Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Mendadak Dinikahi Om-Om

Mendadak Dinikahi Om-Om

Pasca kecelakaan hebat, Nala terjebak dalam pernikahan darurat demi membiayai pengobatan ibunya. Ia terpaksa menikahi Bastian Wilantara, pria asing yang menjadi satu-satunya penolong. Meski awalnya hambar, benih cinta mulai tumbuh di antara mereka. Namun, Nala mencium kejanggalan pada rahasia yang disembunyikan sang suami. Saat kebenaran pahit di balik alasan Bastian menikahinya terungkap, Nala pun bimbang apakah harus mengakhiri rumah tangga mereka.
Bab
Bagikan

Bab 3

'Nggak tertarik sama body kamu." Ah, sial! Kata-kata itu terus terngiang di telinga Nala.

Nala menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Kenapa sih susah sekali untuk menghilangkan memory itu dari otaknya. Ia menarik nafas panjang guna menormalkan kembali emosinya. Sama sekali nggak ngaruh ternyata.

"Brengsek! Dikiranya gue tertarik apa sama bentukan kek gitu, gue aja ragu itu titit masih bisa berdiri." Disibak dengan kasar selimut tebal yang menutupi tubuhnya saat ini. Setiap langkah kakinya begitu menghentak, menunjukkan betapa kesalnya saat ini.

"Kayak guguk lah!"

Gerakan kaki Nala terhenti setelah ia berdiri di depan meja rias, mendudukkan bokongnya di kursi kayu dengan ukiran seperti bunga-bunga batik. Kini, pandangannya tertuju sepenuhnya pada wajah kusutnya dari pantulan cermin. Menatap iba wajah yang terlihat jelas di sana, tak ada senyuman bahagia di hari pernikahan yang seharusnya menjadi satu momen paling berharga dan berkesan dalam hidup.

Huuff~

Hembusan nafas berat terdengar dengan jelas di rungunya, menatap manik matanya dari pantulan cermin yang kian lama mulai berair. Buru-buru Nala langsung mengusapnya, agaknya ia tak ingin menangis lagi sendirian. Pasalnya, ketika ia menangis, sudah dapat dipastikan setelah itu kepalanya akan pusing, tak ada Mama yang akan mengelus kepalanya nanti. "Nggak boleh nangis, Nala cantik nggak boleh nangis." Tepukan cukup keras diberikan pada kedua pipinya.

Ah, mengingat mamanya dan melihat tampilannya saat ini langsung membuatnya teringat sesuatu. Katanya seorang Ibu memiliki kepekaan yang tinggi terhadap suatu hal yang terjadi pada anaknya, kali ini Nala mengakui kebenaran itu. Jika dipikir-pikir lagi semua nasehat mamanya tentang bakti dan kewajiban seorang istri beberapa hari yang lalu dan sempat dianggapnya angin lalu, malah kini berubah menjadi bekal serta pengingat untuknya.

Ibu adalah seorang malaikat yang sengaja dikirim Tuhan untuk anaknya bahkan sejak masih dalam kandungan. Apakah saat mengatakan rentetan nasihat itu mamanya baru saja mendapatkan bisikan halus dari Tuhan bahwa ia akan segera menikah?

Sekali lagi Nala menatap lurus pantulan dirinya di cermin, menarik nafasnya dalam-dalam sebelum kemudian dihembuskan dengan perlahan. "Nala bakalan tepatin janji itu, Ma. Demi Mama, cuma Mama." Nala meraba pantulan dirinya dari kaca cermin. Dirinya baru saja dengan sadar kembali mengucap janji pada dirinya sendiri, meyakinkan hati bahwa apapun rintangan yang akan dilalui nanti, ia tak akan melepas tittle-nya sebagai seorang Istri Bastian Wilantara.

Kepalanya pusing, sebab itu ia kembali membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Sial! Nala sama sekali tak bisa memejamkan matanya, suasana ini terlalu asing untuknya, mungkin dirinya memang perlu waktu untuk membiasakan diri di tempat ini.

Ceklekk

Suara pintu yang terbuka langsung menyita perhatian Nala. Buru-buru ia bangkit dari posisi berbaringnya, menatap sebal pada laki-laki yang melangkahkan kaki dengan santai ke arahnya.

Tak mendapat sambutan yang baik, itulah yang dapat Bastian simpulkan dari raut wajah Nala. "Mau makan dulu? Tadi belum sempet makan, ayo."

Wah ... benar juga sih. Terlau fokus pada kekesalannya membuat Nala sendiri lupa jika perutnya harus segera diisi. Tentu saja ia tak mengambil tindakan bodoh, mengesampingkan semua gengsi dan kekesalannya sejenak. Nala menyibak pelan selimut yang menutupi tubuhnya sampai sebatas dagu tersebut, tentu saja masih dengan mempertahankan wajah ketusnya.

"Astaga ...." Bastian terkejut bukan main saat selimut tebal itu tak lagi menutupi tubuh Nala. Bagaimana tidak kaget, perempuan kecil itu tengah memakai gaun tidur berbahan satin selutut dengan meng-eskpos bagian atas tubuhnya karena gaun itu hanya bertali spaghetti. "kenapa pakai baju gitu sih?" Rahang Bastian mengeras, tentu saja ia tak nyaman dengan pemandangan semacam ini.

Nala yang sudah berada di depan Bastian dengan jarak kurang dari satu meter hanya menatap heran. Orang ini kenapa sih? Perasaan nggak ada yang aneh dengan dirinya. "Apasih? Gue nerima ajakan Om makan karena emang Gue laper ya, Om. Inget! Gue masih kesel dikatain soal body tadi. Nggak tau aja kalau ini body idaman Mas-mas Teknik di kampus.

Tanpa menghiraukan laki-laki di depannya lagi, Nala lekas melangkahkan kakinya keluar kamar. Keningnya berkerut karena tak tau lagi harus melangkahkan kakinya ke mana membuatnya langsung berhenti saat itu juga. "Ini kemana?" Tak ada jawaban, membuat Nala menoleh ke belakang dan mendapati laki-laki itu tengah sibuk mencari sesuatu di kamar. Pandangan mata Nala beralih memindai rumah ini.

Nala terkejut saat tiba-tiba ada sesuatu yang hangat menutupi tubuhnya. "Pake ini, biar nggak dingin. Lain kali jangan pake baju tidur kebuka gini, takutnya malah masuk angin. Nggak ada yang kerokin nanti."

Keduanya duduk berdampingan menikmati makanan yang dipesan melalui aplikasi dengan nikmat. Bukan di dapur, melainkan di ruang tengah. Ah, sup ayam terasa begitu nikmat dimakan malam hari untuk menetralisir hawa dingin. Tak ada percakapan yang terjadi selama sesi makan malam yang telat ini, sampai pada akhirnya keduanya memisahkan diri kembali.

Menu makan malam terlalu nikmat, membuat Nala kelepasan dan terus memaksakan sup ayam itu masuk ke dalam perut kecilnya. Alahasil, ia kekenyangan, tubuhnya sulit bergerak. Seperti ular. Sudah sejak lima menit yang lalu ia masih setia bersandar pada headboard sembari menunggu perutnya lebih nyaman. Tangannya terulur untuk mengelus pelan perutnya yang kini terasa buncit. "Tuh orang ilfeel nggak ya lihat gue makan kayak barongan tadi? Ini juga kenapa sih kelepasan nggak bisa nahan diri lihat makanan enak." Nala menepuk bibirnya cukup keras. Menyalahkannya karena terlalu beringas memasukkan makanan tanpa henti.

***

Sementara itu di sisi lain, seorang laki-laki yang mulai hari ini resmi menyandang status sebagai Suami sah Nala Gevania, tengah memandang lurus langit malam yang tampak cerah dengan hiasan bulan sabit dan jutaan bintang yang bertabur di sana, tentu saja dengan ditemani sebatang rokok yang terselip diantara jari telunjuk dan tengahnya.

Wuusshhh~

Kepulan asap rokok yang baru saja keluar dari mulutnya itu terkumpul tepat di depan wajahnya, membentuk gerumbulan sebelum kemudian tersapu oleh hembusan angin malam dan menghilang entah kemana.

"Maaf kalau ternyata keputusanku ini salah."

Tangan besar Bastian terulur untuk meraih sebotol minuman keras yang ada di meja, tanpa memperdulikan keberadaan gelas kecil di sana, Bastian langsung menenggaknya dari bibir botol begitu saja. Rasa panas dan pahit saat cairan itu membasahi kerongkongan, membuatnya memejamkan matanya, menikmati cita rasa itu dengan maksimal.

Tuuttt ... tttuuttt ... tttuuttt

Baru saja ia hendak menenggak minuman itu lagi, gerakannya terhenti lantaran terganggu oleh suara deringan ponsel. Layar benda pipih itu menyala dengan menampilkan nama kontak 'Sonya'. Bukannya langsung meraih benda pipih tersebut, Bastian malah melanjutkan kembali gerakannya yang sempat tertunda tanpa memperdulikan ponselnya yang terus berdering.

"Ah! Shit."

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95ESN" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95ESN
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel AYO, Kawin Kontrak!
8.2
Chilla adalah wanita karier sukses yang mapan, namun nasib asmaranya tak seindah pekerjaannya. Trauma melihat kegagalan pernikahan sang kakak membuatnya pesimis akan cinta. Meski begitu, keinginan kuat memiliki anak mendorongnya mencari pria berkualitas untuk menjalani pernikahan kontrak. Rencana yang semula murni demi keturunan ini berubah rumit saat nafsu dan perasaan cinta mulai tumbuh, membawa Chilla ke dalam pusaran emosi yang tak terduga dalam hidupnya.
Sampul Novel Hitungan Mundur Di Atas Kepala
8.1
Kemampuan melihat angka kematian di atas kepala orang terdekat membuatku dicap pembawa sial. Ketiga kakak laki-lakiku membenciku setelah kakek, ayah, dan ibu tewas dalam sehari sesuai ramalanku. Anehnya, adik perempuan kami yang kelahirannya merenggut nyawa ibu justru dipuja sebagai pembawa berkah. Di hari ulang tahunku yang kedelapan belas, cermin menunjukkan hitungan mundur ajalku sendiri. Usai membeli kotak abu, aku memasak hidangan terakhir untuk berkumpul bersama kakak-kakakku. Namun, hingga waktu itu habis, tak ada satu pun dari mereka yang datang menemui diriku.
Sampul Novel Istri Bodoh Yang Terlalu Percaya Suaminya
8.0
Risa adalah istri muda yang pemalu dan menjalani hidup sederhana bersama Dika di desa. Namun, ketenangan itu terusik saat Hardiman, tetangga licik di balik topeng ramahnya, mulai masuk ke kehidupannya. Lewat ancaman halus dan permainan terlarang, Risa terjebak dalam dunia kenikmatan yang belum pernah ia kenal. Meski awalnya merasa terpaksa, ia justru tenggelam dalam candu hasrat yang membara. Batas moral pun hancur, dan kini Risa tidak akan pernah bisa kembali lagi.
Sampul Novel Kebahagiaan setelah Badai
8.6
Pernikahan Rachel Sonya dengan Zack Gundam hancur setelah rahasia kelam terungkap. Rachel tidak sengaja mendengar Zack mengakui bahwa dialah dalang di balik cedera lengannya, demi memajukan karier Selvia sebagai pelukis terkenal. Meski lengan Rachel kini terancam nekrosis, Zack sengaja membiarkannya demi ambisi tersebut. Sadar pria yang dianggap penyelamatnya telah menipu dirinya selama tiga tahun, Rachel memutuskan untuk pergi dan meninggalkan cinta palsu itu.
Sampul Novel Kejutan Untuk Pengkhianat Cinta
9.4
Adele mengambil keputusan nekat untuk tetap melangsungkan pernikahan yang dijadwalkan setengah bulan lagi, tetapi dengan satu perubahan besar: mengganti calon suaminya. Tanpa ragu, ia meminta staf pernikahan merahasiakan rencana ini dari Darren, pasangannya yang sibuk. Bagi Adele, pergantian pengantin di menit-menit terakhir ini adalah sebuah kejutan sekaligus hadiah pemungkas yang ia siapkan khusus untuk membalas pengkhianatan sang kekasih.
Sampul Novel Kini Aku Melupakanmu
9.8
Demi mewujudkan pernikahan impian Clara, cinta pertamanya yang divonis kanker, Ryan Badawi mendesak Mona untuk meminum obat amnesia sementara selama tiga hari. Ryan berjanji akan memberikan penawar dan menikahinya kembali setelah urusan itu selesai. Tanpa ragu, Mona menelan obat tersebut di hadapan Ryan. Namun, Ryan tidak menyadari bahwa formula amnesia itu adalah hasil riset pribadi Mona yang sebenarnya sama sekali tidak memiliki obat penawar. Dalam tiga hari, ingatan Mona tentang Ryan akan terhapus selamanya.