Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kubiarkan Kau Bersama Selingkuhanmu

Kubiarkan Kau Bersama Selingkuhanmu

Betapa hancurnya hatiku saat mengetahui Arza, suamiku sendiri, berselingkuh dengan Zorah. Padahal, selama ini aku yang membiayai hidup janda dari mendiang kakakku itu. Sungguh kejam cara Zorah membalas segala kebaikanku. Namun, aku tidak akan tinggal diam meratapi pengkhianatan ini. Aku telah menyiapkan serangkaian kejutan menyakitkan yang akan menghancurkan hidup mereka berdua. Kini saatnya para pengkhianat itu merasakan pembalasanku yang tak terduga.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Maa...! Maa...!

Terdengar suara Davin dan Divan memanggil. Aku meninggalkan lantai atas dengan segera. Aku lebih khawatir pada dua buah hatiku.

"Maa, kita mau tidur, ngantuk. Mama habis darimana sih?"

"Nggak kemana-mana, tadi habis ngusir tikus."

Ku tuntun keduanya menuju kamar. Ku temani hingga mereka tertidur. Padahal di hati rasa memburu masih menyala-nyala. Arza, lelaki yang menikahiku delapan tahun silam, sekarang berbalik mengkhianati dengan menjalin hubungan kepada kakak iparku sendiri.

Dan juga Mbak Zorah, yang merupakan istri dari bang Ramond mendiang kakakku, secara sembunyi-sembunyi tega bermain-main dengan suamiku yang merupakan adik iparnya sendiri.

Selisih umurku dan Mbak Zorah terpaut jauh, dia 35tahun dan saya 26 tahun. Namun Mbak Zorah selalu rajin melakukan perawatan mahal yang rutin. Sehingga membuat tubuhnya senantiasa bersih dan terawat. Meskipun aku tidak tahu darimana saja dia mendapatkan uang. Biaya hidupnya saja kami yang menopang.

Dulu Zorah dan Bang Ramon kakakku menikah muda. Karena Mbak Zorah Hamil di luar nikah. Makanya selisih umur Debbie dan anak-anakku beda jauh.

Sedangkan Arza berumur 36 tahun. Selisih 10 tahun denganku. Dulu kukira dengan menikahi pria yang lebih dewasa akan mampu membimbingku. Ternyata tidak juga. Kematangan pikiran tidak bisa di ukur dari umur.

Sedangkan aku, juga biasa melakukan perawatan seperlunya saja. Tidak setiap hari juga pergi kesalon.

"Ma, Papa keluar sebentar ya, ada urusan penting."

Kepala Arza tiba-tiba nongol di pintu kamar. Mendengar Arza ingin keluar, kembali emosiku mulai menanjak ke ubun-ubun.

"Mau kemana lagi, Pa. Ini sudah mulai malam."

"Halaah jangan cerewet Ma, jadi istri. Suami mau keluar sebentar saja udah di serang. Namanya juga punya suami seorang Manajer, sudah pasti di anggap penting sama orang-orang."

"Penting sih penting. Tapi tidak ada juga kali manajer tugas di malam hari."

"Kamu mana tahu urusan pekerjaan seorang Manajer, toh kamu cuma karyawan kecil."

Deggh... Nada bicara Arza seakan menyudutkan profesiku.

"Maksudnya apa, Pa?"

"Maksudku, kamu seharusnya mengerti keadaan suami. Di saat merasa penat, suami butuh hiburan. Disaat capek suami butuh ketenangan."

"Kamu selalu mencari hiburan diluar, hiburan seperti apa yang kamu datangi selama ini? Apakah anak-anak tidak bisa menghibur hatimu?"

"Tidak sepatutnya kamu bicara seperti itu Nadine, anak-anak adalah anak-anak. Tidak usah disangkut pautkan sama hiburan. Tuh kalau aku keluar setiap malam juga, aku nggak minta uang sama kamu kan? Aku pakai uangku sendiri. Aku sama sekali tidak merepotkan kamu. Lalu apa pedulimu? Kamu mau mengekangku di rumah ini? Tidak bisa Nadine. Mau aku keluar mau berada di rumah itu hakku. Rumah ini juga rumahku."

"Aku curiga sama kamu, Pa. Setiap malam kamu keluar. Pulang kerja pun kamu selalu terlambat. Sedikit-sedikit alasanmu pekerjaan. Aku tahu pekerjaanmu di kantor tidak menyita waktumu seperti ini. Sampai-sampai berada di rumah bisa dihitung menitnya. Rumah Hanya seperti tempatmu makan, mandi, dan berganti pakaian saja. Selama ini aku tidak curiga sedikitpun sama kelakuanmu."

"Memang sudah seharusnya kamu tidak usah curiga padaku. Semua kebutuhanmu sudah aku cukupi, kebutuhan anak-anak dan rumah tangga juga demikian. Lalu apalagi yang ingin kamu protes. Seharusnya kamu bersyukur aku sudah cukup baik menjadi suami dan ayah yang bertanggung jawab untuk anak-anak."

"Kamu pikir tanggung jawab hanya untuk uang? kamu pikir anak-anak tidak membutuhkan perhatian?"

"Perhatian seperti apa lagi yang kamu mau? Kamu ingin aku hanya berdiam diri di rumah yang membosankan ini? Kamu bukan ratu yang harus ku patuhi, Nadine. Bahkan kamu yang seharusnya mematuhi ku sebagai kepala keluarga yang sudah bersusah payah menafkahi hidup kalian bertiga. Bisakah kamu sedikit mengerti keadaan suami? Jadilah seorang istri yang mengerti, Nadine. Tidak usah banyak mencampuri urusanku, lagi itu tidak merepotkanmu.

"Lalu kamu pernahkah mengerti akan istri? Atau kalaupun tidak, adakah kamu mengerti untuk anak-anak?"

"Jangan sangkut pautkan anak-anak denganku, Nadine. Kau adalah seorang ibu. Seorang ibu harus merawat dan mengayomi anak-anak. Sedangkan untuk seorang ayah, aku berkewajiban untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka."

"Begitu? Kau pikir semuanya cukup dengan uang yang kau berikan?"

"Sudah tentu."

"Coba kamu hitung Pa, angsuran mobil mu saja berapa sebulan?"

"Oh jadi sekarang kamu sudah pandai main hitung-hitungan begitu?"

"Oke kalau begitu kredit mobilmu biar kamu bayar sendiri. Biar kamu seberapa besar nilai uang yang kamu beri selama ini. Malas aku menutupinya."

"Hahaha.... kamu membanggakan gajimu yang secuil itu? Untuk jajan Davin dan Divan saja tidak cukup. Boro-boro mau nutupi kredit mobil."

"pokoknya aku tidak mau tahu, mulai bulan depan aku tidak akan membayar kredit mobilmu kalau kamu tidak mau membayarnya sendiri biarlah mobilmu ditarik.

"Kalau begitu jatah bulananmu juga harus di kurangi."

"Oke, asalkan jatah makanmu juga hilang."

"Istri tidak bisa membahagiakan hati suami kamu."

"Kamu juga suami tidak bisa membahagiakan hati istri."

"Istri tidak becus kamu. Sudah dikasih uang lebih dari cukup untuk kebutuhan masih saja protes. Mana tahan aku di rumah. Tidak betah. Kamu istri yang tidak berterima kasih, tidak bersyukur, menyesal saya menikahimu dulu. Lebih baik aku pergi sekarang."

Sambil berkata demikian, Arza keluar dengan kemarahan dan membanting pintu.

"Ddaar...!"

Suara bantingan pintu memekakkan telinga. Itu semua hanya alasannya saja. Paling-paling mau menemui mbak Zorah yang nyaris telanjang tadi.

Eh iya tadi aku tidak menyinggung masalah Mbak Zorah ya sama dia. Tapi ada bagusnya juga, dia akan menganggap aku masih belum tahu soal hubungannya dan Mbak Zorah.

Tidak kusangka Mbak Zorah yang selama ini ku tolong ternyata membalas dengan menarik perhatian suamiku. Apa yang harus aku lakukan untuk membalas perbuatan mereka ya?

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95PCU" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95PCU
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Akibat Percaya Pekerja Magang
9.4
Niat hemat seorang pekerja magang baru justru membawa petaka. Ia nekat menukar kue lapis legit premium untuk klien seharga 20 juta dengan produk murah dari Shopee, mematikan listrik saat lembur, hingga mengusulkan kerja tanpa dibayar pada hari kemerdekaan. Saat sang protagonis menentang ide ekstrem tersebut demi membela rekan kerja, anak magang itu malah menuduhnya mencari keuntungan pribadi. Anehnya, sang bos justru memihak si magang dan memecat sang protagonis.
Sampul Novel Aku gundik
8.0
Ragazza Perfetto dikenal sebagai sosok pria kaya raya yang memiliki kepribadian hampir tanpa celah. Namun, kesempurnaan hidupnya seketika hancur saat wanita yang ia cintai dengan sepenuh hati justru tega mengkhianatinya. Tanpa belas kasihan, belahan jiwanya tersebut menginjak-injak harga diri Ragazza dan menyerahkan kehormatannya kepada seorang gundik. Kini, sang miliarder harus menghadapi kenyataan pahit saat martabatnya dilemparkan begitu saja dalam konflik romansa ini.
Sampul Novel Ayah Dari Anakku
8.0
Dikhianati oleh orang terdekatnya, Anastasia Tillman kehilangan segalanya dalam satu malam kelam sebelum akhirnya diusir. Lima tahun berlalu, ia bangkit menjadi desainer perhiasan sukses yang mandiri bersama putra kecilnya. Namun, ketenangan hidupnya terusik saat seorang pria kaya hadir menawarkan pernikahan demi membesarkan anaknya. Meski Anastasia merasa tak butuh bantuan pria itu, kemiripan wajah sang putra dengan pria tersebut tak bisa diabaikan. Akankah ia luluh?
Sampul Novel CEO & Sekretaris
8.0
Tasya memberanikan diri melangkahkan kaki ke kantor pusat Adityaswara dengan harapan besar. Sambil menahan debar di dada, ia segera menghampiri meja resepsionis untuk mencari tahu ketersediaan lowongan pekerjaan di sana. Ia sangat berharap keberuntungan berpihak padanya sehingga bisa diterima bekerja di perusahaan bergengsi tersebut. Langkah awal ini menjadi penentu masa depannya dalam mengejar karir di bawah pimpinan CEO perusahaan yang sangat berkuasa.
Sampul Novel Gadis Kecil Milik Tuan Nicholas
9.6
Nicholas Lauther terkejut saat baru menjabat CEO Nexon Games, karena Billi dan Emma menjodohkannya dengan Amora Georgina. Amora, gadis 19 tahun dari keluarga sederhana, baru saja pindah ke kota untuk mengelola restoran steak milik Mark dan Anna. Meski kepribadian mereka bertolak belakang, Nicholas dan Amora terpaksa bersandiwara demi orang tua mereka. Sambil berpura-pura patuh, keduanya diam-diam menyusun rencana matang untuk membatalkan ikatan perjodohan tersebut.
Sampul Novel Nafkah dua puluh ribu darisuamiku
8.4
Memiliki suami dengan karier mapan dan kondisi finansial yang stabil ternyata tidak menjadi jaminan kebahagiaan bagi seorang istri. Meski sang suami mampu menyediakan fasilitas hidup yang sangat layak dan serba berkecukupan, kenyataan pahit justru menghampiri rumah tangga mereka. Ia terpaksa berjuang sendirian untuk menghidupi dirinya sendiri di tengah kemewahan yang ada. Sebuah kisah tentang perjuangan batin dan kemandirian di balik bayang-bayang kemapanan.