Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Membalas Suami Bajinganku

Membalas Suami Bajinganku

Keinginan Lara membina keluarga hancur saat Seno berselingkuh dan menjalankan proyek rahasia yang mengorbankan mereka. Meski sering berganti pasangan, Seno menolak melepaskan Lara demi ambisinya. Di tengah keterpurukan, Lara bangkit bersama Andre, cinta pertamanya yang sempat dituduh membunuh ibunya. Saat mereka bekerja sama membalas dendam, Dokter Miriam muncul untuk menghalangi. Mampukah Lara meraih kebahagiaan setelah mengalahkan pengkhianatan suaminya?
Bab
Bagikan

Bab 3

Dokter Andre tidak percaya dengan kenyataan yang ada di hadapannya. 

Lara? Lara Selene, teman masa kecil yang selama ini ia cari, ternyata terkapar di depan matanya. 

"Dokter!"

"Ah!"

Untuk sesaat, bahkan dokter Andre mematung tanpa melakukan tindakan apapun. Ia terhanyut akan kenangan masa kecil yang tiba-tiba datang. 

"Operasi, dimulai."

Dokter Andre kembali tersadarkan, dan tidak membuang waktu lagi. Ia dan tim medis yang terampil dengan hati-hati memulai prosedur penyelamatan yang kritis ini

Mereka mulai melakukan tindakan operasi yang mungkin dapat berlangsung selama berjam-jam, dengan ketegangan yang dapat dirasakan oleh semua orang yang ada di dalam ruangan. 

Ruang operasi itu penuh dengan suara peralatan medis yang berdenting, lampu operasi yang menyilaukan, dan juga gerakan cepat tim operasi yang terus bekerja tanpa henti. 

Di ruangan yang hening itu, nyawa Lara dan sang janin sedang dipertaruhkan. Ironisnya, Seno—sang suami—bahkan tidak hadir dalam momen kritis ini. 

Hanya ada seorang pelayan yang menemani sekaligus menjadi wali Lara. Seseorang tanpa hubungan darah, namun harus senantiasa ada untuk mendukungnya.

Kini, pelayan itu tampak cemas dan duduk di ruang tunggu yang ada di luar kamar operasi. 

Pelayan itu bahkan tidak makan dan tidak minum, demi senantiasa berada di sekitar majikannya, agar ia menjadi orang yang pertama kali mengetahui hasil dari operasi yang sedang dilalui. 

***

"Sekarang, kita harus menghentikan pendarahan ini. Suction, please," perintah dokter Andre pada asisten bedah yang ada di sebelahnya. 

Asisten bedah itu segera memberikan suction—alat penyedot cairan—kepada dokter Andre, yang dengan cermat menghilangkan darah yang terakumulasi di dalam rahim sang pasien. 

Lara kini terlihat sangat pucat dan tampak mengernyit kesakitan, meski tidak sepenuhnya sadar. 

Di atas meja operasi yang dingin itu, Lara sedang berjibaku untuk menyelamatkan nyawa janinnya, dengan keteguhan tekad untuk terus bertahan. 

Sebuah monitor terus memantau denyutan jantung sang janin yang ada di dalam rahim Lara. 

Setiap detik terasa sebagai waktu yang sangat berharga. Mereka selalu berdoa bahwa, janin itu dapat diselamatkan, sesuai amanat sang ibunda. 

"Pasang pressure dressing!" perintah dokter Andre sambil terus fokus pada pekerjaannya. 

Pressure dressing—semacam perban untuk menghentikan pendarahan—segera ditempatkan di area yang memancarkan darah segar. 

Dengan cermat, perban tersebut dirapatkan untuk menghentikan pendarahan yang dapat mengancam nyawa pasien yang sedang menjalani operasi. 

Tindakan ini dilakukan dengan teliti, dengan harapan dapat meminimalkan risiko perdarahan yang berlebihan selama prosedur operasi dilakukan. 

Para asisten dengan telaten mengiringi setiap langkah yang diambil oleh ketua mereka, sambil bersiaga jika sewaktu-waktu tenaga mereka dibutuhkan. 

Asisten bedah bekerja secara sinergis sebagai tim medis yang terlatih, siap mendukung dan merespons kebutuhan ahli bedah dalam menghadapi setiap tantangan dalam prosedur operasi yang tengah berlangsung.

Sementara itu, di tengah-tengah tindakan operasi, Lara tiba-tiba bergumam, meski dengan pandangan yang kian kabur.

Wanita itu mencoba menjaga dirinya agar tetap sadar sambil terus merapalkan doa yang tidak tersusun urutannya. 

Lara dalam pengaruh bius yang membuyarkan kesadarannya. Kendati pun begitu, ia masih dapat merasakan situasi penyelamatan dramatis yang sedang berlangsung di hadapannya.

Keselamatan Lara bergantung pada tangan-tangan ahli di dalam ruang operasi ini. Lara senantiasa berdoa dan menyalakan api semangat dalam dirinya agar tidak menyerah dan terus mempertahankan sang jabang bayi. 

"Hentikan oksigenasi rahim, saya perlu memeriksa pendarahan lebih lanjut," perintah dokter Andre. 

"Baik!"

Perawat dengan cepat mematikan aliran oksigenasi rahim, dan dokter Andre mulai memeriksa dengan teliti area-area yang masih mengeluarkan darah. Operasi ini menguji segala pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya. 

Dokter Andre tidak boleh salah memperhitungkan, karena keselamatan sang pasien benar-benar sedang dipertaruhkan. 

"Nurse, berikan sutura, cepat!" perintahnya.

Perawat segera memberikan sutura—benang jahit—yang diminta. Dokter Andre mulai menjahit luka-luka Lara dengan cermat, mencoba menghentikan pendarahan di dalam rahim sang pasien. 

Setiap jahitan yang ia lakukan adalah langkah menuju keselamatan sang pasien yang sedang berjuang. 

"Bertahanlah, Lara. Kumohon…" gumam dokter Andre sambil terus melakukan tugasnya. 

Namun, tiba-tiba, monitor jantung janin menunjukkan denyutan yang kian melemah. 

"Dokter!" 

Ketegangan mulai merajai perasaan para tim bedah. Suasana yang hening tiba-tiba menjadi penuh dengan kepanikan dan tekanan. 

"Berikan oksigen tambahan untuk pasien, kita harus menjaga denyutan jantung janin!"

"Baik!"

Perawat memasang oksigen tambahan pada Lara, sementara asisten bedah terus mengoperasikan suction untuk menghilangkan darah yang tersisa. Mereka bekerja dengan cepat, sementara dokter Andre terus menjahit secara cermat.

"Detak jantung janin mulai stabil," ujar asisten bedah dengan penuh kelegaan. 

"Bagus!"

Dokter Andre melanjutkan tindakan pembedahan dengan tekad yang kuat, menghentikan pendarahan dan memastikan bahwa janin dalam rahim Lara mendapatkan oksigen yang cukup. 

Lara adalah pejuang yang hebat, yang sedang bertarung untuk dua nyawa—dirinya dan nyawa janinnya.

Lara harus tegar dalam menghadapi bahaya yang sedang mengintai, meski harapan yang dilangitkan rapuh oleh keadaan. Lara tidak memiliki siapa-siapa selain dirinya. 

"Akhirnya…"

Setelah upaya yang luar biasa dari tim operasi, tindakan pembedahan akhirnya selesai. 

Dokter Andre dapat bernapas lega, tetapi ia tahu bahwa perjuangan mereka belum usai. 

"Kita telah berhasil menghentikan pendarahan. Sekarang, kita harus menjaga pasien agar tetap stabil dan memantau perkembangan janinnnya," ucap dokter Andre sambil mengelap keringat di dahinya. 

"Baik dokter!"

Pasien Lara tetap tak sadarkan diri di meja operasi, namun monitor jantung janin menunjukkan denyutan yang lebih kuat. Hal itu sangat melegakan.

Suasana di ruang operasi masih tegang, tetapi ada kelegaan yang mendalam. Mereka telah melewati badai, dan sekarang, mereka harus menjalani perjalanan pemulihan yang cukup panjang.

"Kita masih punya banyak pekerjaan yang harus dilakukan," kata dokter Andre sambil tersenyum penuh arti ke arah tiap anggota timnya. 

"Tapi kita telah memberikan mereka peluang untuk bertahan. Kita harus menjaga mereka agar tetap kuat."

Tim medis mengangguk setuju, memahami bahwa pekerjaan mereka belum selesai. Mereka akan terus memantau perkembangan pasien dan memberikan perawatan yang diperlukan selama masa pemulihan.

Setelah operasi selesai, salah seorang tim medis memberi tahu keluarga pasien tentang hasil operasi dan kondisi pasien. 

"Permisi…"

"Ya. Suster! Bagaimana hasilnya?" tanya pelayan itu dengan cemas. 

"Syukurlah. Pasien dan janinnya selamat, Nyonya. Jangan khawatir. Pasien sedang dalam masa pemulihan," jelas perawat itu dengan senyuman. 

"Syukurlah. Terima kasih, Sus!"

"Sama-sama."

Perawat itu mengira, pelayan yang sedang menunggu Lara adalah Ibu sang pasien. 

"Aku ingin memiliki Ibu sepertinya," ucap perawat itu ketika bertemu dengan koleganya, ketika sampai di nurse-station, tempatnya bekerja. 

"Iya, dia terlihat sangat khawatir. Hubungan anak dan ibu itu sepertinya sangat erat," sahut yang lainnya. 

Wanita yang sedang menunggu pasien Lara itu tampak bersahaja dengan kecemasan yang mendalam. Tindak-tanduknya seperti seorang keluarga yang sangat mengkhawatirkan salah satu anggotanya. 

"Nyonya Lara, syukurlah…"

Pelayan itu tampak sangat lega dan serta-merta mencium ubin rumah sakit untuk memanjatkan syukur kepada sang Pencipta. 

Keselamatan sang majikan, benar-benar menjadi prioritasnya. Ia tidak ingin Nyonya yang ia layani celaka dan tidak ada yang menemani penderitaannya. 

Perawat itu tidak mengetahui bahwa wanita paruh baya itu hanyalah seorang pelayan, bukan keluarga sang pasien. 

Keberadaan pelayan itu cukup mencolok, karena wanita tersebut sedikit-sedikit menangis dan selalu menanyakan kondisi terkini pasien yang sedang dioperasi.

Mereka baru mengetahui fakta tentang wanita penunggu tersebut, setelah sebuah teriakan bergema di koridor rumah sakit dan merusak ketenangan yang ada. 

"Lara! Istriku! Di mana dia?!"

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Balas Dendam Sang Komposer Hebat
8.2
Lima tahun pernikahan semu hancur saat aku menyadari Sagara hanya memanfaatkanku demi melindungi Fiona. Adik tirinya itu mencuri laguku, bahkan memfitnahku saat ia berpura-pura hamil. Sagara lebih memilih memaki dan meninggalkanku di bukit demi inisial cinta mereka. Kini, duniaku runtuh namun dendam membara. Aku menjadwalkan video pembongkar aib, membuang ponsel, dan memalsukan kematian. Saatnya aku bangkit untuk menghancurkan hidup mereka tanpa sisa.
Sampul Novel Belenggu Cinta Sang Billionaire
7.9
Demi membiayai pengobatan sang adik, Krystal terpaksa meminta bantuan finansial kepada Kaivan Bastian Mahendra. Namun, dukungan dana dari sang miliarder tidaklah cuma-cuma. Krystal harus membayar mahal dengan kesediaannya menjadi istri kedua pria tersebut. Terjebak dalam pernikahan yang rumit dan penuh tekanan, mampukah Krystal bertahan menjalani kehidupan barunya? Sebuah kisah tentang pengorbanan dan cinta yang terbelenggu oleh sebuah syarat berat.
Sampul Novel Duda itu Suamiku
8.1
Hidup Bianca berubah total sejak bertemu Bealize, balita yang terus memanggilnya 'Mami'. Demi Bea, Bianca terpaksa tinggal di rumah gadis kecil itu bersama ayahnya, seorang duda tampan. Merasa cemas akan pandangan orang dan getaran di hatinya, Bianca memilih kabur diam-diam untuk menghindari skandal. Ia mengabaikan nasib Bea demi kebebasannya sendiri. Namun, akankah sang duda membiarkannya pergi begitu saja atau justru mencarinya kembali?
Sampul Novel Gairah Terlarang
9.7
Bagi yang belum cukup umur, DILARANG KERAS Membaca Cerita ini, karena banyak sekali adegan Dewasa. Mohon Bijak Dalam Membaca.⚠️ Menceritakan seorang anak muda, yang terjerumus kedalam lubang hitam, hingga akhirnya, pemuda tampan kecanduan seks dengan Guru dan keluarganya sendiri.
Sampul Novel MENIKAHI CEO LUMPUH
9.1
Demi kesembuhan sang ayah, Sofia yang baru berusia 19 tahun terpaksa menikahi Yesaya, seorang CEO lumpuh berumur 33 tahun. Awalnya penuh tekanan, perasaan Sofia berubah menjadi cinta tulus saat menemukan surat wasiat bunuh diri suaminya. Namun, cinta itu justru dibalas penolakan. Yesaya sengaja menjauhkan diri dan melakukan tindakan ekstrem demi melindungi rahasia serta kebahagiaan Sofia, meski hal tersebut malah menghancurkan hidup istrinya.
Sampul Novel Not Seen
8.4
Demi membalas budi, seorang pria menikahi wanita yang telah menyelamatkan nyawanya. Pernikahan ini dipicu oleh desakan sang ibu yang justru membenci putri kandungnya sendiri dan memperlakukannya layaknya orang asing yang terjerat utang. Berharap menemukan kebahagiaan di kota, wanita malang ini malah menghadapi kenyataan pahit. Alih-alih lepas dari penderitaan masa lalu di desa, ia justru terjebak dalam kesepian dan dinginnya penolakan keluarga baru.