Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kuakhiri Dendam Ini

Kuakhiri Dendam Ini

Kehidupan tenang Anisa hancur dalam sekejap saat suaminya, Barry, kembali dari perjalanan luar negeri. Kegembiraan menyambut kepulangan sang suami berubah menjadi kengerian luar biasa ketika sebuah koper miliknya dibuka. Di dalamnya, tersimpan jasad seorang wanita cantik yang tidak bernyawa. Penemuan mayat misterius ini memicu huru-hara di rumah mereka, menyeret Anisa ke dalam pusaran misteri kelam yang mengancam segalanya.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Awasi terus Barry. Setoran terakhir berkurang banyak. Lakukan apa saja yang membuatnya takut."

Mister Kong, mengepalkan tangan kiri sementara tangan kanannya memegang cerutu. Pria asal Indonesia yang kini menetap di Hongkong itu begitu murka.

Barry orang kepercayaannya, sejak setahun lalu. Perkenalannya dengan Barry di sebuah kelab di Hongkong, meninggalkan kesan tersendiri. Mister Kong bahkan mengundang Barry agar makan malam bersama keesokan harinya, di sebuah restoran. Pertemuan itu terus berlanjut, seiring dengan seringnya Barry datang ke Hongkong. Saat itu Barry masih datang untuk urusan kantor.

Kecocokan di antara keduanya, menjadi awal sebuah transaksi bisnis. Di mata Mister Kong, Barry pria ambisius namun perhitungan, juga cerdas.

Hanya enam bulan sejak perkenalan mereka, Barry sudah mengemban tugas penting dari Mister Kong. Mengatur penerimaan barang selundupan dari Hongkong, yang masuk melalui Bandara Halim Perdanakusuma.

Barry yang memerlukan uang banyak, untuk membiayai Amanda, dengan senang hati menerima tawaran itu.

Awalnya semua berjalan lancar, Barry menerima imbalan yang besar atas setiap transaksi yang lolos. Bekerjasama dengan temannya yang bekerja di Bandara, barang selundupan berhasil sampai ke tangan para pengedar dengan aman.

Mister Kong semakin mempercayai Barry, bahkan Mister Kong akhirnya mempercayakan pengelolaan sejumlah uangnya yang ada di Indonesia kepada Barry.

Namun ada yang berubah, lama kelamaan Barry mengambil keuntungan lebih dari imbalan yang sudah disepakati. Hal itu memicu kemarahan Mister Kong.

Sudah berkali-kali Mister Kong meminta Barry membayar kembali uang kekurangannya, tapi Barry terus menunda. Pada transaksi penyelundupan terakhir, Mister Kong tidak lagi melibatkan Barry, tapi dirinya bertekad harus memaksa Barry membayar hutangnya.

"Apa perlu kita sakiti keluarganya, Boss?" Raymon—tangan kanannya—berdiri di samping Mister Kong dan mendengarkan dengan seksama.

"Jangan! Saya tidak mau mengotori tangan dengan menyakiti keluarganya."

"Tapi, Boss ...."

"Saya pebisnis. Bukan orang jahat. Saya yakin anak istrinya tidak tau apa-apa."

"Jadi …."

"Huum, harus yang lebih dramatis."

"Info yang saya dapat, Barry punya selingkuhan, Boss."

"Itu bagus, bagus sekali!"

"Jadi …."

"Jadi … jadi … kejar wanita itu. Siapapun namanya, kejar! Teror sampai Barry ketakutan dan mengembalikan semua uang saya!" Mister Kong melempar kursi plastik yang ada di sampingnya hingga menghantam meja di depannya. Cangkir teh jatuh hingga pecah berhamburan.

Raymon bergegas mengambil kursi dan membetulkan letaknya. Ia paham, bila Mister Kong sudah marah, siap-siap barang apa saja di dekatnya akan dilempar ke sembarang tempat. Tetapi di balik sikap kasarnya, Mister Kong adalah pria penyayang keluarga. Mungkin itu sebabnya dirinya tidak ingin menyakiti anak istri Barry, walau informasi tentang mereka sudah lengkap.

"Kamu tau, Raymon. Setiap pria yang punya selingkuhan pasti akan menutup rapat hubungannya dari istrinya, atau orang lain. Kejar wanita itu, siapa tadi namanya …?"

"Amanda, Boss."

"Ya, wanita itu, Amanda. Bila sesuatu terjadi padanya, Barry tidak akan dengan mudah mengaitkannya dengan kita. Tapi pasti dia akan merasa takut. Itu artinya kemungkinan dia bayar hutang, lebih besar. Paham kamu Raymon?"

"Paham, Boss. Betul itu."

Bukan hanya itu, bila dirinya menyakiti keluarga Barry, kemungkinan besar Mister Kong akan berurusan dengan hukum, sangat besar bila keterlibatannya terungkap. Tapi bila mengincar wanita selingkuhannya, Barry pasti akan berusaha menutupi kasusnya.

"Barry, kau akan menyesal telah berani mengkhianatiku!" batin Mister Kong.

***

[Lelaki itu berangkat ke Bangkok bersama selingkuhannya.]

***

"House keeping!" Barry membuka pintu kamar hotel tempatnya menginap di Bangkok, saat mendengar seruan di luar pintu. Tanpa curiga, Barry mempersilakan lelaki berseragam cleaning service itu masuk. Sejenak Barry memperhatikan nama yang tertulis di seragamnya, Farhan. Dari nama dan tampangnya, pria itu tampak seperti tenaga kerja dari Indonesia.

Setengah jam lalu, dirinya memang meminta agar kamar dibersihkan. Seharian mereka menghabiskan waktu di kamar, setelah berhari-hari sebelumnya mengelilingi berbagai tempat wisata di sana. Kini, mereka sangat lelah.

Amanda masih berbaring dengan selimut menutupi tubuh, sementara tangannya sibuk dengan layar ponsel. Bahu yang terbuka, terlihat jelas oleh Farhan yang memandang melalui ekor matanya. Barry lalu merebahkan badan di samping Amanda, seraya menatap layar televisi. Pria itu bertelanjang dada. Sejenak Farhan membatin, Barry memang gagah dan simpatik, tidak heran wanita seperti Amanda menggilainya. Bukan hanya kharismatik, Barry juga pasti memanjakannya dengan uang berlimpah.

Hmmmm, malang sekali istri pria ini! Batinnya.

Farhan mulai membersihkan setiap sudut kamar. Merapikan kursi yang sudah berubah posisi. Mengambil tisu bekas yang bertebaran di lantai, hingga mengangkat piring-piring kotor yang tergeletak di atas meja.

Telinga Farhan jelas mendengar percakapan keduanya.

"Barusan ada telepon dari kantor, Mas. Manda harus masuk kerja lusa, ada rapat penting harus dihadiri seluruh staf."

"Mmmmm ... berarti kamu harus pulang besok?"

"Iya, Mas nggak apa-apa, pulang lusa aja. Sayang tiketnya. Yang penting kan kita sudah menghabiskan waktu bersama."

Tanpa sungkan, Amanda memeluk mesra Barry, sementara Farhan hanya tersenyum menyaksikan keduanya bak anak remaja jatuh cinta.

Semula, Barry dan Amanda berencana pulang lusa, hari Rabu, tetapi Amanda takut disanksi karena sering absen rapat. Dirinya sangat memerlukan statusnya sebagai pekerja kantoran agar status yang sesungguhnya aman.

Sebagai karyawan, uangnya tak seberapa, kebutuhannya sudah dicukupkan oleh Barry, tapi untuk saat ini, itulah yang paling aman.

Begitulah, Amanda pulang sehari lebih dulu, sementara Barry tetap mengikuti jadwal kepulangan yang sudah dibeli jauh hari.

"Ya, sudahlah. Cuma beda sehari. Sayang kalau tiket hangus dua-duanya," pikir Barry saat itu.

***

Tak pernah sedikitpun Barry menyangka, aktivitas keduanya selama di Bangkok, diabadikan seorang pria melalui telepon genggamnya. Bukan hanya di hotel, bahkan di tempat-tempat yang mereka kunjungi, seseorang mengabadikannya.

Seperti hari ini, sedikitpun dirinya tak menyadari, bila Farhan berhasil mengambil beberapa gambar kebersamaan keduanya di tempat tidur.

***

"Terima kasih, ini upahnya." Lelaki berseragam cleaning service itu menyerahkan seragam yang dikenakannya, kepada Farhan yang sebenarnya. Berikut segepok uang.

Farhan, TKI yang bekerja di hotel itu, sejak setahun lalu, sangat senang bisa melayani tamu dari negara asal yang sama.

Tamu itu adalah Sandy. Sudah lima hari ia menginap di kamar persis bersebelahan dengan kamar Barry. Berkali-kali Barry meminta cleaning service membersihkan kamarnya, sesuai info yang didapatnya dari Farhan, petugas sebenarnya yang berhasil disogoknya sejak hari pertama ia menginap di hotel itu.

"Infokan saja ke saya, kalau kamar sebelah memanggil petugas," ujarnya, saat Farhan merapikan kamarnya, lima hari lalu.

"Saya perlu masuk saat keduanya ada di kamar. Hanya beberapa gambar. Jangan khawatir saya tidak akan membuat keributan. Kamu akan dapat imbalan besar dari saya," janji Sandy, saat melihat Farhan meragu.

Setelah hari kelima, barulah Barry meminta petugas datang saat dirinya di kamar. Hari-hari sebelumnya, Barry selalu meminta petugas datang, saat ia dan Amanda sedang keluar kamar.

Kesempatan itu digunakan Sandy untuk menyamar sebagai Farhan, lalu mengirimkan gambar-gambar yang didapatnya ke seseorang di Singapore. Caroline.

***

Sandy tersenyum, saat keesokan hari, dirinya melihat Amanda keluar dari kamar hotel, membawa koper bersamanya, dengan Barry mengikuti dari belakang tanpa membawa koper. Saat itu, Sandy berpura-pura berdiri di pintu kamarnya sembari menelepon seseorang.

"Berhasil, Bos. Wanita itu pulang duluan, sesuai instruksi."

Di seberang telepon seorang wanita terkekeh, menyadari panggilan telepon dirinya menyamar sebagai sekretaris direksi di kantor tempat Amanda bekerja, berhasil.

Gambar demi gambar diterimanya dari Sandy.

"Amanda, sebentar lagi waktumu habis. Akan kuambil semua yang pernah kau ambil dariku. Kau akan membayar air mata darah yang kukeluarkan, dengan darahmu sendiri," geramnya.

*

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95KTT" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95KTT
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dia Menjadi Gila Setelah Mengurungku di Gudang Pendingin
9.4
Demi membalas penderitaan cinta pertamanya, William Yuardi tega mengunci istrinya di dalam gudang pendingin tua yang terbengkalai. Dia hanya meninggalkan semangkuk air agar istrinya merenungkan kesalahannya. Tanpa disadari, mesin pendingin tiba-tiba menyala otomatis setelah pintu dikunci. Di tengah suhu yang membekukan, sang istri terus berteriak meminta tolong hingga jari-jarinya berdarah. Saat pintu akhirnya dibuka tujuh hari kemudian, penyesalan William tidak lagi berarti karena ia hanya mendapati jasad yang telah membeku.
Sampul Novel Hitungan Mundur Di Atas Kepala
8.1
Kemampuan melihat angka kematian di atas kepala orang terdekat membuatku dicap pembawa sial. Ketiga kakak laki-lakiku membenciku setelah kakek, ayah, dan ibu tewas dalam sehari sesuai ramalanku. Anehnya, adik perempuan kami yang kelahirannya merenggut nyawa ibu justru dipuja sebagai pembawa berkah. Di hari ulang tahunku yang kedelapan belas, cermin menunjukkan hitungan mundur ajalku sendiri. Usai membeli kotak abu, aku memasak hidangan terakhir untuk berkumpul bersama kakak-kakakku. Namun, hingga waktu itu habis, tak ada satu pun dari mereka yang datang menemui diriku.
Sampul Novel Istriku Kuyang
9.6
Yusuf, seorang pemuda asal Jawa yang merantau, menemukan tambatan hati pada seorang gadis cantik di Kalimantan. Namun, romansa indah itu seketika berubah menjadi teror mengerikan saat ia mengungkap identitas asli sang kekasih. Ternyata, wanita yang ia puja adalah sosok kuyang, siluman berkepala terbang dengan organ dalam yang menggantung. Kini, Yusuf terjebak dalam dilema antara cinta dan kengerian. Bagaimana nasib hubungan mereka selanjutnya?
Sampul Novel Janda Cantik Dan Psycopat Dingin
8.2
Pasca memergoki perselingkuhan sang suami, seorang wanita menolak untuk terpuruk dalam kesedihan. Alih-alih menyerah, ia menyusun rencana balas dendam yang kejam demi memberikan rasa sakit yang setimpal kepada para pengkhianat. Namun, langkahnya terhenti saat seorang pria misterius masuk ke hidupnya secara tiba-tiba. Siapa sangka, sosok tersebut adalah psikopat berdarah dingin yang terobsesi dan jatuh cinta padanya. Akankah ini membantu atau menghancurkan tujuannya?
Sampul Novel JARAN GOYANG PENARI JAIPONG
8.3
Terbakar api cemburu melihat Abimanyu memadu kasih dengan sahabatnya sendiri, Kamila nekat menempuh jalan hitam. Ia mengamalkan Ajian Jaran Goyang pemberian Nyai Winarsih, sosok tua yang secara misterius tetap berparas jelita. Kamila tidak menyadari bahwa tindakannya menyeretnya ke dalam pusaran sumpah masa lalu sang nyai. Obsesi buta ini membangkitkan petaka kuno yang telah terkubur puluhan tahun, mengancam nyawa demi sebuah cinta yang dipaksakan.
Sampul Novel Mantra pemanggil kuntilanak
7.8
Ara adalah wanita cantik dan mandiri yang menjalani keseharian jauh dari keluarganya. Meski daya tariknya memikat banyak pria, hidupnya selalu diwarnai berbagai pengalaman mistis yang mencekam. Hubungan uniknya dengan dunia gaib bahkan membuat Ara berteman dengan makhluk halus. Namun, segala gangguan supranatural yang menghantuinya selama ini tiba-tiba berhenti total setelah ia resmi menikah. Kini, kehidupan penuh misteri itu berubah menjadi ketenangan yang tak terduga.