Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kisahku Berakhir Di Pusara

Kisahku Berakhir Di Pusara

Dua insan yang terikat kekeluargaan ini mulanya saling menyayangi hingga sebuah perjodohan direncanakan. Namun, salah satunya memilih ingkar demi mengejar cinta lain, memicu keretakan hubungan mereka. Di tengah ujian berat, pencarian kebahagiaan sejati tetap berlanjut. Saat perasaan akhirnya bertaut kembali, musibah besar justru datang melanda. Diangkat dari kisah nyata yang penuh duka, akankah takdir menyatukan mereka atau justru berakhir di pusara?
Bab
Bagikan

Bab 3

03 Pov Alfa..

Sejak pertengkaran itu, aku jadi jarang melihat kak Dewi main ke rumah kami lagi, membuat aku merasa kehilangan.

Yang awalnya setiap liburan sekolah, kak Dewi selalu datang ke rumah kami, sekarang hanya saat Hari raya, atau menyambut bulan Ramadhan. Itupun jika aby atau ummi, yang minta.

Ummi berpesan padaku, untuk tidak membahas masalah yang pernah terjadi, antara aby dan kak Dewi.

Walau banyak yang ingin aku tanyakan, namun aku hanya mengangguk. Maka, tiap kali kak Dewi datang, aku akan mengajaknya keluar jalan-jalan.

Terkadang, aku sparing dengannya tentang silat. Walau akibatnya wajah dan tubuhku membiru, karena mendapat pukulan dan tendangan darinya, aku ikhlas asal kak Dewi kembali dekat, denganku.

Dan aku bukan tipe orang yang mudah menyerah. Walau tak sekalipun kak Dewi mau mengalah dariku, justru itu membuat aku semakin bertekad, jika aku harus lebih kuat, dari kak Dewi.

Aku selalu memanfaatkan momen kebersamaan kami, dengan hanya kami berdua.

Ada aja alasanku agar pergi ditemani kak Dewi, entah itu ke Mall, atau sekedar makan bakso pinggir jalan, atau jalan-jalan ke taman.

karena menurutku hanya itu yang bisa aku lakukan untuk menghibur kak Dewi, sekaligus menikmati saat-saat bersamanya.

"Kak, kalau nanti Alfa udah gede, kakak mau nggak jadi pacar, Alfa?" tanyaku suatu sore, saat kami duduk di taman alun-alun kota.

Entah mengapa, kekhawatiran akan kak Dewi meninggalkanku, menghampiriku hingga membuat hatiku gelisah.

Aku merasa tak rela, jika kak Dewi dimiliki oleh laki-laki lain. Tapi, saat itu bukan rasa cinta yang aku rasakan. Hanya rasa takut, jika kak Dewi meninggalkanku, itu yang ada di pikiranku.

"Kamu kok ngomong kayak gitu sih, Li! Bagi kakak, kamu adalah adik, yang dikirim Tuhan untuk kakak! Kamu 'kan tau, kak Dewi nggak punya adik! Jadi, di hati kak Dewi, selamaya kamu akan tetap jadi adik kakak yang lucu, dan paling ganteng!" ucap kak Dewi tersenyum manis, sambil mengacak rambutku.

Aku merasa sedih dan bahagia, saat mendengar jawaban kak Dewi. Aku bahagia, bisa memiliki kakak yang mengerti aku.

Walau tak dipungkiri, jika mbak Nisa juga menyayangiku, tapi bagiku kak Dewi lah yang lebih mengenalku, dan mengerti mauku. Dan sedih , jika suatu saat aku akan kehilangan orang yang mengerti aku.

"Jika suatu saat nanti, kak Dewi udah punya pasangan, apa kakak tetap sayang sama, Alfa?" tanyaku sambil menyodorkan snack keju kegemaranku padanya, sambil memberi tatapan berharap ia mengambilnya.

Kak Dewi memandang wajahku sesaat, lalu mengambil satu snack keju yang kuberikan, lalu memakannya.

Aku melihat semua itu sambil tersenyum, karena aku tau, kak Dewi sangat membenci makanan yang berbahan keju, tapi demi menghargaiku, ia memakannya dengan wajah meringis.

"Sampai kapanpun, kakak akan tetap sayang pada Alfa, alias Ali! Walau kita mungkin akan jarang bertemu, tapi di hati kakak, Ali punya tempat tersendiri, kok!" ucap kak Dewi, sambil memandang kosong ke depan.

Ntah apa yang ia pikirkan, aku tak tau. Tapi ada kesedihan yang terpancar dari sana.

Begitulah masa kecilku ku lalui, bersama kedua orangtua, dan kedua kakakku, aku merasakan kebahagiaan yang sempurna sebagai anak, juga adik.

Tapi hal yang tak kuduga kembali terjadi, saat aku berusia empatbelas tahun, aku dikagetkan dengan kejadian serupa.

Dimana kak Dewi, kembali berdebat dengan Aby dan dengan masalah yang sama. Tapi ini lebih parah dari sebelumnya.

Aku ingat kata-kata kak Dewi, yang ia ucapkan dengan lantang.

"Dewi menyesal memiliki darah Al-habsy dalam tubuh Dewi, Bah! Jika darah ini, mengharuskan Dewi menikahi adik Dewi sendiri, biarlah Dewi tak dianggap bagian dari keluarga besar Al-habsy!"

Kulihat dengan jelas, bagaimana nampak begitu terpukulnya, kak Dewi. Ingin rasanya aku memeluk dan menghiburnya, tapi tak bisa, karena itu berarti yang aku hadapi, adalah abyku sendiri.

"Lalu mau kamu apa, Dewi? Jangan seperti Ibumu, yang pela**r itu!" bentak Aby tak kalah lantang, sampai aku yang berada di ruang makan mendengar jelas.

"Owh .... Jadi menurut Abah, Ummi Dewi pel**r....? Baik, terimakasih atas penghinaan Abah, untuk almarhumah Ummi Yasmine...Tapi Dewi bersumpah, Bah! Jika dalam tubuh ini memang memiliki darah seorang pelacur, maka biarlah Dewi menjadi pela**r yang selanjutnya, mengikuti jejak dari wanita yang telah melahirkan Dewi, ke dunia ini!" ucap kak Dewi, dengan suara bergetar menandakan ia sedang menangis.

"Dewi .... istigfhar!" ucap ummi dan mbak Nisa, serempak.

"Biarkan aja, Mii...! Abah ingin lihat masa depannya, tanpa kita mendampinginya!" ucap tegas aby.

"Udah donk, By! Jangan paksakan Dewi dengan perjodohan, ini! Biarkan dia memilih!" lanjut ummi lagi.

"Mau jadi apa dia, jika dibiarkan! Aby tau bagaimana Ayahnya mendidiknya! Bisa-bisa, apa yang dia ucapkan akan menjadi kenyataan!" lanjut aby tetap dengan pikirannya.

Kulihat ummi hanya menangis melihat situasi saat itu.

"Iya ..... Dewi memang anak yang bernasib malang, Bah! Tapi Dewi bukanlah anak yang membawa si*l, pada keluarganya. Jika tuduhan Abah pada Ummi Dewi, salah! Maka, Abah akan merasakan yang namanya, dihancurkan! Selamanya, Abah nggak akan pernah menemukan, apa itu kebahagiaan! Itu do'a Dewi, Bah! Do'a dari anak, yang Abah anggap anak seorang pel**r!" ucap kak Dewi, lirih sambil memandang tajam pada aby.

"Apa kamu begitu membenci kami, sampai harus mengucapkan do'a buruk seperti itu, nak?" tanya ummi pada kak Dewi.

"Maaf Ummi, jika Dewi mengatakan kata yang tak pantas! Tapi ...Percayalah, Dewi nggak akan pernah membenci keluarga ini, justru Dewi merasa berhutang budi atas kebaikan keluarga ini! Tapi tuduhan Abah, itu sangat menyakitkan, Mii!" ucap kak Dewi

"Jangan ucapkan itu, nak! Bagi kami, kamu bagian dari keluarga ini!" ucap Ummi sambil memeluk kak Dewi.

"Iya Wi, gak ada yang namanya hutang budi, sama keluarga sendiri!" ku dengar mbak Nisa juga ikut membujuk kak Dewi.

Hanya aby yang tetap diam, tak bicara sepatah katapun, entah minta maaf atau apa kek. Aku merasa geram dengan sikap aby, tapi aku hanya bisa diam, dan mendengar obrolan mereka.

"Makasih Ummi, Mbak Nisa..! Tapi ... Ucapan Abah hari ini, sampai mati akan Dewi ingat!"

Setelah memeluk ummi dan mbak Nisa, aku melihat kak Dewi masuk ke kamar tamu, tempat ia selama ini menginap, di rumah kami.

Baru saja aku ingin beranjak untuk menghampirinya, ku lihat kak Dewi keluar dari kamarnya, dan menghampiri aby.

Kulihat kak Dewi menyalami aby.

"Maaf, jika Dewi tak bisa seperti yang Abah inginkan! Dewi mohon, halalkan dan ridhoi atas semua rezeki dan nasehat Abah, yang telah masuk ke tubuh Dewi!" ucap kak Dewi di sela isak tangisnya.

Abah tak menjawab sepatah katapun. Tapu aku sempat melihat, aby menghapus air matanya, saat kak Dewi meninggalkannya.

Lalu, kak Dewi menghampiri ummi dan mbak Nisa, mereka berpelukan sambil menangis.

"Jangan bosan main ke rumah ini, Wi!" ucap mbak Nisa.

"Kamu harus sering-sering, ke sini ya nak!" ucap ummi.

Kak Dewi hanya mengangguk tak bersuara sepatahpun.

Terakhir, kak Dewi menghampiriku, ia memelukku erat, seakan enggan tuk berpisah. Dapat kurasakan guncangan di tubuh kak Dewi, yang membuat aku ikut menangis.

Menyadari jika aku pun menangis, kak Dewi melepaskan pelukannya dan memandang wajahku lekat.

"Ingat baik-baik pesan kakak, ya Ali! Sekeras apapun hatimu, jangan pernah menyakiti wanita! Jangan malas latihan ya, jadilah laki-laki kuat, tak mudah menyerah! Satu lagi .... Lindungi dia yang pantas kamu lindungi, dan jauhi dia jika itu bisa merusak dirimu!"

Itu lah pesan kak Dewi yang selalu kuingat, hingga saat ini. Karena setelah itu, aku tak lagi mendapat pesan dan nasehat dari kak Dewi. Karena sejak itu, hubungan keluarga kami dan keluarga kak Dewi, semakin renggang.

Aku coba mengambil hikmah dari apa yang terjadi, satu yang kuyakini bahwa kepatuhan atas ucapan orangtua, adalah yang utama. Maka, sebisa mungkin aku mematuhi setiap perkataan dan perintah orangtuaku.

Saat sekolah, aku sering loncat kelas. Mungkin karena tekanan aby, yang mengharuskan aku selalu juara dalam semua bidang, membuat aku yang tiada hari tanpa belajar dan berlatih, menjadikan aku selalu juara kelas, walaupun bisa dibilang usiaku bukan pada angkatan

Bisa kalian bayangkan, aku tamat sekolah menengah atas, saat teman seusiaku baru tamat sekolah menengah pertama.

Karena usia yang masih terlalu muda, untuk duduk di bangku kuliah, aby memasukkanku ke pondok pesantren.

Di sanalah aku mengasah lagi dan lagi ilmu agamaku, yang sebelumnya ku pelajari dari aby dan ummi.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Pasti Bisa Tanpamu
7.8
Selama delapan bulan, seorang istri bertahan dalam siksaan batin dan diperlakukan layaknya pelayan oleh suami serta keluarga mertuanya. Ketakutan akan status janda membuatnya bungkam hingga pengkhianatan suaminya terungkap. Meski diusir dari rumah warisan orang tuanya sendiri akibat kelicikan mereka, ia kini bangkit dalam keadaan mengandung. Ia bertekad memulai lembaran baru demi membuktikan bahwa dirinya mampu meraih kesuksesan dan kemandirian tanpa mereka.
Sampul Novel BTB (Berpisah Tanpa Bercerai)
9.2
Airra, wanita yatim piatu, harus menelan pil pahit saat pernikahannya dengan miliarder Arief hancur akibat fitnah Garna dan Binar. Diusir tanpa kejelasan status, Airra bertahan hidup sebagai pembersih hotel demi dua anak kembarnya. Tiga tahun berselang, takdir mempertemukan mereka kembali saat kondisi Airra sangat lemah. Luka lama memicu dendam besar dalam diri Airra. Mampukah hubungan yang retak ini bertahan di tengah badai masa lalu yang belum usai?
Sampul Novel Bukan Gadis Simpanan
9.2
Sejak kecil, Carl Davidson gemar menjahili Samantha Walker dengan mendudukkannya di meja tinggi hingga ia menangis ketakutan. Kebiasaan unik ini terus berlanjut hingga mereka dewasa. Carl kini menjadi miliuner otomotif sukses yang tetap melakukan hal serupa, namun ia akan membawa Samantha dari meja ke ranjangnya. Meski dunia melabeli Samantha sebagai gadis simpanan, mampukah ia meraih kehormatan dan melangkah ke pelaminan bersama Carl di tengah stigma tersebut?
Sampul Novel Cinta Ipar Duda
9.6
Viona terjebak dalam kemelut pelik setelah memutuskan tinggal di kediaman mertuanya. Di sana, ia harus menghadapi gangguan Dion, kakak iparnya yang bertindak nekat dan melampaui batas. Sambil berjuang memperbaiki keretakan rumah tangganya, Viona justru menemukan berbagai rahasia gelap dan fakta mengejutkan mengenai jati diri Dion yang sebenarnya. Mampukah Viona bertahan di tengah intimidasi ini? Misteri besar mulai terungkap saat ia mencari kebenaran.
Sampul Novel DUDA KHILAF
9.4
Malik Indra Wahyuda, duda dengan satu anak, telah gagal membina rumah tangga sebanyak lima kali. Trauma kematian istri pertama membuatnya didiagnosis impoten, hingga istri-istri berikutnya memilih pergi karena kebutuhan batin yang tak terpenuhi. Setelah perceraian kelimanya, Malik nyaris kehilangan harapan hidup. Namun, pertemuannya dengan gadis muda bernama Isna mengubah segalanya. Sebuah kekhilafan satu malam membuktikan bahwa gairah Malik telah kembali.
Sampul Novel ISABELLA
7.9
Isabella, perempuan asal Turki dengan hidup sederhana, memutuskan merantau ke London demi meraih cita-citanya. Namun, takdir membawanya ke arah tak terduga saat ia terjebak dalam pusaran gelap dunia mafia. Bersama kekasihnya, Alech, Isabella harus berjuang melewati berbagai rintangan berbahaya yang mengancam hubungan mereka. Akankah cinta mereka tetap bertahan di tengah konflik kekerasan ini? Simak perjalanan penuh risiko Isabella dan Alech demi kebersamaan abadi.