memilih menerima lamaran Gunawan, seorang CEO kaya raya yang dikenal mandul. Keputusan ini memicu penyesalan mendalam dari mantan kekasihnya yang kini memohon agar ia kembali, membalikkan keadaan di kota Dumai.
Sampul Novel Diselingkuhi Tunangan Dinikahi CEO Tampan
9.2
Hidup Dea hancur setelah dikhianati papa, sahabat, dan tunangannya. Ia pun mengungsi ke rumah sang mama, namun hampir dilecehkan ayah tirinya. Beruntung, Bian sang kakak angkat sekaligus CEO tampan menyelamatkannya. Meski trauma dan enggan mencintai lagi, sebuah kesalahpahaman memaksa Dea menikah dengan Bian. Mampukah Dea menjalani rumah tangga tanpa rasa cinta? Akankah ia menyadari perasaan tulus yang telah lama Bian pendam untuk dirinya?
Sampul Novel Dosenku di Siang Hari, Suamiku di Malam Hari
8.8
Kehidupan Arlina berubah drastis setelah mengetahui dirinya hamil dan harus menikahi dosen mudanya sendiri, Profesor Rexa. Meski awalnya tinggal di kamar terpisah, Rexa perlahan mendekati Arlina dengan berbagai alasan hingga mereka hidup bersama. Di Universitas Sterling, Rexa dikenal sebagai profesor termuda yang misterius karena cincin di jarinya. Identitas Arlina sebagai istri sekaligus dokter bedah jantung hebat akhirnya terungkap di depan kelas saat Rexa memperkenalkannya secara langsung.
Sampul Novel HARMONI BULAN DAN MATAHARI
8.0
Hidup Arlyna Aira berubah gelisah sejak bertemu Gideon Bastian, pria blasteran tampan yang ternyata bukan orang sembarangan. Sebagai pewaris tunggal keluarga terpandang, Gideon telah jatuh hati pada Arlyna sejak awal. Namun, hubungan mereka tidaklah mudah karena rintangan rumit terus membayangi setiap langkah. Di tengah tekanan keadaan yang memaksa untuk menyerah, mampukah Arlyna dan Gideon mempertahankan ikatan cinta tulus mereka hingga akhir?
Sampul Novel My Fated Girl
8.9
Ranaya Arabella Raharja nekat meninggalkan rumah demi menghindari perjodohan. Namun, hidupnya berubah drastis saat sang ayah mencabut semua fasilitas mewah miliknya. Tanpa tabungan dan tempat berteduh, Rana terjepit dalam kesulitan. Di tengah keputusasaan, Aiden Saka Bumi yang merupakan atasannya menawarkan tempat tinggal. Meski Aiden sangat menyebalkan, Rana harus memilih antara harga diri atau tawaran sang bos yang menegaskan bahwa tidak ada hal gratis di dunia ini.