Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Marriage Express

Marriage Express

Indira Aubrey terpaksa menjalani pernikahan dini dengan Liam Ogawa, pria keturunan Jepang yang dianggapnya mesum. Meski orang lain merasa ia beruntung masuk ke keluarga Ogawa, Indira justru merasa tertekan harus tinggal satu atap dengan Liam. Ia bersumpah akan terus membenci dan merahasiakan statusnya dari teman-teman. Namun, saat Liam mulai menyerah dan mengabaikannya, benarkah rasa benci itu berubah menjadi penyesalan? Akankah cinta datang saat semuanya terlambat?
Bab
Bagikan

Bab 3

“Kenapa lo bersikap jadi orang asing semalam, kalau akhirnya lo udah kenal gue?”

“Memangnya siapa yang mengatakan kalau aku kenal sama kamu?”

“Ih! Mami lo bilang, udah tau siapa gue dari foto yang saling dikasih antara nyokap kita?”

Liam terkekeh pelan melihat bagaimana Indira begitu menggebu berbicara padanya tanpa menyesuaikan lagi intonasi dan tarikan napas yang perempuan itu gunakan.

“Aku kenal kamu lewat foto, bukan secara langsung. Jadi, aku nggak salah sama sekali,” jelasnya melipat kedua tangan di atas meja dan menatap lekat perempuan berparas cantik dengan rambut sedikit ikalnya.

“Siapa tau, wajah di foto sama aslinya berbeda. Tapi, aku rasa memang beneran berbeda. Kamu terlihat lebih cantik dibandingkan foto yang diberikan Mami padaku,” ungkapnya membuat Indira tersedak.

Pria itu melihat tingkah lucu Indira menatapnya tajam. “Dasar pria tua yang mesum! Jangan harap pertunangan ini beneran berjalan lancar!”

“Doa yang baik-baik aja. Nggak bagus kalau doa yang kamu pinta buruk. Banyak perasaan yang akan tersakiti kalau pertunangan ini nggak berhasil. Terutama aku.”

Lagi. Indira tidak bisa menutupi rasa kaget dan tidak percayanya dengan sikap percaya diri pria tampan itu. Ia selalu menjawab setiap ucapan Indira begitu santai tanpa mendominasi.

“Kamu masih SMA, tapi cukup cantik juga untuk siswi seusiamu,” ungkap Liam menangkup sisi wajahnya dan menahan siku di atas meja sebagai tumpuan.

Indira membeliak. Ia nyaris tidak bisa menelan salivanya saat Liam menatapnya dalam senyum manisnya. “Usiamu tujuh belas tahun, kan?”

Perempuan itu mengangguk kaku. Ia terlalu aneh dan tidak bisa dipandang lekat oleh pria tampan yang memiliki garis keturunan Jepang. Sepertinya ia mengikuti mendapati keturunan dari sang Papa.

“Nggak akan menjadi kendala kalau kamu memutuskan menerima pernikahan ini.” Ia menegakkan tubuh, menatap lekat manik hitam yang menatapnya dengan terpaku.

Liam tersenyum manis. “Kita hanya berbeda tiga belas tahun.”

“APA?!”

Sial!

Saat itu pula, Indira menutup rapat bibirnya, menahan rasa malu saat kali kedua ia dipandang sinis dan menjadi objek perhatian pengunjung kafe. Hari ini benar-benar membuatnya sangat malu dan merasa seperti orang asing yang masuk dalam lingkaran yang penuh kejutan.

Ia tidak pernah tahu bagaimana pertemuan ini sudah direncanakan dan Mamanya akan menjodohkan dirinya dengan pria yang lebih tua tiga belas tahun darinya?!

“Lo ... jadi ... jadi, lo seharusnya gue beneran panggil Om?!”

Indira pikir, usia pria itu sekitar dua puluh lima tahun.

Liam tertawa kecil. “Kenapa? Aku terlihat muda dari usiaku?”

Perempuan itu mendengkus dan menatap tidak percaya tingkat percaya diri Liam. “Seharusnya gue nggak usah panggil lo Kakak. Lebih baik gue panggil lo Om.”

“Ya. Om-om yang dekatin perempuan muda seperti kamu,” sambungnya memainkan alis dan menatap genit Indira.

“Lo juga. Kenapa terlihat akrab banget, sih! Dari awal kenal lo udah sangat mesum! Gue benci didekati pria dewasa dan mesum kayak lo!”

“Sekarang nggak mau, nanti juga nggak bakal nolak.”

Indira menggeram dan menangkup kepala dengan kedua telapak tangannya. Frustrasi sendiri dengan tiap jawaban santai yang terlontar dari Liam.

Pria dewasa di hadapannya terlalu bersikap tenang dan ia sudah kalah telak.

“Untuk apa bersikap formal? Memanggil dengan sebutan ‘kamu – saya’ kalau akhirnya kita akan semakin dekat dengan hubungan baru? Semakin menjadikan panggilan kita terlalu berjarak, kita akan semakin sulit mendapati interaksi yang intens dan akrab.”

Perempuan itu menatap Liam tidak berkedip.

“Sumpah! Lebih baik lo tolak pernikahan ini sebelum terjadi! Gue masih sekolah! Belum lulus dan terutama gue bukan tipe perempuan yang sesuai untuk pria dewasa kayak lo, Om-om genit ...” gemasnya dalam bicara yang sontak membuat Liam tidak tahan untuk tertawa.

“Minimal cari perempuan yang selisih usianya nggak jauh dari lo. Please, tipe kita beda. Jangan rusak masa depan gue dengan pernikahan bersama Om-om tua kayak lo. Mama juga, dikasih calon suami yang ketuaan gini.”

“Tadi, kamu bilang usiaku nggak mencerminkan perawakanku? Aku kelihatan lebih muda, kan? Nggak masalah kalau kita melanjutkan pernikahan ini,” balasnya semakin mendesak dan menyudutkan Indira.

“Mama ....”

Indira memanggil merengek dan frustrasi pada sang Mama tercinta. Tidak tahan berada lama-lama bersama Liam. Tapi justru ia kembali menjadi tontonan gratis oleh pengunjung kafe. Indira terlalu sebal dengan sikap Liam.

“Gue bakal panggil lo Om!”

“Nggak masalah. Bukannya terdengar menarik? Kamu terlihat menjadi seorang sugar baby.”

Bibir Indira terbuka sempurna. Ia menganga, kaget dengan tiap jawaban Liam yang selalu santai dan satu lagi, sangat mesum.

“Gue bakal bilang sama Mama, kalau gue menolak pernikahan ini. Sama aja pemaksaan! Gue nggak setuju!”

Wajah Liam terlihat begitu sedih mendengarnya. Ia mengembuskan napas pelan. “Padahal, aku nggak mempermasalahkannya. Aku setuju saat melihat wajah calon tunanganku. Cantik dan terlihat sangat muda.”

“Aku bisa mengajari banyak hal padanya.”

Manik hitamnya membeliak sempurna. “Dasar Om mesum!”

**

“Pokoknya Dira nggak setuju kalau Mama berencana menjodohkan Dira sama Om tua itu!”

“Siapa yang kamu bilang ‘Om tua’, Dira? Liam belum genap berusia tiga puluh tahun dan dia terlihat masih muda diusianya sekarang. Pasti kamu nggak akan sangka usianya dipertemuan awal, kan?”

Indira terdiam. Ia memang mengakui ucapan Mamanya dan sudah terbukti saat mereka sedikit mengenal usia mereka yang cukup jauh selisihnya.

Perempuan itu menggeleng cepat dan menatap Mamanya yang santai meletakkan tas di atas ranjang kamar wanita itu. Ia masih enggan untuk menyetujui pertunangan ini.

“Tapi, Ma—“

“Nggak, nggak dan nggak. Mama nggak akan mau mendengar penolakan kamu karena sudah berjanji untuk menuruti kemauan Mama.”

“Tapi nggak dengan perjodohan ini, Mama Dira tersayang ...”

“Anak Mama tersayang ... tolong turutin permintaan Mama ini, ya? Kamu mau buat Mama marah, lagi?”

“Ma,” kekeuhnya.

“Seratus kali kamu menolak, terus bersikap kayak gini, Mama nggak akan mengubah keputusan Mama.”

“Mami Liam bilang, keputusan ada di tangan kami. Kenapa Mama yang mengambil alih?”

“Eh? Liam? Kalian sudah sangat dekat rupanya,” cetus Mamanya menatap Indira dalam binaran bahagia, sedangkan Indira gelagapan saat tidak menyembutkan embel-embel ‘Kakak’ dalam ucapannya.

“Nggak, Ma! Dari tadi Dira bahkan udah menolak sebelum keputusan ini ditentukan,” selanya cepat dan membuat Mama Indira berdecak kesal.

“Pokoknya nggak bisa! Titik nggak pakai koma!” tegasnya dan berlalu ke luar kamar, meninggalkan Indira yang mencoba meredam rasa kesal dan napasnya yang memburu.

Ia mengacak rambutnya frustrasi. “Dia juga menerima aja. Dasar Om mesum! Wajar aja dia nggak mau menolak, orang gue masih anak kecil yang terlalu mudah jadi mangsa dia. Keenakan dia, sedangkan gue nggak punya pengalaman apa pun sama pria lain meskipun sering disebut playgirl!”

**

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95PEA" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95PEA
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel An Affair
9.2
Winter Samantha menyamar demi menghancurkan keluarga Smith yang telah merenggut nyawa orang tuanya. Ia sengaja menjerat Edward Smith dan putranya, David, ke dalam skandal perselingkuhan yang berbahaya. Namun, di tengah misi balas dendam tersebut, muncul Sean William, sahabat masa kecil yang mencintainya dengan tulus. Kini Winter terjebak dalam dilema besar: tetap menghancurkan musuhnya atau memilih hidup bahagia bersama lamaran cinta sejatinya, Sean.
Sampul Novel Antara Benci dan Cinta
8.3
Kematian tragis menyingkap kepalsuan dalam hubungan yang dibangun dengan pengorbanan. Di novel modern misteri Antara Benci dan Cinta, seorang wanita menghabiskan kekayaan dan energinya demi mengorbitkan sang kekasih yang terikat kontrak pacaran tiga tahun. Alih-alih membalas budi, pria itu berpaling pada wanita lain dan menyebutnya sekadar batu loncatan yang tidak menarik. Namun, setelah nyawa sang wanita melayang, penyesalan atau kegilaan misterius justru merasuki pria yang kini memeluk jasadnya.
Sampul Novel Benci Bila Harus Mencinta
8.0
Viona hancur saat mengetahui Aldi, tunangannya, berselingkuh dan berencana menikah dengan sahabatnya sendiri. Di tengah pengkhianatan pedih itu, sebuah kecelakaan tragis menimpanya hingga ia tak sadarkan diri. Beruntung, pria asing yang menabraknya bertanggung jawab dan tulus membantunya pulih. Kini, Viona terjebak dalam misi balas dendam terhadap masa lalunya. Akankah ia akhirnya membuka hati bagi pria penolongnya setelah semua luka terbalaskan?
Sampul Novel Benih Dari Kebencianmu
8.2
Lima tahun berlalu sejak tragedi maut merenggut nyawa Anya, namun dendam Rizky belum juga padam. Saat bertemu kembali dengan Lia, sepupu Anya sekaligus penyintas peristiwa tersebut, amarah Rizky meledak. Lia dianggap sebagai penyebab utama penderitaan mereka selama ini. Dalam sebuah malam yang kelam, Rizky melampiaskan kebenciannya hingga menghancurkan masa depan Lia. Kini, Lia harus menanggung beban luka di tengah kebencian orang-orang di sekitarnya.
Sampul Novel Godaan Mantan Istri
8.2
Anne terikat kontrak untuk menikahi Kevin dan memberikan ahli waris dalam setahun demi melindungi miliknya. Namun, penghinaan Kevin membuatnya lelah bertahan. Saat kecelakaan tragis menimpa Kevin, Anne berkorban demi menyelamatkannya lalu menghilang dari dunia. Takdir mempertemukan mereka kembali saat anak mereka telah tumbuh besar. Kini Anne kembali bukan untuk mengejar cinta Kevin lagi, melainkan demi memperjuangkan hak dan masa depan putra tercintanya.
Sampul Novel Jatah Malam Untuk Mertua
9.0
Leo terjebak dalam dilema besar saat calon ibu mertuanya yang menjanda mengajukan syarat hubungan intim sebelum pernikahan. Di sisi lain, Dinda terkejut mendapati ayah kandungnya, Pak Bram, menaruh hasrat padanya dan memberikan tuntutan serupa. Terjebak dalam nafsu dan tuntutan orang tua, akankah Leo dan Dinda saling mengkhianati komitmen mereka demi memenuhi syarat gila tersebut? Ikuti kisah penuh intrik dan pengkhianatan yang menguji kesetiaan cinta mereka.