Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Majikanku Menjadi Mertuaku

Majikanku Menjadi Mertuaku

Aisyah, gadis desa menawan, merantau ke kota demi impian dan keluarga. Saat bekerja di kediaman Aryo, ia terjebak romansa rumit antara putra majikannya dan seorang sopir. Setelah melalui berbagai rintangan hati, Aisyah akhirnya dipersunting oleh Angga, anak sang majikan. Perjalanan hidupnya berlanjut dengan dinamika rumah tangga yang penuh tantangan, membawanya menghadapi ujian berat hingga ia berhasil menemukan arti cinta sejati yang sesungguhnya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Bu Heti tak juga sadarkan diri, beliau benar-benar syok, Aisyah menjadi panik. Pak Aryo telah pergi ke kantor sebab ada rapat penting. Ternyata wajah hitam itu adalah Angga. Namun, Angga sendiri tak menyadari.

"Lha kenapa ibu pingsan?" teriak Angga.

"Kamu siapa, ka--mu, hantu!" Aisyah menjadi takut.

"Sembarangan, aku ini Angga, cowok paling tampan!" Angga berlagak sok di depan Aisyah.

"Kalau kau benar om Angga, coba lihat wajahmu!" Aisyah mendekap bu Heti yang masih pingsan sebab syok melihat wajah hitam Angga.

"Aneh, gak tahan ya melihat wajah tampan aku," Angga menggoda Aisyah, Aisyah yang melihatnya semakin ketakutan.

Angga berlalu menuju cermin, tak lama terdengar teriakan Angga, "haaa! wajahku!" teriak Angga syok.

Bu Heti seketika sadar sembari memegang kepalanya yang berdenyut pusing.

"Ibu, ibu, alhamdulillah ibu sudah sadar," Aisyah membantu bu Heti berdiri.

"Aisyah, di mana manusia, muka hitam itu?" tanya bu Heti pada Aisyah sembari mengusap kening yang masih pusing.

"Bu, ternyata orang yang muka hitam itu, om Angga!" celetuk Aisyah dengan muka syok.

"Apa? kok bisa hitam?" cercah bu Heti tak percaya.

"Aisyah juga tak mengerti bu, tadi Aisyah menyuruhnya bercermin dan tak lama, om Angga berteriak," celetuk Aisyah.

"Bu, ibu, wajah Angga yang tampan, bu!" Angga muncul dengan wajah masih hitam.

Bu Heti menahan tawa, sekilas dia ingat pasti ulah pak Aryo, Ayahnya Angga. Pak Aryo sering polengin wajah Angga, kalau Angga kesiangan.

Aisyah masih bergidik ngeri melihat Angga, "apa lihat-lihat? Entar naksir!" bentak Angga kesal pada Aisyah.

Berdetak sedih hati Aisyah, Aisyah cukup rapu dalam hal bentakkan, "maaf, om." Aisyah tertunduk.

"Sudah Angga, cukup, kamu itu ya," bu Heti kesal melihat sikap Angga ke Aisyah.

Bu Heti mencolek pipi Angga, Aisyah memperhatikan sekilas, "nah, benar dugaan ibu, ternyata chat kuku," bu Heti tertawa.

"Maaf, bu, tapi tadi ibu pingsan!" Aisyah bertanya dalam kebingungan.

"Ibu lupa Aisyah, Angga telah dikerjain ayahnya, Angga ini calon tentara, tapi masih kesiangan bangun," bu Heti mentoyor kening putranya itu.

Angga membelalakkan matanya, "Ayah! tentara!" teriak kesal Angga.

"Ya Angga, ayahmu tak mau memarahimu dengan cara inilah dia menghukummu, sekarang cuci mukamu," bu Heti menarik tangan Aisyah dan meninggalkan Angga diruang makan.

Angga bersungut kesal, kesal bukan polengan hitam, tapi kata 'tentara'. Angga tak mau masuk kemiliteran, Angga lalu ke kamar mandi mencuci muka. Di ruang keluarga, bu Heti tertawa teringat kejadian pagi ini.

"Hadeh, Angga, Angga!" celetuk bu Heti tertawa.

"Maaf, bu, apa bapak sering ngerjain om Angga begitu?" tanya Aisyah dengan lembut sembari menahan tawa.

Bu Heti tersenyum dan mengajak Aisyah duduk di sofa, belum sempat duduk, Aisyah menghindar, "maaf, bu, saya tidak pantas duduk di sofa ini, saya cuma pembantu," Aisyah menundukkan kepala.

"Aisyah, tak ada kriteria dari perusahaan sofa yang boleh duduk di sofa ini!" jelas bu Heti dengan penuh pengertian.

"Ya Allah, alhamdulillah, aku bersyukur mendapatkan majikan yang baik," batin Aisyah diiringi bulir bening dari matanya yang senduh.

Baru Aisyah ingin duduk, Angga datang melarang, "jangan, jangan pernah kamu duduk disitu, ingat batasanmu, kau cuma pembantu," Angga menatap Aisyah bagai burung Elang yang siap menerkam mangsa.

Aisyah tersenyum memandang Angga, "maaf om, bu, aku kebelakang dulu ya, permisi," Aisyah berlalu ke dapur menahan tangis.

Bu Heti marah dengan Angga, sebagai majikan, bu Heti bukan menganggap asisten rumah tangga seorang babu atau budak, melainkan keluarga sendiri.

"Angga! udah berapa kali ibu bilang, jaga sikap," bentak bu Heti marah.

Bu Heti kesal dan meninggal Angga sendiri di ruang tamu, "hmm, pembantu, dikasih hati," batin Angga sinis.

Sore yang indah telah tiba, matahari bersinar dengan terang, menandakan sore telah menggantikan posisi siang yang terik.

Ting! Ting!

Bel rumah berbunyi, menandakan pak Aryo telah pulang, "Aisyah, tolong buka pintunya nak, kayaknya bapak dah pulang," perintah bu Heti pada Aisyah.

"Baik, bu!" jawab Aisyah sembari menuju pintu depan.

Ceklek!!!

Pintu dibuka Aisyah, senyum hormat Aisyah haturkan, sembari membawa tas kerja sang majikan, "Aisyah, ibu ada." pak Aryo berbicara sambil tertawa.

"A--da, ada pak, lagi bikin kopi," Aisyah tersenyum kebingungan. Tapi pak Aryo cepat menyadari maksud dari ekspresi Aisyah.

"Aisyah pasti bertanya, kenapa bapak pulang senyum-senyum kan?" celetuk pak Aryo dengan senyum mengembak.

"Nah, pas banget, bapak dah pulang," bu Heti tertawa gemas sambil berjalan mengarah ke pak Aryo. Sontak pak Aryo tertawa, Aisyah menjadi bingung sembari menggaruk kepalanya yang tak gatal sama sekali.

"Bapak sudah tahu, pasti ibu mau tanya soal muka Angga pagi tadi kan?" pak Aryo tertawa lepas.

"Bapak! gak lucu tau, ibu sampai pingsan," bu Heti tersenyum kecut.

"Maafin bapak ya bu, bapak lupa cakap," pak Aryo merangkul bu Heti, tanpa menyadari ada Aisyah, Aisyah langsung pamit sambil tersenyum. Pak Aryo dan bu Heti tersenyum malu saat menyadari Aisyah pergi ke dapur.

Sore penuh cerita perlahan-lahan berganti malam yang hening. Aisyah tengah sibuk menyiapkan makan malam, "nah, beres!" celetuk Aisyah tersenyum.

"Aisyah, Aisyah, Aisyah!" teriak bu Heti.

"Ya, bu, sebentar!" jawab Aisyah.

Aisyah menghampiri bu Heti yang tengah panik, " ya, bu, ada apa?" tanya Aisyah pelan.

"Angga, Angga kemana Syah?" bu Heti panik.

Aisyah menepuk jidat tersenyum kecut, "maaf, bu, Aisyah lupa cakap. Om Angga lagi keluar nemuin pacarnya, siapa ya? Lupa namanya!" jelas Aisyah tersenyum.

"Kerumah Heni?" bu Heti membelalakkan mata tanda marah.

"Nah, iya, bu, om Angga bilang begitu!" ucap Aisyah polos.

"Astaghfirullah, Angga, malam ini ibu mau ajak dia kerumah letnan Yanto, dia malahan nemui ceweknya," bu Heti bersungut kesal.

Aisyah tak mau ikut campur, yang ada, Aisyah tidak mau nanti dibilang aduh domba sama Angga, "ya udah bu, makan malam sudah siap, mari bu, saya duluan kebelakang, mau siapkan minum." Aisyah berlalu menuju ruang makan.

Saat membuka handphone, Aisyah teringat akan Hendro, sang sopir travel temannya, "sudah lama tak berkabaran! Apa kabarnya, ya?" batin Aisyah.

Aisyah hendak menutup handphone, tapi merasa tak tenang kalau belum menghubungi Hendro. "Aku WhatsApp ajalah!" batin Aisyah sembari mengetik pesan.

Setelah itu, Aisyah langsung menutup aplikasi hijau bersimbol telpon itu. "Nak!" panggil pak Aryo.

"Eh, iya, pak!" Aisyah terkejut.

"Kayaknya seru ini, lagi sama pacar ya?" celetuk pak Aryo sembari berjalan ke meja makan.

Aisyah hanya tersenyum, bu Heti datang menghampiri pak Aryo, "pak, Angga, ibu sudah muak sama pacarnya Heni!" celetuk kesal bu Heti sembari menarik kursi hendak duduk.

Prang!!!

bunyi guci pecah mengagetkan semuanya, "Apa itu? bu!" pak Aryo terkaget.

Bu Heti, pak Aryo dan Aisyah berlarian ke ruang depan, semua terkejut melihat apa yang tak biasa, seketika bu Heti syok dan pingsan melihat keadaan yang terjadi.

"Om Angga!" teriak Aisyah khawatir menghampiri Angga yang terluka babak belur.

"Angga!" teriak pak Aryo.

Aisyah mengisyaratkan untuk mengangkat bu Heti yang pingsan akibat syok dulu.

"Pak, angkat ibu ke sofa dulu!" Aisyah membantu pak Aryo.

Saat Aisyah hendak menolong Angga, Angga menolak dengan mentah-mentah. Namun, Aisyah tak mendengarkan sama sekali tolakan Angga.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95PBJ" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95PBJ
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bujang Kaya Jadi Budak Cinta
9.4
Erhan adalah bujangan kaya yang ramah namun ceroboh dalam urusan asmara. Ia sering memicu konflik keluarga karena terang-terangan menggoda kekasih para sepupunya agar berpaling padanya. Namun, tantangan sesungguhnya muncul saat ia jatuh hati pada seorang wanita dingin yang sinis terhadap pernikahan dan cinta. Kini, Erhan harus berjuang keras membuktikan ketulusannya. Mampukah sang miliarder meyakinkan wanita itu bahwa ia telah menjadi budak cinta sejatinya?
Sampul Novel Cincin Kawin Berukir Nama Lain
8.6
Tujuh tahun aku diperbudak sebagai penulis bayangan untuk Zara, adik angkatku, atas perintah Permadi. Puncaknya, suamiku itu tega mencurangi penghargaanku demi Zara yang hamil. Saat kutemukan nama Zara di cincin nikahku, sadarlah aku hanya alat. Aku pun memalsukan kematian dalam kecelakaan pesawat untuk membalas dendam. Saat Permadi mencari jasadku, video plagiarisme Zara tersebar luas. Dari kejauhan, aku tertawa melihat kehancuran mereka dengan identitas baru.
Sampul Novel Cinta Sedalam Doa
9.2
Penyesalan mendalam menghantui hidupku setelah mencampakkan Naira demi Qirani, yang justru mengkhianatiku usai lulus kuliah. Meski mencoba meniti karier di Pekanbaru untuk melupakan luka, hatiku tetap tertambat pada Naira. Saat mendengar pernikahan Naira batal, aku berjuang keras memperbaiki diri dan memohon doa agar hatinya melunak. Setelah setahun penuh perjuangan dan kesabaran, Naira akhirnya membuka hati. Kami pun menikah dan hidup bahagia bersama putri kecil kami.
Sampul Novel Dendam Wanita Simpanan
8.1
Nayla terjebak dalam pusaran ancaman karena berusaha menghadapi masalahnya sendirian. Sumpah yang dilontarkan Kak Yuni kini seolah mulai menghantui kenyataan hidupnya. Merasa muak terus dituduh dan difitnah sebagai sosok perusak rumah tangga orang lain, Nayla akhirnya mengambil langkah ekstrem. Ia bertekad untuk mewujudkan semua label buruk tersebut menjadi nyata sebagai bentuk pembalasan atas segala penderitaan yang ia alami selama ini.
Sampul Novel Dipaksa Menjadi Istri Pengganti
9.5
Liburan semester yang seharusnya tenang berubah menjadi mimpi buruk bagi seorang gadis muda. Ia dipaksa oleh orang tuanya, Sabda Ahmad dan istri, untuk menjadi pengantin pengganti bagi kakaknya, Asma, yang kabur secara misterius menjelang hari pernikahan. Meski penuh keraguan, ia terpaksa menikahi Adam Kusuma Wardana, cucu tunggal Juragan Zein. Mampukah pernikahan yang didasari keterpaksaan ini bertahan di tengah tanda tanya besar tentang alasan kepergian sang kakak?
Sampul Novel Kisahku dalam Pelukan Gigolo dan Brondong
8.4
Amanda, wanita paruh baya yang jenuh dengan pernikahannya, nekat mencari pelarian lewat jasa gigolo. Meski mendapat sensasi baru, hatinya tetap hampa hingga ia bertemu Alex, brondong cerdas yang memikat. Hubungan intens mereka memicu konflik keluarga dan benturan ambisi pribadi. Di tengah tekanan sosial, Amanda akhirnya menyadari bahwa kebahagiaan sejati bukan berasal dari pria lain, melainkan dari kedamaian batin dan kendali penuh atas hidupnya sendiri.