Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Lima Tahun, Satu Kebohongan yang Menghancurkan

Lima Tahun, Satu Kebohongan yang Menghancurkan

Lima tahun pernikahan yang kusebut sempurna hancur seketika saat sebuah email pembaptisan muncul di laptop suamiku. Dia menggendong bayi bersama Rania Adeline, seorang influencer ternama. Rupanya, selama ini dia membohongiku dengan alasan pekerjaan demi membangun keluarga rahasia di luar sana. Merasa dikhianati setelah sekian lama menunda impian demi dirinya, aku akhirnya memutuskan untuk pergi dan mengambil beasiswa arsitektur di Singapura secepat mungkin.
Bab
Bagikan

Bab 3

Aku berjalan keluar dari ruang dokter dengan linglung, kata-katanya yang ceria bergema di koridor steril. Hamil. Enam minggu. Aku meletakkan tangan di perutku yang masih rata, setetes air mata menyelinap dari sudut mataku.

Kehidupan kecil yang tak berdosa ini. Kenapa sekarang? Kenapa harus memilih saat ini untuk tiba, di tengah-tengah kehancuran ini?

Saat aku mencapai ujung koridor panjang, sebuah siluet yang kukenal membuatku membeku.

Itu Bima. Dia berdiri di dekat lift, lengannya melingkari Rania Adeline, yang sedang terisak di dadanya. Dia menggumamkan kata-kata penghiburan, ekspresinya dipenuhi dengan perhatian lembut yang sudah lama tidak kulihat ditujukan padaku.

Aku bersembunyi di balik pot tanaman besar, jantungku berdebar kencang. Aku tidak bisa mendengar kata-kata mereka dengan jelas, tetapi tindakannya berbicara banyak.

Lalu, bisikan tercekat Rania terdengar di sepanjang lorong. "Apa menurutmu dia curiga?"

"Dia percaya padaku," jawab Bima, ucapannya santai dan meremehkan. Itu adalah pernyataan ceroboh yang mengungkapkan betapa sedikitnya dia memikirkanku, tentang kecerdasanku.

"Tapi kapan kamu akan menjadikanku istrimu?" desak Rania, suaranya diwarnai ambisi putus asa. "Kapan kamu bisa memberiku dan Leo kehidupan yang pantas kami dapatkan?"

"Rania, hentikan," potongnya, sedikit nada baja dalam suaranya. "Alana adalah istriku. Itu tidak akan berubah."

Napas ku tercekat.

"Itu adalah hal paling kecil yang bisa kulakukan," lanjutnya, suaranya lebih lembut sekarang, diwarnai dengan apa yang terdengar seperti rasa bersalah. "Itu penebusan dosaku atas apa yang telah kulakukan padanya."

Rania terdiam, menerima keputusannya dengan anggukan enggan. Dia menariknya ke dalam pelukan lagi, mencium rambutnya.

"Kamu memberiku seorang putra yang tampan, Rania," katanya, suaranya sarat emosi. "Dan aku akan selalu menjagamu dan dia."

Mereka berjalan menuju lift, lengan mereka saling melingkar. Saat pintu hendak tertutup, mata Rania melirik ke arahku. Untuk sepersekian detik, tatapan kami bertemu. Tidak ada keterkejutan di matanya, hanya kilatan kemenangan yang dingin dan penuh kemenangan.

Dia tahu. Dia tahu aku ada di sana sepanjang waktu.

Aku melangkah keluar dari balik tanaman, tubuhku gemetar. Air mata yang kutahan mengalir deras di wajahku, panas dan tak terbendung. Rasa sakit di dadaku adalah beban fisik, menghancurkanku.

Dia tidak ingin menceraikanku karena rasa bersalah, tetapi dia tidak akan pernah melepaskan keluarga lainnya. Lalu apa artinya aku? Seorang pengganti? Simbol komitmen yang tidak lagi dia rasakan tetapi terlalu pengecut untuk diputuskan?

Aku teringat janji-janjinya, sumpahnya. "Dalam suka dan duka, sampai maut memisahkan." Dia mengucapkannya dengan keyakinan seperti itu. Aku telah memercayainya.

Tapi dia telah mengkhianatiku. Dan cinta ini, hal yang beracun dan retak ini, adalah sesuatu yang harus kupotong dari hidupku.

Sebelum meninggalkan rumah sakit, aku kembali ke meja depan dan membuat janji. Janji untuk aborsi.

Lalu aku menelepon pengacaraku.

"Siapkan surat cerai," kataku, suaraku dingin dan mantap. "Aku mau semuanya dibagi rata. Semua yang menjadi hakku."

Aku sedang duduk di mobilku di tempat parkir rumah sakit ketika ponselku berdering. Itu Bima. Suaranya serak, lelah.

"Selamat ulang tahun, Alana."

Aku benar-benar lupa. Dalam kekacauan dan rasa sakit, ulang tahunku sendiri terlupakan.

"Aku sangat menyesal tentang tadi malam," katanya, suaranya diwarnai penyesalan yang terlatih. "Ada krisis di kantor. Aku tidak pulang sama sekali."

Tawa pahit nyaris keluar dari bibirku. "Oke," kataku, dua kata itu terasa seperti debu di mulutku.

Dia tampak santai di seberang sana, lega karena aku tidak banyak bertanya. "Aku sudah mengatur sebuah pesta gala untukmu malam ini. Untuk merayakan ulang tahunmu dan sayap baru yang kamu rancang untuk museum. Untuk menebus kesalahanku padamu."

"Oke," ulangku, suaraku monoton.

Setahun yang lalu, kata-kata itu akan membuatku menangis bahagia. Sekarang, itu hanyalah lapisan lain dari kebohongannya yang rumit.

Aku tidak ingin mendengar suaranya lagi. Aku menutup telepon, tanganku mencengkeram kemudi.

Aku melihat ke luar jendela, tetapi aku tidak melihat apa-apa. Aku hanya merasakan firasat yang dalam dan dingin. Dia tidak tahu apa yang akan datang. Dia merasakan kegelisahan, perasaan bahwa sesuatu yang berharga sedang lepas dari genggamannya, tetapi dia tidak bisa menamainya.

Dia tidak tahu itu sudah hilang.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95HCD" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95HCD
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel About Alana's life
7.8
Alana Septiani Putri, gadis 18 tahun, tumbuh di tengah keluarga yang membencinya. Sebagai anak kedua, ia selalu dibanding-bandingkan dengan kakaknya yang dipuja karena prestasi akademik. Meski sebenarnya lebih cerdas, kemampuan Alana sengaja diredam oleh saudaranya sendiri. Di balik penderitaannya, Alana hanya mendambakan satu hal yang tak pernah ia rasakan: kasih sayang tulus. Akankah ia mendapatkan kehangatan keluarga itu sebelum dunianya benar-benar terhenti?
Sampul Novel An Affair
9.2
Winter Samantha menyamar demi menghancurkan keluarga Smith yang telah merenggut nyawa orang tuanya. Ia sengaja menjerat Edward Smith dan putranya, David, ke dalam skandal perselingkuhan yang berbahaya. Namun, di tengah misi balas dendam tersebut, muncul Sean William, sahabat masa kecil yang mencintainya dengan tulus. Kini Winter terjebak dalam dilema besar: tetap menghancurkan musuhnya atau memilih hidup bahagia bersama lamaran cinta sejatinya, Sean.
Sampul Novel Budak ranjang tuan muda
8.2
Demi ambisi bisnis, Rian tega menjual kekasihnya, Renata, kepada pemuda kaya bernama Albert. Mahasiswi pertanian ini dipaksa menjadi pemuas nafsu Albert setiap hari, bahkan saat pria itu sedang murka. Namun, kebencian berubah menjadi cinta. Albert akhirnya bertekad menjadikan Renata pendamping hidupnya. Ia rela menentang restu orang tua serta membatalkan pertunangan dengan wanita pilihan keluarganya demi melindungi hubungan mereka.
Sampul Novel Dinikahi Om Bujang
9.4
Berdasarkan kisah nyata, narasi ini membuktikan bahwa jabatan dan usia bukan penentu kebahagiaan rumah tangga. Fokus utama adalah kejujuran serta upaya saling melengkapi. Sang suami dengan sabar membimbing istrinya yang sempat jauh dari agama untuk kembali mengenal Islam. Meski diterpa cemoohan keluarga terkait masa lalu sang istri, ia tetap setia merawat di kala sakit. Sebuah bukti cinta tulus yang mengedepankan kesabaran dan perjuangan spiritual dalam pernikahan.
Sampul Novel Gemintang
8.8
Gemintang Farhana hancur saat Bachdim, cinta pertamanya, memutuskan hubungan secara sepihak. Demi mengobati luka, ia pindah kerja namun justru terpikat oleh Amar Dwirangga, atasan sekaligus seniornya. Meski perhatian Amar menyembuhkan hati Gemintang, takdir berkata lain. Hubungan indah mereka terbentur restu semesta yang memaksa keduanya berpisah. Kini, mereka terjebak dalam kerinduan mendalam tanpa bisa bersatu, menyisakan kenangan manis yang tak selamanya berujung bahagia.
Sampul Novel Jadi Suamiku Ya, Om?
9.2
Nindya terobsesi mengejar Andy, guru SMA sekaligus teman ayahnya, meski pria itu sudah memiliki kekasih bernama Raya. Nindya terus mendesak Andy menikahinya, mengklaim posisi istri di masa depan. Andy menganggap Nindya bocah pengganggu, sementara Raya sangat membenci kehadirannya. Persaingan sengit terjadi antara Raya yang temperamental dan Nindya yang pandai bersandiwara seolah teraniaya. Di antara keduanya, siapakah yang akhirnya berhasil memenangkan hati Andy?