Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ku Lepas Kau Dengan Doa

Ku Lepas Kau Dengan Doa

Rianti menjalani masa nifas dan merawat bayinya setiap malam dalam kesunyian tanpa keluhan. Ia memilih jalan hidup yang penuh ketabahan meski harus memendam kerinduan dan kesedihan di balik tawa palsunya. Kesetiaan Rianti diuji saat kepercayaan dikhianati dan harapan hanya menjadi bualan semata. Baginya, janji suci tak akan pernah terulang kembali setelah luka mendalam yang ia rasakan sendiri di tengah dinginnya malam yang menyayat sepi.
Bab
Bagikan

Bab 2

Rianti melahirkan bayi tanpa di dampingi sang suami.

Menjelang subuh telah lahir seorang bayi laki-laki dengan berat dua koma delapan, kulitnya bersih dengan rambut yang hitam pekat.

Mas Bambang dan istrinya mbak Ida mengantarkan di Bidan desa. Hanya sekitar satu kilometer dari rumahnya.

Pagi itu terasa dingin sekali, mengingatkan mas Bambang beberapa tahun yang lalu ketika mengantarkan istrinya, tetapi kali ini perempuan yang akan melahirkan adik kandung mas Bambang.

Mas Bambang mendengar tangisan bayi dari dalam ruangan bersalin.

Bidan,"Alhamdulillah anak ibu laki-laki, bapaknya mana?"

Mas Bambang sudah ada di dalam ruangan, mereka bertiga serempak mengucapkan,

"Alhamdulillah"

Mas Bambang mendekati bayi yang baru lahir di dekat telinga sebelah kanan untuk melantunkan adzan dan iqomah sebelah kiri.

"Bayimu sehat loo Rin, semoga besuk menjadi anak yang sholeh."

"Iya pak dhe, matur nuwun doanya."

"Hidungnya mancung loo Rien," mbak Ida ikut komentar.

"Iya pa mbak." Rianti ikut memperhatikan juga.

Sementara Mas Bambang bergegas pamit pulang.

"Pak dhe, pulang dulu ya, biar mbak mu yang temani."

"Iya pak dhe," Dalam hati Rianti merasa bersalah di saat seperti ini akhirnya kakaknya juga yang repot.

Tapi semua sudah berjalan normal seperti tidak ada masalah. Mas Bambang juga tidak pernah membahas tentang kepergian mas Bayu.

"Obatnya tiga kali sehari ya bu, kalau ada keluhan bisa hubungi saya." Kata Bidan.

"Makasih bu Bid," Rianti bersyukur proses persalinan berjalan lancar, secara normal.

Di hari ketiga Rianti dan bayinya sudah boleh pulang, ibu dan bayi dalam keadaan sehat wal afiat.

"Sisa tabungan ku cukup untuk beli dua ekor kambing untuk aqigoh di hari ketujuh." Rianti lihat tabungan.

"Biar besuk minta tolong pak dhe saja beli kambingnya." Rianti masih berdialog sendiri.

"Biasanya mas Bambang sudah ada pandangan kambing dari kampung sebelah, jadi bisa mendadak." Rianti sudah merasa cukup tenang.

Kebahagian itu tidak terlepas dari keberhasilan Rianti melewati hari-hari tanpa suami sampai proses kelahiran anaknya.

"Mas Bayu sudah benar-benar melupakan kelahiran anaknya sebenarnya dia juga sudah tahu hitungan bulan kelahiran, tapi mungkin lupa atau lagi sibuk," sekelumit pertanyaan yang bersarang di kepala Rianti.

"Tapi mengapa nomornya sudah tidak aktif lama ya? barangkali hape nya rusak atau hilang, jadi hilang kontak." Rianti selalu berfikir positif untuk suaminya.

"Semoga cepet selesai kuliahnya biar bisa cepet cari kerja." Doa Rianti.

Tinggi putih badannya masih gempal rambut panjang terbalut kain batik panjang sedikit tersingkap kaki mulus milik Rianti.

Tidak terlihat kalau Rianti habis melahirkan tiga bulan yang lalu.

laki-laki mencoba mendekati di kira masih gadis, rambut di ikat menambah terpancar dari wajah terlihat lebih cerah.

Perubahan pasca melahirkan Rianti lebih suka berdandan ala tipis tipis kesan sederhana lebih dominan.

Dasar orangnya sudah cantik putih dipoles sedikit sudah bikin orang lain tidak mengenalinya.

Rianti sudah dapat kerja di pabrik garmen sebagai resepsionis, karena penampilannya memang mendukung sebagai etalase kantor.

Rianti cepat di kenal orang karena setiap pagi hampir berpapasan dengan semua karyawan.

Sikap ramah dan murah senyum membuat Rianti banyak teman.

Tetapi jangan berharap lebih dari sikapnya yang ramah murah senyum bukan berarti mudah diajak jalan.

Rianti sudah membuktikan kesetiaan sampai detik ini. Tidak berpaling dari Bayu suaminya.

Darah nifas yang mengalir saat melahirkan dan tangisan bayi di setiap malam dilalui sendiri tanpa berkeluh kesah karena ini adalah sebuah pilihan hidupnya Rianti.

Sedih dalam diam, menunggu dalam kesetiaan, menangis tanpa air mata, dinginnya malam menyayat sepi. Rindu tak pernah bilang. Tertawa hanya untuk menutup luka.

Bila harapan sebatas bualan, kepercayaan yang di khianati tak kan ada lagi pengulangan janji suci.

Sampai saat ini Rianti ingin menjaga pernikahan yang pertama sebagai pernikahan yang akan membuat dirinya bahagia.

Rianti tidak pernah berfikir yang membuat dirinya pesimis terhadap suaminya, walau sampai saat ini belum ada kabar dari Bayu sama sekali.

Di setiap ada laki-laki yang mendekat selalu di tolak dengan halus.

Tetapi Bos perusahaan di mana Rianti kerja mulai tertarik dengan penampilan Rianti.

Masih muda duda anak satu, setiap masuk kantor hanya sebatas senyum kecil saja dan melirik ke arah Rianti.

Pertama tidak terpikirkan oleh Rianti, sebatas keramahan seorang Bos yang menyapa anak buahnya.

Tetapi setiap pagi semakin ke sini Rianti menangkap ada sesuatu yang berbeda dan itu membuat Rianti salah tingkah.

Apa yang di pikirkan Rianti menjadi nyata, saat telpon berasal dari jalur ruangan Bos.

Keringat dingin tangan gemetar Rianti memaksa diri berani angkat telpon karena sudah menjadi tugasnya.

"Selamat pagi pak, ada tugas apa pak untuk Rianti?" Nadanya Rianti agak gemetar.

"Iya selamat pagi Rianti, bisa ke ruangan saya sebentar, sekarang ya!"

"Baik pak, segera ke sana." Rianti menutup telepon menuju ruangan pak Bos.

Tok ... Tok ... Tok

"Silahkan masuk Rianti, duduk."

Rianti duduk, tak berani menatap langsung Bos, menunduk terkadang melihat lemari yang penuh dengan data-data kantor.

Bos rupanya juga ingin berlama lama melihat secara langsung. Bos pura-pura memilih file yang berubah ubah.

Otak Bos mulai liar nich setelah melihat langsung Rianti.

"Dia janda atau masih punya suami ya?" Pertanyaan yang tidak pernah terungkap. karena hanya Bos yang tahu.

Pertemuan pertama Bos masih jaga image, ga tahu nanti dech.

Terlalu lama menduda Bos kembali ganas seperti melihat pepaya yang sudah menguning.

"Tolong ini di taruh meja kamu, nanti kalau ada yang ambil telpon dulu saya ya."

"Siap Pak Bos, permisi."

"Eh sebentar, hampir lupa ini juga kamu bawa ya!"

Bos cuma ingin melihat body Rianti apakah tongkrongannya masih bagus.

Rianti sudah keluar ruangan, Bos mengunjal nafas panjang dengan mengeluarkan kegundahan perasaan yang masih tertahan gengsi.

Bos mulai bertingkah aneh, ruangan ber ac tetap saja merasa gerah.

"Besuk harus ada cara lain lagi, yang tadi sudah basi, bisa curiga nanti." Bos memutar otak untuk cara yang lain lagi.

"Kalau pulang terlalu cepet ga ya kalau aku anter, terlalu riskan." Bos mulai kena virus nich.

Selama dia kerja di sini masih banyak waktu untuk mendapatkannya.

Masih banyak waktu untuk membuat dia merasa nyaman dan tidak pindah tempat kerja. Atau jadi sekretaris atau di mana seorang Bos tidak kurang akal.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Tak Membencimu
8.5
Demi melunasi utang ibunya, Ayyara Faderica terpaksa menikahi CEO Kieran Bimantara. Meski Kieran memperlakukannya bak ratu karena rasa cinta yang lama terpendam, Ayyara justru sulit membuka hati dan diam-diam masih menjalin hubungan dengan mantan kekasihnya. Walau dikhianati, Kieran tetap gigih berjuang demi mendapatkan cinta sang istri. Akankah Ayyara akhirnya menyadari ketulusan Kieran, ataukah masa lalu akan menghancurkan pernikahan mereka?
Sampul Novel Antara Takdir dan Cinta
9.3
Daren memaksa Azra Guzel Nawala untuk menikahinya tanpa memberi ruang untuk menolak. Bagi Azra, pria egois itu tidak memahami cinta suci dan hanya memberikan perintah mutlak. Meski Azra sangat mencintai Bima, sosok yang terasa mustahil ia gapai, takdir justru menyeretnya ke pelukan orang asing yang terobsesi memilikinya. Kini, Azra terjebak dalam dilema antara perasaan tulusnya pada Bima dan pernikahan paksa yang menghancurkan harapannya akan kebahagiaan sejati.
Sampul Novel Breaking Bad: Menikah dengan Iblis
7.8
Kebodohanku berujung fatal saat aku menikahi pria yang ternyata berhati iblis. Di tengah kondisi fisik yang kian melemah, aku mulai curiga bahwa suamiku sendiri sedang meracuniku secara perlahan. Kejanggalan terus muncul, mulai dari pelayan yang memata-matai hingga keraguan bahwa anakku adalah darah dagingku sendiri. Terjebak dalam penjara rumah tangga ini, aku bersumpah akan mengungkap semua rahasia gelapnya dan membalas dendam meski harus bertaruh nyawa.
Sampul Novel Cinta Si Kembar (TWINS LOVE)
9.0
Demi membiayai pengobatan sang ibu yang kritis, Maya terpaksa menyetujui tawaran pernikahan kontrak dari Reno. Di sisi lain, Reno sengaja memanfaatkan situasi sulit Maya untuk menjeratnya dalam ikatan legal yang menguntungkan. Bagi Reno, pernikahan ini hanyalah strategi licik untuk mengamankan harta warisan keluarga sekaligus memperkuat dominasinya di perusahaan. Mereka terjebak dalam kesepakatan gelap yang didasari oleh ambisi dan kebutuhan mendesak.
Sampul Novel Dari Benci Jadi Tayang Tayang
9.2
Karra Bella Atmadja terjebak dalam dilema cinta segitiga rumit dengan teman kecilnya, Darayan Noah Tedja. Masalahnya, Noah justru mencintai Kanaya, sementara Kanaya sendiri telah lama ditaksir oleh sepupu Bella yang bernama Raquello. Ketidakpastian menyelimuti hubungan mereka karena sikap Noah dan Naya yang sulit jujur. Saat Bella mulai lelah berjuang dan menyerah pada perasaannya, siapakah yang akhirnya akan saling memiliki dalam romansa dewasa muda ini?
Sampul Novel Istriku Janda Kaya
8.4
Dicampakkan sang istri karena kemiskinan, Dimas terpuruk dalam kesulitan ekonomi hingga ditinggalkan tanpa belas kasihan. Di tengah keputusasaan, ia bertemu Luna di kelab malam yang menawarkan pernikahan kontrak dengan tiga syarat khusus. Namun, saat Dimas mulai menata hidup barunya, sang mantan istri mendadak muncul kembali untuk mengusik kebahagiaannya. Akankah kehadiran masa lalu tersebut berhasil menghancurkan rumah tangga barunya bersama Luna?