Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Lima Tahun Kematianku, Ibu Masih Menginginkan Korneaku

Lima Tahun Kematianku, Ibu Masih Menginginkan Korneaku

Lima tahun setelah kematian Stella, sang ibu tiba-tiba mendapat panggilan polisi mengenai keberadaan putrinya. Alih-alih berduka, ia justru pulang ke kampung halaman bersama putra bungsunya dengan satu tujuan kejam: merebut kornea mata Stella demi sang adik. Setibanya di sana, sang ibu mendobrak rumah nenek dan melontarkan ancaman pengusiran karena mengira Stella sengaja bersembunyi. Di tengah tangisan pilu, sang nenek akhirnya menunjukkan foto mendiang Stella, mengungkap kebenaran tragis yang selama ini diabaikan.
Bab
Bagikan

Bab 1

Lima tahun setelah kematianku, ibuku menerima telepon dari polisi yang mengatakan bahwa ada kabar tentang diriku.

Ibu bergegas pulang ke kampung halamannya bersama adik laki-lakiku. Setibanya di sana, dia langsung mendobrak pintu rumah nenek.

"Mana Stella? Jago juga anak sialan itu bersembunyi. Cepat ambil kornea matanya buat adiknya."

"Stella sudah meninggal," ucap Nenek terbata-bata sambil menangis.

Ibu malah mencibir, "Bohong, polisi sudah meneleponku dan mengatakan kalau sudah ada kabar tentang dia."

"Dasar nenek tua sialan! Kalau kamu nggak menyerahkannya sekarang, keluar sana dari rumah ini."

Melihat sikap ibu, nenek menangis dan mengeluarkan fotoku dengan gemetar.

"Stella, kamu nyesel tolongin adikmu?"

Ibuku, yang mengenakan setelan rapi, memblokir pintu rumah nenekku.

Dia berteriak dengan suara kencang, "Mana dia? Cepat tanda tangani perjanjiannya."

"Kan aku hanya memintanya menandatangani perjanjian satu kornea mata saja, bukan dua kornea mata loh. Pelit banget dia."

Nenek memandang ibu dengan wajah tanpa ekspresi, "Stella sudah meninggal lima tahun yang lalu."

Mendengar ini, ibu langsung mencibir, "Kamu itu adalah ibuku, dan yang sakit itu adalah cucumu sendiri. Kamu masih ingin membantu orang luar?"

"Kalau bukan karena Stella, mana mungkin mata Jason bisa rusak?"

"Aku sudah sangat baik hati ya, nggak mencungkil kedua matanya."

Plak!

Nenek menampar ibu dengan keras, "Kamu nggak pantas menjadi ibu Stella!"

Nenek menampar ibu dengan keras hingga terjatuh ke lantai.

Nenek ....

Air mataku langsung bercucuran, tetapi tidak ada seorang pun yang bisa melihatnya.

Tangan Nenek gemetaran setelah menampar ibu.

Aku ingin memeluk nenekku, tetapi tanganku melewati tubuhnya.

Saat masih muda, ibuku menderita adenomiosis. Dokter mengatakan ibu akan sulit hamil.

Awalnya, ibu sangat depresi. Sampai akhirnya, nenek memungutku di pinggir jalan.

Awalnya, ibu tidak ingin mengadopsiku, tetapi ketika mendengar bahwa bayi yang dipungut itu adalah pancingan dan bisa melahirkan seorang anak laki-laki.

Oleh karena itu, ibu membawaku pulang dari rumah nenekku dan menamaiku Stella.

Tidak sampai dua tahun, ibu benar-benar mengandung seorang anak laki-laki.

Setelah itu, dia tidak peduli padaku lagi.

Aku menjadi pengasuh adikku.

"Stella, sana beliin es krim untuk adikmu. Dia mau makan." Melihat hujan yang lebat itu, aku tetap pergi.

"Stella, celana dalam adikmu perlu dicuci dengan air dingin. Katanya kalau dicuci dengan air dingin, lebih nyaman dipakai."

Oleh karena itu, aku berjongkok di tengah salju tebal dan mencuci pakaiannya dengan air yang sedingin es itu.

Malam itu, aku yang hanya mengenakan piyama tipis, diusir oleh ibu.

"Adikmu bilang kamu yang mendorongnya? Dia adalah anak emas keluarga kita. Kamu bosan hidup, ya?"

"Pergi sana!"

Malam itu, aku meringkuk di koridor dan hampir mati kedinginan.

Saat ujian masuk perguruan tinggi, aku mendapat nilai tinggi. Nilai ini sudah lebih dari cukup untuk masuk ke Universitas Gajah Muda.

Namun, aku malah menerima surat pemberitahuan dari sekolah teknik.

Ibu tersenyum saat menerima surat pemberitahuan itu dan uang sebesar 400 juta.

"Kalian tenang saja. Kalian boleh menggunakan citranya sesuka hati."

Ternyata, ibu telah mengubah universitas pilihanku demi mendapatkan 400 juta, yang akan ditabung untuk membeli rumah adiknya.

Setelah aku lulus sekolah teknik, ibu mendapati bahwa uangnya belum cukup untuk membayar uang muka, sehingga dia mengincarku lagi.

"Ada seorang pria di kompleks sebelah yang tertarik padamu. Dia bersedia membayar uang mahar sebesar 600 juta. Aku sudah menyetujuinya. Kalian akan menikah bulan depan."

Pria tersebut adalah seorang pria tua berusia lima puluhan dan memiliki kecenderungan melakukan kekerasan.

Pada akhirnya, setelah nenek mengancam akan bunuh diri, ibunya terpaksa melepaskan niat tersebut.

Pada saat ini, ibu menutupi wajahnya yang ditampar dan menatap nenek dengan tatapan penuh kebencian.

"Kalau nggak menemukan Stella hari ini, aku nggak akan menyerah."

Ibu mendorong nenek dengan keras.

Nenek sampai terhuyung-huyung dan hampir terjatuh.

Setelah berdiri tegak, Nenek berkata, "Kalau kamu seperti ini lagi, aku akan memanggil polisi."

Ibu menghinanya, "Siapa yang berani mengatur urusan keluargaku?"

Karena tidak mendapat jawaban yang diinginkan, ibu mulai mencariku kemana-mana.

Namun, setelah mencari ke seluruh rumah kecil nenek, ibu tetap saja tidak menemukanku.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Alia
8.7
Alia terpaksa memulai kehidupan rumah tangga di usia belia setelah sang kekasih melamarnya secara resmi. Di tengah kesibukan kuliah, ia berjuang memenuhi kewajiban sebagai istri meski terus ditekan oleh mertua yang membencinya. Demi masa depan suami, Alia bahkan nyaris mengorbankan kehormatannya. Namun, kehadiran sosok penolong tak terduga memicu getaran terlarang di hatinya. Kini, Alia terjebak antara kesetiaan pada pernikahan atau terjerumus dalam pengkhianatan.
Sampul Novel Hari Pamermu, Hari Kematianku
8.2
Demi menghindari kemiskinan saat Andre bangkrut dan diburu musuh, sang protagonis memilih pergi bersama pria kaya lain. Meski Andre memohon dan menyatakan tidak bisa hidup tanpanya, penolakan dingin dan siraman wiski menjadi akhir hubungan mereka di Jalan Wandara. Enam tahun berlalu, Andre kembali ke Kota Yorin sebagai taipan keuangan sukses. Berniat memamerkan tunangan barunya sebagai bentuk balas dendam, Andre justru harus menghadapi kenyataan pahit bahwa wanita yang dicarinya telah meninggal dunia.
Sampul Novel Istri kedua tuan Salman
8.5
Aisyah Sholehatun Nisa, gadis rupawan yang terjebak dalam belenggu utang orang tuanya, terpaksa menerima perjodohan rumit. Ia harus menjadi istri kedua bagi Salman Alfarizki, pria dari keluarga konglomerat yang statusnya hanyalah putra seorang selir. Di tengah pernikahan Salman yang sudah ada, mampukah benih cinta tumbuh di antara mereka? Ikuti perjuangan Aisyah menghadapi takdir dan konflik perasaan dalam dinamika rumah tangga yang penuh tekanan ini.
Sampul Novel Pembalasan Dendam sang Menantu Tertindas
9.3
Bertahun-tahun hidup dalam hinaan dan tekanan keluarga istrinya, Owen harus menelan pil pahit perceraian. Namun, perpisahan ini justru menjadi titik balik hidupnya. Setelah resmi bercerai, Owen menerima warisan luar biasa dari leluhur keluarganya yang selama ini tersembunyi. Dalam sekejap mata, mantan menantu yang tertindas ini bangkit menjadi penguasa baru yang memiliki segalanya, mulai dari kekayaan melimpah hingga pengaruh besar yang memikat banyak wanita di sekitarnya.
Sampul Novel Pembalasan Seorang Istri
9.8
Dua tahun ditinggal bekerja ke luar negeri tanpa kehangatan membuat seorang istri dirundung kesepian mendalam. Namun, kepulangan sang suami tidak membawa kebahagiaan, melainkan tuduhan kejam bahwa dirinya telah melahirkan anak dari pria lain. Ketegangan memuncak saat sebuah tindakan fisik yang keras justru mengungkap rahasia tak terduga yang membuat sang istri panik luar biasa ketika air ASI memuncrat ke wajah suaminya. Kisah drama modern ini penuh dengan konflik kesalahpahaman.
Sampul Novel SANG PEMUAS BIRAHI
8.7
Sang Pemuas Birahi menyajikan antologi cerita pendek dewasa yang mengeksplorasi hasrat mendalam antar manusia. Setiap kisah mengusung latar belakang profesi beragam, mulai dari CEO berwibawa, tentara, hingga dinamika rumit antara mertua dan menantu. Dengan narasi eksplisit 21+, pembaca akan dibawa menyelami fantasi romantis yang intens dan menggairahkan. Kumpulan cerpen ini dirancang khusus untuk memuaskan imajinasi melalui alur cerita panas yang penuh godaan.