Sampul Novel Love Escape

Love Escape

8.4 / 10.0
Harapan Ghena untuk dilamar saat anniversary hancur ketika Bastian justru memutuskan hubungan 15 tahun mereka demi perjodohan orang tua. Berusaha bangkit, Ghena pindah ke Singapura untuk bekerja sebagai pemandu wisata. Namun, setahun kemudian Bastian muncul kembali bersama tunangannya dan mengaku masih mencintai Ghena. Kini Ghena terjebak dalam dilema besar: tetap tegar menolak atau menyerah pada perasaan lama dan menjadi orang ketiga.

Love Escape Bab 1

Secangkir kapucino yang masih mengepulkan asap tipis, dibiarkan begitu di meja kecil dekat jendela, sedangkan pemiliknya masih sibuk menekuri laptop. Matanya memandang lurus ke layar monitor, sementara jari-jarinya lincah menari di atas papan tik. Pekerjaan sebagai ghostwriter-lah yang membuat Ghena mampu mengetik tanpa melihat tombol. Kecepatan jari-jarinya pun jauh di atas rata-rata. Dia sudah mencoba mengukurnya lewat sebuah aplikasi.

Ghena memang hobi membaca dan menulis cerita sejak SMA, tapi dia selalu menggunakan nama pena untuk mempublikasikan karyanya secara daring di platform gratis. Sayangnya, tidak ada satu pun cerita yang berhasil dituntaskannya. Dia lebih mendahulukan pekerjaanya sebagai GW, dibanding melanjutkan ceritanya sendiri.

Ghostwriter bukanlah pekerjaan impian Ghena. Namun, setelah mencoba beberapa pekerjaan, dan tidak merasakan pas dengan hal tersebut, Ghena memilih untuk menekuni profesinya sebagai penulis bayangan. GW adalah pekerjaan paling pas untuk seorang Ghena Aurelia. Terkadang Ghena cukup mudah bergaul, tapi dia lebih senang menyendiri dan bekerja sendiri. Hal itulah yang membuatnya tidak bisa bertahan lama saat bekerja kantoran.

Meskipun begitu, bayaran Ghena sebagai GW jauh di atas rata-rata pekerja kantoran biasa. Kalau dilihat dari nominal, penghasilan Ghena setara dengan seorang manajer di sebuah perusahaan kelas menengah di Jakarta. Dalam sebulan, dia bisa mendapat kiriman sampai delapan digit. Angka yang cukup besar bagi seseorang yang bekerja tanpa keluar rumah.

Jika sedang fokus, Ghena mampu menulis 15-20 halaman setiap hari. Namun, jika sering terdistraksi, dia hanya mampu menulis sampai 10 halaman dan itu adalah target hariannya. Makanya, Ghena lebih sering menjauhkan ponselnya saat dia ingin serius.

Alunan lagu First Love-nya Utada Hikaru di ponsel Ghena, mampu membuat perempuan berusia 33 tahun itu bangkit dari tempat duduknya. Ghena mencabut benda tersebut dari kabel yang menempel, lalu buru-buru menggeser ikon berwarna hijau tanpa melihat siapa yang menghubunginya. Dia memang tidak perlu mengintip, karena dia sudah membuat personalisasi dengan bunyi deringnya.

“Hai, Bas! Tumben telepon jam segini? Biasanya mau ditelepon di atas jam delapan. Ada apa, nih?” sapa Ghena bernada ceria.

“Kangen sama kamu. Enggak boleh?” sahut Bastian dari seberang sana.

“Aku juga kangen sama kamu, Bas.”

“Kamu lagi apa, Sayang?”

“Biasa. Lagi jadi penulis hantu.”

“Masih proyek yang kemarin?”

“Iya. Deadline-nya akhir pekan ini.”

“Kamu jangan kebanyak minum kopi, ya. Jaga kesehatan juga. Aku nggak mau kamu sakit. Nanti aku nggak fokus kerja karena mikirin kamu.”

“Sebentar, Bas! Aku cari pegangan dulu, takut terbang nih. Jarang-jarang aku digombalin sama kamu. Oiya, kamu telepon nggak cuma mau gombalin aku doang, kan?”

“…”

“Kok, malah diam? Bas? Kamu dengar aku?”

“Malam minggu nanti kamu sibuk nggak? Aku mau ngajakin kamu makan di resto favorit kita.”

Senyum yang tercetak di wajah Ghena makin melebar. Dia ingat betul ada momen apa di hari tersebut.

“Kamu ingat sama anniversary kita? Ya ampun, Bas, aku seneng banget lho. Enggak nyangka ya, kita udah lima belas tahun. Kalau nikah, kira-kira anak kita sudah sekolah kelas berapa, ya?”

Setelah terjeda beberapa saat. “Aku harus balik kerja. Sabtu nanti aku jemput jam enam tepat, ya! Jangan lupa minum dan berdiri setiap satu jam.”

“Iya, Sayang. Pacar aku perhatian banget. Jadi makin sayang deh. Tapi Sabtu masih lama.”

“Sebentar kok. Dah, Sayang.” Tanpa mengucapkan salam perpisahan atau menunggu Ghena membalas kata-katanya, Bastian langsung memutus sambungan.

Namun, Ghena tidak peduli. Hatinya masih dipenuhi rasa bahagia. Dia duduk di dekat jendela sembari memandangi langit sore dan jalanan yang mulai padat. Sesekali dia menyesap kopinya yang sudah tak lagi mengeluarkan asap.

Ghena buru-buru meletakkan cangkirnya saat teringat seseorang. Dia harus segera memberi kabar pada orang itu tentang kabar baik yang didengarnya barusan. Dalam dua sentuhan di layar ponsel, Ghena berhasil menemukan nomor yang ditujunya.

“ROSIIIIII!” jerit Ghena senang, sesaat setelah terdengar suara dari seberang. “Bastian mau ngelamar gue. Akhirnya penantian gue terbayar, Ros!”

Sekarang terdengar jeritan dari ujung telepon. Ghena harus menjauhkan ponsel dari telinganya. “Selamat, ya, Ne! Gue ikut bahagia buat lo. Akhirnya sahabat gue bakalan melepas masa jomlonya.”

“Iya, Ros! Gue juga masih nggak percaya.”

“Gimana ceritanya? Kapan Bastian ngelamar lo?”

“Belom ngelamar, sih. Tadi dia telepon dan mau ngajak gue dinner Sabtu nanti.”

“Jadi, dia cuma ngajak makan? Dia nggak ngomong mau ngelamar lo? Kok bisa-bisanya lo mikir dia mau ngelamar, sih?”

Senyum Ghena perlahan lenyap karena ulah perempuan yang diakuinya sebagai sahabat kental. “Lo nggak demen banget kayaknya kalau gue senang.”

“Bukannya gitu, Ne. Lo pasti lebih tahu gimana Bastian. Setiap kali lo Tanya gimana hubungan kalian, dia jawab apa? Selalu aja bilang belum siap. Lo berdua itu udah pacaran 15 tahun. Mau nunggu sampai 25 tahun?”

“Itu dia, Ne! Biasanya Bastian bisa ditelepon malam, itupun gue yang teleponin dia duluan. Tadi, dia duluan dong. Dan lo tau, nggak? Sabtu nanti itu tepat 15 tahun gue sama dia. Biasanya dia harus gue ingetin dulu. Eh, sekarang kebalikannya. Dia ingat, gue lupa.”

“Syukur deh kalau begitu. Gue nggak mau lo nunggu sesuatu yang nggak pasti. Umur lo nggak bakalan balik lagi, Ghe. Gue nggak mau lo sia-sia-in hidup lo gitu aja.”

Seulas senyum kembali terbit di bibir Ghena. Dia selalu tahu Rosi benar-benar peduli padanya. Walaupun kata-katanya sering terdengar pedas, tapi dia melakukannya karena menginginkan yang terbaik bagi Ghena, sahabatnya.

“Lo mau makan malam di mana? Udah tahu mau pakai baju apa?”

“Di resto favorit gue sama dia. Kalau urusan baju, ya kayak biasa aja.”

“Celana denim, kaos, dan kardigan?”

“Nah, itu pinter.”

“Ya ampun, Ghe! Memangnya lo nggak punya baju lain? Honor nulis lo habis ke mana? Perut?”

“Kok lo yang protes, sih? Bastian aja nggak keberatan. Dia bilang apa pun yang gue pakai itu selalu bagus, asalnya gue pede dan nyaman memakainya.”

“Iya, gue ngerti. Tapi ini momen spesial buat lo. Masa lo mau pakai yang biasa-biasa?”

Ghena diam. Dia tidak berpikir sejauh itu.

“Gue harus gimana nih, Ros? Gue nggak dress. Ada juga batik pasangan buat kondangan.”

“Besok lo ke sini, jemput gue. Nanti kita belanja di Lippo.”

“Makasih ya, Ros. Lo emang sahabat gue yang paling baik se-luar angkasa.”

“Sialan! Lo muji apa menghina? Lo kata gue alien! Oiya, besok datangnya siang.”

“Siap Bundanya Amar.”

Usai menutup telepon, Ghena langsung menandaskan kopinya dalam satu tarikan napas, lalu kembali menekuri laptopnya. Dia sadar betul harus menulis lebih banyak hari ini, karena besok dia akan pergi bersama sahabatnya. Bisa jadi membutuhkan waktu seharian. Rosi tidak akan puas sampai dia melihat-lihat semua toko dan membandingkannya. Kebiasaannya sejak SMA tidak pernah berkurang, bahkan makin menjadi sejak memiliki anak.

**

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Love Escape

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel CHRONOPHILE
8.2
Menikahi pria yang pernah ditolak di masa lalu membawa dilema besar dalam sebuah perjodohan. Apakah dia bertahan karena cinta yang tersisa, atau justru merencanakan balas dendam atas luka lama? Sebagai pasutri, mereka dipaksa menjalani komitmen di tengah bayang-bayang masa lalu yang kembali mengusik ketenangan. Di dunia Chronophile, di mana waktu sangat dihargai, rahasia dan konflik mulai menguji kesetiaan mereka dalam mempertahankan rumah tangga ini.
Sampul Novel Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali
8.7
Demi menyelamatkan Adrian dari ledakan mobil, punggungku hancur oleh luka bakar. Selama empat tahun masa komanya, aku setia merawatnya. Namun setelah sadar, ia justru menyatakan cinta pada Stella di depan publik. Mereka menghinaku, bahkan Adrian menuduhku berbohong saat aku diserang preman. Baginya, aku hanyalah beban. Puncaknya, ia membuangku di jalan tol saat hari pernikahan demi Stella. Kini, aku memilih pergi dan meninggalkan segalanya menuju bandara.
Sampul Novel Istri Rahasianya, Aib Publiknya
8.1
Duniaku runtuh saat menangani pasien VIP bernama Evelyn Santoso. Tunangan yang ia tangisi adalah suamiku, Bima. Namun di foto itu, dia adalah Brama Wijaya, taipan kejam, bukan pria konstruksi yang kurawat saat amnesia. Brama masuk tanpa mengenaliku, lalu memeluk Evelyn dan membisikkan janji setia yang sering ia ucapkan padaku. Melalui tatapan dinginnya, ia menegaskan bahwa pernikahan kami adalah aib rahasia yang harus segera ia lenyapkan selamanya.
Sampul Novel Janda Bertemu Dengan Duda
8.1
Pasca kehilangan Rizal, Sonia pindah ke apartemen kecil bersama dua anaknya, Alif dan Hana, demi lari dari duka. Di sana, ia bertemu Yudha, seorang duda karismatik yang membesarkan putrinya, Mira, sendirian setelah tragedi serupa. Meski sama-sama terluka, pertemuan di lorong apartemen itu memicu percikan emosi. Kini, mereka harus memilih: tetap terbelenggu kenangan pahit masa lalu atau meruntuhkan dinding ketakutan demi menyambut cinta baru yang hadir di depan mata.
Sampul Novel Kelahiranku, Kematian Ibuku, Dan Kebencian Ayahku
9.7
Disiksa kejam oleh penculik demi melindungi sang ayah, seorang gadis meregang nyawa dalam kesendirian. Di momen terakhirnya, panggilan teleponnya justru ditolak dengan penuh kebencian oleh ayahnya yang sedang merayakan ulang tahun putri adopsinya. Sang ayah mengutuk kelahirannya yang merenggut nyawa ibunya. Jasadnya kemudian ditemukan tragis di depan kantor polisi. Ironisnya, sang ayah yang bekerja sebagai ahli otopsi memimpin penyelidikan tanpa menyadari bahwa korban mutilasi keji tersebut adalah putri kandung yang sangat ia benci.
Sampul Novel Misteri Hutan Gondoriyo: Perjalanan Malam yang Mencekam
8.5
Seorang pria terjebak dalam kengerian Hutan Gondoriyo setelah tersesat saat menjelajah. Di tengah fenomena ghaib kendaraan yang raib, ia bertemu pasangan lansia misterius di sebuah pondok terpencil yang memberinya peringatan. Meski berhasil pulang, rasa penasaran membawanya kembali, namun hutan itu seolah lenyap. Hubungan gelap antara kecelakaan bus di jurang dan misteri hutan ini mulai terkuak, memaksanya mempertaruhkan nyawa demi mengungkap kebenaran yang menghantui.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan