Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Luka Tak Terbantahkan Seorang Istri

Luka Tak Terbantahkan Seorang Istri

Tujuh tahun menikah, kehamilan kedua adalah mukjizat bagiku. Namun, kebahagiaan itu hancur saat aku melihat Brama, suamiku, bersama Kania dan putra mereka yang berusia empat tahun. Ternyata, selama ini Brama menjalani hidup ganda dengan wanita yang dulu mencelakaiku hingga keguguran. Puncaknya, Brama yang tertipu sandiwara Kania justru menyuruh orang menculikku. Tanpa mengenali istrinya sendiri, dia menyiksaku hingga aku kembali kehilangan janinku yang berharga.
Bab
Bagikan

Bab 3

Ponsel Brama tidak berhenti bergetar, getaran yang terus-menerus menjadi kehadiran ketiga dalam keheningan yang menyesakkan di ruangan itu. Dia bahkan tidak melirik kertas yang kupegang.

"Apa pun itu, pakai saja kartuku," katanya acuh tak acuh, meraih pulpen di meja lorong. Dia membubuhkan namanya di bagian bawah halaman terakhir tanpa berpikir dua kali. "Aku harus pergi, Elara. Ini penting."

Dia pikir itu adalah daftar keinginan. Daftar belanja. Hanya itu arti kebutuhanku baginya. Sesuatu yang harus dibayar dan dilupakan.

Dia mengecup keningku dengan cepat dan teralihkan. "Beli apa pun yang kau mau. Jangan khawatir soal biayanya."

Lalu dia pergi.

Aku berdiri di sana, menatap pintu yang tertutup, surat cerai yang sudah ditandatangani tergenggam di tanganku. Dia baru saja menandatangani akhir pernikahan kami seolah-olah itu adalah struk kartu kredit. Absurditasnya begitu mendalam, hampir lucu.

Anak anjing di lenganku merintih, menyandarkan kepala kecilnya di dadaku, dan bendungan rapuh yang menahan emosiku retak. Tapi aku tidak menangis. Aku tidak bisa.

Sebagian diriku yang sakit dan gila masih ingin mengikutinya. Untuk melihatnya lagi. Untuk membakar realitas pengkhianatannya ke dalam otakku sampai tidak ada lagi ruang untuk hantu pria yang kukira kucintai.

Aku menemukan mereka di penthouse-nya. Kania menunggunya di pintu, putra mereka, Bima, dalam gendongannya.

Anak itu sangat mirip Brama hingga terasa seperti pukulan fisik. Mata gelap yang sama intensnya. Rahang yang sama keras kepalanya.

"Maafkan aku, Brama," Kania menangis, wajahnya terbenam di bahunya. "Bima sangat merindukanmu. Dia menangis sampai tertidur tadi malam memanggil ayahnya."

Lengan Brama melingkari Kania, tangannya membelai rambutnya. Itu adalah isyarat kenyamanan, kepemilikan.

"Tidak apa-apa," gumamnya, suaranya rendah. Dia mengambil anak itu darinya, gerakannya lembut, terlatih. Dia menggendong Bima dengan kelembutan yang hanya pernah kuimpikan untuk kuterima. Cara dia menatap anak itu… dengan cinta murni dan tanpa pamrih yang tidak pernah dia tunjukkan padaku.

Dia menimang Bima, mengayunnya dengan lembut, menggumamkan kata-kata tak berarti sampai mata anak itu terpejam.

Tawa pahit keluar dari bibirku sebelum aku bisa menghentikannya.

Aku ingat ketika aku hamil pertama kali. Dia begitu perhatian. Dia membaca setiap buku, menghadiri setiap kelas. Dia akan berbicara dengan perutku selama berjam-jam, menceritakan pada anak kami yang belum lahir tentang harinya, berjanji akan mengajari mereka cara berlayar, cara membangun sesuatu. Dia akan memijat kakiku yang bengkak dan memenuhi setiap keinginanku, tidak peduli seberapa konyol. Dia adalah calon ayah yang sempurna dan penuh kasih.

Itu semua bohong. Sebuah pertunjukan untuk istrinya yang berharga, sementara keluarga aslinya menunggu di belakang panggung.

Aku membencinya. Tapi pada saat itu, melihatnya bersama Kania, aku lebih membenci Kania. Dia telah mengatur semua ini. Dia telah mencuri suamiku, hidupku, anakku.

Sekarang, dia menggendong anak Kania seolah-olah anak itu adalah hal yang paling berharga di dunia.

Aku menggigit bibirku begitu keras hingga aku merasakan darah. Aku memaksa diriku untuk menonton, untuk membakar gambar itu ke dalam pikiranku. Inilah realitasku sekarang. Inilah kebenarannya.

"Lihat dia, Elara," sebuah suara dingin di dalam kepalaku berkata. "Lihat siapa dia sebenarnya. Lupakan pria yang kau nikahi. Dia tidak ada."

Aku memejamkan mata, air mata akhirnya jatuh, panas dan tanpa suara.

Aku akan memberikan diriku malam ini, pikirku. Aku akan membiarkan diriku berduka untuk pria yang telah hilang. Dan kemudian, besok, aku akan selesai. Aku tidak akan pernah melihat ke belakang.

"Aku sangat mencintaimu, Brama," kata Kania, suaranya penuh pemujaan. "Bima akan berulang tahun yang kelima sebentar lagi. Dia akan mulai bertanya-tanya. Anak-anak di taman sudah menggodanya karena tidak punya ayah." Dia menghela napas gemetar. "Aku tahu aku membiusmu untuk hamil, dan aku minta maaf. Aku hanya putus asa. Tapi aku melakukannya karena cinta."

Dia memainkan perannya dengan sempurna. Pendosa yang bertobat, ibu yang berbakti.

"Tolong, Brama," pintanya. "Biarkan aku membawa Bima pulang. Ke rumahmu. Hanya untuk sementara. Aku ingin dia tahu bagaimana rasanya punya ayah."

Aku tahu permainannya. Dia ingin menyerbu ruangku, menancapkan benderanya di wilayahku, perlahan-lahan mendorongku keluar.

Aku menahan napas, secercah harapan kecil yang bodoh menyala di dadaku. Dia tidak akan melakukannya. Dia tidak mungkin. Rumah kami adalah tempat suci kami. Dia sangat menjaga privasinya. Dia tidak akan pernah mengizinkan Kania, atau putranya, melewati ambang pintu itu.

Brama terdiam untuk waktu yang lama. Aku bisa mendengar detak jantungku sendiri, genderang panik melawan keheningan. Ini adalah ujiannya. Ujian terakhir yang definitif.

Tolong, Brama. Katakan tidak.

Dia menatap wajah Kania yang berlinang air mata, lalu pada anak yang tertidur di lengannya. Ekspresinya tidak terbaca.

Kemudian, dia mengangguk.

"Oke."

Satu kata itu seperti tembakan di malam yang sunyi.

Jantungku tidak hanya hancur. Itu berubah menjadi debu.

Aku telah kalah. Tujuh tahun terakhir, cintaku, harapanku, rasa sakitku—semuanya adalah taruhan yang telah kupertaruhkan pada pria yang salah.

Dan aku telah kehilangan segalanya.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95LXX" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95LXX
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Affair With Santa
8.4
Di tengah dinginnya New York yang menusuk tulang, seorang gadis nekat menunggu di bawah pohon besar meski suhu berada di bawah nol derajat. Sepatu boots tipisnya tak mampu menahan es, membuatnya nyaris beku saat menanti seseorang yang tak kunjung datang. Ketika tubuhnya mulai oleng akibat hipotermia di sudut taman yang sepi, sebuah pelukan hangat tiba-tiba mendekapnya. Suara berat seorang pria misterius menjadi hal terakhir yang ia dengar sebelum kesadarannya menghilang.
Sampul Novel Aku Menikahi Paman dari Tunanganku
8.4
Setelah menyadari bahwa Samuel Gusmawan hanya mencintai adiknya selama dua puluh tahun pernikahan mereka di kehidupan lalu, sang protagonis mengambil langkah ekstrem saat diberi pilihan pernikahan politik. Alih-alih memilih Samuel lagi, ia menyerahkan foto Jeffrey Gusmawan, paman Samuel sekaligus pemimpin tertinggi keluarga mereka. Keputusan mengejutkan ini membalikkan keadaan. Namun, saat cincin pernikahan diserahkan kepada Jeffrey di hari sakral tersebut, Samuel justru kehilangan akal sehatnya.
Sampul Novel Draco&Luna
7.9
Sejak yatim piatu, Luna menderita di bawah asuhan bibinya yang kejam hingga ia dijual ke pasar gelap. Di pelelangan itu, hidupnya berubah saat dibeli oleh Draco Riordan, pria misterius dengan masa lalu kelam. Pertemuan ini menyatukan Luna yang lugu dengan Draco yang penuh dendam dan rahasia besar. Di tengah perbedaan latar belakang yang kontras, akankah kehangatan Luna mampu melunuhkan hati Draco, ataukah takdir justru membuat hubungan mereka mustahil untuk bersatu?
Sampul Novel Gejolak Hati dan Logika
7.8
Olivia terjebak dalam dilema antara perasaan cinta dan trauma masa lalu. Meski mencintai Rendra, bosnya yang mapan, logika Olivia menolak pernikahan karena tragedi yang menimpa keluarganya. Kematian ibunya akibat KDRT serta kegagalan asmara saudara perempuannya menciptakan ketakutan akan pengkhianatan. Kakak dan adiknya pun menentang hubungan ini. Di tengah bayang-bayang luka lama, mampukah Olivia mempercayai Rendra dan memilih kebahagiaannya sendiri?
Sampul Novel GREET'S WILDEST DREAM
9.3
Greet, wanita yang tidak percaya diri karena fisiknya, terkejut saat bertemu kembali dengan cinta lamanya, Tristian Delmar. Kesalahpahaman masa kuliah sempat memisahkan mereka, namun takdir mempertemukan keduanya lagi sebagai atasan dan bawahan. Situasi kian rumit karena sahabat Greet, Luna, kini menjadi calon tunangan Tristian. Di tengah konflik batin dan perasaan yang masih tersisa, mampukah Greet jujur pada hatinya atau justru memilih melepaskan Tristian demi Luna?
Sampul Novel Kill Me, Love Me
9.4
Fajar adalah pemilik perusahaan teknologi yang menyembunyikan rahasia besar mengenai kondisi kepribadian gandanya. Meskipun ia memiliki kekasih bernama Mariska, hanya Indira yang mengetahui kebenaran tersebut. Kedekatan yang terjalin antara Fajar dan Indira memicu benih cinta yang rumit, di mana ketiga kepribadian Fajar justru jatuh hati pada Indira. Di tengah konflik batin ini, mampukah Indira menyembuhkan Fajar? Siapa yang akhirnya akan dipilih oleh hati Fajar?