Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Luka & Keegoisan

Luka & Keegoisan

Sembilan tahun lamanya Lina Damaris Adelia berjuang menghapus jejak Elian Zayn Anderson dari hatinya. Namun, takdir justru menyeretnya kembali ke hadapan pria yang pernah memberi luka batin tersebut. Kini, Lina terjebak bekerja di perusahaan milik Elian yang angkuh dan egois. Di tengah gejolak emosi dan kesabaran yang kian menipis, mampukah mereka memperbaiki hubungan yang telah hancur, ataukah perasaan lama itu hanya akan menjadi ujian yang menyakitkan?
Bab
Bagikan

Bab 3

Lina merasakan panas menjalar ke wajahnya. Semua yang ia tahan selama sembilan tahun itu, kini datang seperti badai yang tidak bisa ia kendalikan. Setiap kata Elian seperti pisau tajam yang menusuk hatinya. Tidak ada yang bisa melupakan, katanya. Dan itu benar-bagaimana mungkin ia bisa melupakan pria yang pernah menjadi segalanya? Yang pernah merenggut kebahagiaannya hanya untuk meninggalkan luka yang begitu dalam.

"Elian, aku tidak bisa seperti dulu," Lina berusaha menahan emosinya, namun suara itu terdengar rapuh, hampir hancur. "Aku tidak bisa kembali ke masa itu."

Elian melangkah lebih dekat, hanya beberapa langkah saja yang memisahkan mereka. Tangannya terjulur, mendekatkan Lina pada kenyataan yang tak dapat ia hindari. "Kau tidak bisa, atau kau tidak mau?" katanya, suaranya menggetarkan ruangan dengan ketegasan yang hanya bisa datang dari pria yang pernah menghancurkan harapan.

Lina menatapnya dengan tajam, merasa perasaan lama yang terkubur mulai meledak di dalam dada. "Kenapa kau tidak bisa berhenti, Elian?" tanya Lina dengan suara yang bergetar, namun penuh amarah. "Kenapa setelah semua yang terjadi, kau masih berusaha memaksaku untuk berada di sini, di hadapanmu? Kenapa?"

Elian berhenti sejenak, seolah mempertimbangkan jawabannya. Lalu, dengan tatapan penuh kebingungan yang hampir tidak ia kenali, dia berkata, "Karena kau masih penting bagi aku, Lina. Kau mungkin sudah pergi, tapi aku tidak bisa melupakan apa yang kita punya. Dan aku tidak akan membiarkanmu begitu saja pergi lagi."

Lina merasa kepalanya berputar. Semua alasan yang ia bangun untuk menghindari Elian-untuk menjauh dari rasa sakit itu-tiba-tiba runtuh begitu saja. Apakah itu cinta? Ataukah sekadar keinginan untuk menguasai? Lina tidak tahu, tetapi apa yang jelas adalah, Elian belum selesai dengannya. Dan dia tidak tahu apakah dia siap untuk itu.

"Elian..." Lina memejamkan mata, berusaha meredam emosi yang datang begitu mendalam. "Apa yang kau inginkan dari aku? Apa lagi yang bisa kau ambil dariku?"

"Apa yang aku inginkan?" Elian mengulang kata-kata itu, seolah tidak percaya dengan pertanyaan yang keluar dari bibir Lina. "Aku ingin kita kembali seperti dulu, Lina. Aku ingin kita memperbaiki apa yang rusak, apa yang hilang, karena aku tidak pernah berhenti mencarimu."

Lina merasa udara di sekitarnya semakin sesak. Ia ingin berteriak, ingin menolak, ingin menghapus segalanya. Tapi setiap kata Elian membuatnya terdiam. Lembut, penuh rasa bersalah, dan dengan sedikit kebanggaan yang sulit dipahami. Apakah mungkin ia benar-benar merasakan penyesalan? Atau ini hanya permainan Elian yang ia mainkan?

Lina menarik napas dalam-dalam, berusaha menenangkan diri. "Aku tidak bisa kembali ke masa itu, Elian. Tidak setelah semua yang kau lakukan. Aku tidak bisa."

Namun, Elian tidak mundur. Dia hanya menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa Lina artikan. Ada rasa tanggung jawab, ada kebanggaan yang dia sembunyikan di balik matanya yang dingin. Dan yang lebih menakutkan, ada harapan yang tak terucap, berharap Lina akan mengubah pikirannya.

"Aku tidak memaksamu, Lina," Elian akhirnya berkata, suaranya lebih lembut. "Tapi, jangan lupakan-aku tidak pernah benar-benar menyerah padamu."

Lina menggigit bibir, berusaha mengendalikan diri. "Jangan bermain dengan perasaanku, Elian," ucapnya perlahan, wajahnya memerah, tetapi suara itu tegas. "Aku sudah cukup terluka. Jangan tambahkan lagi."

Elian mengangguk perlahan, seperti mengerti bahwa Lina sedang terjebak dalam kebingungannya sendiri. "Jika itu yang kau inginkan," katanya dengan suara yang lebih lembut, meski tak sepenuhnya meyakinkan. "Tapi aku akan terus berusaha, Lina. Aku akan menunggumu."

Lina merasa seolah ada bom waktu yang berdetak di dalam dirinya. Entah ia bisa bertahan atau terjatuh kembali dalam perangkap Elian. Tapi satu hal yang ia tahu-kembali bekerja di perusahaan ini tidak akan semudah yang ia bayangkan. Ia tidak hanya harus menghadapi Elian, tapi juga dirinya sendiri.

Saat ia berbalik untuk pergi, Elian memanggilnya lagi. "Lina..." suaranya kali ini penuh dengan keseriusan.

Lina berhenti, tak berani menoleh, namun hatinya berdetak lebih cepat.

"Aku akan membuatmu kembali, satu cara atau cara lainnya," Elian berkata, dan suaranya penuh dengan ancaman yang halus, namun pasti.

Lina menatap pintu keluar, melangkah keluar dengan langkah yang lebih cepat. Ia tahu satu hal: permainan baru saja dimulai.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95JKJ" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95JKJ
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Tersayat Dendam
9.5
Arta adalah wanita tangguh yang fokus pada karier meski sering diremehkan karena penampilannya yang bersahaja. Pernah dicampakkan akibat perbedaan kasta, ia bertekad membuktikan nilainya tanpa banyak bicara. Kehidupannya berubah saat bertemu Evan, seorang pengusaha duda sukses. Kini, mereka harus bersatu menyelidiki dalang di balik kekacauan perusahaan masing-masing, sembari berjuang mempertahankan cinta yang terus diterjang badai dan dendam masa lalu.
Sampul Novel Dari Pengantin Tercampakkan Menjadi Istri Saingannya
9.2
Pasca menjalin kasih tiga tahun, Claudia ditinggal oleh Antonius di hari pernikahan mereka. Saat para rival menertawakan nasibnya, Claudia mengejutkan publik dengan memamerkan akta nikah sebagai istri dari Bennett Dreskin, saingan terberat Antonius. Meski awalnya dikira hanya formalitas, Bennett menyatakan cintanya secara terbuka di depan media. Claudia berhasil membalikkan keadaan dari pengantin yang terbuang menjadi wanita paling beruntung di sisi Bennett.
Sampul Novel Diawali Dengan Penceraian
8.2
Setelah diusir dari Keluarga Wilton, Gerald harus menjalani hidup penuh kemiskinan selama lima belas tahun. Nasibnya kian terpuruk saat ia dicap sebagai menantu tidak berguna dan diceraikan oleh Clarisa setelah dua tahun mereka membina rumah tangga. Namun, siapa sangka bahwa perpisahan pahit tersebut justru menjadi titik balik besar dalam hidupnya. Inilah awal dari babak baru perjalanan Gerald yang penuh kejutan setelah statusnya sebagai suami berakhir.
Sampul Novel Hasrat Kakak Tiri
9.6
Bryan Alexander, CEO playboy yang berkuasa, telah menghabiskan dua belas tahun di New York demi melupakan Deanisa Melody, adik tirinya yang menjadi obsesi terbesarnya. Namun, takdir justru mempertemukan mereka kembali saat Nisa ditunjuk menjadi asisten pribadinya. Bryan yang masih terjerat perasaan mendalam kini memperingatkan Nisa untuk menjaga sikap di kantor. Di tengah batasan profesional, mampukah Bryan menahan hasratnya pada gadis yang tetap menjadi candu baginya?
Sampul Novel Istri Bodoh, Mantan Miliarder
8.1
Alisa terjebak dalam pernikahan menyesakkan bersama Dion, suami super pelit yang hanya memberinya uang belanja dua puluh lima ribu rupiah sehari untuk enam orang. Selain tekanan ekonomi, Alisa harus menelan makian mertua setiap hari. Situasi memburuk saat ia memergoki Dion mendekati mantan kekasihnya. Di tengah kemelut, Alisa menemukan aplikasi penghasil uang dan merahasiakannya. Namun, saat mencoba membongkar skandal Dion, ia justru difitnah menggoda ayah mertuanya sendiri.
Sampul Novel Istri Dari Desa
8.5
Asmi sering dihina oleh keluarga suaminya karena penampilannya yang gemuk dan asal-usulnya dari desa. Bahkan, sang ibu mertua menolak kehadirannya karena menganggapnya miskin serta tidak memiliki ayah. Namun, sebuah rahasia besar perlahan terungkap. Sang suami baru menyadari bahwa istrinya sebenarnya adalah pengusaha kaya raya dengan aset di mana-mana. Kini, saat identitas aslinya terbongkar, mampukah keluarga tersebut berhenti merendahkan sosok Asmi?