
Melodi Rindu di Senyap Malam
Bab 3
Pagi datang dengan sinar mentari yang hangat, menyapu segala kegelapan malam sebelumnya. Di ruang tamu rumah kecil itu, Raina duduk di kursi berlapiskan anyaman rotan sambil menikmati secangkir teh hangat. Arjuna, yang duduk di seberang meja, menatapnya dengan senyum penuh kasih.
"Kau masih terlihat cantik seperti biasa, Raina," kata Arjuna dengan lembut, matanya berbinar penuh cinta.
Raina tersenyum malu-malu, merasa hangat dengan pujian Arjuna. "Terima kasih, sayang. Kau juga terlihat sangat tampan pagi ini."
Mereka menghabiskan waktu pagi itu dengan berbagi cerita dan tawa, mengingat kembali momen-momen indah yang pernah mereka lewati bersama. Setelah sarapan, mereka memutuskan untuk pergi ke danau yang terletak tidak jauh dari rumah mereka. Danau itu adalah tempat yang penuh kenangan bagi keduanya, tempat di mana mereka sering menghabiskan waktu bersama ketika masih muda.
Di tepi danau yang tenang, Raina dan Arjuna duduk di bawah pohon rindang yang menaungi mereka dari terik matahari. Mereka memandang air yang mengalir dengan tenang, sementara angin sepoi-sepoi menyapu lembut wajah mereka. Suasana itu terasa begitu damai, seolah waktu berhenti sejenak untuk memberi mereka kesempatan untuk menikmati kebersamaan.
"Tahukah kamu, Arjuna," ucap Raina, memecah keheningan, "Aku masih ingat dengan jelas hari pertama kita datang ke danau ini. Kau memainkan lagu favoritku dengan gitarmu, dan kita berdansa di bawah bintang-bintang. Itu adalah salah satu malam paling indah dalam hidupku."
Arjuna tersenyum, memandang Raina dengan penuh kelembutan. "Aku juga tidak akan pernah melupakan momen itu, Raina. Rasanya seperti dunia hanya ada untuk kita berdua pada saat itu."
Namun, kebahagiaan mereka terputus oleh datangnya sebuah bayangan dari masa lalu. Seorang pria berjalan mendekati mereka dengan langkah yang mantap, senyumnya mengembang lebar ketika melihat Raina.
"Raina, betapa senangnya aku bisa bertemu denganmu lagi," ucap pria itu sambil mengulurkan tangan.
Raina menatap pria itu dengan bingung, mencoba mengingat-ingat siapa dia. "Maaf, tapi aku rasa kita belum pernah bertemu sebelumnya. Siapa nama Anda?"
Pria itu terkekeh pelan. "Ah, maafkan aku. Aku lupa bahwa mungkin kau tidak mengenalku lagi. Namaku Rama. Kita pernah bersama di sekolah menengah dulu, meskipun aku pindah sebelum kita lulus."
Raina mengangguk, ingatan tentang Rama mulai muncul. Mereka memang pernah satu sekolah, meskipun tidak pernah dekat. "Oh ya, Rama. Sekarang aku ingat. Bagaimana kabarmu?"
Rama tersenyum lebar. "Kabarku baik-baik saja. Aku baru saja pindah kembali ke kota ini, dan saat aku melewati danau ini, aku tidak bisa melewatkannya tanpa mengucapkan halo padamu."
Raina dan Arjuna saling pandang, merasakan keanehan dalam pertemuan tiba-tiba ini. Ada sesuatu yang terasa tidak beres, meskipun mereka tidak bisa mengatakannya dengan pasti.
"Apa yang membawamu kembali ke kota ini, Rama?" tanya Arjuna, mencoba memecah keheningan.
Rama mengambil napas dalam-dalam sebelum menjawab. "Aku kembali karena ada bisnis keluarga yang harus aku urus di sini. Tapi sebenarnya, aku juga ingin mencari seseorang."
Raina dan Arjuna saling pandang, bertanya-tanya siapakah yang dimaksud Rama. "Siapa orang yang ingin kau cari?" tanya Raina dengan rasa ingin tahu.
Rama menatap Raina dengan mata yang penuh keinginan. "Seseorang yang dulu pernah menjadi bagian dari hidupku. Seseorang yang membuatku merasa hidup dan bahagia."
Raina merasakan detak jantungnya berdegup lebih cepat. Ada sesuatu yang tidak beres dengan pernyataan Rama itu, namun dia tidak bisa mengatakannya dengan pasti. Dia berusaha menjaga ketenangan, meskipun hatinya mulai merasa gelisah.
"Semoga kau bisa menemukan orang yang kau cari, Rama," ucap Arjuna dengan senyum tipis. "Tapi sekarang, mungkin sudah waktunya bagi kami untuk pulang."
Rama mengangguk, mengerti bahwa kedua pasangan itu ingin sendiri. Dia mengucapkan selamat tinggal sambil meninggalkan mereka di tepi danau.
Raina dan Arjuna kembali ke rumah dengan perasaan yang tidak karuan. Ada sesuatu yang mengganggu mereka dari pertemuan tadi, sesuatu yang mereka tidak bisa jelaskan dengan kata-kata. Bayangan masa lalu yang datang tiba-tiba telah mengganggu kedamaian mereka, dan mereka merasa bahwa ada hal yang perlu mereka ketahui lebih lanjut tentang Rama dan tujuan sebenarnya di balik kepulangannya ke kota ini.
Malam itu, di bawah langit yang dipenuhi oleh gemintang, Raina dan Arjuna duduk di balkon kamarnya dengan pikiran yang kacau. Mereka bertanya-tanya tentang maksud sebenarnya dari kunjungan Rama, dan apakah ada kaitannya dengan masa lalu yang pernah mereka lewati bersama. Tetapi meskipun begitu, mereka berjanji untuk tetap saling mendukung dan menghadapi apapun yang akan datang, bersama-sama, seperti yang selalu mereka lakukan.
Anda Mungkin Juga Suka





