Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kutemukan kebahagiaan ku

Kutemukan kebahagiaan ku

Prinsip bahwa individu baik akan dipertemukan dengan pasangan yang setara kini benar-benar menjadi nyata dalam hidupku. Setelah melewati fase penuh air mata akibat mencintai pria yang salah, Tuhan akhirnya menjawab doa-doaku. Kini, hadir sosok lelaki tulus yang senantiasa peduli dan menghujaniku dengan kasih sayang yang luar biasa. Inilah akhir dari penantian panjangku, sebuah kebahagiaan sejati bersama seseorang yang mampu menghargai keberadaanku sepenuhnya.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Iya, Bu. Bisa bantu Bayu nggak?" tanya Bayu kepada Henny.

Henny tampak canggung. "Eh, bantu apa ya?" tanyanya.

"Bayu mau di bikinin mie instan, Bu. Boleh 'kan?" tanyanya. Henny tersenyum, sebuah kesempatan emas untuk mendekati menantu tirinya. Ia pun beranjak dan pergi ke dapur untuk merebus mie instan sesuai permintaan Bayu,Menantunya duduk di atas kursi makan. Ia menunggu mie instan buatan Henny. Tak beberapa lama, Mie instan pun sudah jadi. Henny mengantarkan mie itu ke atas meja makan, tepat di depan Bayu.

"Ini, bay Ayo di makan," ujar Henny yang duduk di depan Bayu

"Ya, Bu. Makasih ya?" Bayu mengambil sumpit di atas meja makan. Ia membolak-balik mie instan di dalam mangkoknya.

Lantas ia mulai menyantapnya dengan lahap.. Henny hanya melihat menantu tirinya dengan tersenyum. "Kamu Suka mie ya, bay?"

Pria itu mengangguk. Lantas, ia kembali makan dengan lahap. " Bu, makasih ya sudah perhatian ke saya, saya beruntung bisa kenal Ibu,"

Henny tersenyum tipis. Ada sebuah harapan besar jika ia akan lebih dekat dengan menantu idamannya. "Kok bisa beruntun kenapa, bay?" tanyanya.

"Saya nggak punya sosok Ibu, saya rindu sosok Ibu, Bu." Jawab Bayu. Niken tersenyum.

"Saya akan jadi Ibu mertua yang bisa menjelma seperti ibu kandungmu, bay," Jawabnya.Namun, dari belakang Agus membuka suara. "Aku lapar juga Ni. Buatkan aku mie," pintanya.

Henny sedikit terkejut, ia menoleh dan Agus sudah beranjak untuk duduk di sebelahnya. "Kamu sudah bangun, Mas?"

"Iya, aku lapar. Aku terbangun karena kamu nggak lagi di kamar, mangkanya aku ke sini,"

"Iya, Mas. Bayu lapar," jawab Henny singkat.

"Iya, kamu harus perhatikan Bayu, Hitung-hitung bantuin Adelia, dia masih menyusui jadi agak susah untuk memperhatikan Bayu.

"Bagai menambang emas di gunung emas, kesempatan yang diberikan Agus kepada Henny akan dipergunakan oleh henny untuk mendekati menantu nya sebaik-baiknya. Meski, Bayu sama sekali tidak ada perasaan apapun kepada mertuanya.

"Iya, Mas. Pasti. Adelia dan Bayu sudah kuanggap anakku sendiri,"

"Makasih ya." Seru Agus dengan tersenyum kepada Henny

"Bu, aku minta secangkir teh. Boleh?" tanya Bayu lagi.

"Iya, sebentar ya."Henny pergi ke dapur. Ia segera membuat mie instan dan teh sesuai dengan permintaan suami dan menantunya.

'Kapan-kapan aku kayaknya harus sedia sesuatu deh, gimana ya kalau seandainya Mas Agus aku kasih obat tidur, terus Bayu aku kasih obat perangsang? Hahahaha ,' Henny bergumam sendiri di dalam hatinya.

"Mas, mau kemana?" tanya sofia kepada Reno. "Mau ke rumah Papa," jawabnya.

"Oh, iya Mas. Semenjak kita"Kok sepi, Mas?"

"Iya, jam segini papa masih di dapur,"

"Loh Mama?"

"Nggak ada. Mama udah meninggal, papa tinggal sendirian sof."

Sofia hanya mengangguk. Reno lantas mengetuk pintu rumah papanya untuk berkali-kali. Seorang wanita datang membukakan pintu untuk mereka.

"Iya, sebentar! Siapa sih?!" ketusnya.

"Loh, Dina?" tanya Sofia.Keduanya saling pandang dengan pikiran yang terbenam di kepala masing-masing.

"Iya, sof. Aku kerja di sini jadi rewang papa Jim." Sahut Dina. Reno tidak menggubris, ia menerobos masuk ke dalam. "Ayo, sof. Aku masuk duluan ya?" Sofia hanya mengangguk.

"Oh, iya, Mas. Aku masuk dulu, Din." Sahur sofia. Dina hanya mengangguk. Ia tersenyum. "Ah, aku bisa ketemu Reno di sini, Beruntungnya aku, mudah-mudahan dia bisa ku dekati." gerutunya.

Reno, Sofia dan Jim Mengobrol di ruang tengah. "Papa punya rewang?" tanya Reno.

"Iya, kemarin dia ke sini katanya butuh pekerjaan. Laundrynya sepi, yaudah aku terima, Ren." Jawab Jim. Dina datang menghampiri keduanya. " Mas Reno, Mbak sofia mau buat kopi atau teh?" tanyanya.

Jim hanya memerintah. Buatkan sofia susu Ibu hamil, Reno buatkan jahe madu hangat." Pintanya.

"Siap, Pa." Ujar Dina.

Wanita itu pergi ke dapur. Ia memberikan beberapa obat di dalam minuman tersebut. "Papa Jim kok nggak minta dibuatkan minuman juga sih? Aku buatin sekalian ah, biar kalian tepar." Gerutunya dengan lirih.

Tak beberapa lama. Dina datang membawa minuman tersebut. Papa Jim segera protes. Buat apa saya dibuatkan juga, Din?" tanyanya.

"Papa 'kan suka susu hangat, jadi sekalian," ujar Dina. Jim hanya mengangguk. "Sudah sana ke dapur kamu!" pintanya.

Dina segera pergi ke dapur dengan kesal. "Cih, dasar tua bangka!" ia bergumam pada dirinya sendiri. Sofia segera meneguk segelas susu bumil di depannya.

Selang lima menit, sofia mulai mengantuk. Ia sudah menguap untuk beberapa kali. " Kamu ngantuk, Sof?" tanya Reno. "Iya, Mas. Tiba-tiba aku ngantuk banget,"

Jim mulai curiga. Tapi, ia tidak berbicara sedikitpun. "Ren, sebaiknya kamu jangan minum minuman itu, papa curiga."

"Curiga kenapa, Pa?"

"Udah ga usah banyak tanya." Jawab Jim. Keduanya asyik berbincang-bincang berdua. Sofia masih tertidur menyandar di pundak Reno.

"Pa, aku pindahin sofia dulu ya?"

"Boleh." Ujar Jim.

Jim segera membuang minuman di gelasnya, ia juga membuang minuman Reno. Sebenarnya ia sedikit kesal kepada pembantu seharinya.

"Wah, punya pembantu ada aja idenya. Awas aja kamu ya? Masa dia berani ngerjain menantuku." gerutu Jim. Ia lantas kembali ke ruang bersantai dan meletakkan gelas-gelas minuman yang kosong diatas meja seperti sedia kala. Jim juga duduk santai di atas sofanya.

Reno yang baru saja memindahkan sofia ke kamarnya. Kembali duduk di ruang tengah. Dina tiba-tiba nongol dan bertanya kepadanya.

"Gimana Mas jahe madu nya enak nggak?" tanyanya.

"Enak kok," jawab Reno dengan berbohong.

"Kalau Papa sendiri gimana?" tanya Dina.

"Papa ngantuk. Huuuam,"Jim berpura-pura mengantuk. Ia lantas pura-pura tertidur di sofa. Reno masih bingung.

'Perasaan Papa kan nggak minum tuh susu, kenapa tiba-tiba maen tidur aja? Apa ini bagian dari drama?' gumamnya lirih.

Dina tersenyum. Ia berpikir jika reaksi obat yang ia memasukkan berjalan dengan baik. Tinggal Reno, kenapa pria itu tidak menunjukkan tanda-tanda jika ia sedang terangsang. Sementara Dina sudah meminum obat itu lebih dulu, tujuannya agar ia bisa bermain lihai di atas ranjang dengan si Reno. Sayangnya, Reno tidak meneguk jahe hangatnya Reno terkejut.

"Bantuin apa ya?"

"Aku pusing Mas."

Sruug.

Dina ambruk di bahu Reno. Papa Jim hanya membuka matanya dengan perlahan. Ia memberikan kode agar Reno membawa Dina ke kamarnya. Kebetulan kamar Dina bersebelahan dengan Mang Ujang seorang pria yang bekerja membersihkan dan menyiram tanaman di rumah papa Jim.

Reno menggendong Dina keatas kamar pembantunya.Sementara Jim, meminta Ujang untuk menemani wanita itu. "Mas Reno, temani aku," gerutunya.

Reno hanya terbelalak.

Tiba-tiba seorang pria bernama Ujang memasuki kamar. "Den Reno, permisi saya di suruh jaga Mpok Dina kata Papa Jim,"

"Oh, nggeh monggo.."

Ujang duduk di kursi di dekat Dina. Sementara Reno pergi meninggalkan keduanya di kamar.

"Mas, Mas.. sini aku nggak kuat," racau Dina. Ujang hanya terbengong ria, apalagi ketika perempuan itu tiba-tiba membuka bajunya sendiri di depannya.

"Loh, ada apa toh, Mpok?" tanyanya dengan melongo. Tanpa basa-basi Dina lantas menarik Ujang untuk menindihnya. Ujang hanya terperanjat. Setelahnya, ia juga tidak menyia-nyiakan obat tidur gitu?"

"Mudah-mudahan nggak papa, sana jenguk istrimu. Papa mau tidur aja. Nanti Kalo ada apa-apa panggil aja papa di kamar

"Iyo, Pa. Makasih Yo, Pa." Balas Reno. Ia lantas pergi menjenguk Mira yang berada di dalam kamarnya.

"Bu, Ibu mau ke mana?"

tanya Bayu kepada Henny, wanita itu membawa tas mungilnya. Ia juga macak dengan cantik, pertanda jika ia memang aku kesempatan emas ini.

Sementara Reno di ruang tengah..

"Pa, itu Ujang sama Dina kenapa nggak keluar-keluar sih, Pa?" tanya Reno kepada Jim, Papanya.

"Lagi gulat, Ren. Masa yo kamu nggak tahu?"

"Pa, serius toh kalo tadi minumanku itu ada obatnya?"

"Iyo, obat perangsang." Ujar Papa Jim.

"Lha, terus sofia kan lagi hamil, Pa. Opo nggak papa kenapergi keluar rumah. Agus suaminya juga sudah berangkat bekerja.

"Ibu mau berangkat ke Restoran, mau kerja di Restoran sofia. Ibu sudah lama libur,"

"Emang, sofia anak Ibu itu sudah telepon Ibu untuk mulai bekerja apa?"

"Ya, belum sih. Oh, ya bay, Istri kamu mana?"

"Adel di dalam masih nyusuin Nanda Bu. Ada apa ya?"

"Nggak kok ya jarang kelihatan. Apa Adel sesibuk itu?"pergi keluar rumah. Agus suaminya juga sudah berangkat bekerja.

"Nggak kok ya jarang kelihatan. Apa Adel sesibuk itu?"

"Sibuk emang, Bu. Masalah kebutuhan biologis aja aku jarang di kasih," tiba-tiba Bayu berbicara sesuatu yang memang Henny harapkan.

"Masa sih, bay, Istri kamu begitu?" tanya henny dengan berbasa-basi ria. Bayu hanya mengangguk dengan berat hati." Ia, Bu katanya capek kalo terus lanjut begitu, soala Nanda sering rewel."

"Oh, kalau kamu mau, Ibu bisa kasih yang begitu," ujar Henny tanpa malu-malu. Bayu terdiam. Ia tampak berpikir untuk mencerna ucapan mertuanya."Ibu mau tidur dengan saya, maksudnya?" tanya Bayu lagi.

"Iya. Walau Ibu nggak semuda istri kamu, tapi Ibu bisa kok sama dengan istri kamu." Ujar Henny. Mulutnya tiba-tiba kelepasan untuk berbicara hal yang tabu dengan menantunya sendiri.

Bayu terdiam, pikirannya melayang ke ucapan Bagas, saat ia mengatakan jika Bayu harus hati-hati dengan Henny. Tapi-Bayu tidak mungkin menolak Henny karena di pikir-pikir Henny juga cantik baginya.ibu bisa?" tanya Bayu antusias dengan tiba-tiba. Walau sebenarnya Henny tahu nanti malam dia akan sangat capek pulang dari bekerja. Tapi-ini pengalaman yang akan sangat baik untuk di lewatkan. Bayu adalah sesuatu yang memang Henny inginkan sejak lama.

"Kamu serius, bay?" tanya Henny lagi. "Serius, Bu. Masa aku nggak serius,"

"Oke deh. Tapi-jangan bilang-bilang ya Bu ke Ayah mertua atau Adelia? Ini agak riskan tapi-jujur saja memang saya lagi butuh untuk hal itu."Henny n tersenyum. "Kalau begitu, ibu jalan dulu ya?"

"Biar aku antar, Bu." Ujar Bayu. Henny pun mengangguk. Wanita itu terkejut dengan ulah menantu nya yang tiba-tiba berbicara hal seperti ini kepadanya, benar-benar di luar dugaan. Tapi, dasarnya Henny, ia mau-mau saja meski hanya di buat pelarian oleh Bayu.

Menurut Henny daun muda memang lebih mempesona daripada yang tua se-usianya seperti Agus.

Di lain sisi, di rumah Papa Jim..

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Belenggu Cinta Tuan Muda
9.5
Nara, putri pembantu yang polos, terjerat skandal kelam dengan Axel, sang tuan muda. Axel melecehkan Nara demi membalas dendam karena ibu Nara menjadi simpanan ayahnya. Namun, niat mempermainkan itu berubah menjadi rasa cinta yang obsesif. Axel tumbuh menjadi pria posesif yang membelenggu Nara tanpa ampun. Meski Nara berusaha melarikan diri dari jeratan itu, ia selalu tertangkap kembali. Akankah hubungan penuh luka ini berakhir bahagia atau justru tragis?
Sampul Novel BUKAN CINTA LOKASI
8.1
Naomi Clara, seorang aktris menawan, terjebak dalam perasaan mendalam saat terlibat proyek film bersama Azka Dananjaya. Meski sempat menepis perasaannya, kepedulian Azka yang tulus akhirnya meruntuhkan pertahanan Clara. Namun, ikatan mereka diuji oleh restu keluarga Azka yang menentang status Clara karena bukan berasal dari kalangan ningrat. Azka berjanji akan terus mencintai Clara apa adanya, meskipun rintangan perbedaan kasta mengancam hubungan mereka.
Sampul Novel Catatan Rahasia Sekretaris Suamiku
7.8
Davina menemukan bukti perselingkuhan suaminya, Fathan, melalui catatan rahasia milik Lulu. Namun, situasi berubah mencekam saat Lulu, yang merupakan sekretaris sekaligus sahabat dekatnya, ditemukan tewas terbunuh secara misterius. Siapakah dalang di balik kematian tragis tersebut? Akankah pernikahan Davina dan Fathan bertahan di tengah badai pengkhianatan dan teka-teki pembunuhan ini? Ungkap kebenaran di balik setiap rahasia kelam dalam kisah ini.
Sampul Novel CLBK(Cinta Lama Biar Kembali)
9.2
Hubungan Ayu dan Irfan hancur karena restu orang tua yang tak kunjung datang. Irfan terpaksa menikahi Desi, sahabat Ayu, sementara Ayu melarikan diri ke kota demi menyembuhkan luka. Saat Ayu mulai membuka hati bagi pria lain, Irfan muncul kembali untuk mengejar cintanya. Meski Irfan berjanji hanya mencintai Ayu selamanya, Ayu menolak keras. Ia tak sudi menjadi orang ketiga dalam rumah tangga mantan kekasihnya itu meski perasaan lama masih ada.
Sampul Novel Dosenku Mantan Suamiku
9.0
Ardan menceraikan Luna karena tuduhan perselingkuhan dan keraguan atas status anak mereka. Lima tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka kembali dalam situasi yang berbeda. Ardan yang dulu pengusaha sukses, kini menjadi dosen di kampus tempat Luna menuntut ilmu. Meski Ardan masih menyimpan dendam dan melontarkan kalimat pedas tentang pengkhianatan masa lalu, Luna justru menanggapi sikap dingin mantan suaminya itu dengan keberanian dan kecurigaan yang jenaka.
Sampul Novel Gadisku UniQue
9.5
Uni merintih kesakitan saat Ares mencoba memasukkan sesuatu dengan hati-hati. Meski telah diminta untuk perlahan, rasa sakitnya membuat Uni membentak Ares hingga situasi menjadi panik. Ares akhirnya mengajak Uni ke kamar mandi demi kemudahan. Di luar ruangan, Deris yang tidak sengaja mendengar percakapan ambigu tersebut merasa sangat terkejut dan tidak percaya. Kesalahpahaman pun muncul akibat interaksi intens yang penuh ketegangan ini.