Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Mati Kutu Ketika Mereka Tahu Suamiku Ternyata Sultan

Mati Kutu Ketika Mereka Tahu Suamiku Ternyata Sultan

Seorang pria sering dihina sebagai siluman miskin karena wajahnya yang hitam bertompel sangat kontras dengan kulit tubuhnya. Bahkan istrinya sendiri sempat meragukan identitas aslinya. Namun, semua penampilan buruk itu hanyalah penyamaran demi menemukan cinta tulus dari seorang gadis desa. Saat identitasnya sebagai CEO kaya raya terungkap, para tetangga yang meremehkannya seketika terdiam. Mengapa sang Sultan memilih hidup penuh hinaan?
Bab
Bagikan

Bab 2

SUAMIKU TERNYATA SULTAN 2

"Sabar ya, Dek."

Semua orang langsung tertawa mengejek, saat Mas Adnan memanggilku dengan sebutan dedek.

"Abang, Adek. Cihh! Ga pantes banget tahu!"

Aku menghela nafas berat, rasanya muak terus meladenin orang-orang seperti ini. 

"Bang, kita masuk ajalah! Jangan dengerin mulut c o m b e r a n mereka," ucapku.

Mereka semakin bersungut-sungut, Menghina dan mengejekku. Namun, tak ku gubris lagi.

Aku berlalu meninggalkan mereka, dan menarik tangan Bang Andan.

Namun pria itu malah menatapku, dengan binar kekaguman di matanya. 

Aduh aku kok jadi salah tingkah di tatap kaya gitu. Padahal wajahnya tidak tampan tapi mampu membuatku dag-dig-dug seer.

"Kamu jangan dengerin omongan mereka," ucapku sambil meneliti wajahnya.

 Andai tak terhalang dengan kulit yang hitam, dan bertompel di wajahnya. Dia pasti sangat tampan. 

Dengan wajah oval, alis tebal, bibirnya sedikit tebal. Namun, terlihat seksi dengan bola mata biru yang tampak indah sera tubuh tegap di sertai otot-otot di lenganya.

Hanya saja kekurangannya memiliki kulit hitam dan bertompel.

"Iya." 

Sejauh ini aku mengenal Mas Adnan. Orangnya begitu pendiam dan irit dalam berbicara.

"Neng kamar kalian di depan, kamar yang ini sempit kalo buat dua orang." ujar Ibu Ranti~lbu Puspa. 

Wanita itu tersenyum bahagia melihat kedua pengantin baru itu.

"Iya, Bu."

Kami berjalan ke kamar yang di tunjukan oleh ibu. Di sana rasa canggung langsung menghampiri perasaanku, dua orang asing yang terikat oleh pernikahan berada di dalam satu kamar.

"Emm ... Aku mau ganti baju dulu," ucapku semoga saja pria itu peka.

Aku, dan Bang Adnan sudah sepakat jika di hadapan orang lain. Panggilan kami akan berubah menjadi Adek atau Abang. 

Tapi jika sedang berdua saja. Aku rasa kami akan memanggil dengan aku dan kamu, karena tak mau membuat Ibu curiga.

"Ya, ganti baju aja." jawabnya santai.

"Maksudnya kamu bisa keluar dulu, tidak."

"Tidak!" Aku langsung membulatkan mataku.

"Maksudnya kamu ganti baju aja. Saya mau mandi, jadi ga perlu keluar." 

Aku menghela napas lega mendengarnya. Setelah itu Bang Adnan masuk ke dalam kamar mandi yang berada di kamar ini.

Kamar ini memang luas dari kamarku yang dulu, di dalam sini juga sudah komplit dengan kamar mandinya. 

Dulu ini adalah kamar Ibu dan almarhum Bapak. Namun, karena aku sudah menikah maka ibu menyuruhku untuk pindah kesini.

Sambil melepaskan asesoris yang berada di kepalaku. Aku terus memikirkan bagaimana nasib pernikahanku yang tidak ada cinta di antara kami.

' Apa aku harus mulai belajar mencintai Bang Adnan yang sekarang sudah menjadi suamiku. Sepertinya itu akan sulit bagiku, mengingat wajah yang ahh ... Puspa walaupun bagaimana pun dia adalah suamimu.

Lamunanku buyar, saat bang Adnan keluar dari kamar mandi dengan hanya melilitkan handuk kecilnya di pinggang.

"Arggggggggg!" 

Aku berteriak, bukan karena melihat hantu. Tapi, melihat pria yang baru saja keluar dari kamar mandi itu, tubuh berkulit belang seperti Zebra.

'Kenapa ibu menjodohkanku dengan siluman Zebra. Kulit wajahnya hitam, tetapi tubuhnya putih dan berotot. Semoga la tak meminta haknya,' batinku bergidik ngeri saat membayangkannya.

"Puspa! Ada apa Nak? Pus, kamu baik-baik saja?" teriak Ranti ibu Puspa khawatir.

"Tidak ada apa-apa, Bu." Lirihku.

 Aku lemas dan hanya bisa pasrah menerima pernikahan ini.

'Kenapa Ibu menghukum anakmu dengan cara seperti ini? Ibu bilang tidak apa-apa jelek asal hatinya baik. Tapi, gak belang kaya gini juga,' batinku.

"Kaget ya melihatku?"tanyanya.

"E-engak."

"Masa? Biasanya orang yang melihatku, akan menganggapku sebagai siluman kuda lumping," ucapnya sambil tersenyum.

Aku begitu gugup tapi juga takut saat ini. 

"Saya mengantuk, mau tidur dulu." ucapku.

 Aku memilih untuk tidur saja dari pada terus membayangkan hal yang tidak-tidak. 

Kuharap dia tak melakukan apapun padaku.

Aku langsung merebahkan diri di atas kasur, lalu menutup seluruh tubuh dengan selimut tebal. Namun, kepalaku terus mengingat bentuk tubuh Bang Adnan yang sekarang sah menjadi suamiku.

Seperti ada yang aneh dengan dirinya. Mengingat wajah dan tubuhnya benar-benar tak singkron begitu berbeda antara muka yang hitam, tetapi kulit tubuhnya yang putih dengan otot-otot yang begitu sempurna. 

'Apa benar dia siluman kuda lumping?' batinku.

____

"Ciee .... Ada pengantin barunya si buruk rupa nih!"

"Mana suami jelekmu? Panggil dong. Aku penasaran seburuk apasih wajah suamimu itu," seru Wulan~Anak dari Uwa Rosid dan Bi Ningsih.

"Eh, Puspa! Itu rambut pagi-pagi sudah basah memang semalam habis belah duren?" tanya Bi Ningsih.

'Hadeh Ibu dan anak ini, pagi-pagi sudah berkokok.

"Bersambung

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel akan ku tuju sampai ke ujung
9.6
Siera adalah wanita menawan yang merasa cukup hidup sendiri tanpa kekasih. Ia memiliki Roma, sahabat masa kecil setia yang selalu siap melakukan apa pun demi dirinya. Namun, prinsip Siera diuji saat bos besarnya yang bernama Xavier muncul di kantor. Meski dikenal sebagai pria angkuh, dingin, dan egois, Xavier perlahan luluh menghadapi kesabaran Siera. Di antara kesetiaan sahabat dan pesona sang atasan, dinamika hidup Siera mulai berubah drastis.
Sampul Novel Dendam Seorang Adik
8.6
Duka mendalam Amara atas kematian tragis kakaknya, Danisa, berubah menjadi ambisi balas dendam yang membara. Ia bertekad menghancurkan keluarga Pramudya yang telah mengkhianati Danisa hingga sang kakak mengakhiri hidupnya. Dengan pesonanya, Amara menyusup dan mulai menjerat mantan suami, mertua, serta ipar Danisa dalam rencana penghancuran reputasi dan harta mereka. Namun, mampukah ia tetap dingin saat perasaan tak terduga mulai mengancam misi utamanya?
Sampul Novel Istri Penebus Hutang
9.8
Elara, gadis penuh harapan di tengah kemiskinan, harus menghadapi kenyataan pahit akibat ulah ayahnya, Hasan. Demi melunasi utang keluarga yang menumpuk, Hasan memaksa Elara menikahi Raka, konglomerat misterius yang menguasai dunia bisnis namun tak pernah muncul di publik. Meski hatinya hancur dan air mata tertahan, Elara tidak memiliki pilihan lain selain menuruti permintaan sang ayah. Kini, nasibnya terikat pada sosok pria berkuasa yang tidak ia kenal.
Sampul Novel Jangan Main-Main Dengan Dia
8.9
Yolanda dibuang ke desa terpencil setelah tahu ia hanya dijadikan alat bisnis oleh orang tua angkatnya. Tak disangka, ia justru menemukan jati diri sebagai pewaris keluarga konglomerat yang sangat berpengaruh. Meski dihujani kasih sayang, ia harus menghadapi kecemburuan adiknya. Yolanda pun bangkit membalas dendam dengan bakatnya yang luar biasa. Pesonanya memikat seorang miliarder ternama yang kini memojokkannya demi mengungkap rahasia besar Yolanda.
Sampul Novel Kehidupan Istri Seorang Milyarder
8.4
Demi imbalan seratus juta, seorang wanita menyelamatkan pria yang ternyata miliarder paling berpengaruh di kota. Sang presiden kaya yang terobsesi mulai mengejarnya dan menawarkan mahar fantastis untuk menikah. Meski ditagih janji uangnya, sang wanita tegas menolak lamaran karena tidak tertarik pada sosoknya. Namun, pria dominan itu justru menaikkan tawaran menjadi satu miliar dan dengan berani mengajukan dirinya sendiri sebagai hadiah tambahan hadiah.
Sampul Novel Komodo Hijrah
9.6
Mahesa adalah pengusaha waralaba sukses yang selalu gagal dalam urusan asmara. Ia merasa dikutuk oleh rival bisnisnya karena tak pernah berhasil membawa hubungan ke jenjang pernikahan. Berbagai metode, dari yang logis hingga di luar nalar, ia coba demi menemukan pendamping hidup. Dalam pencarian itu, Gayatri, sahabat masa kecil yang kerap bertindak bak pengawal pribadinya, selalu setia mendampingi. Namun, mampukah persahabatan mereka bertahan saat perasaan baru mulai tumbuh?