Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Mantanku, Kakak Iparku

Mantanku, Kakak Iparku

Hati Deo hancur saat Freya memutuskan hubungan demi menikah dengan kakak kandungnya sendiri. Di tengah luka itu, ia bertemu Veren, gadis yang nyaris mengakhiri hidup akibat patah hati. Sebuah kesalahpahaman besar justru menyeret keduanya ke dalam pernikahan di usia muda. Kini, mereka terjebak dalam komitmen yang tak terduga. Mampukah Veren dan Deo saling menyembuhkan luka masa lalu dan menemukan kebahagiaan sejati dalam rumah tangga mereka?
Bab
Bagikan

Bab 3

Kata-kata mereka yang terakhir membuat Deo reflek menghentikan langkahnya, dan mencoba menyeberangi jalan, tepat di lokasi orang itu berdiri.

TIINN! TIINNNN!

Deo berlari, menyelip di antara kendaraan-kendaraan yang melaju dan dengan sekuat tenaga didorongnya orang itu hingga mereka berdua terpental bersama ke atas trotoar.

“Aduuhhh ...”

“Sakit ...”

Deo menoleh ke orang yang tadi sengaja menantang maut di tengah jalan.

“Lo nggak papa?” katanya.

Orang itu menoleh, dan memandang Deo dengan galak.

“Heh, lo ngapain sih pakai dorong gue? Gue kan jadi batal mati!” ketusnya.

Deo termangu sejenak, orang di depannya ini ternyata cewek. Dan dia sangat tidak terima ketika Deo mengentaskannya dari kematian.

“Maaf, elo waras?” tanya Deo ragu-ragu. “Elo baru aja diselametin dari maut, lho.”

“Gue nggak ulang tahun, jadi nggak usah pake selametan segala!” ketus cewek itu.

Beberapa orang pejalan kaki mendekati mereka.

“Dek, kalian ngapain sih? Bahaya tahu?”

“Untung nggak sampe kecelakaan, lain kali jangan sembrono.”

Deo meringis malu, sementara cewek di sebelahnya manyun menahan kekesalan.

“Padahal kurang dikit lagi,” keluhnya ketika orang-orang sudah berlalu pergi. Cewek itu bangkit berdiri lalu duduk di tepi trotoar.

Deo mengelus-elus sikunya yang terhantam aspal.

“Dikit lagi apanya?” tanya Deo, ikut duduk di tepi trotoar. Sikunya mulai nyut-nyut tidak keruan.

“Dikit lagi gue mati,” kata cewek itu. “Kalo elo nggak tiba-tiba muncul, gue pasti masih bisa mati ditabrak truk atau bus.”

Deo menarik napas.

“Jadi lo nggak beryukur nyawa lo masih utuh?”

“Enggak! Lagian gue heran banget, kenapa dari tadi gue berdiri di tengah jalan rame, tapi truk-truk itu masih bisa ngehindarin gue ...” keluh cewek itu lagi. “Gue pikir mati itu gampang, ternyata jauh lebih susah daripada yang gue kira.”

Deo memandangnya dengan heran. Cewek itu membuka hoodie yang menutupi kepalanya.

“Apa gue segitu nggak pantesnya buat mati?” Keluhan-keluhan itu terus mengalir dari mulutnya.

“Gue jadi kepo, alasan apa sih yang bikin lo segampang itu buat bunuh diri?” tanya Deo ingin tahu.

“Lo nggak bakal paham,” decak cewek itu. “Karena lo nggak di posisi gue.”

“Makanya gue jadi kepo,” komentar Deo. “Alasan masuk akal apa yang bikin elo rela mengakhiri hidup lo sendiri? Biar kalo suatu saat gue ada di posisi lo, gue nggak bakal ngelakuin apa yang lo lakuin tadi.”

Cewek itu bertopang dagu dan terdiam cukup lama.

“Gue baru diputusin,” katanya dengan pandangan menerawang. “Alasan sepele, baginya pacaran itu nggak terlalu serius dan bisa diakhiri kapan aja. Padahal sejak awal gue jadian sama dia, gue berusaha tulus dan serius ngejalaninnya.”

Deo terdiam selama cewek itu bercerita.

“Lo pasti mikir kalo alasan gue ini juga sepele kan?” ketus cewek itu. “Lo nggak ada di posisi gue sih, makanya lo nggak bakal paham apa yang lagi gue rasain. Lo pasti mikirnya gue labil, cengeng, lemah ...”

“Nggak juga,” sahut Deo kalem. “Gue ngerti kok gimana rasanya diputusin.”

Si cewek memandangnya tidak percaya.

“Lo nggak ngalamin apa yang gue alami, gimana bisa lo tau rasanya?”

Pandangan Deo menerawang ke langit yang menghitam karena mendung.

“Lo pacaran udah berapa lama?” katanya.

“Tiga tahun,” jawab si cewek.

“Gue udah pacaran lima tahun lamanya, hari ini mestinya gue sama dia ngerayain anniversary kami yang kelima.” Deo bercerita.

“Wah, selamat deh!”

“Tapi siang tadi gue justru diputusin sama dia,” sela Deo. “Gue diputusin karena dia mau dinikahin sama ortunya. Dan barusan gue dari nganterin kakak gue lamaran di rumah tunangannya.”

Mata cewek itu mengerjab heran.

“Apa hubungannya lo diputusin sama kakak lo lamaran?” katanya tidak mengerti.

“Hubungannya adalah ...” Deo menggantungkan kalimatnya sementara gerimis kecil-kecil mulai turun. “Ternyata kakak kandung gue sendiri yang akan menikahi mantan cewek gue. Makanya siang tadi gue diputusin.”

“Apa? Yakin lo?” sahut cewek itu terkejut.

“Yakin lah, mata gue kan masih normal. Gue lihat dengan mata kepala gue sendiri saat kakak gue masangin cincin lamaran itu ke jari tangan mantan gue,” ujar Deo, satu tangannya terulur menengadah ke depan, membuat tetesan air hujan itu tertampung di tangannya.

“Elo kuat lihatnya?”

“Dikuat-kuatin lah, gue nggak mau mohon-mohon dia supaya batalin pertunangannya sama kakak gue,” kata Deo tenang.

“Tapi kan elo masih bisa nyegah ...”

“Kalo dia udah tega mutusin gue buat orang lain, itu tandanya dia nggak beneran serius sama gue. Ngapain gue kejar lagi?” tukas Deo. “Buang-buang waktu aja.”

Cuaca saat itu seolah mewakili perasaan Deo yang terluka. Tidak tanggung-tanggung, hujan yang semula hanya rintik-rintik kecil mendadak turun lebih deras dan mengguyur semua yang masih berada di jalan.

“Elo nggak marah sama kakak lo itu?!” tanya si cewek dengan suara keras, mengimbangi suara air hujan yang menghantam jalanan.

“Kalo gue marah sama dia, itu artinya gue nggak bisa nerima kenyataan!” jawab Deo setengah berteriak. “Ngapain gue mati-matian mempertahankan orang yang nggak serius sama gue?! Kalo emang dia jodohnya sama kakak gue, gue bisa apa?!”

Cewek itu mengusap wajahnya yang basah oleh air hujan.

“Lo yang sabar, ya!”

“Stok sabar gue luber-luber kayak hujan ini, kok! Tenang aja!” Deo berdiri dari duduknya dan menengadahkan wajahnya ke langit. Tetesan-tetesan besar air hujan menampar kulitnya dengan keras, seakan sedang membangunkannya untuk menerima kenyataan pahit itu.

“Neduh, yuk?!” ajak si cewek. “Hujannya deres banget, gue kedinginan!”

Deo menoleh dan mengangguk setuju. Cewek itu berjalan mendahuluinya ke tepi, sementara Deo mengikutinya dari belakang.

Mereka berdua mencari tempat yang bisa dipakai untuk berteduh sementara. Saat cewek itu melihat ada pos ronda yang letaknya tidak begitu jauh di perkampungan warga, mereka berdua memutuskan untuk berteduh di sana.

“Udah mau maghrib, nih ...” kata Deo sambil duduk di tepi. “Lo nggak langsung pulang?”

“Entar aja,” sahut si cewek. “Gue lagi males ke mana-mana. Tujuan gue semula kan mau mati. Tau-tau lo dateng gitu aja ...”

Deo menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Mati terus yang lo pikirin,” komentarnya. “Kalo mau bales dendam sama mantan, yang pinter dikit lah. Buktiin ke dia kalo elo masih bisa hidup lebih baik tanpa dia.”

“Tapi gue masih cinta sama dia ...”

“Kalo dia nggak cinta, lo mau apa?” kata Deo lugas. Dia menggeser tubuhnya lebih dalam ke pos ronda agar lebih hangat.

Ketika cewek itu menoleh dan melihat Deo menyandarkan tubuhnya dengan sangat nyaman di pos ronda, dia ikut bersandar sisi satunya. Mereka berdua saling berhadapan, namun terdiam memandangi hujan dengan pikiran masing-masing.

Hujan yang terus turun membuat rasa kantuk datang menyerang, sampai akhirnya tanpa sadar mereka tertidur di dalam pos ronda.

Bersambung—

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95FRA" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95FRA
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Belaian Cinta
9.6
Ratih harus menjalani hubungan jarak jauh setelah suaminya, Prima, bekerja di Kalimantan demi masa depan putri mereka, Chika. Meski awalnya tampak baik-baik saja, perpisahan ini memicu konsekuensi tak terduga. Pesona Ratih menarik perhatian Wira sang duda, Heru tetangga depan rumah, hingga Derry yang masih sekolah. Tanpa perlindungan suami, Ratih terjerat dalam godaan mereka hingga hamil. Kini, ia harus menghadapi kehancuran rumah tangganya dan misteri ayah janin tersebut.
Sampul Novel Dunia Mimpi Para Jomblo
8.1
Rino Rahman, seorang pemuda yang baru menyelesaikan studinya di Bandung, mendambakan pengalaman asmara yang selama ini belum pernah ia rasakan. Di tengah kesendiriannya, sosok misterius hadir menawarkan bantuan untuk mewujudkan keinginan Rino melalui alam mimpi. Akankah janji pria tersebut menjadi kenyataan indah bagi Rino, ataukah tawaran itu hanyalah bualan kosong belaka? Ikuti perjalanan unik Rino dalam mencari cinta di antara realita dan imajinasi.
Sampul Novel Godaan Saat Salah Masuk Ruangan
8.2
Kisah dalam novel modern ini bermula ketika seorang pria keliru memasuki sebuah bangsal perawatan. Di sana, seorang wanita menawan yang sedang berbaring langsung memintanya melakukan pemeriksaan medis terkait masalah kecanduan yang dideritanya. Meski berniat menolak karena dirinya bukanlah seorang dokter, sang pria mendadak kehilangan kata-kata saat wanita tersebut mulai menanggalkan pakaiannya. Godaan visual yang begitu intim dan tak terduga ini seketika menguji batas pertahanan dirinya.
Sampul Novel Identitas Asliku Menghancurkan Pacarku
9.1
Di hari pertama kuliah, Xander Harris mengantarku ke asrama, namun sambutan teman sekamarku sungguh buruk. Dia memuji kedewasaan Xander sembari menghinaku karena dianggap memakai barang mewah palsu. Ia terus menyindirku sebagai wanita materialistis yang bergantung pada pria tua demi kemewahan. Padahal, sosok pria kaya yang dia bicarakan sebenarnya adalah ayah kandungku sendiri. Sementara itu, Xander yang ingin kunikahi hanyalah putra dari sopir ayahku.
Sampul Novel Imperium Rahasia Miliaran Dolar Penggantinya
9.0
Lima tahun Anya menyamar jadi wanita miskin demi mendanai kesuksesan Bima sebagai CEO teknologi. Namun, Bima justru membawa Katrina dan mengkhianati Anya. Setelah dipermalukan di lelang bawah tanah agar tunduk, Anya mendengar pengakuan kejam bahwa dirinya hanyalah pengganti Katrina. Bima tak sadar bahwa Anya adalah investor rahasia di balik kekayaannya. Saat hubungan mereka hancur, Anya memutuskan menghubungi Kian untuk segera menikah dan meninggalkan Bima selamanya.
Sampul Novel Kakak Ipar
9.2
Hanifah yang mandul memaksa adiknya, Nur Naila Habibah, untuk menikahi suaminya, Raihan, demi mendapatkan keturunan. Naila merasa tidak pantas bagi dosen agama itu karena ia dikenal sebagai mahasiswi nakal yang belum berhijab. Namun, sebuah rahasia besar tersembunyi bahwa Naila sebenarnya bukan adik kandung Hanifah, melainkan putri dari Azizah. Akankah Naila menerima permintaan sang kakak untuk menjadi istri kedua iparnya sendiri?