Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Komodo Hijrah

Komodo Hijrah

Mahesa adalah pengusaha waralaba sukses yang selalu gagal dalam urusan asmara. Ia merasa dikutuk oleh rival bisnisnya karena tak pernah berhasil membawa hubungan ke jenjang pernikahan. Berbagai metode, dari yang logis hingga di luar nalar, ia coba demi menemukan pendamping hidup. Dalam pencarian itu, Gayatri, sahabat masa kecil yang kerap bertindak bak pengawal pribadinya, selalu setia mendampingi. Namun, mampukah persahabatan mereka bertahan saat perasaan baru mulai tumbuh?
Bab
Bagikan

Bab 1

Gayatri mempercepat langkahnya menuju kediaman Mahesa, sahabatnya. Ia baru saja selesai merevisi tulisannya yang akan ia kirim ke editornya, ketika sebuah pesan masuk dan bunyinya cukup mengkhawatirkan. Sambil setengah berlari, ia meraih ponselnya dan menekan nomor sahabatnya yang ia panggil Mbul itu.

“Angkat dong, Mbul! Nyebelin!” Gayatri kembali menelpon dan malah masuk ke pesan suara. “Yaela!” ia menatap layar ponselnya dengan rasa kecewa. Lagi, ia melanjutkan panggilan ke nomor Mahesa. Ketika akhirnya masih pesan suara yang mewakili sahabatnya tersebut, ia lalu memutuskan meninggalkan pesan. “Mbul, kamu jangan aneh-aneh,ya!”

Semenit kemudian, akhirnya ia berada di depan rumah Mahesa yang berpagar tinggi. Pak satpam yang sudah mengenal baik Gayatri langsung membukakan pintu. “Makasih, Pak.!” Gayatri langsung masuk dan menuju taman di belakang rumah Mahesa, tempat yang selalu ia dan Mahesa gunakan saat sedang galau ataupun sedih.

Gayatri tersenyum lega ketika mendapati Mahesa baik-baik saja. Namun, ia juga jadi kesal karena gara-gara pesan singkat Mahesa, ia jadi harus berlari dari rumahnya ke rumah Mahesa yang beda blok.

“Mbul, mikir dulu kek kalau ngirim pesan!”omel Gayatri. Mahesa menatapnya sekilas lalu kembali asyik dengan pemandangan di depannya. “Apa coba maksud pesan tadi itu? Aya, aku sudah nggak kuat lagi.” Gayatri yang dipanggil Aya oleh Mahesa mengulang bunyi pesan yang dikirimkan sahabatnya itu.

“Aku kira kamu mau bunuh diri pakai racun tikus!” ocehnya, namun Mahesa masih saja diam. Wajahnya diliputi rasa sedih yang teramat dalam. Gayatri jadi trenyuh. Ia lalu duduk di samping Mahesa.

“Ya, udah. Aku senang kamu baik-baik saja. Kamu kenapa?” tanyanya lembut. “Ayo cerita, Mbul!” Gayatri sedikit memaksa.

Mahesa menghela nafas panjang. “Dena jadian sama cowok lain, Ya.” Adu Mahesa. Gayatri terkejut, ia ingin tak mempercayai hal tersebut.

“Serius? Kamu tahu darimana? Jangan nge prank aku ya, Mbul! Aku lagi capek banget, nih.” tanya Gayatri sambil memandangi wajah Mahesa.

“Aku nggak sengaja terbaca chat dia dengan cowok itu. Awalnya Dena nggak mau ngaku, tapi setelah aku desak, dia akhirnya jujur.”tutur Mahesa sedih. “Aku salah apa sih, Aya? Apa aku ini kurang baik sama cewek? Ini sudah yang ke sekian kalinya aku dikhianati. Padahal aku sudah beli cincin tunangan untuknya. Kamu tahu kan cincin yang waktu itu aku bilang harus di pesan dulu?” curhatnya dan Gayatri mengangguk mengiyakan. “Aku bela-belain nabung buat beliin dia cincin yang paling spesial.” tambah Mahesa sambil menahan kesal.

Hening.

Gayatri bingung mau berkata apa, namun ia dapat merasakan kesedihan sahabatnya itu.

“Mbul, kamu tuh baik. Cowok yang paling baik yang pernah aku kenal. Belum jodoh aja sama Dena. Kan, cewek nggak cuma si Dena aja, Mbul.” Hibur Gayatri.

“Sumpah, sakit banget!” Mahesa mengepalkan tangannya menahan sakit akibat diduakan.

“Iya Mbul, aku tahu kok rasanya. “ujar Gayatri. Gayatri lalu memijat mijat kakinya yang pegal karena berlarian menuju rumah Mahesa.

“Kaki kamu kenapa?”tanya Mahesa, mulai teralihkan dari rasa sedihnya.

“Dibilang pegal iya, sakit juga iya.” jawab Gayatri sembari angannya masih aktif memijat.

“Kamu ngapain tadi? Jogging tanpa pemanasan?” tebak Mahesa.

“Jogging apaan siang bolong gini? Aku tadi tuh lari dari rumah kesini, tahu? Aku panik gara-gara kamu ngirim pesan aneh bin ajaib itu.”celoteh Gayatri.

“Aya,” kali ini Mahesa menatap Gayatri dengan tatapan kesal.

“Apa, Mbul?” balas Gayatri sewot.

“Kamu ngapain kesini lari? Kan ada motor. Memangnya motormu lagi di pinjam?” tanya Mahesa heran.

Gayatri terkesiap. Ia lalu menjitak kepalanya sendiri. “Astagfirulohalazim. Iya ya, aku kan punya motor. Kenapa tadi aku lari kesini?” ia balas bertanya kepada Mahesa.

“Ya, mana ku tahu!” balas Mahesa tak kalah sewot, namun kali ini satu sungingan senyum telah terukir di bibirnya.

“Kok aku bisa pikun gitu, ya?” Gayatri kembali bertanya dan kali ini Mahesa tak mampu lagi menyembunyikan tawanya.

“Ya Allah, Aya! Kamu nggak sadar ada motor dirumah? Ya, salam!” Mahesa mendadak lupa akan kesedihannya.

“Sumpah, aku beneran nggak kepikiran kalau ada motor, Mbul. Aku mikirnya kamu nanti ada apa-apa, soalnya kan kamu labil.” Gayatri menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya, sementara Mahesa masih larut dalam tawanya.

“Aya, Aya!” ulang Mahesa sambil memegangi perutnya yang sakit karena terlalu bersemangat tertawa.

“Udah nggak sedih lagi?” tanya Gayatri jutek. “Panggilin tukang pijat sana! Kakiku nanti bengkak terus aku nggak bisa jalan, nih.” Gayatri menunjuk kakinya.

“Ih, yang pelupa akut kamu yang kena getahnya aku!”protes Mahesa.

“Eh, aku tadi panik gara-gara siapa? Gara gara kamu!”balas Gayatri. “Pokoknya aku pesan tukang pijat, kamu yang bayari.” Ujarnya lagi sambil memasang tampang galak.

Mahesa mengangguk setuju. Lalu mereka berdua ber-high five sambil berseru “Best friend forever!”

Bulan berlalu, tahun berganti dan Mahesa masih saja selalu belum beruntung dalam percintaan. Dalam dua tahun tujuh bulan, Mahesa sudah dikhiantai sebanyak 3 kali baik oleh pacar maupun calon tunangannya, 4 kali gagal PDKT , tapi duitnya sudah ludes untuk memanjakan cewek-cewek tersebut, 3 kali menjalin friends with benefit yang ujung-ujungnya ia di ghosting, dan selebihnya jangankan mau PDKT, baru di sapa hai saja lewat chat sudah di blokir.

Sementara Gayatri masih sibuk mencari cinta sejatinya yang tak kunjung datang juga. Beberapa kali kencan buta ternyata tak memberikan hasil yang baik untuknya. Nasib percintaanya pun tak kalah menyedihkan dibandingkan dengan kisah cinta sahabatnya. Hingga pada suatu kesempatan , mereka sepakat untuk berubah.

“Ya, kita kan selalu apes ya dalam hal percintaan.” Mahesa membuka pembicaraan ketika mereka kembali bersantai di taman belakang rumah Mahesa.

“Hooh. Memangnya kenapa?”tanya Gayatri penasaran.

“Mungkin kita yang harus berubah, Ya. Lihat nih badanku yang over weight gini. Terus nih...nih...”ia menunjuk wajahnya.

“Memangnya kenapa tuh muka?” tanya Gayatri lagi.

“Ada jerawatnya, Ya.”jawab Mahesa.

“Ya ampun, jerawat cuma sebiji aja.”balas Gayatri sambil tersenyum geli.

“Pokoknya, mulai tahun ini, aku mau menjadi Mahesa yang keren.” Ikrarnya dan Gayatri menerka-nerka apa yang mau sahabatnya ini sampaikan.

“Jadi mau gimana kamu, Mbul? Berubah jadi Iron Man?” kelakar Gayatri.

“Aku mau diet, Ya. Lalu, aku juga mau ikut program di fitness centre. Kamu ikut nggak?”tawar Mahesa. “Aku bayari, deh.”rengeknya.

Gayatri mengusap wajahnya. Minta ampun kuadrat kalau sahabatnya ini punya kemauan. “ Aku temani kamu aja, tapi nggak usah ikutan fitness gimana?” tawar Gayatri.

“Nggak seru, dong! Kalau kamu ikutan, aku kan jadi kayak punya saingan biar badan cepat terbentuk.” Mahesa memberikan alasan.

Gayatri berfikir sejenak. Sebenarnya tidak ada ruginya juga ikut fitness, apalagi gratis. Setelah menimbang-nimbang, akhirnya ia menyetujui permintaan Mahesa.

“Oke, setuju!” Ia mengacungkan jempolnya.

Seperti biasanya, mereka lalu ber-high five. “Best friend forever!”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Berpura-pura Amnesia Membuatnya Kehilangan Segalanya
8.1
Pasangan betaku, Kyan, mendadak amnesia setelah diserang serigala liar. Dia melupakan kehamilanku dan justru memilih Gamma Evelyn sebagai pendamping barunya. Kyan menghinaku sebagai kasta rendah yang tak layak bersamanya, hingga aku memutuskan ikatan kami. Namun, saat aku hendak bersatu dengan Raja Alpha, Kyan muncul penuh penyesalan dan menanyakan janinnya. Dengan dingin, aku menegaskan bahwa anak itu sudah tiada sebelum memulai hidup baru.
Sampul Novel Rahasia Kerajaan Terlarang: Petualangan Sensual di Dunia Fantasi
8.6
Aiden, seorang pemuda, tanpa sengaja menemukan pintu rahasia menuju kerajaan legendaris saat tersesat di hutan. Di sana, ia bertemu Elara, wanita penyihir yang kuat. Sambil mengungkap rahasia kelam dan ancaman kekuatan gelap di balik kemegahan istana, benih cinta dan hasrat sensual tumbuh di antara mereka. Meski terjebak intrik politik serta pengkhianatan, keduanya harus bersatu demi menyelamatkan kerajaan dan melindungi hubungan mereka dari kehancuran total.
Sampul Novel GADIS BIASA VS BOSS MAFIA
8.6
Anne Mary, gadis jenius berusia 18 tahun, terjebak dalam pusaran maut setelah menyaksikan pembunuhan cinta pertamanya oleh bos mafia, Marcio Lamparska. Dituduh sebagai tersangka, Anne diculik Marcio ke Spanyol untuk dilatih secara fisik. Meski awalnya berniat membalas dendam dengan mendekati Marcio, Anne justru jatuh cinta. Konflik memuncak saat Iosef, musuh Marcio yang posesif, menyelamatkannya. Kini Anne tumbuh menjadi pembunuh tangguh yang harus memilih antara dendam atau komitmen hati.
Sampul Novel Hot Love - George & Regina
9.8
George, agen CIA, dan Regina dari KGB, gagal menjalankan misi pembunuhan presiden lawan karena terlalu asyik bercinta hingga kesiangan. Kini, apartemen mereka dihujani tembakan helikopter Apache. Diburu oleh organisasi masing-masing dan tentara bayaran, sepasang kekasih ini harus melarikan diri demi nyawa mereka. Di tengah pelarian maut yang menegangkan, gairah panas tetap membara di antara keduanya. Mampukah mereka bertahan dari pengepungan global ini?
Sampul Novel Indra, Reinkarnasi Tiga Dewa
9.6
Nobel adalah dunia sihir yang menjadi medan perang antara manusia dan iblis. Saat populasi manusia melonjak, Raja Iblis menyebarkan virus mematikan. Indra, pemuda yatim piatu yang dibesarkan ras Triton, kehilangan desanya akibat monster terinfeksi. Ia berkelana melawan kegelapan bersama Aruna yang penuh rahasia dan Rai, pendekar yang ingin memulihkan kerajaannya. Akankah Indra mengungkap asal-usulnya dan menghentikan teror iblis dalam petualangan epik ini?
Sampul Novel Misi 27 Hari Yura
9.8
Yura Anindita menolak keras perjodohan dari orang tuanya. Ia pun memulai misi nekat untuk mencari calon suami pilihannya sendiri dalam waktu 27 hari, tepat sebelum ulang tahunnya yang ke-27. Di tengah tekanan waktu, dua pria berbeda hadir dalam hidupnya: sosok dari masa lalu dan pria baru yang memikat hatinya. Akankah Yura berhasil menemukan pendamping hidup yang tepat untuk membatalkan perjodohan tersebut, atau justru misinya akan berakhir dengan kegagalan?