Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Madu Untuk Istriku

Madu Untuk Istriku

Dunia Reni runtuh seketika saat Dani memohon izin untuk berpoligami. Meski sedang mengandung, Reni harus menghadapi kenyataan pahit atas permintaan gila suaminya itu. Ia meragukan komitmen Dani yang bahkan sering melalaikan ibadah, namun sang suami terus memohon hingga bersujud di hadapannya. Di tengah rasa muak dan hati yang hancur, Reni menyadari bahwa pria yang ia cintai telah berubah total. Kini, ia terjebak dalam dilema antara mempertahankan rumah tangga atau harga dirinya.
Bab
Bagikan

Bab 1

[ Selamat pagi, Mas.] Sebuah pop up muncul di layar Dani. Iseng-iseng Reni membuka gawai milik suaminya itu.

'Deg!' Entah kenapa dia merasakan sesuatu yang berbeda. Dengan tangan gemetar Reni berusaha membukanya.

Muncul beberapa pesan lagi setelahnya yang bisa membuat Reni benar-benar sesak nafas.

'Apa sebenarnya yang menjadi bahan omongan?' Hatinya terus menduga-duga, dia berusaha berpikir positif, tapi kata-kata di pesan itu terus mendorongnya berpikir negatif.

[ Aku ingin Mas menjadi ayah dari Fandi. Kita akan bersama-sama membesarkan anak-anak kita.] Begitulah isi pesan itu. Diliriknya Dani yang masih terlelap dalam tidurnya.

Matahari sudah mulai terbit tapi suaminya itu bukan tipe orang yang biasa bangun pagi. Bahkan untuk menjalankan kewajibannya sebagai seorang muslim saja, Reni jarang melihatnya.

'Apa setega itu Mas Dani sama aku?'. Sudut matanya mulai memanas. Dipandanginya wajah polos suaminya yang selama ini selalu manis padanya.

Memang benar, di usia pernikahan mereka yang menginjak angka tujuh tahun, pasangan itu belum juga dikaruniai momongan.

'Tapi, bukankah pernah ke dokter dan setelah tes lab, sperma Mas Dani yang bermasalah?' Sudah tak sanggup menahannya, air mata itu akhirnya luruh juga.

Dalam diam Reni menangis sesenggukan seorang diri. Dani, suaminya tak akan bangun. Dia hanya bisa bangun jika tubuhnya diguncang dengan sangat kencang.

'Apa yang harus aku lakukan?' Ingin rasanya saat ini juga dia menanyakannya pada suaminya. Tapi yang ada pasti bukan jawaban yang dia inginkan, melainkan sebuah kebohongan. Reni sangat hafal dengan sifat suaminya satu itu.

Wanita berusia dua puluh tujuh tahun itu akhirnya mengusap pipi dan sudut matanya. Dia tak boleh gegabah. Biarlah saat ini dia pura-pura tidak tahu, tapi dia harus mengumpulkan bukti untuk membalas keduanya.

***

Dani sudah sampai di pabrik tempatbya bekerja. Hari-harinya bekerja kini tidak akan membosankan lagi. Sejak Tari, janda anak satu, kini bekerja satu bagian dengannya.

"Mas," sapa Tari pada Dani ketika keduanya bertemu di halaman depan pabrik. Dani sumringah melihat kekasih hatinya itu.

Tari memiliki perawakan yang cukup berisi, beda dengan Reni, istrinya. Reni memiliki tubuh yang bisa dibilang kurus. Meski secara kecantikan sama saja. Tapi sekali-sekali Dani juga ingin merasakan yang berisi. Dasar laki-laki.

"Eh, sudah dari tadi, Yank. Tentu saja mereka saling memanggil dengan sebutan 'yank' jika sedang berdua saja. Teman-teman kerja Dani sudah tahu jika dia sudah punya istri. Jika mereka berjalan bersama pasti ngiranya cuma teman kerja yang sedang berbincang.

Tari merupakan karyawan baru di pabrik tempat Dani bekerja. Entah kenapa sangat mudah bagi Dani untuk merayu Tari.

Dani berpikir, dia bisa mencoba berhubungan dengan Tari untuk mengetahui apakah dirinya bisa punya anak atau tidak. Sudah jahat memang niat awalnya.

"Barusan aja. Kok pesanku nggak dibales, sih?" tanya Tari dengan nada manja.

'Pesan?' Dani mengernyitkan dahinya. Sedari pagi dia cek handphonenya tapi tidak ada pesan apapun dari kekasihnya itu.

'Apa Reni yang baca? Terus dihapus? Tapi kok nggak ngomong apa-apa? Gawat kalau Reni sampai curiga.' Segala pemikiran berputar di kepalanya. Bagiamanapun Dani masih mencintai Reni. Istrinya itu satu-satunya yang tetap bertahan dengannya.

Dari dia cuma pengangguran, sedang istrinya yang kerja. Punya usaha juga tidak berjalan mulus, istrinya tetap setia menyokongnya. Hingga kini dirinya punya pekerjaan tetap di pabrik. Semua tidak lepas dari bantuan istrinya yang menggunakan koneksi keluarganya.

Kini Reni memang tidak lagi bekerja karena ingin sekali memiliki momongan. Siapa tahu kalau tidak kecapekan karena bekerja, Reni bakal cepat hamil. Meski sudah 2 tahun sejak memutuskan resign, belum ada tanda-tanda rahim istrinya itu terisi benihnya.

"Mas ... Mas ...." Tari tampak menggoyang-goyangkan lengan Dani ketika melihat kekasihnya itu hanya melamun.

"Ha!" Dani segera sadar jika ada Tari di sampingnya. Tidak mungkin dia bilang kalau Reni yang membuka pesannya.

"Oh ... Mas lupa, Yank. Kesiangan tadi bangunnya. Nggak sempat bales pesanmu." Mereka berdua memang sepakat saling mengirim pesan lewat SMS saja, bukan lewat WA.

"Oh, kirain kenapa? Sudah sarapan, Yank?" Tari memang sangat perhatian, sehingga membuat Dani ingin sedikit bermain-main dengannya.

Salahkah perasaannya saat ini yang mencintai dua wanita di waktu yang bersamaan? Tapi, bukankah cinta tak pernah salah?

"Belum. Aku sengaja mau sarapan sama kamu." Lelaki itu menowel hidung kekasihnya yang membuat mereka terbahak bersama.

"Yaudah. Kita ke kantin aja dulu. Keburu bel masuk." Tari tersenyum ke arah Dani. Jika orang yang belum tahu pasti ngiranya, mereka ini adalah sepasang kekasih, meski nyatanya memang gitu.

Tapi, jika ditanya oleh teman kerjanya, Dani selalu beralasan jika memang mereka cuma teman yang kebetulan nyambung jika ngobrol.

[Nanti sore jadi 'kan, Mas?] Tari mengirimkan sebuah pesan pada Dani.

Mereka berdua kini sedang makan di kantin.

Tidak berdampingan dan agak jauh, agar orang lain tidak terlalu curiga.

[Aku antar istri dulu ke rumah orang tuanya. Biasanya dia akan lama di sana. Biar kita bisa bebas mainnya]. Dani tersenyum penuh arti pada wanita yang duduk di depannya itu, meski terhalang beberapa meja. Tari pun balas tersenyum. Birahi keduanya sudah di ubun-ubun.

[Baiklah, Mas Dani sayang. Aku udah nggak sabar nunggu. Aku pastikan aku bisa hamil dengam segera.] Sebulan mengenal Tari, Dani memang sering bercerita tentang rumah tangganya. Yang sudah menikah tujuh tahun tapi belum dikaruniai anak. Dan juga tentang tabiat istrinya yang sedikit keras kepala.

Seperti gayung bersambut, setiap keluahan Dani menimbulkan perasaan tersendiri di hati Tari. Dirinya yang sudah dua tahun ini hidup menjanda, menjadikannya haus akan belaian laki-laki.

Kata-kata manis Dani mampu membuat Tari bertekuk lutut. Dia pun yakin mampu memberikan putra untuk kekasihnya itu, karena dia sendiri sudah pernah melahirkan. Tak ada yang salah dengan rahimnya.

Bukannya tak ada pria lajang lain, tapi mungkin setan sudah menguasai keduanya, hingga rela menabrak norma dan aturan yang ada.

Agama yang dianut, hanya menjadi sebuah status di kartu pengenal.

[Kamu nggak papa jadi istri kedua, Tari?] Dani memang tidak menjanjikan akan menceraikan istrinya, karena bagaimanapun kebersamaan selama tujuh tahun tidak bisa dia hilangkan begitu saja. Sekeras apapun istrinya, dia masih sangat mencintainya.

[Aku nggak masalah, Mas. Yang penting aku bisa memilikimu.] Entah cinta apa yang dirasakan Tari pada suami orang itu, yang pasti cinta terlarang mereka akan menimbulkan mala petaka bagi keduanya.

Setelah pesan terakhir itu, keduanya saling tersenyum. Seolah ini adalah jatuh cinta yang pertama bagi mereka. Tak peduli dengan status ataupun perasaan orang lain. Yang pasti hanya nafsu yang akan mereka turuti untuk saat ini.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel AKU DIHAMILI SUAMIKU
8.0
Dunia Alexa Banderas runtuh saat orang tuanya tewas dibunuh sang paman di hari kelulusannya demi dokumen Taurus Corps. Di tengah duka, gadis tangguh ini dipaksa menikahi Martin Snowden, pria kasar yang penuh kebencian. Alexa kini harus memimpin perusahaan besar sembari melindungi suaminya dari kekasih licik yang mengincar aset keluarga. Mampukah ia menuntaskan dendam, mengelola bisnis, sekaligus meluluhkan hati Martin yang sekeras batu?
Sampul Novel Cinta Memang Begitu
8.8
Kematian tragis mengakhiri hidupku yang penuh persaingan sia-sia melawan Emma Moore, anak angkat kesayangan orang tuaku yang bahkan menerima donor retinaku dan menikahi kakak kandungku. Namun, takdir memberiku kesempatan kedua. Terlahir kembali di masa lalu, aku memutuskan untuk tidak lagi memedulikan mereka atau memperebutkan kasih sayang yang tak pernah jadi milikku. Fokus pada diri sendiri justru membuka jalan menuju babak baru yang penuh kebahagiaan tak terduga.
Sampul Novel Dear Ex and Mistakes
9.1
Enam tahun berlalu sejak aku memilih pergi demi menyembuhkan luka akibat pengkhianatan suami yang sangat kucintai. Meski hidup dalam kehampaan, aku berusaha tegar menghadapi perihnya kenangan saat ia mendua. Namun, ketenanganku terusik ketika takdir mempertemukan kami kembali. Ia kini muncul sebagai tetangga baru yang berusaha mendekat, mencoba menawarkan kembali janji masa depan yang dulu pernah ia hancurkan demi wanita lain. Sanggupkah hatiku memaafkan?
Sampul Novel Ditinggalkan Karena Burik
9.6
Andra tega menceraikan Aisyah hanya karena penampilan fisiknya yang dianggap tidak menarik. Namun, roda kehidupan berputar cepat saat Aisyah bertransformasi menjadi sosok yang mempesona hingga membuat sang mantan suami didera penyesalan mendalam. Di tengah situasi tersebut, keduanya justru terjebak dalam sandiwara rumit. Mereka terpaksa berpura-pura tetap harmonis demi menjaga perasaan orang tua, meski luka lama dan kenyataan pahit menghantui hubungan mereka.
Sampul Novel Genius Liar
9.5
Indira Gianina mulai meragukan kesetiaan suaminya, Raefal Shahreza, yang sangat ahli dalam memanipulasi kata. Saat perselingkuhan Raefal akhirnya terungkap, Indira terjebak dalam dilema antara memaafkan atau berpisah demi anak mereka. Sebagai istri sah yang tegar, ia bertekad membongkar setiap kebohongan dan membuktikan martabatnya di hadapan wanita lain. Inilah perjuangan seorang istri yang gigih mempertahankan kehormatan keluarganya.
Sampul Novel Pengalaman Pertama Pijat
8.0
Adikku pulang dalam keadaan hancur dan menangis setelah menjadi korban pemerkosaan oleh seorang terapis pria di sebuah tempat spa relaksasi. Karena ketiadaan bukti fisik yang kuat, pelaku keji tersebut berhasil lolos dari jerat hukum begitu saja. Sebagai kakak yang baru saja menikah, aku tidak bisa tinggal diam melihat ketidakadilan ini. Aku memutuskan mengambil tindakan sendiri dengan mendatangi tempat tersebut, berpura-pura menjadi pelanggan, lalu menggoda sang terapis demi menjebaknya dan mengumpulkan bukti baru.